.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, September 23, 2017

Daniel 7-9, Amsal 15, 1 Korintus 15

Daniel 8:27 (TB)  Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Daniel 9:22 (TB)  Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa ada saat dimana kita gak memahami nubuatan atau apa yang diperlihatkan Allah pada kita, Daniel mengalaminya. Aku gak mengerti apa yang Tuhan maksud saat membaca apa yang Tuhan tunjukka  ke Daniel,  Daniel pun nggak rupanya. Walaupun gak ngerti,  Daniel berdoa dan bermohon pada Tuhan dengan tekun, pada akhirnya Tuhan memberi pengertian itu dengan memberi akal budi bagi Daniel.

Kalau selama ini aku gak paham firman Tuhan yang kubaca atau hal-hal yang terjadi,aku harus tekun berdoa dan bertanya pada Tuhan supaya Tuhan berkenan memberikan pengertianNya. Jangan menyerah. Tetap tekun mencari Tuhan. Pada saat Tuhan berkenan, pengertian itu akan didapat.

Amsal 15:17 (TB)  Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.

Aku gak terlalu suka makan sayur, jadi membayangkan makan sayur tok jadi gimana gituuuu.... Tapi dalam beberapa minggu ini ada kesempatan kami merasakan makan nasi dengan sayur tok, dan ternyata enak aja. Lol. Yang kita makan gak lebih penting kok dari kedamaian di dalam keluarga.

Aku bersyukur untuk kasih dan damai sejahtera yang ada di dalam keluarga kami saat ini. Bukan sekedar karena apa yang kami makan,  apa yang kami beli atau apa yang kami miliki. Saat kami bersyukur untuk yang kami miliki, kami diingatkan bahwa pemeliharaan Allah atas hidup kami sempurna. Saat kami bersyukur ada kasih dan damai sejahtera dalam keluarga, kami diingatkan kalau Allah hadir di tengah-tengah keluarga kami dan kami harus senantiasa menjadikan dia kepala atas rumah tangga kami.

1 Korintus 15:36 (TB)  Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

Jadi ingat ayat ini:
Yohanes 12:24 (TB)  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Biji harus mati sebelum ditaburkan di tanah dan menghasilkan banyak buah. Aku harus mati untuk diri sendiri supaya aku bisa hidup bagi Tuhan dan menghasilkan banyak buah.

Apa saja yang harus kumatikan? Banyak!
Aku harus mematikan keegoisanku supaya aku bisa mengasihi dan melayani sesama.
Aku harus mematikan kesombonganku supaya aku menyadari kalau tanpa Tuhan aku bukan apa-apa dan hanya Dia yang layak menerima pujian.
Aku harus mematikan keinginanku untuk menuruti mulutku dan memuliakan Tuhan melalui apa yang aku makan.
Aku harus mematikan keinginanku untuk protes ke Tuhan setiap aku gak mendapatkan apa yang kuinginkan supaya aku belajar bersyukur selalu.

Kasongan, 15 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...