.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, January 7, 2012

Yok Kita Berdoa Bagi Atasan Kita!!!

Beberapa kali baca di blog teman-teman yang lain kalo tahun ini adalah tahun multiplikasi dan promosi. Dalam hati aku ragu, “Benarkah?” Dan beberapa hari ini aku ditawari bosku beberapa tanggung jawab, awal ditawari aku menolak mentah-mentah, iya lah...gimana gak nolak, ditawari yang bukan bidangku, gimana hati ini gak menjerit, bendahara boooo, that’s not me buanget. Kontan aku tolak. Tanpa doa langsung aku tolak. Parahhhhh. Tapi ya gimana, bukan areaku kurasa. Trus ditawari mau jadi pengurus ato penyimpan barang di kantor, well...the truth is aku juga gak tau ini ngapain, tapi aku masih bersedia belajar kalo ini, dunno why lah.....^^ Nah, entah kenapa, aku diingatkan Roh Kudus untuk menanyakan dulu ke Kepala Seksiku yang atasan langsungku, secara dia dah pernah ambil tanggung jawab itu. Sekretarisku bilang sih kagak perlu, tapi ada dorongan yang kuat untuk bertanya. Dan saat aku dah bertanya, aku ngerasa damai sejahtera. Apapun keputusan mereka, aku terima dengan hati damai. Gak tau kelanjutannya gimana, aku berserah.

Eh, tau-tau di hari berikutnya ada disposisi dari Kadis supaya Kepala Bidang menunjuk 1 orang mengikuti diklat Shindanshi yang lamanya 5 bulan. Alamaaakkkkk, aku langsung gak tenang. Kalo diklat seminggu dua minggu sih aku enjoy aja, tapi kalo 5 bulan? Kayaknya this is not the time. Aku gelisah, takut disuruh berangkat.
Aku nanya Tuhan,”Gimana nih Tuhan? Piye to? Kok aku dibikin bingung aja berapa hari ini? Maunya Tuhan apa sih?”, dan Dia lagi-lagi ingatin aku untuk tunduk pada pimpinanku.

“Pimpinan yang mana Tuhan?”, tanyaku lagi.
“Yang memegang otoritas atasmu.”
Banyak euy....Ada Kepala Seksi, ada Kepala Bidang, ada Kepala Dinas...
Haissss, jadi bete sendiri aku...

Aku nih ya, kalo udah bete ato gak suka or ngerasain apa gitu, keliatan banget di mukaku. Bisa sih tetap mengerjakan apa yang dikatakan pimpinan, tapi kalo gak sesuai, mukaku bakal lebih masam dari jeruk yang paling masam sekalipun. Aku tidak bersukacita sama sekali saat mengerjakannya! Dan pas kejadian itu, aku jadi belajar banget tentang tunduk dan menghormati orang-orang yang memegang otoritas dalam hidupku, di kantor ya atasanku. Belajar mempercayai keputusan-keputusan mereka, well...itu gak gampang kalo yang kita mau beda. Tapi Tuhan ajarin aku saat itu untuk mempercayai dan menghormati mereka.

Trus KaSiku nanya mauku gimana. Mau aja sih bilang, aku gak mau pergi. Tapi, katanyaaaa mau belajar tunduk, piye to, mosok bilang gak mau. Yo wes, aku bilang aja kalo apapun keputusan mereka aku terima. Aku belajar percayalah, dalam keputusan-keputusan mereka Tuhan campur tangan. Aku mau tunduk, aku mau mempercayai dan menghormati otoritas mereka. Dan saat aku bilang itu, TUHAN kasih kelegaan yang luar biasa, apapun yang terjadi ntar, aku yakin TUHAN datangkan kebaikan. Mosok sih TUHAN gak sanggup jagai aku. Bukan kebetulan Dia tempatkan pemimpin-pemimpin dalam hidupku, melalui mereka aku dapat belajar untuk tunduk dan mempercayai Allah yang gak kelihatan.

Kusadari gak kebetulan Dia taruhkan orang-orang yang memimpinku. Mereka sungguh orang yang dipilihNya. Siapapun pimpinanku sekarang, Dia mau ajarkan masalah penundukan diri. Bukan menundukkan diri yang membabi-buta, yang asal nunduk dan patuh ya. Tapi mempercayai TUHAN yang sanggup melakukan yang terbaik dalam hidupku melalui mereka. Bahwa ketaatanku gak akan sia-sia. Dia memperhitungkan setiap ketaatan kita looo....

Harus belajar nih menghormati dan mempercayai mereka. Melakukan yang baik dan gak berbuat jahat pada mereka. Selama ini aku masih sering berbuat jahat, ngomel-ngomel gak jelas gitu deh kalo mereka mulai ngeselin. Padahal itu gak benar. Mosok sih wanita yang cakap suka ngatain orang, duh....tobat aku. Banyak dosa aku sama pimpinanku T_T Saat mereka melakukan yang gak benar ato gak baik, bukan berarti aku harus melakukan yang sama untuk membalasnya, itu gak benar. Bukan juga berarti itu memberikanku hak untuk mengatai mereka, ato menghakimi mereka. Ntar kalo aku di posisi mereka, jangan-jangan aku melakukan yang lebih buruk.

Dan, kupikir aku perlu menambahkan nama-nama atasanku (terutama yang langsung berkaitan denganku) dalam daftar mereka yang aku doakan. Karena gimanapun urapan tu turun dari atas looo....Saat kita punya pemimpin yang takut akan Tuhan dan diberkatiNya secara luar biasa, coba tebak, berkatNya juga akan nyampai ke kita loooo....Pernah gak ketemu pimpinan yang bikin keselll melulu, yang suka marah-marah, yang kerjaannya gaje, punya banyak masalah keluarga (maybe) trus kita jadi gampang kena semprot, kita jadi kita ikutan bete n nangis. Well, kalo ini yang terjadi, kayaknya ini juga kesalahan kita nih sebagai bawahan, karena gak pernah mendoakan mereka. Berapa banyak dari kita yang menyediakan waktu mendoakan pimpinan kita?

Aku mau berdoa buat atasanku. Kesejahteraan meraka adalah kesejahteraanku juga.                
Aku wanita yang cakap, yang berbuat baik sepanjang umurnya, dan salah satu kebaikan yang dapat kulakukan adalah mendoakan pimpinanku. *langsung catat di halaman doa*
Yok, kita doakan atasan kita!!!


Palangkaraya, 7 Januari 2012
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...