.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, August 4, 2012

Mengasihi Seperti Allah Mengasihi

# Day 3

Kita mengasihi karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. 1 Yoh 4:19

Dan aku tersenyum lebar melihat ayat hapalanku di atas.... ^____________^
Gimana kagak tersenyum,  tu ayat singkat, kan jadinya gampang ngehapalnya dibandingkan hari-hari sebelumnya, huahahahhaha ^^V
Soale, 2 hari kemaren agak-agak berat dibandingkan hari ini,simak deh....


Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu haru saling mengasihi. Yohanes 13:34

Dan perintah ini telah kita terima dari Dia, barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya. 1 Yohanes 4:21

Dan, senyumku melebar saat merenungkan lagi ayat hapalanku hari ini, menyadari bagian ini
Allah terlebih dahulu mengasihi kita.
Dia memberikan kasihNya pada kita, sehingga kita mampu mengasihi orang lain.
Karena tidaklah mungkin kita memberikan sesuatu yang gak pernah kita miliki, demikian pula, tak mungkin kita bisa mengasihi dengan benar, jika kita tidak tahu bagaimana caranya mengasihi.
Allah memberikan teladanNya dalam mengasihi.
Tidak pernah Dia meminta kita melakukan sesuatu yang gak pernah dilakukanNya sebelumnya.

Dia memerintahkan kita mengasihi sama seperti Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita.

Jadiiiii.....
Kita dapat melepaskan pengampunan, bersabar terhadap setiap kesalahan kecil sesama kita karena Allah itu suaaaaabarnyaaaaaa luar biasa. Jika Dia dengan sangat sabar memaklumi dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita yang jauh lebih besar, jadi mengapa kita membatasi kesabaran pada sesama kita?

Kita dapat berbuat baik pada sesama, tak peduli sikap mereka pada kita, karena  kasih itu murah hati, dan kebaikan Allah dalam hidup kita gak pernah berhenti, tak pernah satu hari kita lewati tanpa Dia berbuat baik pada kita. Jika demikian, mengapa kita hanya berbuat baik pada mereka yang berbuat baik pada kita.

Kita seharusnya tidak berbuat curang pada sesama dan mencari keuntungan dari sesama kita, karena  mengasihi berarti mengharapkan yang terbaik dan melakukan yang terbaik, sama seperti Allah yang telah mengasihi kita dengan memberikan yang terbaik bagi kita-DIRINYA. Jika Dia yang adalah Allah menunjukkan kasihNya dengan pengorbanan, lalu apa yang membuat kita berpikir alih-alih berkorban bagi sesama, malahan kita mencari keuntungan bagi diri kita sendiri?

Kita gak perlu marah dan menyimpan kesalahan orang lain, karena mengasihi berarti gak mendendam dan jadi begitu kritis dengan kesalahan orang lain. Sedangkan Allah saja yang tahu kesalahan dan dosa kita memilih tidak mengingat-ingat lagi pelanggaran kita, lalu mengapa kita mengenang-ngenang kesalahan yang dilakukan orang lain?

Jika kita merasa sulit mengasihi sesama, ingatlah betapa Allah telah terlebih dulu mengasihi kita.
Allah mengasihi kita.
Saat kita masih berdosa.
Tanpa syarat.
Dengan sadar.
Memberi.
Berkorban.
Bersabar.
Selalu.


Palangkaraya, 4 Agustus 2012
-Mega Menulis

Yeremia 26

Yesaya 26:1-13 Scripture Yesaya 26:12 (TB)  Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerj...