.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, April 19, 2012

MengenalMu

Makan besar dan enak awak ni tadi malam, hohohohohoho, gratis pula...!!! Yeeeeyyyyy, hidup makan gratis \(“,)/ Maklum lah, sedang bikin rumah, jadi bener-bener mengencangkan ikat pinggang deh. Ngurang-ngurangin jajan dan pengeluaran yang gak perlu. Uang pun gak pernah nginap lama di tangan, sebentar aja tu duit dah disulap  jadi batu, bayar tukang, cat, keramik, dll. Ohhhh....suka dukanya bikin rumah T_T Berasa penghasilan menguap, hahahahahahaha.

Oke, back to makan gratis, ceritanya si Ucok, kawanku di Seksi Pelayanan Pemuda Remaja di gerejaku tu dah setahun ini kerja di kabupaten yang sama denganku, tapi dia ditempatkan nun jauh di mato, di Kecamatan Petak Malai, Tumbang Baraoi. Katanya sih, 6 jam dari Kasongan (tempatku tinggal). Aku bilang katanya, karena emang aku blom beruntung nyampe sana ^^’ Si Ucok ni lagi ikut Diklat di Kasongan, jadi ceritanya pas kami SMS-an kami janjian makan bareng, tentunya aku ditraktir, kalo gak, gak berangkat aku, huahahahahahaha, piss Cokkkk ^^V

Gak perlu panjang lebar lah ya masalah makan, aku makan kuenyang dan super enak. Well, sebenarnya gak se’super’ itu sih-enak saja cukup,tapi yang menjadikan super adalah, karena aku dibayarin, huahahahahahaha ^^V

Tau gak sih yang paling aku suka kalo jalan dan makan-makan sama teman? Bagian ngobrol sambil makan tu looo...Dan kemaren dari obrolan sama Ucok kembali diingatkan sesuatu. Ceritanya Ucok share kalo di tempatnya tuh dia jadi Ketua Pemuda Remaja di gerejanya, mantaabbbb.....Aku bangga samamu Cok d^^b Dia sempat mengeluhkan keadaan di tempatnya yang sedikit banget tenaga kesehatannya, pegawai-pegawai ma maunya ditempatkan di kota doang. Bahkan ada yang mundur waktu tau ditempatkan di kampuang nan jauh di mato.

“Kalo aku sih, dimana Tuhan tempatkan, bersyukur aja.”, gitu ucap Ucok.
Ccckkk...cckkk...cckkk... MANTAB d^^b

Seberapa banyak dari kita yang mau ditempatkan Tuhan ‘dimana saja’?
Well, kalo tempatnya enak, kita pasti menerima dengan senang hati, sukacita melimpah, bunga-bunga dimana-mana (komik cewek banget sih :p)
Tapi gimana, kalo ‘dimana saja’ itu berarti....
Tempat gak kita inginkan.
Keadaan-keadaan yang gak enak.
Situasi yang menyakitkan.

Hmm....Kalo ini sih, buruan aku angkat kaki dan ambil langkah seribu aja deh Tuhan...^^V *jujur banget kamu nak, mau enaknya aja, haissss*

Kita (eh aku deng ^^) sering lupa kalo Tuhan bisa melepaskan kita dari pergumulan kita, membawa kita ke tempat yang enak, memberikan apapun ato membebaskan kita dari keadaan yang gak kita inginkan SEKARANG JUGA. Tapi kalo demikian, kita gak akan mengenalNya dengan benar. Kita gak akan mengenal siapa Allah kita yang sebenarnya. SERINGKALI, kesulitan dan pergumulan yang kita alami lah yang membawa kita mendekat kepadaNya, dan mengenalNya.

Jadi ingat deretan kalimat indah yang dikirimkan ke emailku oleh seorang teman, begini:

Jika engkau tidak pernah merasa sakit,
Bagaimana engkau tahu bahwa Aku Penyembuh?
Jika engkau tidak pernah tanpa kesulitan,
Bagaimana engkau tahu bahwa Aku Pelepas?
Jika engkau tidak pernah menghadapi persoalan,
Bagaimana Aku dapat memanggilmu pemenang?
Jika engkau tidak pernah merasa sedih,
Bagaimana mungkin engkau tahu Aku Penghibur?
Jika engkau tidak pernah berbuat salah,
Bagaimana kau tahu Aku ini Pengampun?
Jika engkau tahu segalanya,
Bagaimana engkau tahu bahwa Aku mampu menjawab semua pertanyaan.
Jika engkau tidak pernah mengalami kesulitan,
Bagaimana engkau tahu bahwa Aku Penolong?
Jika engkau tidak pernah hancur,
Lalu bagaimana mungkin engkau tahu bahwa Aku Pemulih?
Jika engkau tidak pernah menghadapi masalah,
Bagaimana mungkin engkau tahu bahwa Aku mampu menyelesaikannya?
Lalu jika engkau mempunyai semua kemampuan,
Bagaimana mungkin engkau belajar bergantung kepadaKU?
Jika hidupmu sempurna,
Lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?

Seperti Ayub yang berkata:
Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Ayub 42:5

Aku juga ingin mengenal Engkau, Tuhan.
Bukan dari kata orang.
Bukan dari kata buku.
Tapi aku ingin mengalami Engkau.
Bahkan jika itu berarti aku harus mengalami apapun yang gak ingin aku alami. (Well, daftarnya bakal panjang banget ^^' tapi You know the best Lord, I believe in You.Hatiku percaya.)

Sekarang, dimanapun Tuhan menempatkan aku, apapun kondisi yang diizinkanNya terjadi. Melalui semuanya.....aku ingin mengenalNya.

*singing*
Ajarku mengenalMu, bawaku lebih mengenalMu
PribadiMu yang kurindu, ajarku mengenalMu


Kasongan, 19 April 2012
-Mega Menulis-

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...