.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, November 24, 2011

Thanksgiving Thursday:The Journey

Thanksgiving Thursday

This post is for the "Thanksgiving Thursday" program of Hanshinta. To join this program or just simply read more posts of "Thanksgiving Thursday", click HERE. Count your blessings & be grateful everyday! =)

I’m home now....
Sedang melihat foto-foto perjalanan kami minggu lalu dan aku tersenyum, oh....betapa bersyukurnya aku boleh mengalami perjalanan minggu kemaren. Luar biasaaa...\(“,)/ Kalo aku ingat lagi, banyak sekali yang aku syukuri dari perjalananku kemaren.

Minggu kemaren aku jadi gadis petualang, hehehehehe, aku dan keenam orang kawanku keluar masuk desa demi menunaikan tugas negara, lebaaayyyyyyy.....^^’ Ada 6 desa dari 3 kecamatan yang kami kunjungi dalam rangka PM2L-Program Mamangun Mahaga Lewu, sebuah program yang dicanangkan Gubernur kami,Bapak Agustin Teras Narang  untuk membangun desa-desa terpencil. Tiap dinas memiliki programnya masing-masing di desa-desa yang telah ditentukan. Berhubung Kabupaten kami kaya dengan rotan, maka untuk tahun ini kami dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Katingan mengadakan pelatihan membuat kerajinan industri berbahan rotan di keenam desa tadi.

Perjalanan yang kami lakukan benar-benar berkesan buatku, maklum....baru kali itu perjalanan dinas yang masuk ke desa langsung, biasanya kan kita Cuma perjalanan ke ibukota kecamatan doang, nah ini.....bner-bner bertualang deh. Perjalanannya menjadi menarik karena sebagian besar kami lakukan melalui sungai, aku anggap wisata susur sungai dah ^^’ Luar biasa pemandangan di kiri-kanan kami, mengutip kata-kata Widya kawan kampusku, kiri-kanan hutan kabeh, hahahahaa....Gak segitunya kali Wid.... :p Wong di kiri kanan ada desa kok (kadang) ^^V, trus...ada deretan pohon duren, makkkk....sayang blon musim tuh di hulu sungai. Udaranya segar boooo.....

Pernah pas naik klotok (sejenis perahu bermotor tapi kecil), dari tengah klotok yang melaju di sungai aku melihat pemandangan luar biasa eksotik, kiri kanan berbagai macam pohon dan tumbuhan, rotan, bambu, pohon durian, anggrek hutan yang cantik, dan berbagai tanaman lain, monyet yang bergelantungan di pohon, kupu-kupu yang terbang, burung di pohon, huaaaa.....Indah banget. Dalam hati berucap, “Luar biasa Tuhan...” dan gakl bisa ngga aku memuji Dia dan bernyanyi bagi-Nya, bodo ah motoris di belakangku (sopir klotoknya) anggap apa, wong suara klotoknya berisik kok, hahahahaha-gak tau dia dengar apa gak ^^’ Tapi, bneran deh, ngeliat itu semua, pemandangan yang luar biasa. Well Dit, kayaknya gak akan kutukar dengan Bali deh, hahahahaha *menghibur diri*

Gak hanya indah sih perjalanan di sungai, ada yang mengerikan lo , apalagi waktu arus deras atau waktu kami melewati beberapa riam. Pernah tuh riam di Sungai Katingan masuk berita di sini  Tau kan olahraga arung jeram, nah paling bagus arung jeram tuh di riam-riam gini. Kalo di Jawa kayaknya jarang ya dengar ada yang meninggal waktu arung jeram, tapi di riam Mangkikit Sungai Katingan sudah beberapa kali memakan korban, kalo pengemudi klotok kurang lihai, salah-salah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi bila air sungai surut, waaaa....bakal bahaya tuh, klotok bisa karam. Bisa terbalik segal, hiiiiiiii...sereeeemmmmm.......

Sebelum riam Mangkikit di pinggir sungai ada tempat menurunkan penumpang, sehingga bila motoris gak yakin bisa melewati Riam Mangkikit dengan penumpangnya, maka penumpang bisa diturunkan dan mereka berjalan di darat sementara klotok melewati riam tersebut. Kemarin kami diturunkan ^^’ Tak apalah, demi keselamatan. Lagipula dalam perjalananku beberapa bulan lalu aku sudah merasakan melalui Riam Mangkikit ini dengan klotok langsung. Emang mendebarkan boooo.....  Ada beberapa riam lain sih kami lewati, tapi gak semengerikan Riam Mangkikit ini.

Pernah saat kami menggunakan klotok yang kecil dan arus cukup deras, aku takut, dalam hati aku bilang,”TUHAN, aku takut...” , dalam hatiku diingatkan perkataan Yesus yang dibangunkan murid-muridnya waktu ia tidur, padahal badai datang menerpa kapal yang mereka naiki. Yesus bilang,”Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya.” GUBRAKK!!!! Dan akhirnya aku tidur cobaaaa.....Hahahahahaha. Yang terjadi, terjadilah...... Aku tenang kok dalam penjagaan-NYA. Teman-temanku sampe heran tuh, mosok orang pada tegang coz arus deras, trus pas lewat riam, aku tidur dengan tenang, pokoknya pas di saat-saat genting aku didapati tidur ^^ Waktu perjalanan santai, aku ma asik aja baca buku ato main sama mereka, orang yang aneh ya diriku.

Perjalanan darat juga ada sih, tapi gak banyak yang bisa aku ceritain. Aku gak suka perjalanan darat, mati gaya boooo, mau tidur jalannya jelek n naik turun gitu, mau baca buku juga sakit mata ^^’ Yang aku lakukan Cuma bernyanyi-nyanyi ngikutin lagu yang diputar sang sopir, tapi giliran lagu dangdut yang diputar, aku Cuma bisa DIAM. Seballlll...kagak tau lagunya sih! Pemandangan di jalan ma, kebun sawit, kebun karet, kebun singkong, o iya...ada juga yang udah mulai nanam buah naga di Katingan. Memasuki jalan perusahaan kayu yang bakal sering diliat adalah kayu-kayu besar yang diangkut perusahaan, mak jangggg.....tu kayu diameternya gede-gede lo, dan entah berapa kubik kayu yang berpapasan dengan kami sepanjang jalan. Pantas aja hutan di kalimantan mulai gundul kalo gini. Emang sih tu perusahaan pasti punya yang namanya HPH (Hak Pengusahaan Hutan) yang dikeluarkan pemerintah dan mereka wajib menanami kembali tempat yang dah mereka tebang pohonnya, tapi rasa-rasanya gak sebanding deh.Aaarrggghhhhh.....seballlll..... Eh,tadi gak banyak yang diceritain, kok jadi banyak nih, gkgkggkgkgkgk.

Pernah 2 kali kami terpaksa menginap di 2 desa yang bukan tempat tujuan kami gara-gara kemalaman di jalan dan sang motoris takut melanjutkan perjalanan. Iya laaaa....di sungai gelap gitu apa gak serem, akhirnya kami berhenti di desa dan tidur di sana. Thank’s GOD, kami selalu diterima dengan baik, padahal kan mereka yang kami tumpangi itu kan gak kenal sama kita, dan gak berkewajiban nerima rombongan kami. Oh, betapa aku bersyukur TUHAN berikan mereka hati dan rumah yang terbuka lebar bagi kami. Cuma ditumpangin tidur ma biasa aja kali yeeee...Well, itu bukan hal yang biasa menurutku, apalagi mengingat yang ikut menumpang di rumah mereka terdiri dari 7 orang(di satu desa malahan plus 2 motoris ikut nginap), bukan hanya 1 ato 2 orang. Luar biasa kan baiknya mereka?!! TUHAN luar biasa deh.  Mereka gak Cuma nerima kami, tapi juga ramah dan baik banget. Senang punya teman baru di Desa Tumbang Tundu dan Desa Teluk Bemban, Bidan Tata, Bapa Gebril dan istri, Abang dan keluarga, entah kapan kami jumpa lagi, tapi kalo TUHAN izinkan, kita pasti bertemu lagi. Tuhan Yesus memberkati kalian. Kalo ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalo ada Mona di ladang mendingan gak usah mandi, hahahahahaha ^^V Piss Mon.....

Di Tumbang Tundu juga aku belajar jadi isteri yang cakap, hehehehehe. Ceritanya kan kami semua dah capek di perjalanan, berhubung kami numpang, seminimal mungkin kami berusaha gak terlalu ngerepotin tuan rumah yang dah berbaik hati kami tumpangi, jadi makan kami siapkan sendiri. Berhubung aku cewek sendiri, coba tebak siapa yang repot kalo dah mau makan? ME dong.....Terpaksalah awak bekerja sendiri, jujur, aku TERPAKSA, mending gak usah makan daripada repot gini, nyediain makanan buat banyak orang padahal kita kan sama capeknya, gak adillll....Nah, di tengah ketidakadilan itu (lebaaayyyyy.....)  tiba-tiba aku dengar bosku bilang ke tuan rumah kalo kami tu seruangan di kantor udah kayak PAHARI (bhs. Dayak, pahari=saudara) jadi ingat wanita Amsal 31 yang ngasi makanan buat seisi rumahnya, buat keluarganya. Well, bukankah mereka ini juga keluargaku sekarang? Dan aku langsung bersukacita saat itu, dapat kesempatan langsung buat berlatih dari TUHAN ^^V Senang banget euy, aku dengan segala keterbatasan gak bisa ngejalanin apa yang kubaca dari buku pemberian Kezia sepenuhnya, tapi TUHAN ingatin aku untuk tetap berlatih jadi wanita yang Dia inginkan. Sejak saat itu, tiap dapat kesempatan masak di perjalanan (walopun Cuma yang praktis-praktis), aku menjalaninya dengan ringan hati ^^

Satu hal lagi yang aku syukuri, aku gak pernah ngangkat barang berat boooo, padahal aslinya bawaanku seGABAN, maklumlah...buat perjalanan panjang, masa pake baju or dalaman harus side A dan side B? Gak tahan aku :p Thank’s GOD buat saudara seperjuanganku yang notabene cowok-cowok ini, aku bisa berjalan lenggang kangkung, hahahahahaha. Praise The Lord....buat mereka yang bersedia menanggung beban yang seharusnya kupikul, aku bersyukur lahir sebagai seorang wanita ^^ SERIUS, lewat perjalanan ini aku menyadari lagi betapa nikmatnya jadi seorang wanita. Mereka menjagaku dan mengawasiku as their sister. Aku tanpa malu bisa minta ditemani atau ditungguin kalau malam harus turun ke sungai untuk ‘setor’. Dan saat aku minta tolong, sepanjang mereka bisa, mereka pasti menolongku. Tapi belajar gak manja juga sih aku ^^V Thank’s GOD, I’m a woman \(“,)/

Melihat kehidupan di desa yang sederhana, aku juga belajar untuk gak ngeluh waktu ‘terpaksa’ menjalani apa yang biasanya mereka jalani. Mosok aku ngeluh, Cuma beberapa hari aja kok. Sedangkan mereka yang selama hidupnya menjalani itu aja bisa kok, masak aku gak bisa. Tiap tergoda untuk ngeluh, aku diingatkan untuk bersyukur.

Tau gak sih, di desa banyak banget orang-orang tua yang punya kemampuan luar biasa dalam menganyam, anyaman motif Dayak yang susye itu looooo...bukan sembarang anyaman, hasilnya pun keren, asli HANDMADE tanpa campur tangan mesin. Gak kebayang deh gimana dia buatnya, wong rotan yang dia anyam tu tipisssss...banget. Gimana coba dia ngalusin tu rotan manual? Rapi pula. Pewarnaannya pun alami, kagak pake cat segala macam, tapi pake pewarna alam. Wuihhhh...luar biasa TUHAN ciptakan alam ini ya, blom lagi bagaimana Dia ciptakan orang-orang  dengan kemampuan menganyam gitu, sedang anyaman biasa aja dah susah, apalagi denagn motif-motif Dayak gitu, mantaaabbbbb....kapan-kapan aku upload deh hasil anyaman mereka. Bahkan di Desa Rantau Pandan ada bapak tua berumur 60-an dan BUTA, tapi bisa membuat lampit dari rotan untuk dijual. LUAR BIASA!! Aku melihat bapak itu, berdoa dalam hati bersyukur buat teladannya, luar biasa orang setua itu dan BUTA tapi masi mau bekerja beras dan produktif di masa tuanya, semoga aku juga jadi wanita yang demikian di masa tuaku nanti ^^

Intine, aku bersyukur untuk perjalanan yang aku alami minggu kemaren.
Bersyukur TUHAN ajarkan dan perlihatkan banyak hal yang gak pernah aku lihat.
Bersyukur boleh mengalami perjalanan ini.
Terima kasih TUHAN....\(“,)/

I’m home now...and give YOU praise for the journey.
AMAZING.....!!


Kasongan, 24 November 2011
-Mega Menulis-



1 comment:

  1. AAAAAAAAAHHHHHHH!!!!! Asik sekali, Meeeeggg... kapan2 aku ke Kalimantan lagi, mau dong susur sungai^^ Jadi kaya Hatoriiiiiii...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...