.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, October 23, 2011

Tiga Penyebab Mengapa Kita Merasa Kekurangan Waktu

Pernah gak sih ngerasa 24 jam sehari tu gak cukup?
Ngerasa gak punya cukup waktu gitu?
Sepertinya terlalu banyak hal yang belum dikerjakan dalam satu hari eh...tau-tau hari itu dah berlalu, hmm....Pernahkah?

Well, sebenarnya ada 3 penyebab kenapa kita bisa ngerasain hal tersebut, dan kali ini aku akan membahasnya:

MENGERJAKAN TERLALU BANYAK HAL

Kalau kita termasuk tipe seseorang yang gak bisa menolak, hal inilah mungkin yang akan menyebabkan kita olwes ngerasa gak punya cukup waktu. Come on, kita bukan super hero yang bisa mengerjakan segalanya kan? Err...bahkan super hero pun gak mengerjakan segalanya. Alangkah baiknya kalau kita DAPAT menolong semua orang yang minta pertolongan kita, alangkah hebatnya kalau kita dapat mengerjakan SEMUA yang sudah kita iyakan semua tanggung jawab yang datang pada kita, tapi itu tidak mungkin, itu tidak masuk akal!

Jadi, solusi jika kita adalah tipe orang seperti ini adalah:
BELAJAR MENOLAK.

TIDAK SEMUA ORANG harus kita tolong, atau tidak semua hal harus menjadi PEKERJAAN KITA. Ada kalanya kita harus berkata tidak. Jangan terjebak menjadi YES MAN di setiap waktu. Orang yang bijak, tau kapan harus berkata tidak, dan kapan berkata ya, atau (mungkin) berkata LAIN KALI. Dia tidak akan menyia-nyiakan waktunya, karena dia tahu tidak semua hal harus menjadi bagiannya.

Lebih dari itu, orang yang memiliki visi tahu dia tidak perlu berkata YA pada semua hal, dia tahu apa yang harus dilakukannya, dan bila itu berarti berkata TIDAK untuk melakukan hal yang baik sekalipun, dia akan tetap berkata TIDAK. Karena dia tidak mau kehilangan kesempatan melakukan yang terbaik. Ingat, seringkali lawan dari yang terbaik adalah yang baik.

Yesus adalah teladan yang baik dalam hal menolak ini, dalam Markus 1:35-39 dengan judul perikop Yesus Mengajar di Kota-Kota Lain tertulis demikian:

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Banyak orang mencari Yesus, bahkan kata murid-muridnya SEMUA ORANG MENCARI DIA. Banyak hal yang menyebabkan orang-orang ini mencari dia, mungkin ada yang ingin disembuhkan, mungkin ada yang ingin mendengar pengajaran-Nya, mungkin ada yang ingin melihat Dia dari dekat, mungkin ada yang ingin berkenalan denganNya, mungkin ada yang ingin melihat mukzizat yang dibuatNya, mungkin masih banyak lagi alasan lainnya ^^’ Kupikir, alasan-alasan itu tidak ada yang salah, wajarlah bagi manusia ingin bertemu dan menyaksikan sendiri Yesus, dia fenomenal lho di zamanNya ^^V Gimana gak fenomenal, ajaranNya luar biasa, mukzizatNya, bahkan pernyataanNya bahwa Dia adalah Allah adalah sesuatu yang gak biasa di zaman itu.

Lalu, kenapa di saat SEMUA orang mencariNya Yesus malah memilih pergi ke kota lain? Kenapa Dia tidak bertemu saja dengan orang-orang yang mencariNya? Bukankah ini kesempatan yang baik untuk bersaksi? Ini orang lo yang mencari Dia, gak perlu lagi Dia jalan jauh ke kota lain kan? Tapi TIDAK, kataNya. Dia memilih pergi ke kota lain untuk memberitakan Injil. Karena seperti yang dikatakan-Nya, untuk itulah Dia datang. Catat ini, Yesus tau alasan keberadaanNya di dunia ini-MEMBERITAKAN INJIL. Segala hal lain yang dilakukan-Nya adalah untuk mendukung tujuanNya. Dia punya visi, dan apa yang dilakukanNya untuk mendukung terwujudnya visi itu. Kalau menyembuhkan orang lain membuat orang lain mendengar Injil, Dia akan melakukannya. Kalau pengajaranNya membuat orang tahu Injil, Dia melakukannya. Dia tahu tujuan hidupnya, dan melakukan apapun agar tujuanNya tercapai. That’s what JESUS do.

Sekarang pertanyaan bagi kita adalah, apakah kita mengerti tujuan hidup kita sebenarnya? Kalau tidak, maka bukanlah hal yang mengherankan kalau kita menjadi YES MAN pada semua hal yang datang pada kita. Karena sesungguhnya, kita belum tahu apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak. Kita belum tahu mana hal yang harus dilakukan untuk memenuhi panggilan atau tujuan kita ada di muka bumi ini, so kita berkata YA pada semua hal yang kita anggap baik.

Tidak salah memang berkata YA pada semua hal baik yang mungkin dapat kita lakukan. Tapi setidaknya ada 2 hal yang membuat kita tidak perlu berkata YA pada semua hal:
1)      Kita akan kehilangan yang terbaik
Alangkah sayangnya jika kita kehilangan kesempatan melakukan yang terbaik hanya karena kita memilih melakukan yang baik. Dan yang terbaik adalah melakukan apa yang Tuhan ingin kita lakukan di dunia ini, hal khusus yang hanya kita yang dapat mengerjakannya, bukan orang lain ^^V Tidakkah kamu merasa spesial, mengetahui Allah punya tujuan mengapa kamu ada di dunia ini? Menyadari bahwa Allah punya tujuan yang seorang kamu yang dapat melakukannya?
2)      Waktu kita singkat di dunia ini
Yeah, inilah alasan yang paling MASUK AKAL kan? Seandainya kita punya semua waktu yang ada di dunia, seandainya umur kita selama-lamanya, mungkin kita gak perlu berkata tidak :p Karena kita akan punya buanyak waktu yang kita perlukan. Tapi nggak tuh, waktu kita terbatas. Makanya kita harus memilih, dan kadang pilihan itu adalah berkata TIDAK.

Dan penyebab kedua mengapa kita sering merasa kekurangan waktu adalah:
MENGERJAKAN SESUATU YANG SALAH

Hehehehe, ya iya lah....Mengerjakan sesuatu yang salah akan membuat kita ngerasa kekurangan waktu. Saat kita mengerjakan sesuatu yang salah, kita sedang membuang waktu kita yang teramat berharga. Waktu yang sudah terlewatkan kagak mungkin kembali lagi. Percuma kita berkata, seandainya bla bla bla bla....Tetap aja tidak mengubah kenyataan kalau ada waktu yang sudah terbuang. Untuk memperbaiki apa yang salah, alias mengerjakan yang benar, TETAP BISA LAH...... ! Tapi, akan mengurangi waktu yang kita miliki, seandainya mengerjakan yang benar dari awal...HAHAHAHAHA, tadi katanya percuma Meg bialng seandainya :p Yah, you know hwat I mean lah.....

Dan solusi untuk hal ini adalah MEMILIH, BELAJAR MEMILIH MELAKUKAN YANG TERBAIK DARIPADA YANG BAIK.

Err....kayaknya di bagian sebelumnya aku sudah cerita panjang lebar ya tentang hal “Memilih yang terbaik daripada yang baik” ini, hehehehehe. Sepertinya emang aku gak pandai menguraikan ya, kok jadi mau diulang-ulang gini, fiuh.....^^’ But, nangkap kan maksudku? Nangkap kan? *maksa*  AGAIN deh, intinya adalah MEMILIH MELAKUKAN YANG TERBAIK DARIPADA YANG BAIK.

Ini ada lagi teladan yang baik dari Nehemia, berikut ini adalah isi dari Nehemia 6:1-4

Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya, maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: "Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!" Tetapi mereka berniat mencelakakan aku. Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: "Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!" Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku dan setiap kali aku berikan jawaban yang sama kepada mereka.

Kalau kita pernah baca kitab Nehemia seluruhnya, kita akan mengetahui bahwa Nehemia adalah orang yang ditunjuk Allah untuk memimpin pembangunan tembok Yerusalem. Dia memiliki visi yang dari Allah, dan saat Allah membuka jalan bagi hal itu, datanglah banyak gangguan yang inggin menggagalkan pembangunan tembok itu, diantaranya dari Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, mereka menuduh Nehemia hendak memimpin pemberontakan dengan melakukan pembangunan tembok Yerusalem, karenanya hendak memanggil Nehemia dan berpura-pura mau mendengar penjelasannya, padahal kalau Nehemia datang, mereka akan membunuhnya. Nah, Nehemia tidak tahu rencana jahat mereka, tentunya hal yang baik kan kalau dia datang dan menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud memberontak, masalah selesai kan? Tapi TIDAK, bahkan tanpa mengetahui rencana jahat mereka, Nehemia MEMILIH TIDAK DATANG. Dan ini bagian yang sangat kusuka, Nehemia menolak mereka dan berkata:
"Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!"

WOW...!!!
Berapa banyak di antara kita yang sedang mengerjakan visi Allah dan menolak hal baik untuk kita kerjakan dengan berkata seperti Nehemia:
"Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!"

Aku juga mau belajar, melakukan yang terbaik dan menolak hal yang baik dengan mengingatkan diriku:
AKU SEDANG MELAKUKAN SUATU PEKERJAAN YANG BESAR BAGI ALLAH. UNTUK APA PEKERJAAN INI TERHENTI DAN AKU MELAKUKAN HAL LAIN?

Whewww...Sungguh menguatkan imanku kata-kata dari Nehemia ini, bahwa untuk mewujudkan visi yang dari Allah, aku hanya perlu melakukan apa yang Allah ingin aku lakukan. Bukan melakukan yang baik, tapi yang terbaik ^^

Dan, inilah penyebab terakhir mengapa kita sering merasa kekurangan waktu adalah:
MENGERJAKAN SESUATU DENGAN CARA YANG SALAH
Ingat gak sih definisi terbaik yang pernah aku share dulu di tulisanku Giving My Best   
Aku ada nulis gini:
MELAKUKAN YANG TERBAIK adalah....
Melakukan dengan maksimal sesuai kemampuan yang Tuhan berikan dan dengan cara yang benar.

Ternyata saat itu pun aku menyadari bahwa MELAKUKAN DENGAN CARA YANG BENAR adalah bagian dari melakukan yang terbaik.

So, solusi yang aku tawarkan saat kita ‘terlanjur’ melakukan sesuatu dengan cara yang salah adalah:
MEMPERBAIKI, BELAJAR MENGERJAKAN DENGAN BIJAKSANA (CARA YANG BENAR) DAN TERENCANA

Jangan sampe jadi keledai yang jatuh ke lobang yang sama ampe 2 kali, bahkan berkali-kali, parah tuhhhh......Kalo udah tau salah, mosok sih ga ada perbaikan, terlalu nih kalo kesalahan terus diulangi *geleng-geleng*.



Yeah, I think enough deh, kupikir ketiga hal itu bner dah mewakili penyebab kenapa kita sering merasa kekurangan waktu. Ketiga hal tersebut pernah menjadi penyebab aku merasa kekurangan waktu, hehehehehe, makanya bisa share panjang lebar gitu. Iyo yo.....postingan kali ini panjang banget ^^’
Ok, cukup Mega. Hentikan.

Iya, aku stop sampai sini deh....^^V
Met Harming...Tuhan Yesus memberkati.


Palangka Raya, 23 Oktober 2011
-Mega Menulis-



No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...