.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, March 20, 2013

Hubungan Antara Diet dan Postinganku Sebelumnya



kak Mega, kamu lucu, aku masih bingung hub diet dengan post mu.

Ini komen Felis di postinganku sebelumnya  
Aku tersenyum simpul (pake diikat tuh ujung bibirku, jadi membentuk simpul, hehehehe).
Well, sekilas emang gak nyambung ya, tapi kalo kita agak memaksa menyambungkannya, pasti nyambung kok (well, ini yang namanya mokso buanget).

Sadar gak sadar sih ya, aku juga baru menyadari, salah satu kebutuhan manusia yang terbesar adalah dikasihi. Kalo dibilang kebutuhan primer manusia Cuma sandang, pangan, papan, aku bilang si kurang tuh. Setiap manusia membutuhkan kasih. Bohong banget tuh kalo ada orang bisa hidup tanpa kasih, oke lah dia hidup, tapi pastinya dia merasakan ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya.


Selain membutuhkan kasih, kita merindukan penerimaan dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Terlebih, dari mereka yang bilang mengasihi kita, kita ingin dikasihi dan diterima tanpa syarat. Tulus. Titik. Tanpa embel-embel. Kita ingin sebagaimana adanya kita, orang lain tetap mengasihi dan menerima kita. Mungkin ini nampak gak realistis ya, bagaimana mungkin kita mengharapkan tetap dikasihi jika kita tiba-tiba menjadi orang yang paling menyebalkan. Tetapi, jika kita memiliki kasih jenis ini (yang tanpa syarat dan tulus ini), ada sukacita tersendiri, dan rasa aman.

Tidak ada seorang wanita pun yang tidak bahagia bila seorang pria yang mengasihinya dengan tulus berkata sang pria mengasihi wanita ini karena kecantikannya.
Setiap wanita senang dibilang cantik, percayalah.
Tetapi, bila wanita ini berpikir berlebihan dan berimajinasi (seperti aku, yang suka membayangkan macam-macam)seandainya dia tidak cantik lagi suatu hari nanti entah karena usia atau karena apa gitu, bukankah dia akan bertanya-tanya begini: “Akankah sang pria masih mengasihinya?”

Sebagai wanita gemuk (dan seksi) macam diriku ini, hohohoho.Dulu aku pernah juga lo bertanya demikian, akankah ada pria yang mengasihiku yang seperti ini? Nampak banget gak pedenya ya, hahahaha. Tapi aku pernah berada di fase ini ^^ Dan berusaha diet setengah mati demi memenangkan hati pria pujaanku. Looks so stupid ya? Diet Cuma buat seorang cowok, hahahaha, tapi aku pernah melakukannya.  Aku mau diet. Aku mau kurus. Cape banget tau mengangkat tubuh dengan bobot berlebihan gini ^^’ Belum lagi kalo dah nyari baju, alamaaakkkk...susahnya cari ukuranku, sampe sempat mikir gini: Bego banget si perusahaan konveksi ini, emang yang perlu baju cuma orang kurus? Hahahahaha. Trus giliran dapet baju yang aku suka dan muat, harganya pasti muahallll, mentang-mentang orang gemuk ngabis-ngabisin kain ya? Gkkgkgkgkgk.

Believe me, kebanyakan orang yang gemuk pengen lo kurus, dan mereka bukannya gak berusaha untuk diet atau olahraga. Kebanyakan sudah berusaha dan gagal. Kebanyakan mencoba berbagai usaha namun tidak tahan menunggu hasilnya nampak, lalu menyerah. Kebanyakan mencoba namun caranya salah sehingga gagal. Kebanyakan tidak punya motivasi yang kuat sehingga gampang menyerah. Kebanyakan telah mencoba. Percayalah pada kesaksian dari daku yang gemuk ini, hohohoho.

Sudah melihat hubungannya diet dan postinganku kemaren? *wink2*

Seandainya seorang pria yang kusukai mengasihiku JIKA aku kurus , maka aku akan berusaha mati-matian untuk diet. Dan jika aku gagal (dengan apapun alasan yang aku sebutkan di atas tadi) ada 2 opsi yang mungkin terjadi. Satu, aku akan menyerah bila terus-terusan gagal. Atau, yang kedua, aku masih akan mencoba berbagai cara supaya kurus (dan bila gagal juga, aku akan menyerah :p).

Seandainya Tuhan mengasihiku JIKA aku telah tanpa dosa-gak pernah gagal-hidup kudus, aku akan berusaha mati-matian hidup kudus tanpa dosa. Dan karena ini berkaitan dengan dosa, aku pasti gagal, karena aku pasti berbuat dosa setiap hari. Mana ada manusia yang kudus pikiran, perkataan dan perbuatannya sesuai standar yang diinginkan Allah. Kemungkinan besar, aku akan mengibarkan bendera putih, menyerah karena gagal melulu. Buat apa mencoba bila terus-terusan gagal? Dikira gak capek jatuh melulu? Setiap kita pasti melakukan perbuatan dosa, dan jika kita hanya akan gagal saat berusaha untuk hidup kudus. Untuk apa?

Tapi, puji Tuhan, Allah mengasihiku tanpa memandang dosa-dosaku. Saat aku memutuskan menerima tanda kasihNya yang terbesar (karya keselamatanNya atas hidupku), aku telah menerima kasihNya yang gak pernah berakhir. Yang sekali-kali gak akan meninggalkanku, apapun yang terjadi. Aku berjuang hidup kudus setiap harinya, itu masih ^^ Tapi saat aku jatuh, aku gak perlu takut Dia akan meninggalkanku. Aku berjuang hidup kudus, karena aku pengen menyenangkanNya. Bukan untuk mendapatkan cintaNya, tapi karena aku telah memiliki cintaNya. Aku gak bisa menyerah walaupun gagal, aku dapat bangkit karena kasihNya. KasihNya memampukanku bangkit dari kejatuhan-kejatuhanku, memandang dan hidum dalam kasih karuniaNya.

KasihNya sejati.
KasihNya tetap padaku apapun yang terjadi.
Dan aku gak bisa menyerah, karena Dia pun gak pernah menyerah mengasihiku.
Dia mengharapkan segala yang terbaik jadi dalam hidupku.
Dia sanggup menanggung segala luka yang aku goreskan di hatiNya saat aku memilih mendukakanNya karena Dia percaya aku akan jadi segala yang terbaik yang Dia inginkan.
Dia gak berkesudahan mengasihiku.
Karena kasihNya sejati.
TRUE LOVE stays.

Ahhh...aku gak bisa menahan tangisku waktu menulis ini, katiku sungguh limpah dengan ucapan syukur pada Tuhan Yesus yang gak pernah menyerah mengasihiku. Tuhan Yesus baik, selamanya Dia baik T_T

Mungkin ada kalanya di hari-hari kita, kita gagal, kita jatuh, kita melakukan dosa hari ini. Tapi jangan pernah menyerah hidup kudus. Dalam setiap pertempuran, pasti ada yang tertembak, tapi tidak berarti kita bertempur untuk kalah kan? Kita tetap bertempur untuk menang. Jangan pernah menyerah!

PS: Felis, kalo masi gak nyambung ya sudahlah, aku menyerah, huahahahahaha ^^V Don’t give up sayangku...*peluuukkkk*

Kasongan,20 Maret 2013
-Mega Menulis-



3 comments:

Dhieta said...

cieeee, meggie mau nikah :p :p :p Somehow, aku mendukung orang dg berat badan berlebih untuk diet, not for the sake of appearance, but health. Kadang ada orang gemuk yg ga kontrol nafsu makan, pdhal mrka rentan dg penyakit. SO, as long as gemuk tapi tetap sehat... ya ga papa laaaahhhh...

Aku mau naik 5 kilo aja susah banget nih. Bersyukurlah kalian hiks hiks...

Mega said...

Iyeee....aku juga mau diet supaya sehat. Masa aku memilih memuliakan tubuhku dengan menimbun makanan dibandingkan memuliakan Allah, bodo kan kalo gitu? :p Btw, komen mega mau nikah itu, harus gitu ya jadi pembukaan di tiap komenmu? huahahahaha

FarhaElein said...

Mbak Mega,,
true love stays... i love it.
Memang kasih Tuhan itu luar biasa buat kita.
Anw,, diet agar tubuh sehat itu, aku dukung banget. Bagaimanapun tubuh kita itu kan bait Allah, kita jg harus memuliakan Allah lewat tubuh kita yg sehat.

Sacred Marriage (Chapter 12)

Pernikahan dapat menjadi sarana yang indah untuk melihat kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana sebuah sarana gak mendata...