.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, June 24, 2010

asking to GOD

2 Samuel 5:17-25

Dalam menyambut tahun baru, ada yang optimis, karena ia merasa telah merancang hidupnya secara baik; ada juga yang penuh pesimis, sebab ia tidak punya pegangan apa-apa yang menjadi kekuatan dalam menjalani hidup ini, apalagi dilihat dengan kondisi saat ini yang serba tidak menentu.


Kedua sikap di atas(optimis dan pesimis), sebenarnya tidak memberikan kekuatan, pengharapan dan pegangan apapun, jikalau kita mendasarkan semuanya itu pada hal-hal lahiriah : harta, kepandaian, pekerjaan, dan lain-lain. Jadi, bagaimanakah sikap yang benar? Jawabannya ada pada bacaan kita di atas. Artinya kita optimis berdasarkan pada Allah Tritunggal yang adalah Pencipta, Pemelihara dan Juruselamat manusia.


Dalam kondisi terkepung oleh bangsa Filistin, Daud justru bertanya kepada Tuhan (ay. 19).Sikap bertanya kepada Tuhan adalah hal yang biasa Daud lakukan(lihat 1 Sam.23: 2,4,12; 30:8; 2 Sam.2:1; 5:17-25.) Artinya Daud selalu bersandar kepada Tuhan.


1. Hidup orang Kristen adalah peperangan rohani yang harus melibatkan Tuhan. Kemenangan Tuhan adalah juga kemenangan kita. Daud mau Allah turut berperang, karena Allah yang disembahnya adalah Allah yang tidak tertandingi. Paulus pernah berkata : Jilakau Allah dipihak kita siapakah yang akan melwan kita?.


2. Kita tidak tahu apa yang terjadi di depan (ay. 19a). Kita terbatas oleh ruang dan waktu, maka kita perlu bertanya kepada Tuhan yang menciptakan ruang dan waktu serta menguasai ruang dan waktu. Tuhan tahu apa yang terbaik di depan, maka Dia akan memberikan yang terbaik. Kita harus mengakui keterbatasan kita, dengan rendah hati menerima keterbatasan kita dan memohon kepada Allah untuk menyertai kita.


3. Kemenangan hanya oleh anugerah Tuhan. (ay. 19b).jangan membanggakan diri dan menepuk dada, tetap mengakui, tanpa Alalh, kita tidak ada apa-apanya. Ingatlah bahwa semua keberhasilan dan kemenangan adalah karena kemurahan Tuhan semata.


4. Jawaban Tuhan tidak selalu sama (ay. 23). Kita perlu senantiasa bertanya (bersekutu dengan Dia), bukan hanya sesekali, lalu menganggap jawaban Tuhan pasti sama.


5. Ada bagian tugas kita sebagai bukti taat kepada Tuhan (ay. 25). Pada ay.23-24, terdapat beberapa instruksi Tuhan, dan Daud berbuat tepat seperti yang dikatakan Tuhan. Apakah Tuhan tidak sanggup berperang sendiri sehingga perlu peran serta kita? Dia sanggup! Ada hal yang Tuhan ingin kita kerjakan sebagai bukti ketaatan dan tanggung jawab kita. Tuhanlah yang memberikan kemampuan itu. Mari kerjakan hal-hal yang Tuhan sudah percayakan, dengan penuh ketaatan dan tanggung jawab.


6. Setiap kemenangan untuk kemuliaan Tuhan (ay. 20). Daud mengatakan bahwa kemenangan yang dia peroleh itu semata-mata karena karya Tuhan. Semangat seperti inipun harus ada dalam kehidupan kita. Saat kita merayakan kemenangan atau keberhasilan, tujuan utamanya agar Tuhan dipermuliakan. Kita tidak mencuri kemuliaanTuhan.


Pertanyaannya : bagaimana kita dapat menerima jawaban Tuhan? Tuhan seringkali menjawab kita melalui Alkitab, yaitu Firman Allah yang sempurna. Maka bergaullah akrab dengan Dia secara pribadi, maka prinsip-prinsip Allah akan menjadi prinsip-prinsip kita. Mari melangkah maju dalam tahun yang baru ini bersama dengan Tuhan tanpa ragu dan kuatir. SemangatTTT!!!!

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...