.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, June 24, 2010

Tidak Seperti yang Kuinginkan

Kalau ditanya, hal apakah yang kau inginkan dalam hidupmu? Maka kita akan menceritakan keinginan dan harapan kita, dari studi, masalah pekerjaan, pasangan hidup, kehidupan rumah tangga, keluarga, finansial, barang-barang atau harta benda yang kita inginkan, dan sebagainya. Ada orang-orang yang bisa menceritakan dengan spesifik apa tepatnya yang mereka inginkan (aku kenal dengan orang-orang seperti ini), mereka punya rencana dalam jangka waktu tertentu pencapaian-pencapain yang mereka kejar, mereka punya rencana berapa anak yang mereka inginkan (bahkan nama untuk anak mereka nantinya, padahal nikah aja belum ^_^). Luar biasa bagaimana manusia merancangkan hidup mereka....!!!

Kemudian kalau ditanya, apakah kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan? Jawabannya pun beragam, ada yang sudah, ada yang belum, ada yang sebagian sudah, dll deh.... Macam-macam jawaban.


Aku teringat waktu aku beribadah di GKI Gejayan Jogja ibadah impresif, aku mendengar sebuah cerita (ada bagian dari ibadah, dimana dibacakan sebuah cerita singkat sebagai perenungan) yang sampai sekarang masih berkesan buatku.


Alkisah, ada seorang pria yang sudah berkeluarga, ia memiliki seorang istri dan tiga anak perempuan. Dia bekerja sebagai pegawai di perusahaan kecil dan memiliki sebuah motor.Teman-temannya sangat mengasihi dia, karena dia selalu menolong dan bersikap ramah pada mereka. Mereka memiliki sebuah rumah kecil yang hangat, dengan halaman rumah yang ditumbuhi bunga-bunga indah yang ditanam istrinya. Istrinya tidak cantik, tapi ia adalah wanita sederhana yang ramah dan rajin, ia sangat memperhatikan keluarganya. Anaknya-anaknya pun sangat penurut, mereka dikenal sebagai anak-anak yang pintar dan baik hati. Dua ekor anjing kampung yang menjaga rumah mereka dengan setia.


Pada suatu hari, pria ini jatuh sakit. Dalam sakitnya, dia bertemu Tuhan dan Tuhan mengajak dia melihat ’isi doanya’ waktu dia masih muda. Waktu muda, dia pernah berdoa dengan spesifik apa yang dia inginkan untuk masa depannya. Dia berdoa agar dia menjadi bos perusahaan besar yang mempunyai banyak harta, rumah yang besar, pembantu yang mengurusi rumahnya, taman yang diurus tukang kebun, mobil yang dikendarai sopirnya, pendeknya dia meminta menjadi orang kaya. Dia juga meminta istri yang cantik dan seksi, yang pintar dan seorang wanita karir. Dia meminta tiga anak laki-laki yang akan meneruskan usahanya. Bahkan dia ingin memiliki anjing ras yang mahal!!!


Dia sudah melupakan apa yang dia doakan dulu, tapi dia kembali mengingatnya. Melihat itu semua dan membandingkannya dengan keadaannya sekarang, pria ini kecewa kepada Tuhan karena tidak ada satu pun doanya yang dikabulkan persis seperti yang dia inginkan. Semua berbeda! Dia protes kepada Tuhan dan bertanya kenapa keadaannya seperti ini.


Kemudian Tuhan menunjukkan apa yang terjadi kalau Tuhan memberikan semua persis seperti yang dia inginkan, ternyata istirinya yang cantik dan seksi itu selingkuh. Tiga anak laki-lakinya yang dicita-citakan akan mewarisi usahanya ternyata anak yang nakal dan jatuh dalam pergaulan bebas dan kenakalan remaja. Dia dijauhi teman-temannya karena dia menjauhi mereka lebih dulu, ia takut orang-orang mengincar hartanya. Pendeknya, banyak hal yang buruk dan sangat menyedikan akan terjadi.


Lalu Tuhan menjawab, ”Anakku yang terkasih, Aku tau semua yang kau inginkan. Aku sanggup memberikan semua yang kau inginkan, tapi taukah kamu, melebihi semua itu, Aku lebih ingin melihatmu bahagia.Bagaimana hidupmu sekarang? Apakah kau bahagia?”


Dia mulai menangis, dan mensyukuri kehidupannya sekarang. Selama ini ia tidak menyadari betapa hidupnya luar biasa. Ia bahagia dengan keluarga dan keadaannya sekarang. Lalu dia berterima kasih dengan Tuhan karena sudah memberikan padanya tidak seperti yang dia inginkan dulu.


Aku terharu waktu dengar cerita tadi dibacakan...... BAPAku yang baik!Waktu itu aku jadi sadar, Ia tidak memberikan apa yang aku inginkan semata-mata hanya karena Dia mengasihiku. Ya, Dia yang telah menciptakanku, jadi Dia pasti mengenalku lebih dari aku sendiri, dan karenanya Dia tau hal-hal yang akan membuatku bahagia.


“Apa jadinya aku kalau tiap yang aku inginkan diberikan? Terima kasih Bapa, karena kau tidak selalu memberikan apa yang aku inginkan......Kau jauh lebih mengerti yang terbaik buatku.Amin.”

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Yeremia 26

Yesaya 26:1-13 Scripture Yesaya 26:12 (TB)  Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerj...