.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, December 20, 2011

Menangis vs Tertawa

Kira-kira dua minggu yang lalu, waktu adekku Ruri baru aja sakit, mamahku meneleponku sewaktu aku di kantor dan mengabariku keadaan Ruri. Masi belum parah waktu itu, cuman panas doang, kami kira dia sakit hanya karena kehujanan ato kecapekan. Tak terbayangkan kalo ternyata saat itu Ruri kena demam berdarah. Yah, pokoknya kami kira cuman sakit panas biasa. TAPIIIII....mamahku menelepon dan menangis-nangis menceritakan keadaan Ruri, biasa tuh, kalo si bungsu sakit, apalagi dia panas, mengigaulah dia memanggil almarhum papah ato merintih-rintih gak jelas gitu,mamahku nangis-nangis deh keingat papah. Sambil menelepon itu pun suara mamah hilang timbul gitu, yaaahhhh...nangis nih, pikirku. Aku sibuk menenangkan mamahku. Gak lama kemudian telepon aku tutup.

Mona bertanya,”Kenapa Ga?”
“Adekku sakit Mon, biasa kalo dia sakit, mamahku nangis-nangis gak jelas gitu, penangisan (artinya kurang lebih ‘tukang nangis’) emang mamahku ni.

Dan Mona pun memandangku dengan geli, “Kayak kam kam kada penangisan ja Ga.” (translate:kayak kamu bukan tukang nangis aja Ga)

Hahahahaha, aku pun ngakak, iya...ya....Aku juga cengeng, gampang banget tuh nangis.
Di berbagai momen aku bisa kedapetan nangis coba.
Bahagia, nangis....
Marah, nangis....
Kecewa, nangis....
Sedih, (tambah kenceng) nangisku....
Nonton film sedih, nangis...
Berdoa dan feel loved by GOD, nangis....
Membaca hal yang ‘nancep’, nangis....
Nyanyi lagu rohani (dan ‘disentuh’ Tuhan lewat syairnya), nangis....
Ingat mantan, nangis....
Kangen alm.papah, nangis....
Liat berita sedih, nangis....
Menyadari keberdosaanku, nangis....
Bikin marah orang, nangis...
Dikatain dengan kasar, nangis....

Yah, gak tiap saat sih. Kalo tiap saat ma kering dah kelenjar air mataku (emang ada gitu kelenjar air mata? Hohoohohoho). Yang jelas di berbagai momen, gak Cuma waktu sedih pun, aku bisa kedapatan berurai air mata. Tau nih kenapa, bocor kali pun, haissss....

Aku cengeng? Masa sih? Iya po...? *pake acara nanya lagi kamu Meg*
Gak enak banget sih ya kata ‘cengeng’ ni, kesannya kok mewekan banget, dan kekanak-kanakan banget, padahal kan aku ‘gampang nangis’ karena perasaanku ini lembut dan demikian halusnya, hohohohohoho.

Paling jengkel kalo anak-anak kantor nggodain apa gitu, trus aku udah keliatan gak suka, muncullah kata-kata,”Nangisss.....nangisss....nangissss....” dari mereka, gak sopaaaaannnnn. Hais, NGECEhe tumere jahe kan tuh. Fiuhhh.....T_T

Thank’s GOD, Dia adil mengimbangi tangisanku dengan tawaku yang juha kuenceeennnggggg, HUAHAHAHAHAHAHAHAHA. Kesaksian anak-anak kantor sih, kalo aku ketawa di ruangan Industri, kedengaran tuh sampe Ruang Keuangan di depan. Aku sih gak percaya, wong aku kan lemah lembut ya....Hihihihihihi. Lebay ah mereka.

Eniwei, aku bersyukur pada TUHAN karena hidupku gak cuman diisi dengan tangisan,alamaaaakkkkkk...kebayang gak, kalo tiap saat isinya tangisan ma bisa kalah tuh Nabila di Sinetron Anugerah-yang tiap episodenya dia nangis, haisssss, derita tiada akhir tuh dia. Ada tawa juga dalam hidupku, dan benar-bener Tuhan menimbangi duka dan suka. Pas tuh takarannya, gak ada yang berlebih.

Dan bersyukur sangat karena tidak tiap saat aku tertawa, tidak semua yang terjadi padaku menyenangkan. Aku memang perlu menangis sesekali. Bagaimana aku bisa tertawa jika aku tidak pernah menangis?

Saat aku berurai air mata, aku tahu TUHAN akan ubahkan air mataku jadi mata air (banjir dong Meg...:p).

Tapiiii..... *ngubek-ngubek Alkitab dulu*, kayaknya ada dibilang....
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; Pengkhotbah 3:4

Nah Meg, perhatikan itu Meg, untuk segala sesuatu ada waktunya, bahkan untuk menangis ataupun tertawa, jangan nangis or ketawa di sembarang tempat ya....!!! Perhatikan pemilihan waktunya :p Belajar mengendalikan diri, oke Meg? Oke???

*mengangguk-angguk* Baiklaaahhhh.....



Kasongan, 20 Desember 2011
-Mega Menulis-




No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...