.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, September 23, 2017

Ester 6-10, Amsal 23, 2 Korintus 7

Ester 6:1-2 (TB)  Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros.

Ini pekerjaan Tuhan!! 😀
Siapa yang mengira saat gak bisa tidur, sang raja malahan membaca catatan sejarah yang isinya bagaimana Mordekhai menyelamatkan dia, tepat waktu saat Haman berniat jahat pada Mordekhai. Tuhan menggerakkan hari Raja Ahasyweros untuk membalas perbuatan Mordekhai. Waktu Tuhan selalu tepat! Awalnya bingung juga pasti, masa sih nyawanya sudah diselamatkan tapi sang penyelamat gak diberikan hadiah apa-apa. Kalau aku jadi Mordekhai aku akan kecewa. Bo, dah berbuat hal besar malahan gak diberikan penghargaan apa-apa. Cuma dicatat di catatan sejarah kerajaan, buat apa coba? Tapi ya itu tadi, waktu Tuhan selalu tepat. Tuhan punya rencana yang lebih besar dari harapan dan apa yang kita pikirkan. Tuhan luar biasa!!!

Amsal 23:17 (TB)  Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

Kenapa sih iri pada orang berdosa:
👉 Karena mereka berbuat jahat dan hidupnya enak aja dan tidak mendapatkan hukuman malahan mendapatkan keuntungan
PADAHAL,  aku gak perlu iri karena siapa yang menabur akan menuai, mungkin belum waktunya. Atauuuu... Dia sudah menerima akibatnya tapi kita tidak tahu. Yang terpenting, pikirkan ini Meg: kamu mau berbuat dosa dan mendukakan Tuhan?
👉 Ada orang yang melakukan dosa dengan enaknya tanpa rasa bersalah, lah kita? Baru melakukan kesalahan sedikit aja dah merasa bersalah.
HARUSNYA,  aku berbahagia dong kalau kayak gitu! Berarti Tuhan masih mau menegur dan hati nuraniku belum mati. Aku masih mau menerima teguran, harusnya berbahagia.

Jangan iri melihat orang yang berbuat dosa! Kalau aku punya waktu mengamati hidup mereka, berarti sebenarnya aku punya waktu melakukan hal lain yang lebih berguna. Fokus sama Tuhan dan lihat mereka yang hidup kudus,supaya termotivasi hidup dalam kekudusan.

2 Korintus 7:6 (TB)  Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.

Allah memakai Titus sehingga kedatangannya menjadi penghiburan bagi Paulus, begitu bersukacitanya Paulus akan hal ini sehingga diceritakannya pada jemaat di Korintus.
Bagaimana denganku?
Apakah kehadiranku sudah menjadi penghiburan bagi orang lain?
Apakah kata-kataku sudah menguatkan mereka yang lemah?
Apakah statusku di Facebook membuat yang membacanya merasa diberkati?
Alangkah indahnya kalau aku juga dipakai Tuhan untuk menjadi penghiburan bagi orang lain seperti Titus.

Bagaimana kehadiranku menjadi penghiburan bagi orang lain?
👉 Kalau gak tahu mau ngomong apa, minta Tuhan yang taruhkan kata-kata yang tepat.
Kalau kita bertanya sama Tuhan,  Tuhan bisa taruhkan kata-kata yang benar-benar diperlukan oleh mereka yang mendengarnya sehingga nyata penghiburan itu dari Tuhan.
👉 Jangan melewatkan kesempatan untuk mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain.
Terkadang, sewaktu tahu kondisi teman atau baca statusnya yang perlu dikuatkan aku mikir, "Nantilah, aku komen atau nantilah aku sms". Eh... Ntar-ntar malah lupa atau pas ingat dah kelewat momennya.

🙏Tuhan, aku mau. Aku mau Kau pakai menjadi penghiburan bagi orang lain seperti Titus. Tolong aku Tuhan. Amin.

Kasongan,  23 September 2017
-Mega Menulis-

Ester 1-5, Amsal 22, 2 Korintus 6

Ester 1:4, 11 (TB)  Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Buat apa sih Raja Ahasyweros MEMAMERKAN kekayaan kerajaannya sampai 180 hari? Enam bulan bo! Bahkan endingnya, ratunya sendiri dipanggil hanya untuk memperlihatkan kecantikannya. Mungkin kalau aku jadi Ratu Wasti pun aku akan menolak. Tapi rupanya hal ini dipandang bersalah oleh raja dan penasihatnya karena:
 Wasti adalah seorang isteri dan seorang isteri harus tunduk pada suaminya.
 Wasti adalah ratu dan dia menjadi teladan, apa yang dilakukannya akan dicontoh oleh para isteri di negeri itu.

Zakharia 8-14, Amsal 21, 2 Korintus 5

Zakharia 8:13, 15 (TB)  Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"
maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut!

Agak bingung, kenapa Tuhan mengatakan kepada kaum Yehuda dan Israel supaya jangan takut, padahal Tuhan mau mengampuni dan memulihkan mereka. Apakah mereka takut sama Tuhan dan gak percaya kalau Tuhan mau memulihkan mereka? Apalagi setelah Tuhan menghukum mereka.

Baru takut sama Tuhan setelah murkaNya menimpa?
Jangan deh!
Mendingan dari awal hidup dalam takut akan Tuhan. Hormat pada Tuhan dengan hidup dalam ketaatan padaNya. Jangan nunggu Tuhan marah.

Zakharia 9:9 (TB)  Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Ini adalah nubuatan tentang Yesus!
Kalau baca kisah Yesus di perjanjian baru, kita tahu kalau nubuatan ini telah digenapi.

Dulu aku berpikir kalau keledai adalah binatang yang malas dan bodoh. Ingat peribahasa ini "keledai saja gak jatuh dalam lobang yang sama", jadi kalau sampai mengulangi kesalahan yang sama berarti kita lebih bodoh dari keledai. Tapi aku penasaran dan menemukan ini http://inspirroni.blogspot.co.id/2013/03/mengapa-yesus-memilih-keledai.html?m=1
Ada alasan yang dipakai untuk menunjukkan kenapa keledai yang dipilih. Alasannya keledai melambangkan "humility" atau kerendahan hati atau kemiskinan. Keledai itu memang kontras dengan kuda yang sosoknya anggun dan gagah, jadi keledai itu seolah menggambarkan kesederhanaan. Sebenarnya tidak demikian karena keledai adalah tunggangan yang sangat berharga dan mulia di Timur Tengah. Keledai  itu adalah tunggangan yang dipakai para pemimpin zaman dahulu. Abraham saja memakai keledai sebagai tunggangannya. Yair sebagai Hakim, dalam kitab Hakim-Hakim 10 memakai keledai sebagai tunggangannya saat memerintah Israel selama 22 tahun. Abigail, istri dari Nabal seorang yang kaya menunggangi keledai dalam 1 Samuel 25. Dalam  1 Raja-Raja 1:38 Raja Salomo menaiki keledai setelah diurapi sebagai Raja.

Tuhan mau memakai mereka yang rendah hati!Jadi kalau mau dipakai Tuhan,  kita harus mau merendahkan hati kita, supaya Tuhan dapat memakai hidup kita secara leluasa.

Zakharia 11:16 (TB)  Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan di negeri ini seorang gembala yang tidak mengindahkan yang lenyap, yang tidak mencari yang hilang, yang tidak menyembuhkan yang luka, yang tidak memelihara yang sehat, melainkan memakan daging dari yang gemuk dan mencabut kuku mereka.

👉 Diingatkan berdoa untuk mereka yang dipercayakan Tuhan menggembalakan jemaat Tuhan supaya mereka gak menjadi gembala seperti di ayat ini. Gembala di ayat ini hanya mencari keuntungan diri sendiri dan gak memperhatikan kawanan dombanya.

2 Korintus 5:7 (TB)  — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

Kemaren aku kontrol ke dokter kandunganku. Dokternya sama dengan dokterku waktu hamil Sara. Dia terkejut dengan fakta aku hamil lagi saat masih ada miom ini, apalagi setelah di-USG miomku cukup besar. Banyak sekali nasihatnya, bahkan dengan blak-blakan dia berkata kehamilanku sangat beresiko dan memintaku berhati-hati karena takutnya janinku gak bisa bertahan.

Sewaktu hamil Sara, saat mendengar seperti itu, aku pasti gak bisa menahan air mataku karena takut, aku akan down berhari-hari dan menangis. Kemaren nggak lo, aku lebih tenang. Awalnya aku mengira nasihat dokter gak membuatku down karena sudah pengalaman hamil dengan miom tapi aku mulai gentar sewaktu dokter bilang miomku akan membesar lagi karena pengaruh hormon kehamilan.

Hari ini, baca ayat ini, aku diingatkan lagi kalau hidupku adalah hidup karena percaya, bukan melihat. Demikian juga, aku percaya hidup anak yang kukandung adalah karena percaya. Kehamilan ini adalah perjalanan imanku dan suami. Kami gak boleh lupa kalau Allahku dapat dipercaya,  Dia bertanggung jawab. Saat Dia memberikan anak yang kukandung ini kepada kami, Dia yang akan menjaganya. Kekuatiran itu ada apalagi saat keadaan mulai sulit (aku mengingat sewaktu perutku mulai besar dan berbagai masalah datang), tapi aku harus percaya kalau Tuhanku lebih besar dari segala kekuatiranku.

Saat aku gak melihat alasan untuk percaya, aku akan tetap percaya pada Tuhan. Dia Allah yang dapat dipercaya.

Amsal 21:31 (TB)  Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Untuk kehamilan kali ini aku lebih pede sebenarnya dibandingkan kehamilan pertamaku,mungkin karena sudah sedikit mengerti apa yang harus dilakukan, apa yang harus dimakan, apa yang harus dihindari, kalau terjadi serangan sakit tiba-tiba apa yang harus dilakukan, apa saja yang harus disiapkan di rumah, dll. Sepertinya aku sudah diperlengkapi dengan apa yang kuperlukan, aku bisa bilang kalau lebih siap lah dibandingkan kehamilan pertama.

Lalu saat kontrol ke dokter semalam aku diingatkan kalau ternyata ada yang perlu aku kuatirkan. Dan aku jadi berasa disentil, ADA HAL YANG GAK BISA AKU KENDALIKAN. Menakutkan karena sepertinya hal buruk bisa terjadi. Tapiiii.... Aku menganggap ini baik. Ini membuatku sadar kalau aku butuh Tuhan. Sesiap-siapnya aku menghadapi suatu hal, tetap saja Tuhan yang pegang kontrol. Aku bergantung sepenuhnya pada kasih dan kemurahan Tuhan. Di luar Dia aku gak bisa berbuat apa-apa. Sehebat apapun manusia, hidup kita di tanganNya.

Aku akan jatuh kalau aku mengandalkan diri sendiri. Tapi aku akan tenang kalau mengandalkan Tuhan, Dia lah pemilik hidupku.

Kasongan,  21 September 2017
-Mega Menulis-

Zakharia 1-7, Amsal 20, 2 Korintus 4

Zakharia 1:4 (TB)  Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Seram juga membayangkan nenek moyang Israel dan para nabi yang menyuruh orang bertobat tapi dia sendiri gak menghiraukan Tuhan. Aku? Saat aku share firman Tuhan yang kudapat, secara langsung maupun lewat tulisanku sudahkah aku juga memastikan kalau aku sudah menghidupi firman itu dan berbalik dari kelakuanku yang jahat? Atau aku masih terus bergumul dalam hal yang itu-itu aja tapi malah menasihati orang lain.

Zakharia 4:6 (TB)  Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

Diingatkan bahwa aku gak bisa mengandalkan kekuatan sendiri tapi haria bergantung sepenuhnya sama Tuhan. Di kehamilan ini aku merasa lebih pede daripada kehamilan pertama karena merasa sudah pengalaman dengan miom, tapi waktu kontrol sama dokter kandungan kemaren diingatin kalau ada hal-hal yang gak bisa aku KENDALIKAN, makanya aku perlu Tuhan. Dia lah pemilik hidupku. Aku harus ingat kalau semua bisa kulakui dengan lancar hanya karena Tuhan, bukan karena kekuatan,  pengalaman atau apapun yang aku punya, semua hanya karena Tuhan.

Zakharia 7:5 (TB)  "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?

Saat penduduk Betel bertanya, apakah mereka harus berpuasa,Tuhan gak menjawab dengan IYA ATAU TIDAK., Tuhan malah bertanya, adakah mereka sungguh berpuasa untuk Dia?
Setiap hari mungkin kita bertanya hal yang mirip pada Tuhan:
- Haruskah aku memberi persembahan kasih?
- Haruskah aku menolong tetanggaku?
- Haruskah aku melayani di sekolah Minggu?
- Haruskah aku jadi ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja?

Kelihatannya baik sekali ya bertanya pada Tuhan setiap mengambil keputusan atau mau berbuat baik. Tapi,  Tuhan ingatkan kalau yang terpenting adalah MOTIVASI kita melakukannya, apakah benar untuk Tuhan atau nggak. Bisa jadi kita melakukan hal yang baik atau bahkan beribadah tetapi gak untuk Tuhan, tetapi diri sendiri.

Bagi Tuhan yang terpenting bukan hanya apa yang kita kerjakan tetapi juga sikap hati kita, apakah kita melakukannya dengan hati yang menyembah Dia atau nggak.

Amsal 20:18 (TB)  Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.

Aku ingin ini itu, punya banyak keinginan tapi di antaranya ada yang tidak terlaksana. Sebenarnya aku bukan orang yang punya prinsip, "Jalani saja" tapi terkadang aku melakukan itu, melakukan sesuatu tanpa berpikir atau menimbang-nimbang segala faktornya. Saat aku melakukan itu, yang terjadi adalah kekacauan.  Seperti beberapa minggu yang lalu, kami sekeluarga pergi berlibur tiba-tiba padahal simpanan kami mepet,  akibatnya saat ada keperluan gak terduga, kami keteteran. Kami gak berhitung dengan cermat dan membuat perencanaan yang matang. Seharusnya kalau kami sungguh berhitung, kami gak perlu 'menderita' karena keputusan buruk kami. Tuhan sudah kasih hikmat, kasih otak buat dipakai, lah masa aku gak pakai.

Kemungkinan tahun depan kami sudah pindah ke Palangka Raya, tempat tinggal sementara sih sudah ada, mamahku kan di Palangka Raya. Tapi kami gak berencana tinggal di sana seterusnya, kami berencana mencari rumah sendiri. Tentunya banyak sekali biaya yang diperlukan, kami harus memutuskan apakah harus menjual rumah di Kasongan atau ngga, belum lagi mencari tempat tinggal yang baru, jadi banyak sekali yang harus dipikirkan. Kami gak mau membuat kesalahan, kami mau membuat perencanaan yang baik supaya dalam sesuatunya Tuhan dimuliakan.

2 Korintus 4:18 (TB)  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Kita sering lebih memperhatikan yang kelihatan dibandingkan yang gak kelihaan, padahal seringkali yang gak kelihatan lebih penting. Aku membayangkan sebuah pohon yang tumbuh, sering kita anggap daun dan buah itu penting, kita lupa ada akar yang menopang pohon itu berdiri kokoh. Akarlah yang memastikan tumbuhan mendapatkan sari makanan dan air yang diperlukan, akarlah yang membuat tumbuhan kokoh dan gak mudah tercabut. Seringkali kita lebih memperhatikan bagian lain dari tumbuhan  dibandingkan akarnya. Pernah lihat orang menyirami tanaman? Apakah akarnya yang disirami?

Bagian apa yang gak kelihatan dalam hidup kita?
WAKTU PRIBADI DENGAN TUHAN.
Sudahkah ini jadi perhatian kita?
Atau jangan-jangan kita sibuk memperhatikan yang lain sampai melupakan 'akar'  yang gak kelihatan ini. Boleh saja kita melakukan pelayanan, tapi saat kita gak berakar di dalam Tuhan maka pelayanan akan  membuat frustasi dan kelelahan.

Pada saatnya nanti, apa yang tidak kelihatan ini yang akan menentukan apakah kita akan tetap teguh berdiri saat badai datang. Hubungan pribadi dengan Tuhan saja yang memampukan kita tetap bertumbuh dan berbuah bagi Dia. Berakar lebih dahulu di dalam Tuhan sebelum berbuah-buah.

Kasongan,  20 September 2017
-Mega Menulis-

Hagai 1-2, Amsal 19, 2 Korintus 3

Hagai 1:5-6, 9 (TB)  Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

Perhatikan keadaanmu!
Selama ini sibuk memikirkan diri sendiri atau Tuhan?
Mencari kepentingan diri sendiri atau kepentingan Allah?
Menyenangkan Tuhan atau diri sendiri?
Baca ayat-ayat di atas mau gak mau aku teringat ayat yang berkata:
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.
👉 Artinya : Jangan mikirin diri sendiri dulu, tapi mikirin Tuhan. Pikir kerajaan Tuhan dan kebenaranNya!
Ada berkat yang Tuhan sediakan saat kita taat pada apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

"Gimana mau bangun rumah Tuhan, kami saja kelaparan, upah kami sedikit, tuaian kami mengecewakan",  kata orang Israel.
"Tapi Tuhan, gimana aku mau mikirin pelayanan, hidupku aja masih kurang, aku harus bekerja keras supaya kebutuhanlu terpenuhi, gak sempat lagi melayani. "
"Kalau aku melayani Tuhan terus, kapan aku dapat jodoh?"

Kita sering takut untuk taat dan fokus pada Tuhan karena takut kalau kebutuhan kita akan terabaikan, padahal Tuhan menyediakan upah bagi mereka yang taat. Tuhan mau kita belajar kalau kita gak perlu kuatir akan hidup kita, kita perlu belajar taat.

Amsal 19:3 (TB)  Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.

Terkadang kita berbuat bodoh dengan gampangnya tanpa berpikir, terus sewaktu menerima akibat buruk dari perbuatannya eh Tuhan yang disalahin.

"Kenapa sih Tuhan kok biarkan pacarku mengkhianati aku?" 👉 Lah, siapa suruh pacaran sama orang yang belum dikenal karakternya.

"Tuhan, kenapa sih aku harus dimarahi kayak gitu sama bosku?" 👉 Kita yang gak teliti sewaktu bekerja eh ini masih sok bingung lagi dan gak terima.

"Tuhan,  aku capek suka sama orang tapi gak pernah jadian,  sakit hatiku tiap kali melihat mereka yang kudoakan dan dekat denganku malah jadian dengan orang lain" 👉 Bukannya Tuhan mau kita jaga hati dan punya batasan dalam bergaul, kalau gak diturutin ya gini deh, sakit hati melulu.

"Kok Tuhan biarkan sih aku ditipu dengan nilai sebesar itu?" 👉 Ya gimana gak tertipu,  sudah Tuhan bilang jangan pengen cepat kaya, lah malahan tergoda tawaran investasi yang gak masuk akal, makanya mikir sebelum bertindak.

Jangan sedikit-sedikit menyalahkan Tuhan. Kita perlu belajar bertanggung jawab dengan setiap keputusan buruk yang kita ambil. Kalau gak mau nurut sama Tuhan ya siap-siap saja menerima konsekuensi dari perbuatan kita. Kita perlu belajar dari kesalahan dan gak mengulanginya, bukannya menjadi bodoh dan terus menyalahkan Tuhan.

2 Korintus 3:3 (TB)  Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 

Kita adalah surat Kristus yang dikenal dan dibaca semua orang. Hidup kita disaksikan banyak orang. Saat orang lain melihat kita, kira-kira apa yang dibaca dan disaksikan oleh mereka? Apakah mereka sudah menyaksikan kasih Kristus yang nyata di dalam kita? Pengharapan? Atau jangan-jangan yang mereka saksikan adalah kemarahan,  rasa ketidakpuasan, kejahatan dan banyak hal yang bukan dari Kristus.

Fungsi surat adalah untuk menyampaikan isi hati penulisnya kepada orang yang menerima suratnya. Aku membayangkan Kristus ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain melalui hidup kita, kira-kira apa yang ingin disampaikanNya? Sudahkah hidupku berisikan hal-hal tersebut? Kalau belum, alangkah sayangnya, padahal banyak orang melihat dan membaca kita setiap hari tanpa kita sadari.

Kasongan,  19 September 2017
-Mega Menulis-

Ezra 4-6, Mazmur 137, Amsal 18, 2 Korintus 2

Ezra 4:4-5 (TB)  Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun.
Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka.

Kita perlu mengenali mereka yang memiliki visi sama dengan kita dan yang tidak. Jangan sampai mereka yang gak sevisi melemahkan visi yang dari Tuhan. Akan ada orang-orang yang melemahkan kita dalam menjalani visi dari Allah.
"Udah lah.... Gak usah terlalu pilih-pilih pasangan, tar jadi perawan tua looo.... "
" Gak papa lah, pakai uang pelicin supaya proyek gol,  semua orang juga sama kok. "
"Mosok mau dikalahin suami? Lawaaaannnn!!!"

Saat menghadapi mereka yang gak sevisi, apa yang harus dilakukan?
👉 Tahu saatnya diam dan tahu saatnya berbicata
Terkadang kita gak perlu meladeni mereka dengan debat,terkadang kita perlu menjelaskan. Kalau kelihatan tujuannya hanya untuk melemahkan kita, diamkan aja. Gak usah buang waktu meladeni mereka.
👉 Berdoa
Supaya Tuhan yang kuatkan dalam menjalani visi dariNya. Kalau memang Tuhan yang memanggil kita untuk mengerjakan panggilanNya, maka Dia yan akan perlengkapi dan meneguhkan kita sekalipun banyak orang menentang.
👉 Tetap giat dalam panggilan kita
Membungkam pengkritik atau pencemooh dengan aksi nyata. Fokus pada apa yang Tuhan ingin untuk kita lakukan, gak perlu fokus dengan hal yang gak penting.

2 Korintus 2:11 (TB)  supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

MENGAMPUNI 👉 Supaya iblis jangan beroleh keuntungan atas kita.

Orang-orang kantorku sekarang belum tahu kalau aku bakal pindah karena lulus tes kemarin. Anehnya, saat aku membayangkan akan ngasih tahu orang di kantor lama, ada kepuasan meninggalkan beberapa orang tertentu. Aku baru sadar rupanya ada kekecewaan selama bekerja bareng mereka. Duh,  rupanya selama ini aku abaikan karena memang jarang berkomunikasi dengan mereka, tapi ada beberapa kali tindakan mereka yang menyakiti dan rupanya masih membekas. Waktu aku mengingat apa yang terjadi aku jadi kesal dan lagi-lagi merasa puas karena akan pergi. Parah.

👉  Sebelum pindah, aku mau mengampuni mereka dan membereskan hatiku.

Sebenarnya aku bingung mulai dari mana mengampuni ini, kejadiannya dah lama dan aku aja baru sadar. Yang jelas, aku merasa gak bener dengan merasa puas pindah meninggalkan orang-orang tertentu. Ini gak baik.

🙏 Tuhan, tolong aku, mampukan aku mengampuni mereka yang menyakitiku. Jangan biarkan aku hidup dalam kebencian. Amin.

Amsal 18:24 (TB)  Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Baca ayat ini awalnya aku memikirkan mereka yang pernah menyakitiku dan mereka yang sedemikian dekatnya sampai-sampai dah aku anggap saudara. Sewaktu aku mikir gitu, pertanyaan muncul dalam hatiku:
Sudahkah aku jadi sahabat yang lebih karib dari pada saudara?
Pernahkah aku mendatangkan kecelakaan bagi temanku?

Aku teringat seorang teman baikku yang mengikuti tes yang sama denganku, kami sama-sama mengincar jabatan yang sama, tapi aku yang lulus dan dia gagal (kami bersaing).  Sebelum mengikuti tes aku juga tahu dia mengikut tes ini,  wong informasi tes ini aku dapat dari dia, tapi aku gak tahu kalau kami mengincar jabatan yang sama, aku pikir dia mengincar yang lain. Aku sempat merasa bersalah dan sedih waktu tahu harus bersaing dengannya, tetapi aku benar-benar gak tahu,ya gimana lagi. Aku minta maaf saat itu dan dia bilang gak papa, siapaun yang dapat berarti ya emang rezekinya, lagipula saingan kami ada juga beberapa orang lain. Sekarang aku teringat dia dan jadi merasa sangat bersalah karena aku yang dapat.

🙏 Tuhan, Engkau tahu betapa gak enaknya perasaanku sekarang mengingat kawanku ini. Aku minta ampun kalau sudah menyakitinya.  Tolong jagai hubungan persahabatan kami supaya gak rusak karena hal ini. Aku percaya Tuhan punya rencana yang lebih baik bagi hidupnya. Amin.

Kasongan,  18 September 2017
-Mega Menulis-

Ezra 1-3, Amsal 17, 2 Korintus 1

Ezra 1:1, 5 (TB)  Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

TUHANlah yang menggerakkan hati seseorang.
Keinginan kita melakukan hal yang baik adalah karena Tuhan menggerakkan hati
Keputusan yang berubah pun karena Tuhan yang menggerakkan hati.
Aku ingat sebuah ayat yang bilang kalau hati seorang raja seperti batang air yang mengalir ke mana Tuhan mau.

Aku perlu tanda tangan Kepala Badan di kantorku sebagai salah satu syarat untuk memproses perpindahanku,aku belum buat suratnya karena pesimis akan ditandatangani. Dua hari yang lalu aku melaporkan kelulusanku dalam tes pelelangan jabatan di BNN. Ngasih selamat pun nggak lo dia,  aku jadi ragu untuk mengajukan surat pindah. Tapi baca ayat ini aku jadi semangat lagi. Aku percaya Tuhan yang menggerakkan hati. Dia yang buat aku lulus, pasti Dia buka jalan, perkara kecil bagi Tuhan untuk menggerakkan hati bosku 😊

2 Korintus 1:11 (TB)  karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Luar biasa biasa ternyata, saat kita mendoakan orang lain maka kita mendapat kesempatan ikut merasakan pergumulan orang tersebut dan bersukacita saat doa tersebut terjawab. Semakin banyak kita berdoa bagi orang lain, maka semakin banyak kita menyaksikan bahwa ternyata Tuhan kita adalah Allah yang mendengar dan menjawab doa.

Aku punya seorang teman di kantorku yang dulu, bertahun-tahun menikah dan belum mempunyai anak. Aku sering mendengar curhatannya yang disertai tangisan. Setiap teringat dia, aku berdoa,  bahkan saat kami gak sekantor. Suatu hari, bertahun-tahun kemudian, aku melihat di fb kalau dia memiliki bayi perempuan yang cantik. Huaaa...  Gak terkatakan senangnya melihatnya, benar-benar mengucap syukur melihat kemurahan dan kebaikan Tuhan buat keluarga ini. Bukan cuma itu, Tuhan luar biasa memberikan kesabaran bagi suami istri ini, aku tahu mereka saling menghibur dan bersabar. Senang sekali melihat apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Dia gak tahu aku berdoa buat dia. Tapi aku turut merasakan sukacitanya,aneh ya?

Tuhan luar biasa. Dia berikan banyak kesempatan untuk kita bersukacita melalui doa bagi orang lain. Tapi sayang kita terlalu sibuk mikirin diri sendiri dan gak mau ngambil kesempatan itu.

Kalau kita mau menyaksikan sukacitanya melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan kita dan orang-orang di sekeliling kita maka kita harus lebih banyak berdoa bagi orang lain.

👉 Aku gak mau melewatkan kesempatan ini, aku gak boleh menolak dorongan untuk mendoakan orang lain, apalagi saat ada yang minta dukungan doa.

Amsal 17:9 (TB)  Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Kalau melihat pelanggaran seseorang atau mengetahui dosa seseorang, apa yang kita lakukan? Berdoa baginya,  menegurnya atau malahan menceritakan ke orang lain? Kasih gak berbuat jahat. Apakah menceritakan kesalahan ke orang lain akan membuatnya bertobat? Tentu saja nggak!

Kalau ada seseorang yang kita kenal berbuat dosa, tegur empat mata! Gak perlu buat pengumuman dengan menyindir atau nyinyir di sosmed. Gak ada gunanya. Kalau mengasihi dengan sungguh maka kita akan menegur. Teguran adalah tanda kasih kita.

Kasongan,  17 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 10-12, Amsal 16, 1 Korintus 16

Daniel 10-12
Sudah 2 hari belakangan ini baca ayat-ayat di Daniel 10-12 dan gak dapat rhema apa-apa. Malahan bingung baca penglihatan yang dilihat Daniel. Mungkin ada yang bisa share teman-teman apa yang didapat? Mentok aku.

1 Korintus 16:2 (TB)  Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing — sesuai dengan apa yang kamu perolehmenyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu....
👉 Ini mengingatkanku untuk memberi dengan keteraturan.
Kenapa? Supaya aku terbiasa menjadi penatalayan atas harta yang bertanggung jawab. Suamiku jauh lebih disiplin dari aku yang suka menunda-nunda. Saat tanggal 1, suamiku yang akan sibuk mentransfer pada sebuah yayasan yang bergerak dalam misi tempat kami berkomitmen untuk menjadi partner mereka. Terkadang,  aku protes karena kan bisa nanti-nanti aja, gak mesti tanggal 1,toh yang penting masih dalam bulan itu. Suamiku malah bilang, ngapain ditunda, kalau nanti-nanti malah lupa trus gak terkirim, lagipula siapa tahu ini diperlukan segera.

Bersyukur sekali suamiku sangat tertib dalam hal memenuhi komitmen untuk memberi, aku selalu diingatkan oleh tindakannya di awal bulan. Aku sendiri juga berkomitmen mengikut gerakan #bantu20ribu tiap bulan yang pernah aku ceritakan,  tapi karena sering menunda-nunda,  akhirnya aku lupa dan melewatkan  beberapa kali.

👉 Setiap tanggal 1 aku akan memenuhi komitmenku dan mentransfernya tanpa beralasan ini itu.

Amsal 16:33 (TB)  Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

Manusia berusaha melakukan apa yang bisa dilakukannya tetapi hasilnya adalah keputusan Tuhan.
Beberapa minggu lalu aku mengikuti tes redistribusi PNS. Setelah selesai mengikuti tes itu dan menanti-nanti hasilnya , perasaanku campur aduk. Di satu sisi aku takut gak lulus.  Di sisi lain untuk membangkitkan percaya diriku aku mengingatkan diri sendiri kalau di antara kandidat yang ada aku yang paling berpengalaman, ini jatuh-jatuhnya aku jadi sombong dan ngerasa memang aku yang pantas di situ. Terakhir, Tuhan tegur kesombonganku dan mengingatkan kalau Dia yang berperkara. Dia lah yang memutuskan. Tuhan bisa meluluskan siapapun yang Dia inginkan, aku gak perlu sombong. Tobat aku. Sejak itu aku belajar berserah sepenuhnya.

Kemarin hasil tes keluar dan aku dinyatakan lulus. Aku bersyukur sekarang kalau mengingat saat aku tahu itu, pemikiranku bukan yang mikir, "Ini sudah kuduga"  atau sejenisnya. Dari tadi malam sampai sekarang aku geleng-geleng kepala mengingat kebaikan Tuhan yang meluluskanku. Hatiku berlimpah dengan syukur menyadari ini semua adalah pemberianNya. Berulang kali aku mikir, kok bisa ya Tuhan malah meluluskan aku. Kalau Tuhan gak kasih lulus karena ingin mengajarkan untuk gak sombong gimana? Dia bisa kok melakukan itu. Tapi Tuhan nggak melakukan itu. Dia sungguh baik.

🙏 Terima kasih ya Tuhan buat kelulusan yang Tuhan beri. Aku sadar kalau ini pemberian Tuhan, bukan karena kemampuanku aku lulus, tapi karena Tuhan berkenan aja aku lulus. Terima kasih Tuhan, semua karena anugerahMu semata. Amin.

Kasongan,  16 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 7-9, Amsal 15, 1 Korintus 15

Daniel 8:27 (TB)  Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Daniel 9:22 (TB)  Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa ada saat dimana kita gak memahami nubuatan atau apa yang diperlihatkan Allah pada kita, Daniel mengalaminya. Aku gak mengerti apa yang Tuhan maksud saat membaca apa yang Tuhan tunjukka  ke Daniel,  Daniel pun nggak rupanya. Walaupun gak ngerti,  Daniel berdoa dan bermohon pada Tuhan dengan tekun, pada akhirnya Tuhan memberi pengertian itu dengan memberi akal budi bagi Daniel.

Kalau selama ini aku gak paham firman Tuhan yang kubaca atau hal-hal yang terjadi,aku harus tekun berdoa dan bertanya pada Tuhan supaya Tuhan berkenan memberikan pengertianNya. Jangan menyerah. Tetap tekun mencari Tuhan. Pada saat Tuhan berkenan, pengertian itu akan didapat.

Amsal 15:17 (TB)  Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.

Aku gak terlalu suka makan sayur, jadi membayangkan makan sayur tok jadi gimana gituuuu.... Tapi dalam beberapa minggu ini ada kesempatan kami merasakan makan nasi dengan sayur tok, dan ternyata enak aja. Lol. Yang kita makan gak lebih penting kok dari kedamaian di dalam keluarga.

Aku bersyukur untuk kasih dan damai sejahtera yang ada di dalam keluarga kami saat ini. Bukan sekedar karena apa yang kami makan,  apa yang kami beli atau apa yang kami miliki. Saat kami bersyukur untuk yang kami miliki, kami diingatkan bahwa pemeliharaan Allah atas hidup kami sempurna. Saat kami bersyukur ada kasih dan damai sejahtera dalam keluarga, kami diingatkan kalau Allah hadir di tengah-tengah keluarga kami dan kami harus senantiasa menjadikan dia kepala atas rumah tangga kami.

1 Korintus 15:36 (TB)  Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

Jadi ingat ayat ini:
Yohanes 12:24 (TB)  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Biji harus mati sebelum ditaburkan di tanah dan menghasilkan banyak buah. Aku harus mati untuk diri sendiri supaya aku bisa hidup bagi Tuhan dan menghasilkan banyak buah.

Apa saja yang harus kumatikan? Banyak!
Aku harus mematikan keegoisanku supaya aku bisa mengasihi dan melayani sesama.
Aku harus mematikan kesombonganku supaya aku menyadari kalau tanpa Tuhan aku bukan apa-apa dan hanya Dia yang layak menerima pujian.
Aku harus mematikan keinginanku untuk menuruti mulutku dan memuliakan Tuhan melalui apa yang aku makan.
Aku harus mematikan keinginanku untuk protes ke Tuhan setiap aku gak mendapatkan apa yang kuinginkan supaya aku belajar bersyukur selalu.

Kasongan, 15 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 4-6, Amsal 14, 1 Korintus 14

Daniel 4:34 (TB)  Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

Nebukadnezar jatuh dalam dosa kesombongan sehingga Tuhan marah dan menghukumnya TETAPI saat dia menyadari siapa dirinya di hadapan Tuhan dan siapa Tuhan maka dia bertobat. Nebukadnezar mulai memuji Tuhan dan membesarkan namaNya karena matanya telah terbuka,  melihat kebesaran Tuhan. Kita hanya dapat memuji Allah dengan sungguh saat menyadari siapa kita dan siapa Allah sebenarnya.

Daniel 5:22 (TB)  Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.

Belsyazar tahu apa yang terjadi pada ayahnya, bagaimana ayahnya jatuh dalam dosa kesombongan dan menerima hukuman Tuhan,  tetapi dia mengulangi kesalahan yang sama. Aku diingatkan, adalah baik belajar dari pengalaman,  apalagi kalau itu pengalaman orang lain. Kita gak perlu melakukan dosa saat kota telah melihat akibatnya bagi orang lain.

Daniel 6:5, 10 (TB)  (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
(6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Orang lain mencari kelemahan dan kesalahan Daniel tapi tidak menemukannya, itu semua karena Daniel berintegritas. Gak ada seorang pun yang menemukan kesalahan kecuali karena Daniel menyembah Tuhan. Nah, bagaimana dengan aku? Apakah aku sudah berintegritas?
Daniel berdoa dan memuji Tuhan seperti biasa, bahkan saat dia tahu bahwa​ nyawanya terancam. Daniel gak melakukan hal lain atau melakukan hal yang di luar kebiasaannya. Dia hanya tetap memuji Tuhan, dan Tuhan menolongnya.

Amsal 14:16 (TB)  Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.

Kalau suka melampiaskan nafsu dan merasa aman berarti BE...? BAL!!!!
#sigh.
Jadi mikir, hal-hal apa yang aku lakukan diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain untuk melampiaskan nafsuku dan aku merasa aman? Adakah? Ada! Berarti aku masih bebal 😢

Penyakit kalau lagi hamil nih, pengen makan Indomie tapi harus dibatasin. Kalau di rumah dah ga mau suami nyetok Indomie, lah kalau di kantor dong diam-diam makan Indomie di kantor karena kalau di rumah ditegur suami. Padahal dah tahu suami ngelarang buat kebaikan,  padahal dah tau kalau kasihan baby  dapat asupan makanan gak bergizi, padahal ada aja makanan lain yang lebih bergizi! Kok gak bisa mengendalikan diri! Duh. Beneran bebal nih.

Stop jadi orang bebal! Kalau pun diperbolehkan sama suami, mikir dong, ada gunanya gak? Lagian mosok diperhamba Indomie? Haduh, makin dipikirin makin nyata kebebalanku.

👉  Batasin makan Indomie selama kehamilan. Aku gak akan makan Indomie tanpa sepengetahuan suamiku.

1 Korintus 14:3 (BIMK)  Sebaliknya orang yang menyampaikan berita dari Allah, menyampaikannya kepada manusia; untuk menguatkan mereka, untuk memberi semangat kepada mereka dan untuk menghibur mereka.

1 Korintus 14:3 (TB)  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Perkataan yang aku ucapkan kepada orang lain akan menguatkan, memberi semangat, membangun, menasihati dan  menghibur JIKA aku menyampaikan perkataan Tuhan. Jadi, kalau aku ingin jadi berkat bagi orang lain melalui perkataanku, aku harus meminta Tuhan memakai aku menyampaikan isi hatiNya, aku gak boleh mengandalkan hikmat sendiri.

🙏 Tuhan, pakailah aku menyampaikan isis hatiMu buat orang lain, supaya mereka diberkati lewat setiap perkataan yang Tuhan taruhkan di mulutku. Amin

Kasongan, 14 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 1-3, Amsal 13, 1 Korintus 13

Daniel 1:8 (TB)  Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Daniel berketetapan tidak menajiskan dirinya,  dalam keadaan sulit pun dia tetap memilih untuk tunduk pada Tuhan dibandingkan pada manusia. Jadi membandingkan dengan diriku yang kadang masih kompromi dengan dosa lalu berpikir, "Tuhan tahu kalau aku terpaksa".

Daniel gak mencari pembenaran tetapi berketetapan melakukan yang benar.

Daniel 3:17-18 (TB)  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Luar biasa keberanian Sadrakh,  Mesakh dan Abednego. Melalui perkataan mereka pada ayat di atas menunjukkan :
👉 Mereka percaya sepenuhnya pada kuasa dan kekuatan Tuhan.
👉 Mereka tetap mengasihi Tuhan sekalipun yang terjadi gak menyenangkan. Mereka tetap menyembah Tuhan.

Amsal 13:12 (TB)  Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

Setiap hari aku mengecek website BNN dan kecewa karena hasil tesku belum juga keluar. Parahnya,  sudah hampir seminggu ini websitenya rusak. Sebenarnya,  aku paling gak suka kalau harus tanpa kepastian gini,  iya kalau lulus,kalau nggak bukannya lebih baik segera dapat kepastian?  Harapan yang tertunda emang memedihkan hati dan kebayang deh kalau keinginanku (lulus) terpenuhi pasti senang banget. Aku gak sabar!

Hari ini diingatkan untuk bersabar dan terus menaruh pengharapanku di dalam Tuhan. Belajar percaya kalau di dalam Tuhan pengharapanku gak akan sia-sia, meskipun yang aku inginkan gak terpenuhi, aku percaya Tuhan berikan yang terbaik menurut hikmatNya.

1 Korintus 13:5 (TB)  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Sejak menikah, hal-hal terbaik dan terburukku keluar. Aku ternyata pemarah, aku gampang sekali marah ke suamiku karena hal yang sepele. Terutama saat aku berharap suamiku melakukan sesuatu tanpa kuminta,  well, sebenarnya aku sudah pernah bilang tapi mungkin dia lupa. Jadi aku ngambek atau mulai ketus. Suami sudah minta maaf pun aku gak segera memaafkan karena masih kesal.

Sampai sekarang aku masih berjuang dalam area ini. Mengasihi suamiku berarti aku  gak mudah marah dan gak menyimpan-nyimpan kesalahannya. Aku terus belajar untuk mengatakan ke suami saat aku masih kesal, tapi juga belajar gak mengungkit-ungkit kesalahannya,belajar mengampuni dengan sungguh.

Kasongan,  13 September 2017
-Mega Menulis-

Yoel 1-3, Amsal 12, 1 Korintus 12

Yoel 1:3 (TB)  Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.

Akan ada waktunya apa yang aku ceritakan ke anak-anakku akan diceritakan lagi ke anak-anaknya,jadi aku perlu memastikan kalau aku menceritakan cerita yang bermakna:kebaikan Tuhan, kasih setia-Nya, kekudusanNya. Aku rindu anak-anakku juga menceritakan kebaikan Tuhan pada anak-anaknya. Biarlah kami sekeluarga mengalamk kebaikan Tuhan seumur hidup kami dan menceritakannya. Amin

Yoel 2:12 (TB)  "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."

Berbaliklah kepada Tuhan dengan segenap hatimu!!!
Kenapa dengan segenap hati? Karena apa yang dari hati akan sampai ke hati. Kita bisa menangis, mengaduh dan mengoyakkan pakaian tanda menyesal, TAPIIII... Tuhan tahu isi hati kita yang terdalam. Kalau hati kita bersungguh-sungguh bertobat maka akan memancar keluar, akan ada perubahan hidup.

1 Korintus 12:26 (TB)  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Turut merasakan penderitaan orang lain, seharusnya sih kehidupan kita tubuh Kristus seperti yang dikatakan ayat ini. Tapi kenyataannya, ada orang-orang yang susah melihat orang senang dan senang melihat orang lain susah. Aku belajar berempati dari mamahku.

Sepulang dari Jakarta, sebelum ke Kasongan, mamahku menyuruhku mendatangi tetangga kami yang baru saja meninggal suaminya. Tante tetangga ini sudah berumur 60an. Sejujurnya, awalnya aku malas, capek bo,  baru datang dari Jakarta dan mau ke Kasongan lagi. Tapi mamahku memaksa, katanya pasti senang tante itu dikunjungin. Akhirnya aku ke sana bersama papa Sara, berjam-jam kami di sana mendengarkan tante ini menceritakan kenangannya bersama si om. Ikut sedih mendengarnya, apalagi tante itu dah puluhan tahun hidup bersama si om.

Beberapa hari yang lalu mamaku menelpon dan bercerita kalau dia beberapa kali ke sana setiap beberapa hari untuk menemani tante itu bercerita. Bo,aku kebayang dong berjam-jam menemani orang yang berduka menceritakan kenangan bersama sewaktu masih hidup, diulang-ulang. Sedih sih dengarnya tapi sejujurnya terkadang membosankan. Mamahku nggak lo! Dia memang menyediakan waktu untuk mengunjungi tetangga kami itu. Mamahku tahu betapa sedihnya ditinggal oleh teman hidup untuk selamanya, dan dia turut merasakan penderitaan si tante saat ini,  dia gak cuma merasakan tapi juga mau menemani tante ini mengalami masa-masa sulitnya untuk menerima kenyataan. Mamahku tau kalau si tante butuh didengarkan dan mamah bersedia mendengarkan. Aku harus belajar banyak dari mamahku bagaimana sesungguhnya berempati dengan penderitaan orang lain.

Amsal 12:11 (TB)  Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

"... siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi. "
Apakah yang aku kejar selama ini dalam hidup?  Keluarga yang bahagia. Uang. Makanan. Karir. Beasiswa. Bisnis yang sukses. Gelar.
Apakah itu sia-sia?
SIA-SIA kalau gak ada Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kejar. Sia-sia kalau dalam sesuatu yang kita kejar gak ada nilai kekal di dalamnya. Apa motivasi terdalamku dalam setiap pengejaranku? Apakah untuk memuliakan Tuhan atau aku hanya mau menyenangkan diriku sendiri? Kalau cuma untuk kepentinganku sendiri pasti SIA-SIA. Aku bisa saja mendapatkan semua yang aku inginkan tapi aku gak merasakan kepuasan.  Karena gak menyertakan Tuhan di dalamnya. SIA-SIA kalau dalam usaha mendapatkannya kita melakukan yang gak benar.

Seorang kenalanku pernah bilang kalau gak ada yang salah dengan mencari uang. Gak semua orang harus melayani Tuhan secara full time. Bisa saja seseorang mencari uang dan uangnya digunakan untuk melayani pekerjaan Tuhan. Kenalanku bilang gitu, karena dia punya teman yang seperti itu.

Semua orang yang bekerja ingin karirnya terus menanjak tapi apakah dalam segala usahanya ia melakukan hal yang benar? Kalau nggak, itu sia-sia.

Aku perlu belajar terus-menerus menyertakan Tuhan dalam segala usahaku supaya semuanya gak sia-sia. Segala yang kucapai adalah untuk kemuliaanNya, kalau nggak sia-sia.

Kasongan,  12 September 2017
-Mega Menulis-

Monday, September 11, 2017

Yehezkiel 46-48, 1 Korintus 11, Amsal 11

Yehezkiel 47:9 (TB)  sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

Aku baru tahu kalau di dalam bait suci ada sungai yang keluar dan mengalir dan memberi kehidupan bagi banyak makhluk,  bahkan air laut menjadi tawar karenanya. Kita tahu kalau kadar garam dalam laut terlalu tinggi maka tidak ada makhluk yang dapat hidup di dalamnya. Tetapi,  aliran air dari suangai di bait suci mampu membuatnya tawar sehingga banyak makhluk bisa hidup.

Aku adalah baitNya Allah, apakah dari dalamku juga mengalir air dari sungaiku yang memberikan kehidupan bagi mereka yang hidupnya bersentuhan denganku?
Apakah kata-kataku sudah memberikah kehidupan bagi mereka yang mendengarnya,  sudahkah aku memberikan semangat bagi mereka yang letih lesu, sudahkah aku membagikan pengharapan bagi mereka yang putus asa, adakah kuberikan penghiburan bagi mereka yang berduka?

Aku diberkati Tuhan untuk menjadi berkat. Aku diberikan kehidupan supaya orang lain juga menikmati hidup yang dari Tuhan. Aku mau kehidupanku berarti bagi orang lain yang bersentuhan denganku.

Amsal 11:25 (TB)  Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Awalnya, membaca ayat ini terpikir tentang saat kita menabur dan akan menuai nantinya,nantinya aku pasti akan menuai. TETAPI, hari ini aku mengingat saat aku memberi dan yang kuingat saat itu kurasakan  BERLIMPAHNYA UCAPAN SYUKUR di hatiku.
👉 Bersyukur karena masih dimampukan Tuhan memberi
👉 Bersyukur karena Tuhan berikan belas kasihan di hatiku
👉 Bersyukur karena apa yang aku berikan menjadi berkat bagi yang menerimanya,  apalagi saat aku tahu ternyata sangat diperlukan sang penerima.
Saat memberi adalah saat aku berlimpah (dengan ucapan syukur).

1 Korintus 11:19 (TB)  Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

Dalam hubungan, apalagi komunitas terkadang ada clash, berbeda pendapat itu biasa.Tetapi yang terpenting bagaimana kita meresponi konflik yang terjadi?
👉 Apakah dengan membenci mereka yang berbeda pendapat?
👉 Apakah dengan mengucapkan kata-kata yang menyakiti orang lain?
👉 Apakah kitanmau bersabar saat disakiti?
👉 Apakah kita mau jujur dengan yang dirasakan?
👉 Apakah dengan menceritakan keburukan orang lain?
👉 Apakah dengan pergi begitu saja?
Saat terjadi perpecahan, karakter orang-orang yang ada diuji, siapa kita yang sebenarnya akan keluar.

Hanya kasih yang mampu membuat suatu hubungan maupun komunitas bertahan. Saat dalam konflik dengan orang lain, aku diingatkan kalau KASIH menutupi segala dosa. Kasih gak pernah gagal,yang sering terjadi adalah kita yang gagal mengasihi. Aku gak boleh meninggalkan KASIH saat aku berada dalam konflik.

Kasongan,  11 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 44-45, 1 Korintus 10, Amsal 10

Yehezkiel 44:4 (TB)  Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

Bait suci penuh kemuliaan Tuhan!
Sampai-sampai Yehezkiel gak tahan untuk gak menyembah Tuhan. Gak  terbayangkan bagaimana melihat kemuliaan Tuhan secara langsung.

Tapi lagi-lagi aku diingatkan kalau tubuhku adalah bait Allah,  rohNya tinggal di dalamku dan seharusnya kemuliaanNya memenuhiku sehingga orang lain melihat dan menyembahNya. Kalau saat ini aku gak memancarkan kemuliaanNya mungkin karena aku gak membiarkan Tuhan bertahta di dalam hatiku. Seringnya aku yang ingin bertahta atas diriku. Aku lupa kalau aku adalah milikNya Tuhan, bahea Dialah rajaku.

Amsal 10:3 (TB)  TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

Bulan ini kami harus berhemat luar biasa, dikarenakan kesalahan kami juga sih, bulan kemaren memaksakan berlibur sekeluarga. Sempat berpikir, cukup gak ya uang gaji yang tersisa ini sampai akhir bulan. Menurut hitunganku sih gak cukup, apalagi dengan bertambahnya pengeluaran untuk membeli vitamin dan susu untukku. Lah wong sebelum tahu hamil aja hitunganku gak cukup, apalagi sekarang.

Hari Jumat kemaren, aku pergi ke tukang daging langganan kami,  nanya ada otak sapi gak, aku mau beli buat makan Sara. Dia susah makan sekarang dan otak sapi ini salah satu makanan kesukaannya. Kalau dibilang memaksakan diri sih beli ginian tanggal segini dengan keuangan mepet. Ternyata otaknya ada, si penjual bertanya, aku mau beli 1 atau 2 (karena sisa 2 nampaknya),  tentu saja aku bilang 1. Aku gak memperhatikan saat otak itu dibungkus, tapi saat diserahkan penjualnya mengatakan harga 1 otak sapi sambil berkata, "Ini dua buatmu". Aku bengong dong sesaat lalu bilang makasih sambil membayar harga 1 otak sapi. Sesampainya di kantor, aku buka bungkusan itu dan beneran ada 2 dong ,speechless, mataku berkaca-kaca.

Ya ampun, Tuhan baik banget. Pasti Dia yang gerakkan hati bapak penjualnya. Ini gak pernah terjadi sebelumnya, padahal aku beberapa kali belanja di situ. Menerima kebaikan Tuhan di saat seperti kemarin, saat aku merasa kuatir tu luar biasa banget. Aku diingatkan kalau aku gak perlu kuatir tentang apa yang kami makan. Tuhan pelihara kami dengan caraNya. Dia ingatkan kalau aku gak perlu kuatir dengan apa yang kami makan. Dia sekali-kali gak akan meninggalkan kami.

1 Korintus 10:3 (TB)  Mereka semua makan makanan rohani yang sama 

Orang Israel yang keluar dari Mesir sebagian besar mati di padang gurun,
karena Tuhan gak berkenan,  padahal mereka makan dan minum makanan dan minuman rohani yang sama. Mengapa demikian?
👉 Mereka menginginkan yang jahat
👉 Mereka menyembah berhala
👉 Mereka melakukan percabulan
👉 Mereka mencobai Tuhan
👉 Mereka bersungut-sungut
Kita juga telah dibebaskan Tuhan dari belenggu dosa, tapi, apakah Tuhan telah berkenan kepada kita? Atau jangan-jangan, kita sama seperti Israel yang melakukan kesalahan sehingga Tuhan gak berkenan.

Dosa bersungut-sungut yang paling menjadi pergunulanku, sering sekali aku berkata, "Kok gini sih Tuhan?"  Aku terus mengeluhkan berbagai hal. Aku gak bersyukur, aku lupa bersyukur, padahal Tuhan sudah melakukan banyak mukzizat dalam hidupku. Aku perlu mengganti sungutanku dengan rasa syukur.

Kasongan, 10 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 42-43, 1 Korintus 9, Amsal 9

Yehezkiel 42:14 (TB)  Kalau para imam masuk ke tempat kudus, mereka tidak akan keluar ke pelataran luar, sebelum mereka menanggalkan pakaian mereka di sana, yang dipakainya waktu menyelenggarakan kebaktian, sebab pakaian-pakaian itu adalah kudus. Mereka harus memakai pakaian yang lain, barulah mereka boleh datang ke tempat umat TUHAN."

Betapa ribetnya menghadap Tuhan pada zaman dulu. Dan lagi, ini para imam looo.... Harus menggunakan pakaian khusus, harus memberikan persembahan. Sebenarnya kalau dipikir, zaman sekarang lebih mudah. Karena pengorbanan Yesus, tabir bait suci terbelah dari atas ke bawah, jadi kita bisa menghadap ke tahtaNya denagn penuh keberanian. Keistimewaan luar biasa yang sayangnya sering kita abaikan, kita jadi gak menghargai waktu-waktu pribadi dengan Tuhan. Sayang sekali.

Amsal 9:7 (BIMK)  Kalau orang yang tak mau diajar kautunjukkan kesalahannya, ia akan menertawakan engkau. Kalau orang jahat kaumarahi, ia akan mencaci makimu.

Ternyata aku gak mau diajar, masih susah diajar. Tadi malam suami menasehatiku tentang salah satu kebiasaan burukku, aku bukannya terima eh malah menertawakan suami dan membantahnya. Aku gak menghormati suamiku. Suami menegur lagi dan aku malah ngambek,langsung tidur. Pagi tadi aku bangun dengan perasaan gak enak, memikirkan kejadian semalam. Akhirnya pagi tadi aku minta maaf dan syukurlah suami memaafkan.

Aku harus mengubah kebiasaan burukku,  saat ditegur aku langsung defense dan gak mau berpikir dulu. Lain kali gak boleh terulang lagi! Belajar menerima teguran suami dengan sikap yang benar. Gak boleh langsung membantah.

1 Korintus 9:27 (TB)  Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

“...aku melatih tubuhku...”
Setiap atlet tau pentingnya menjaga kondisi fisik mereka untuk sebuah pertandingan, mereka tidak berlatih baru sehari sebelum pertandingan. Dari jauh-jauh hari mereka bekerja keras, mengatur menu latihan yang sesuai, menu makan yang seimbang baginya, berlatih keras, dan mengorbankan banyak hal.Pokok’e, spending waktu, duit, pikiran, perasaan juga. Ah, lebay kamu Meg!!! Ih, beneran, gak lebay nih. Pernah ga bayangkan perasaan atlet ini, waktu yang lain bermain atau bersenang-senang, eh....dia harus berlatih.

Blom lagi....HARUS DISIPLIN dalam latihan. Believe it or not, atlet yang baik pasti atlet yang disiplin dalam hidupnya! Dan bagaimana om Paulus melatih tubuhnya? Check this!
Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 1 Timotius 4:7b-8

Aku perlu melatih diri beribadah. Berdisiplin supaya aku siap menghadapi pertandingan iman. Menguatkan otot-otot yang diperlukan supaya saat aku bertanding aku menang. Aku perlu berlatih bersabar, mengendalikan diri, mengasihi, dll.

Kasongan,  9 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 40-41, 1 Korintus 8, Amsal 8

Yehezkiel 41:1 (TB)  Kemudian dibawanya aku ke dalam ruang besar Bait Suci dan ia mengukur tiang temboknya: yang sebelah sini enam hasta tebalnya dan yang sebelah sana enam hasta juga.

Membayangkan megahnya bait suci aku diingatkan keberhasilan Salomo membangun bangunan fisik rumah Allah, betapa indah dan luar biasanya! Dirancang penuh ketelitian. Dibuat dari bahan-bahan terbaik, dikerjakan orang-orang terpilih. Hasilnya bait suci yang megah dan indah. Tapiii..   Aku juga teringat kegagalan Salomo membangun tubuhnya sebagai bait sucinya Allah. Salomo gagal karena hatinya condong pada allah-allah isterinya. Dia gak menjadikan tubuhnya sebagai bait suciNya Tuhan.

Gimana dengan aku? Aku mungkin gak bisa membangun bait suci yang megah seperti Salomo tapi aku diingatkan untuk membangun tubuhku sebait bait Allah di mana Dia berkenan tinggal di dalamnya.

1 Korintus 8:2 (TB)  Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.

Saat merasa tahu sesuatu lebih banyak dari orang lain maka kita cenderung menjadi sombong, aku begitu. Padahal kalau dipikir sekarang, semakin banyak tahu justru seharusnya membuat kita menyadari ternyata masih banyak hal yang kita gak tahu.

Apa yang kutahu, semakin banyak aku tahu, seharusnya membuatku semakin merendahkan diri di hadapan Tuhan. Menyadari kalau apa yang kutahu gak berati di hadapan Tuhan,  bahkan segala pengetahuanku pun nggak, aku gak bisa sombong.Pengetahuan akan Tuhan berbeda dengan dikenal oleh Tuhan. Yang terpenting dalam hidup bukanlah sebanyak apa aku tahu Tuhan tetapi dikenal olehNya.

1 Korintus 8:3 (TB)  Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. Jadi ingat ayat ini:
Matius 7:21-23 (TB)  Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Mengerikan ternyata kalau Tuhan bilang Dia gak mengenal kita.

Amsal 8:14 (TB)  Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.

Dalam hikmat ada: nasihat, pertimbangan, pengertian, kekuatan. Bukan sembarang hikmat, tapi hikmat yang berasal dari takut akan Tuhan. Mungkin kita selama ini mengandalkan nasihat dari orang lain tapi hari ini diingatkan lagi untuk back to Bible first, hikmat yang benar berasal dari Tuhan.

Kasongan,  8 September 2017
-Mega Menulis-

Thursday, September 7, 2017

Yehezkiel 38-39, 1 Korintus 7, Amsal 7

Yehezkiel 39:23 (TB)  Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa karena kesalahannya kaum Israel harus pergi ke dalam pembuangan, dan sebab mereka berobah setia terhadap Aku, Aku menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka. Dan Aku menyerahkan mereka ke dalam tangan lawan-lawannya dan mereka semuanya mati rebah oleh pedang.

Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, ini yang kurasakan sewaktu baca ayat-ayat pada pasal ini. Ya, Israel memang berkhianat dan harus menanggung akibat dari dosa-dosanya. TETAPI melalui penghukuman Tuhan bagi Israel juga maka bangsa-bangsa lain melihat dan menginsyafi siapa Allah yang sesungguhnya. Dalam kesalahan Israel pun, Tuhan dapat pakai untuk memuliakan namaNya. How great is our God 😍 Bukan berarti aku mau berbuat dosa seperti Israel supaya Tuhan dimuliakan, tapi aku belajar percaya bahwa dalam segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku dapat mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan jika Tuhan berkenan.

Amsal 7:7 (TB)  kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,

Amsal 7:7 (BIMK)  Lalu kulihat banyak pemuda yang masih hijau; tetapi khusus kuperhatikan seorang yang bodoh di antaranya.

Kata sifat yang menggambarkan pemuda yang jatuh ke godaan wanita itu adalah:BODOH,  TIDAK BERAKAL BUDI. Kita akan jatuh dalam DOSA akan membuat kita jatuh kalau kita sama seperti pemuda itu,  BODOH DAN TAK BERAKAL BUDI.

Sudah tahu kalau berkata kasar hanya akan membawa ke dalam pertengkaran, trus ngapain masih diulang-ulang.
Sudah kita lihat banyak rumah tangga hancur karena suami/istri gak punya batasan dalam berhubungan dengan lawan jenis, kok masih aja suka curhat dengan lawan jenis.
Sudah tahu aja bahasa kasih sentuhan, kok waktu pacaran suka pegang sana sini, grepek-grepek sana sini.
Sudah tau nafsu makan susah dikendalikan, eh malah nyetok ransum segudang.

Kita gak boleh bodoh. Kenali diri kita sendiri, apa yang membuat kita rentan terhadap dosa, situasi apa yang membuat kita jatuh, trus JAUHI!!! JANGAN membawa diri ke dalam pencobaan. Jangan membiarkan diri sendiri jatuh. Tiru Yusuf yang lari menjauhi dosa. Jangan coba-coba mendekat dalam hal yang akan membuat kita jatuh. Gak usah sok kebal sama dosa. Tiap orang bisa jatuh dalam dosa. Jadi harus pintar dan gunakan akal untuk menjauhi godaan dosa. Iblis pintar, tapi anak Tuhan lebih pintar.

Aku dah beberapa minggu gak nyetok Indomie, gak dosa sih makan Indomie, tapi kalau berlebihan gak baik. Lagian aku ingat waktu hamil Sara dulu bisa nangis-nangis gara-gara gak diizinin suami makan Indomie, kan konyol. Semacam candu, kalau gak makan mie seminggu aja dah bingung. Kemaren pas belanja bulanan sempat mau nyetok Indomie, ceritanya sih buat suami, mulia banget ya? Padahal ma suami juga gak ribut kalau gak ada, aku yang sebenarnya pengen. Akhirnya menguatkan hati gal beli. Aku gak mau bodoh dan mengulangi kesalahan yang sama.

1 Korintus 7:32 (TB)  Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

Waktu belum merit mikir : gimana kalau aku gak dapat pasangan hidup yang baik, gimana ntar kalau aku menjomblo seumur hidup, gimana kalau aku salah pilih pasangan, dll.
Waktu dah merit mikir: kok aku belum punya anak gimana nih, gimana kalau aku mandul, gimana nih ngatur duit supaya kayak orang (punya rumah, mobil, jalan2 tiap tahun, dll?), kok suamiku sering lembur ya jangan-jangan..., dll
Waktu dah punya anak mikir:gimana nih ngatur keuangan kok berasa gak punya yang melulu, gimana nih kok sampai sekarang perkembangan anakku lambat ya, dll
Judulnya : KUATIR ALL THE TIME

Banyak nih yang kayak gini, termasuk aku. Setiap fase dalam hidup dilalui dengan kuatir (gak capek tuh Meg? Lol). Padahal kekuatiran gak mengerjakan apa-apa di dalam hidup.
Tuhan mau kita hidup tanpa kekuatiran, kenapa? Karena sebenarnya gak ada yang perlu dikuatirkan, kita punya Tuhan yang mikirin kita dan memenuhi segala keperluan kita. Dia tahu bagaimana caranya memelihara hidup kita dibanding diri kita sendiri,wong Dia Tuhan. Lagian yang kita pikirin tu remeh aja buat Tuhan, sekejap mata bisa Dia jadikan semuanya,Dia tinggal berfirman maka semuanya ada. Emang sih, susah melepaskan kekuatiran. Tapi kekuatiran kita harusnya membawa kita dalam doa, supaya Tuhan bisa beri damai sejahteraNya. Fokus pada pribadi Tuhan supaya kita gak punya waktu mengkuatirkan yang gak perlu.

Kasongan, 7 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 34-37, 1 Korintus 6, Amsal 6

Yehezkiel 36:26-27 (TB)  Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.
Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Hati yang taat, hidup menurut segala ketetapan Tuhan dan tetap berpegang pada peraturan Tuhan dan melakukannya 👉 TERNYATA BUKAN HASIL USAHA KITA SENDIRI.
Semua adalah karena Tuhan semata. Bahkan ketaatan kita pun adalah karena Dia. Gak ada yang bisa disombongkan dalam hidup ini.

🙏 Tuhan,  berikanlah aku hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinku dan jauhkan dari tubuhku hati yang keras dan berikan kepadaku hati yang taat. Biarlah Roh-Mudiam di dalam batinmu dan buatlah aku hidup menurut segala ketetapan-Mu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Mu dan melakukannya.Amin

Yehezkiel 37:11, 14 (TB)  Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

SELALU ADA HARAPAN.
Kesan ini yang langsung aku dapatkan baca pasal ini. Kebayang Israel yang mengalami penghukuman berat dari Tuhan bertubi-tubi, mereka sudah gak memiliki harapan lagi. Bahkan menganggap dirinya gak ada. Saat itu Tuhan malah menjanjikan pemulihan bagi mereka. Pemulihan besar-besaran. PemulihanNya sempurna.

Amsal 6:32 (TB)  Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

Semula kupikir ayat ini hanya berbicara hubungan dengan sesama, khususnya untuk orang yang menikah atau bagi yang single supaya menjauhi pasangan milik orang lain, tapi Tuhan ingatkan aku juga kalau aku adalah mempelaiNya.
AKU MEMPELAINYA TUHAN loo....
Setiap orang percaya adalah mempelai wanita Kristus, dan kita dapat jatuh ke dalam dosa perzinahan ini.

Jadi saat aku flirting dengan dosa, aku sedang berzinah.
Saat aku ingin melakukan dosa lebih dari melakukan kehendakNya, aku sedang berzinah.
Saat aku melakukan dosa, aku sedang berzinah.
Saat aku memuaskan hawa nafsuku dibanding menyenangkan Tuhan, aku sedang berzinah.
Saat aku mengaku percaya Tuhan tapi aku percaya ramalan zodiak, tarot, dll aku sedang berzinah.
Ternyata aku sering berzinah, hiks.

👉 Aku gak boleh lupa kalau aku mempelai wanita Kristus! Aku gak boleh melakukan perzinahan rohani lagi.

1 Korintus 6:20 (TB)  Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Kembali diingatkan rhema kalau aku adalah mempelai wanita Kristus. Dalam adat beberapa daerah biasanya calon suaminya akan memberikan mas kawin bagi calon istrinya. Kristus telah membeli kita bukan dengan emas perak, tapi dengan darahNya yang mahal dan pengorbananNya dinkayu salib. Orang percaya adalah mempelaiNya yang harus sedia memuliakan Sang Mempelai Pria (Kristus) dengan tubuhnya.

Apakah aku sudah menggunakan tubuhku untuk Tuhan? Untuk kemuliaanNya?
BELUM.
Aku masih suka makan menuruti hawa nafsuku.
Aku masih menggunakan mulutku untuk mengomel, bukannya memuji Tuhan dan jadi berkat dengan ucapan yang membangun.
Setiap anggota tubuhku adalah bagi kemuliaan Tuhan.

Kasongan,  6 September 2017
-Mega Menulis-

Tuesday, September 5, 2017

Yehezkiel 32-34, 1 Korintus 5, Amsal 5

Yehezkiel 32:12 (TB)  Aku akan membuat khalayak pengikutmu berebahan oleh pedang para pahlawan, semuanya yang terganas di antara bangsa-bangsa. Kecongkakan Mesir akan dipatahkan dan khalayak pengikutnya semua dipunahkan.

Mesir dipatahkan karena kecongkakannya. Mengingatkanku untuk gak sombong karena Tuhan benci kesombongan. Beberapa minggu ini aku memikirkan hasil tesku di Jakarta dan aku jadi kepedean, emang di antara pesaingku, pangkatku yang tertinggi, trus pengalamanku dalam bekerja yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sampai-sampai aku berpikir kalau wajar saja aku mendapatkan jabatan itu, sementara kalau gak dapat ada sesuatu yang salah. Aku sombong. Aku lupa kalau semua yang kudapatkan adalah anugerah Tuhan, bukan sekedar karena kemampuanku. Gak ada yang kumiliki, yang kuraih, yang kudapatkan, yang bukan dari Tuhan. Bahkan kemampuan untuk mengerjakannya pun dari Tuhan. Aku gak punya alasan untuk bermegah selain di dalam Dia.

Amsal 5:23 (TB)  Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Orang fasik mati, karena tidak menerima didikan...
Tidak menerima didikan berarti :Tidak mau ditegur. Menolak melakukan yang benar. Marah saat dinasehati.

Kematian di sini bukan sekedar kematian secara fisik, tapi kematian nurani. Seringkali orang fasik bodoh bukan karena dia tidak tahu, dia tahu didikan yang benar tapi dia mengabaikannya dan tidak mau menerimanya.Dia lebih memilih menyenangkan diri sendiri dibandingkan menyenangkan Tuhan. Awalnya pasti ada perasaan tidak nyaman saat kita gak melakukan yang benar padahal kita tahu itu benar, tapi lama-kelamaan kalau terus dilakukan maka seperti orang fasik, kita akan mengalami KEMATIAN NURANI.
Awalnya gak enak dan merasa takut saat korupsi sedikit, tapi lama-kelamaan gak ada lagi rasa takut, tambah banyak pula korupsinya.
Awalnya sedih saat dinasehati suami, tapi karena gak mau terima, lama-kelamaan menjadi marah tiap ditegur dan gak bisa ditegur.
Awalnya korupsi waktu kerja beberapa menit untuk main facebook, lalu bertambah setengah jam untuk ke pasar, lama kelamaan gak ngantor dengan berbagai alasan palsu.

Jangan pernah mengabaikan didikan Meg! Lama-kelamaan kamu gak bisa ditegur dan makin tersesat!

🙏  Tuhan,  aku gak mau mengabaikan teguran dan nasehat yang Tuhan berikan lewat firman Tuhan ataupun orang-orang di sekelilingku.  Tolonglah aku yang sering ngeyel ini. Amin.

1 Korintus 5:8 (TB)  Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Ragi mengembangkan roti dan membuatnya terlihat besar dan bagus , padahal dalamnya berongga, gak sepadat roti yang gak beragi. Tuhan gak mau kehidupan jemaatNya terlihat "wah, indah dan baik" dari luar, tetapi dalamnya kosong. Tuhan ingin jemaatNya hidup dengan kemurnian dan kebenaran,bukan kepalsuan. Dia ingin kita memiliki integritas.

Kita sama seperti roti yang beragi jika:
👉 Rajin baca Alkitab tapi gak ada perubahan hidup dan gak pernah menaati Tuhan.
👉 Bilang mengasihi Tuhan tapi dengan sesama yang kelihatan gak pernah mengasihi.
👉 Pintar ngomongin Alkitab tapi kelakuan gak sesuai dengan yang diomongin.

Kasongan,  5 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 28-31, 1 Korintus 4, Amsal 4

Yehezkiel 28:24 (TB)  Dan tidak akan ada lagi bagi kaum Israel dari semua tetangganya yang menghina mereka, menjadi duri yang menusuk atau onak yang memedihkan. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan ALLAH.

Tuhan menjatuhkan hukuman kepada bangsa-bangsa yang menghina Israel supaya mereka mengetahui bahwa Dia lah Tuhan, bukan sekedar supaya orang Israel merasa besar kepala karena Tuhan membela mereka. Fokusnya adalah Tuhan, bukan orang Israel. Tuhan ingin bangsa-bangsa lain mengetahui bahwa Dia lah Tuhan supaya mereka mengenali siapa Tuhan yang benar dan menyembahNya.

Terkadang aku seperti Israel, saat Tuhan menghukum mereka yang pernah berbuat salah ke aku, aku GR, merasa Tuhan melakukannya untuk aku. Padahal, bisa jadi Tuhan ingin diriNya dikenal,  supaya banyak orang mengenal Dia dan menyembahNya.

Amsal 4:19 (TB)  Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.

Ngebayangin orang (fasik) yang jatuh di tempat gelap :
👉 dia tidak bisa melihat apa-apa (Matanya tertutup sehingga dia gak melihat sekelilingnya, tidak tahu apa yang benar dan tidak melakukan yang benar.  Atau lebih parahnya, tahu kebenaran tapi tidak mau melakukan yang benar. Bahkan kebenaran di depan matanya pun terkadang gak terlihat. )
👉  dia tidak tahu apa yang menyebabkan dia jatuh (Karena gak pernah berpikir apa yang menyebabkan dia jatuh, karena gak pernah bertanya, karena mengandalkan diri sendiri, karena bodoh,  karena gak mau mendengarkan nasehat,  karena sok pintar).
👉 dia pasti berkali-kali jatuh (Karena gak pernah belajar dari kesalahannya. Karena selalu memilih menentang Allah, lebih memilih menyenangkan diri sendiri).

Aku juga terkadang jatuh ke dalam masalah yang sama karena lebih memilih menuruti keinginan sendiri dibanding menaati Tuhan, aku gak mau mendengarkan nasehat, aku seperti orang fasik yang berjalan dalam kegelapan tersebut.

1 Korintus 4:14 (TB)  Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

Paulus menulis surat BUKAN UNTUK MEMALUKAN jemaat di Korintus tetapi untuk MENEGUR SEBAGAI ANAK YANG DIKASIHINYA.

Bagaimana denganku?
Aku perlu belajar dari Paulus mengenai bagaimana memberi teguran. Paulus memberi teguran dengan:
👉 motivasi yang benar
👉 tegas
👉 kasih
👉 teladan yang benar

Kasongan,  4 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 24-27, 1 Korintus 3, Amsal 3

Yehezkiel 24:16, 18 (TB)  "Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata.
Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku.

Ketaatan Yehezkiel dalam menyampaikan suara Tuhan sungguh luar biasa, bahkan saat Tuhan menggunakan kematian isterinya sebagai tanda, Yehezkiel gak sekalipun protes, dia tetap taat dan menyampaikan perkataan Tuhan kepada Yerusalem. Kalau dipikir-pikir, ini isterinya lo, bagaimana bisa dia menuruti perintah untuk gak meratap?Tapi dia melakukan seperti yang diperintahkan. Ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa. Kalau aku di posisi Yehezkiel aku gak yakin sanggu melakukan hal yang sama. Tapi dari sini aku belajar, begitulah saat kita mengasihi Tuhan lebih dari segala yang kita miliki. Tuhan saja yang jadi fokus.

Yehezkiel 25:1-2 (TB)  Datanglah firman TUHAN kepadaku:
"Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada bani Amon dan bernubuatlah melawan mereka!

Saat Tuhan memberikan kepada Yehezkiel nubuatan mengenai bani Amon, Moab,  orang Edom, orang Filistin dan Tirus aku ngerasain banget kalau Tuhan sangat mengasihi Israel. Tuhan menghukum mereka karena perbuatan mereka pada Israel, Israel tetap jadi anak kesayangan Tuhan,  bahkan saat dia jatuh pun Tuhan tetap memandang bersalah mereka yang mengejek Israel.

Amsal 3:9 (TB)  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

"Muliakan Tuhan dengan hartamu...." berarti :
👉 Memberikan harta kita sebagai persembahan dengan sukacita kepada Tuhan
Tuhan gak butuh harta kita sebenarnya,  Dia Allah yang kaya, tetapi memberikan persembahan adalah bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan. Memberikan peraembahan juga merupakan bentuk ketaatan kita,  di dalam pemberian persembahan juga akan terlihat seberapa besar kita mempercayai pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Dan Tuhan dimuliakan saat kita MENGUCAP SYUKUR PADANYA, TAAT PADANYA DAN PERCAYA PADA PEMELIHARAANNYA.
👉 Menggunakan harta kita untuk hal-hal yang berkenan padaNya
Allah gak hanya dimuliakan dengan persembahan yang kita berikan, tetapi bagaimana kita menggunakan yang tersisa pada kita pun dapat memuliakan Tuhan. Jangan pernah berpikir, ah aku sudah memberikan perpuluhan, persembahan syukur,  dll, sisanya boleh nih kugunakan sesukaku untuk membeli yang aku mau. No! Gak bisa gitu. Tuhan gak melarang kita bersenang-senang dengan pemberianNya, tapi saat kita menggunakan harta yang ada pada kita dengan cermat, bertanggung jawab dan memikirkan bagaimana menggunakan harta kita yang lebih memuliakan Tuhan. Kita akan menggunakan harta kita dengan cara berbeda. Kita akan mulai bertanya, berpikir:apakah Tuhan dimuliakan saat aku membeli ini itu, atau memakai uangku untuk ini itu. Apakah Tuhan lebih dimuliakan saat aku menggunakan hartaku untuk melakukan ini?
👉 Sikap hati dan motivasi kita saat menggunakan harta yang kita miliki adalah untuk Tuhan dan memuliakan Dia
Harta kita dapat menjadi sarana memuliakan Tuhan,tergantung pada motivasi kita menggunakannya. Bisa jadi lo saat kita memberi kepada orang the lain hanya untuk dilihat sebagai orang yang murah hati, bukannya menjadi saluran kasihNya Tuhan. Ini ma bukan memuliakan Tuhan.

🙏 Tuhan, aku mau memuliakan Engkau dengan segala harta yang aku miliki. Berikan aku hikmat dalam menggunakannya sesuai kehendakMu saja. Amin.

1 Korintus 3:7 (TB)  Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus yang terpecah menjadi golongan Apolos dan Paulus untuk gak fokus pada hal yang salah, karena itu akan menimbulkan perselisihan. Saat kita gak fokus pada Tuhan maka sudah pasti fokus kita akan teralih pada hal lain (yang biasanya gak penting).
"Aku dari golongan Apolos", "Aku dari golongan Paulus" 👉 SO WHAT GITU LOH??!!!
Sama dong seperti zaman sekarang:
"Yang benar tuh baptis percik", "Yang benar tu baptis selam" 👉 Lah, padahal sama-sama dibaptis dalam nama Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus.
"Ngapain berdoa pakai nangis-nangis segala", "Berdoa kok kayak gak ada roh Tuhan, datar, ga ada isinya" 👉 Padahal  kan berdoa tu berkomunikasi sama Tuhan, ekspresi kita masing-masing beda. Ngapain ngurusin cara orang lain yang berdoa?

Jangan gagal fokus! Fokus pada Tuhan  saja. Jangan meributkan hal yang gak penting. Allah  saja yang terpenting. Fokus pada hal gak penting membuat kita jadi lupa mengasihi dan sibuk menghakimi orang lain. Fokus pada Tuhan secara benar gak akan memecah belah, tetapi menyatukan. Fokus sama Tuhan gak akan membuat kita menjadi gampang nyinyir tetapi kita akan membangun lewat perkataan kita. Fokus pada Tuhan gak akan memandang orang yang berbeda dengan aneh, tetapi kita akan memandang dengan kasih. Fokus pada Tuhan membuat kita semakin mengasihi, karena Dia itu kasih.

👉  Aku sering juga gagal fokus. Aku mau fokus pada Tuhan supaya melakukan yang benar dan punya sikap hati yang benar.

Kasongan,  3 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 22-23, 1 Korintus 2, Amsal 2

Yehezkiel 22:8 (TB)  Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan

Baca ayat ini berasa ditampar,  terkadang aku juga menganggap riangan terhadap hal-hal yang kudus bagi Tuhan. Aku menganggap ringan dosa-dosa tertentu dibanding dosa lain, padahal dosa ya dosa.

Yehezkiel 23:4, 11 (TB)  Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.
Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya.

Analogi ini juga sangat mengena,  gambaran bagaimana Ohola (=Samaria) yang hidup dalam dosa dan Oholiba (=Yerusalem) yang hidup dalam dosa yang lebih parah lagi padahal dia melihat apa yang terjadi pada kakaknya itu. Saat aku mulai iri melihat orang berdosa yang hidupnya baik-baik saja lalu aku mulai menirunya maka aku sudah menjadi Oholiba. Aku akan jatuh dalam dosa yang lebih parah lagi.

1 Korintus 2:9 (TB)  Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." 

Saat terjadi sesuatu dalam hidup kita,  reaksi kita macam-macam, terkadang bisa berupa:heran,  senang, takut, terkejut, dll. Sepanjang hari kemarin,  saat aku mengingat kehamilanku, aku berkata sama Tuhan banyak hal:
"Kok sekarang ya Tuhan? Kenapa gak nunggu Sara agak gedean, atau kalau papa Sara dah dapat kerjaan tetap? " (Karena memang sejujurnya kami belum siap. Tapi di saat seperti itu aku diingatkan 👉 Emang Tuhannya siapa Meg, kok kamu yang mau ngatur? 😂 Tuhan berdaulat atas hidupku.)
"Kenapa Tuhan berikan kami anugerah ini untuk yang kedua kalinya,  banyak teman dan saudaraku yang menikah dan belum dikarunia anak. Bahkan ada yang harus berusaha setengah mati untuk mendapat anak. " (Dan aku jatuh dalam doa, supaya Tuhan memberikan berkat yang sama kepada kawan dan saudaraku yang belum menerima anugerah yang sama.Diingatkan kalau Tuhan juga berdaulat atas hidup mereka dan Dia juga punya rencana indah atas hidup mereka. )
"Terima kasih Tuhan buat anak yang ada di kandunganku sekarang." (Aku kemarin tahu ada temanku yang gagal program bayi tabungnya, sementara Tuhan berikan anugerah ini cuma-cuma bagi kami. Bahkan kalau diingat, dengan adanya miom di rahimku, sungguh karena kebaikanNya saja aku bisa hamil. Gimana hatiku gak limpah dengan syukur mengingat kebaikanNya.)
"Tuhan,gimana aku menjalani kehamilan ini, mengingat waktu hamil Sara kemarin aku sering tepar terus sekatang Sara masih kecil dan butuh perhatian?" (Lalu aku ingat bagaimana luar biasa pemeliharaan Tuhan selama kehamilanku dulu, Dia sungguh setia kok, penjagaanNya sempurna,  aku hanya harus percaya penuh padaNya. "

Kemarin, untuk kesekian kali dalam hidupku, aku menerima" Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia." Dan aku sadar, itu semua supaya aku semakin dekat dengan Dia,  Sang Pemberi.  Supaya aku menyadari kalau Dia sunguh berdaulat atas hidupku, bahwa kehendakNya yang jadi dalam hidupku, bukan kehendakku, dan rancanganNya jauh lebih indah. Aku menerima semua yang gak pernah kubayangkan supaya aku belajar lagi mempercayai Dia sepenuhnya, Dia mengasihiku dan aku gak pernah dikecewakan saat berharap padaNya.

Amsal 2:20 (TB)  Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.

... peliharalah jalan-jalan orang benar.
Memelihara sesuatu memerlukan ketekunan dan usaha. Aku membayangkan seseorang yang menanam dan memelihara tanaman, ada proses menyiram , memupuk,  menggemburkan tanah, membersihkan rumput, dll. Ada kalanya cuaca panas, sibuk, dll yang membuat malas mengurus tanaman. Tapi kalau ingin tanaman tumbuh dengan baik,  sesulit apapun keadaan, tanaman tersebut harus mendapatkan segala yang diperlukannya untuk bertumbuh.

Demikian juga kalau aku mau tetap berada di jalan yang benar dan terus hidup dalam kebenaran maka aku harus melakukan segala yang diperlukan untuk memelihara jalan orang benar :
👉 Mendengarkan YANG BENAR(Suara Tuhan harus selalu kudengar supaya aku gak menyimpang dari kebenaran)
👉 Tetap melakukan yang benar meskipun sulit, bahkan sekalipun orang lain melakukan yang gak benar

Kasongan,  2 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 20-21, 1 Korintus 1, Amsal 1

Yehezkiel 20:1 (TB)  Pada tahun ketujuh, dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah beberapa orang dari tua-tua Israel untuk meminta petunjuk dari pada TUHAN dan duduk di hadapanku.

Saat tua-tua Israel meminta petunjuk dari pada Tuhan melalui Yehezkiel, Tuhan menjawab mereka dengan menceritakan bagaimana Tuhan mengasihi dan menghukum Israel,  Tuhan ingin  mengingatkan bagaimana Allah bertindak atas bangsa Israel,  suatu kisah yang sebenarnya turun-temurun sudah diketahui oleh mereka. SEHARUSNYA,  SEBENARNYA mereka sudah tahu dong apa yang diinginkan Allah dalam hidup mereka, tapi mereka bertanya lagi.

Bagaimana denganku? Apakah aku benar-benar ingin tahu kehendak Tuhan? Kalau iya, itu harus disertai kesediaan untuk menaati Tuhan. Karena kalau nggak, percuma!

Amsal 1:28 (TB)  Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaku, tetapi tidak akan kujawab, mereka akan bertekun mencari aku, tetapi tidak akan menemukan aku.

Pernah suatu kali aku mengabaikan nasihat kawan hidupku, akibatnya aku kena batunya.  Begitu masalah terjadi, kawanku ini berkata, "Sudah kubilang kan?".
"Trus, gimana dong? Aku harus gimana? ", aku bertanya.
Kami berdua berpikir dan mencari solusi untuk masalah tersebut, kami gak menemukannya. Akibatnya, kami berdua harus menanggung akibat dari kesalahan yang kubuat.

Saat hikmat itu datang, jangan pernah menolaknya!Bukakan pintu lebar-lebar baginya.
Jangan sok tau!
Jangan sok pintar!
Akan datang saatnya dia menolak saat kita mencarinya!

1 Korintus 1:9 (TB)  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Pagi ini,  aku tes kehamilan. Dan hasilnya positif. Yay... !!! 🙌 Awalnya aku terkejut karena aku dan suami memang belum berencana untuk menambah momongan, tapi di sisi lain aku senang banget karena aku tahu ini anugerah Tuhan bagi keluarga kami. Tuhan masih mempercayai kami menjadi orang tua lagi,  itu suatu kehormatan.
Terkejut.
Senang.
Kuatir.
Takut.
Bahagia.
Semua perasaan campur aduk.

Tetapi ayat ini mengingatkanku bahwa Allahku adalah Allah yang setia. Aku diteguhkan kalau aku gak perlu kuatir. Dia sekali-kali gak akan meninggalkan kami. Segala kekuatiran dan ketakutanku kutaruh di kaki Tuhan. Dia setia. Selama ini Dia setia memelihara keluarga kami. Gak ada yang perlu aku kuatirkan.  Anakku sehat dan bertumbuh baik di dalam perutku. Amin.

Kasongan,  1 September 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 18-19, 2 Petrus 4, Amsal 31


Yehezkiel 18:29 (TB)  Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

Hari ini aku sempat berpikir, "Kenapa Tuhan hal ini terjadi seperti ini? Kenapa gak begini?"
Lalu Tuhan ingatkan aku, "Emang yang Tuhan siapa?"
Nah looo....!!!
Terkadang manusia (baca:aku) mempertanyakan keputusan Tuhan, menanyakan kenapa begini kenapa begitu, kenapa gak seperti ini, kok gak gitu. Lah, yang Tuhan siapa coba?
Tuhan gak pernah salah!
Seringnya, aku yang gak ngerti maksud Tuhan.
Aku terbatas dalam memahami maksud Tuhan dan jalan-jalanNya tapi Tuhan gak pernah salah. Aku gak perlu meragukan setiap jalanNya.
Hari ini aku sempat berpikir, "Kenapa Tuhan hal ini terjadi seperti ini? Kenapa gak begini?"
Lalu Tuhan ingatkan aku, "Emang yang Tuhan siapa?"
Nah looo....!!!
Terkadang manusia (baca:aku) mempertanyakan keputusan Tuhan, menanyakan kenapa begini kenapa begitu, kenapa gak seperti ini, kok gak gitu. Lah, yang Tuhan siapa coba?
Tuhan gak pernah salah!
Seringnya, aku yang gak ngerti maksud Tuhan.
Aku terbatas dalam memahami maksud Tuhan dan jalan-jalanNya tapi Tuhan gak pernah salah. Aku gak perlu meragukan setiap jalanNya.

Amsal 31:11 (TB)  Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.

Ayat ini membuatku merenung dan bertanya-tanya ke diriku sendiri :
Apakah aku istri yang dapat dipercaya?
Adakah hal-hal yang kusembunyikan dari suami?
Apakah semua hal yang dipercayakan padaku bisa aku kerjakan dengan baik?
Apakah aku melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan rumah tanggaku?
Apakah suamiku perlu selalu mengingatkanku?
Apakah hasil pekerjaanku berbeda saat dilihat dan tidak dilihat?

Aku belum sepenuhnya dapat dipercaya. Seringkali aku mengerjakan pekerjaan rumah tanggaku dengan asal saja. Aku masih perlu diingatkan untuk banyak hal. Aku cenderung berusaha lebih saat diperhatikan. Ada hal-hal yang masih ingin kusembunyikan dari suamiku.
Harus segera tobat, belajar menjadi isteri yang dapat dipercaya. Dari hal terkecil sekalipun.

Obaja 1:3 (TB)  Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?"

Memikirkan hasil tes redistribusi PNS yang aku ikuti minggu lalu membuat aku sombong,  aku merasa kalau aku kandidat yang paling pas menduduki jabatan tersebut karena pangkat dasarku sudah mencukupi dan aku punya pengetahuan dasar yang diperlukan pada jabatan tersebut, dari kandidat-kandidat yang ada hanya aku yang pernah menangani perencanaan dan program tersebut. Aku lupa kalau Tuhan berdaulat, Dia bisa mengangkat siapapun yang Dia mau untuk jabatan tersebut. Aku gak berhak untuk sombong sekalipun secara pengalaman aku lebih baik. Tuhan berdaulat, Dia tahu yang terbaik. Bahkan pengalamanku pun adalah pemberian Tuhan, aku gak berhak untuk menyombongkannya. Segala sesuatu yang aku banggakan adalah pemberian Tuhan semata. Bagianku adalah menerima apapun juga keputusanNya dengan sukacita.

🙏 Tuhan, ajari aku untuk tunduk pada keputusanMu. Engkau berdaulat dan aku mau bersyukur apapun hasil tesnya nanti.Aku mau bersukacita apapun keputusan Tuhan nanti. Saat ini, ajari aku juga untuk merendahkan hatiku. Karena semua pengalaman dan kemampuan yang aku miliki, semuanya dari Tuhan saja. Amin.

Kasongan,  31 Agustus 2017
-Mega Menulis-

Yehezkiel 16-17, 2 Petrus 3, Amsal 30

Yehezkiel 16:15-21

Yerusalem malah mempergunakan SEGALA PEMBERIAN TUHAN kepadanya untuk menyembah berhala:kecantikannya, pakaiannya, minyaknya, ukupannya, perhiasannya, bahkan anak-anaknya. Bukannya memakai yang ada padanya untuk memuliakan Tuhan, ia malah bersundal dengan semua yang ada padanya.

Apakah semua yang ada padaku sudah kupakai untuk kemuliaan Tuhan? Atau jangan-jangan aku seperti Yerusalem yang menggunakan semuanya untuk menyembah yang lain selain Tuhan. Apakah hidupku dan segala yang ada padaku sudah memuliakan Tuhan? Sepertinya belum.

Yehezkiel 17:18 (TB)  Ya, ia memandang ringan kepada sumpah dan mengingkari perjanjian. Sungguh, walaupun ia menyungguhkan hal itu dengan berjabat tangan, tetapi ia melanggar semuanya itu, maka ia tidak dapat luput.

Jangan pernah melanggar sumpah dan perjanjian yang kita ucapkan di hadapan Allah. Karena kita tidak akan terluput dari semuanya.
Perjanjian apa saja yang aku pernah ucapkan di hadapan Allah?
BANYAK.
Sewaktu aku lahir baru, aku berjanji kalau aku akan selalu menyenangkan hati Tuhan dan setia, aku mau cinta Tuhan selama-lamanya. Nyatanya? Aku lebih sering menyenangkan diriku sendiri.
Sewaktu aku pelayanan di kampus, aku berjanji memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang aku lakukan. Ternyata aku sering melakukan sesuatu sesukanya dan asal jadi, aku gak melakukan yang terbaik.
Sewaktu aku mendapat pekerjaan yang aku doakan, aku berjanji menjadi berkat di tempat kerjaku, tapi nggak tuh ternyata.
Dan masih banyak lagi.

Diingatkan janji-janjiku pada Tuhan dan bagaimana ternyata aku belum memenuhinya, aku merasa gagal. Aku harus terus berusaha memenuhi apa yang aku janjikan. Gak boleh mudah berjanji tapi mudah juga melupakan.

🙏 Tuhan, aku mau memenuhi setiap yang aku janjikan dengan pertolonganMu saja. Aku gagal kalau mengandalkan diriku sendiri ya Tuhan. Aku perlu Tuhan. Amin.

Amsal 30:16 (TB)  Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: "Cukup!"

Berkata cukup itu gak mudah, apalagi kalau punya keinginan seabrek-abrek dan suka mengkhayal kejauhan seperti aku ini. Pengen ini itu. Seminggu yang lalu kami sekeluarga pergi berlibur ke Jakarta karena pengen sekali rasanya berlibur bareng, pas juga aku dapat izin dari bos mengikuti tes di Jakarta yang gak memotong cuti. Pikiran kami, ah kapan lagi nih bisa berlibur puas kayak gitu. Padahal tahun ini, pas bulan Maret kemaren kami dah dapat blessing untuk liburan sekeluarga ke Jogja. Tapi tetap aja bulan ini kami memaksakan diri pergi ke Jakarta,padahal pas ngobrol sama suami dulu, kami berencana untuk liburan bareng setahun sekali saja, eh...   Ternyata kami sendiri yang melanggarnya. Kami pergi dengan menggunakan kartu kredit #sigh, akibatnya dua bulan depan dah dipastikan kami akan mengencangkan ikat pinggang banget.

Ternyata kalau gak bisa bilang "CUKUP"  tu yang rugi diri sendiri, hiks. Aku perlu tegas berkata "cukup"  dan gak menginginkan sesuatu terus-menerus tanpa berpikir.

2 Petrus 3:18 (TB)  Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Bertumbuh dalam :
👉 kasih karunia
Saat kita bertumbuh dalam kasih karuniaNya maka kita akan menyadari bahwa anugerah keselamatan akan Tuhan bukanlah keleluasaan  untuk berbuat dosa tetapi keleluasaan menjadi anak Tuhan. Kita menerima pemberian yang begitu besar dan gak bisa kita balas sehingga mengasihi adalah cara kita bersyukur.
👉 pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita,  Yesus Kristus
Semakin hari apakah kita dipenuhi kerinduan mengenal Tuhan atau ngga. Apakah mengenalNya melebihi segalanya yang kita inginkan.
Untuk apa? Untuk kemuliaanNya.
Bukan untuk keuntungan diri sendiri.

Kasongan,  30 Agustus 2017
-Mega Menulis-

Lukas 23, Amsal 23

Amsal 23 Scripture       Amsal 23:29 (TB)  Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah? Siapa mendapat cidera t...