.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, August 7, 2012

Ekspresi Chef Juna dan TUHAN



Eh, suka nonton Master Chef gak sih? Itu looo....acara adu masak di RCTI itu, yang ditayangin tiap Sabtu dan Minggu sore ^^ Sebagai penyuka makanan alias pemakan segala, hehehehe, tiap ada kesempatan aku pasti nonton acara ini. Asik banget ngeliat masakan-masakan kreasi para peserta Master Chef ini *ngilerrrr...* Nahhhhh,dalam episode Master Chef di hari Minggu kemaren, tepatnya tanggal 5 Agustus 2012, aku terpana (cieee...) menatap ekspresi juri si Chef Juna yang ganteng saat mencicipi masakan salah seorang peserta. OKE, aku mengaku,
aku  suka nonton acara ini juga karena pengen ngeliat Chef Juna yang ganteng ituuuu, hahahaha ^^V

Eniwei, tau kan konsep acara ini? Adu masak gitu antara para kontestan Master Chef, ntar ada 3 juri yang mengomentari masakan mereka, trus tiap minggunya 1 kontestan  yang masakannya dinilai juri kurang memuaskan dibanding yang lain harus tersisih dan pulang, sampai akhirnya tersisa 1 orang yang meraih gelar Master Chef.

Semua kontestan berusaha membuat juri terkesan dengan masakan mereka. Mereka gak hanya membuat masakan yang enak, gak jarang mereka berkreasi dengan masakannya, asli dahhhh....banyak masakan-masakan yang mereka buat, dan ngeliatnya aja dah bikin aku ngiler. Sampe gak habis pikir, kok bisa ya mereka punya ide bikin masakan kayak gitu. Blom pernah ngerasain lo aku, tapi ngeliat aja aku dah mikir tu masakan pasti enak.  Haissss..... Tapi seringkali komentar 3 juri Master Chef mengejutkan looo, apa yang aku kira enak gara-gara tampilannya keren, ternyata dapat komentar jelek dari mereka. Gitu juga sebaliknya, masakan yang aku lihat sederhana aja, ternyata dinilai mereka enak buanget. Well, mereka ahlinya dan mereka yang nyicipin, so I believe aja laaahhhh... :p

Nah, kemaren dunk.....Sewaktu 3 juri mencicipi masakan seorang kontestan bernama Ibu Joyce, ada sesuatu yang LUAR BIASA.  Ketiga juri ini menikmati banget masakan Ibu Joyce, mereka suka banget. Dan aku tahu mereka suka banget BUKAN SEKEDAR dari komentar mereka yang positif dan bilang masakannya enak, or komentar yang piye-piye, tapiiii....EKSPRESINYA boooo...!!! Aihhhh...... Apalagi ngeliat ekspresinya Chef Juna,alamaaaakkkk......sesuatu banget boooo! d^^b Pokok’e ekspresi 3 juri itu kelihatan puas dan menikmati banget hasil masakan bu Joyce tadi. Aku sampe penasaran, seenak itukah masakan bu Joyce, sampe bisa bikin Chef Juna itu merem melek menikmati banget tuh masakan, padahal nampaknya sederhana banget lo, kalo gak salah kayak gulai gitu dah. Tapi yang jelas ekspresinya gak boong boooo.....Dia SENNAAANNGGGGG banget makan tuh makanan. Sesaat kupikir dia lupa kalo dia itu juri yang bertugas nyicipin dan ngomentarin tuh makanan. Dia ‘HANYA’ menikmati apa yang sedang dihidangkan ibu Joyce.

Entah napa, waktu ngeliat ekspresi si Chef Juna ini, aku teringat sebuah ayat yang berbunyi gini:
“Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; ...” Matius 25:21
PENASARAAAAANNNN.......
SANGAATTTT....!!!! ^^
Gimana ya ekspresi TUHAN sewaktu mengatakan itu padaku suatu hari nanti?
Ahhhh.....
Apakah Dia tersenyum?
Apakah Dia bangga padaku?
Apakah Dia menyukai apa yang kukerjakan selama ini?

Dulu, aku rindu mendengar TUHAN berkata ini padaku:

"Baik sekali perbuatanmu itu, hai Mega, hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaanKu, sayangggg...."

Ahhhh.....aku merindukan ini terjadi.
Rindu mendengar TUHAN puas dan menyukai apa yang aku kerjakan.

Tapi sekarang, aku gak Cuma merindukan mendengar kata-kata itu dari My Lord....
Aku penasaran juga, ekspresi TUHAN saat berkata seperti itu.
Kurasa, ekspresi Chef Juna lewaaaatttt...Kalah dia :p

Pengen banget euy, melihat  ekspresi TUHAN yang puas dan menikmati setiap hal yang aku kerjakan, every single little thing, hal-hal yang sederhana, kesetiaan-kesetiaan kecil, karakter yang diubahkanNya setiap hari, ucapan-ucapan syukurku padaNya.
Aku pengeeennnnnn....buangeettttt melihat ekspresiNya TUHAN.
Bukan sekedar kata-kataNya, tapi ekspresi puasNya itu looo....Gak ternilai deh!

Ahhh....Kenapa ya, akhir-akhir ini aku merindukan TUHAN banget.
Dengar suaraNya live, pengen melihatNya langsung, aihhh.....
TUHAN, aku kangeeennnnn.......

Kasongan, 7 Agustus 2012
-Mega Menulis-

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...