.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, August 4, 2012

Kamu Mengasihi Belum Sampai Memberikan Anakmu kan Meggggg...???!!!!



# Day 4
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. 1 Yohanes 4 : 11


Tau gak sih, seharian ini ngapalin ayat di atas, aku tertarik pada satu kata.
Coba tebak yang mana?
Kata tersebut adalah SEDEMIKIAN.
Hah? Gak salah Meg? Emang apa menariknya?
Iya nih, soale, mosok ya, waktu aku ngapalin ayat ini, yang terbayang-bayang, ayat ini kayaknya lebih afdol kalo berbunyi:
Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah SEGITUNYA mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Hahahahaha, ngaco kan?
Benar-benar Bahasa Indonesia yang menggunakan Ejaan Yang TIDAK Disempurnakan :p
Ya gak tau ya....Emang itu lah yang kebayang piye coba, hahahaha.

Penasaran, aku coba tanya Mbah Google, mencari dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), ehhhh...tau gak yang kudapat di sini?
Ini nih.....
demikian /de·mi·ki·an/ pron kata untuk menunjukkan sesuatu yg sudah dibicarakan; begitu; spt itu; sbg itu: dl keadaan -- tidak seorang pun merasa dirinya aman;

sedemikian /se·de·mi·ki·an/ pron sebegitu: air danau itu ~ jernihnya sehingga dapat terlihat ikan-ikan yg berenang di dalamnya

SEDEMIKIAN=SEBEGITU....yahhhh...beda tipislah ya sama SEGITUNYA :p *mokso*
Jadi penasaran kan kalimat or ayat sebelum ayat tersebut, segitunya yang gimana kan? Harusnya penjelasannya ada kan di ayat sebelumnya? Ya to? Begitu membaca ayat-ayat sebelumnya, mataku tertuju pada ayat berikut:
Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 1 Yoh 4:9

Segitulah kasih Allah pada kita, begitu dalamnya, sampe-sampe diberikanNya anakNya yang tunggal, supaya kita hidup. AnakNya yang sangat berharga itu. MilikNya. DiriNya.

Supaya kita yang berdosa ini hidup, anakNya harus mati.

Pertanyaannya sekarang, pernahkah kita mengasihi SEGITUNYA sampai-sampai harus mengasihi dengan cara mengorbankan nyawa anak yang kita kasihi (yang tunggal pula) ?
Kuyakin tidak! Dalam kasusku, aku memang belum mempunyai anak, tapi jikalau aku mempunyai anak, gak peduli ada berapa banyak, aku akan berpikir ratusan kali untuk menyerahkan salah satu anakku itu-apalagi kalo anakku Cuma 1, jangan harap :p
Peduli amat anak lain hidup apa gak, yang penting anakku hidup, ya to? Sapa aja yang punya anak, pasti berpikir demikian. YAKIN! Tapi ALLAH nggak gitu....

Seorang tanteku hanya memiliki seorang putra sekarang, dan dia berkata, putranya itu adalah hartanya yang paling berharga. Apapun dilakukannya agar anaknya mendapatkan yang terbaik, tak terbayangkan katanya bila anaknya diambil darinya, dia mengaku bisa gila. Anaknya itu gak akan pernah ditukarnya dengan apapun.

Well, bayangkan ALLAH kita, BAPA kita yang di Sorga itu, untuk menyatakan kasihNya kepada kita, menyerahkan anakNya yang paling berharga itu demi manusia yang berdosa. Tidakkah itu berarti sesuatu?Tidakkah itu membuat kita merendahkan diri di hadapanNya dan mengakui kalo apa yang kita lakukan bagi sesama kita selama ini gak bisa dibandingkan dengan KASIHNYA pada kita?

Kita merasa sudah mengasihi sesama kita yang sulit dikasihi itu dengan berbagai cara yang mengorbankan banyak hal, termasuk perasaan kita. TAPIIIII....Belum sampai mengorbankan anak kita kan? Anak satu-satunya yang berharga kan? Belum kannnnn??!!!

Pernahkah Allah meminta kita mengasihi seseorang yang baik sekalipun dengn cara menyerahkan nyawa anak kita bagi orang baik tadi? Gak pernah kan? Untuk orang yang baik pun, nampaknya gak bakalan kita akan mau menyerahkan anak yang kita kasihi, apalagi untuk seorang penjahat hina? Ohhhh...ini gak sebandingggg....!!  Tapi, ALLAH kita melakukannya bagi kita, anakNya yang berharga itu ditukar nyawaNya dengan kita yang pendosa ini? Bukankah ini gak masuk akal?

Selama ini, perintah Allah untuk mengasihi sesama gak membuat kita harus mengorbankan anak kita yang tunggal. Ataupun sampai membuat kita menyerahkan milik kita yang paling berharga alias nyawa kita, ya kan?
Perintah Allah mengasihi sesama kita berkaitan dengan bagaimana kita menginginkan dan melakukan yang terbaik bagi sesama seperti bagi diri kita sendiri. Karena sesungguhnya mengasihi orang lain ialah sama dengan mengasihi diri kita sendiri.
Begitu sulitkah mengasihi orang lain Meg?
Begitu sulitkah mengasihi diri sendiri Meg?

Saat aku mulai merasa sulit mengasihi sesamaku yang menjengkelkan, aku harus mengingat...
“Ini blom apa-apa lo Megggg....TUHAN YESUS mengasihimu dan mati buatmu. Kamu gak sampai harus mati kan saat mengasihi sesamamu? Cuma berbuat baik gitu aja mosok kamu gak mau? Cuma mengampuni aja gak mau? :p Kamu mengasihi belum sampai memberikan anakmu kan Meggggg...??? ”

Palangkaraya, 4 Agustus 2012
-Mega Menulis-

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...