.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, September 23, 2017

Ester 1-5, Amsal 22, 2 Korintus 6

Ester 1:4, 11 (TB)  Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.
Buat apa sih Raja Ahasyweros MEMAMERKAN kekayaan kerajaannya sampai 180 hari? Enam bulan bo! Bahkan endingnya, ratunya sendiri dipanggil hanya untuk memperlihatkan kecantikannya. Mungkin kalau aku jadi Ratu Wasti pun aku akan menolak. Tapi rupanya hal ini dipandang bersalah oleh raja dan penasihatnya karena:
 Wasti adalah seorang isteri dan seorang isteri harus tunduk pada suaminya.
 Wasti adalah ratu dan dia menjadi teladan, apa yang dilakukannya akan dicontoh oleh para isteri di negeri itu.


Ester 2:15, 17 (TB)  Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.
Aku belajar dari Ester. Luar biasa bagaimana dia MAU MENDENGARKAN NASIHAT Hegai. Dia tahu Hegai adalah sida-sida raja, penjaga para perempuan. Siapa lagi yang lebih tahu apa yang disukai dan tidak disukai raja selain Hegai. Ester gak sok tahu, tapi dia berusaha mendapatkan perkenan raja dengan menuruti Hegai. Pada akhirnya apa yang dilakukannya berbuah manis, ia mendapatkan kedudukan sebagai ratu.

Ester 4:14 (TB)  Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
"Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
Siapa yang tahu saat itu kalau Tuhan akam memakai kedudukan Ester untuk menyelamatkan satu bangsa. Kupikir Mordekhai yang menyuruh Ester gak tahu, Ester pun gak tahu, tapi TUHAN tahu.
Kita pun sama, kita gak pernah tahu kenapa Tuhan menempatkan kita di posisi kita saat ini, siapa yang akan kita temui, siapa yang akan diubahkan hidupnya, atau apa pengaruh yang akan kita bawa,tapi TUHAN tahu. Jadi, kita harus tetap hidup dalam kasih dan kekudusan,  siapa tahu hidup suatu bangsa dipengaruhi hidup kita. Tuhan punya rencana untuk hidup kita, maukah kita berjalan dalam rencanaNya? Stop mengeluh,  stop komplain, stop merengek,  stop being self-pity, diamlah di negeri dan berlaku setia. Lihatlah apa yang akan dilakukan Tuhan nanti.Nantikan Tuhan.

Amsal 22:7 (TB)  Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.
Sampai sekarang aku menetapkan:
 Gak berhutang untuk keperluan yang bukan investasi (rumah, tanah, dll). Artinya kalau sekedar untuk bersenang-senang yang gak ada artinya, aku gak akan melakukannya (tapi baru-baru ini aku melakukannya dan menyesalinya).
 Memakai kartu kredit hanya jika yakin sewaktu jatuh tempo ada uang untuk membayarnya karena memang lebih praktis dan gak perlu bawa uang cash kemana-mana. O, iya dan untuk jualan enak pakai kartu kredit,begitu barang dibayar oleh pelanggan baru aku bayarkan ke penyedia.
Tapi beberapa minggu ini aku sempat terpikir untuk berhutang dengan seorang teman gara-gara nekat berlibur beberapa minggu yang lalu dengan kartu kredit,  menurut perhitunganku sih saat jatuh tempo nanti ada saja uang untuk membayarnya walaupun bulan depan kami harus menghemat. Tapi aku dah ancang-ancang mau pinjam dengan temanku kalau ternyata kurang.
Aku ditegur baca ayat hari ini, aku gak akan minjam dengan temanku, aku akan menanggung kesalahanku dengan berhemat dari gaji yang ada. Mulai hari ini aku :
 Makan secukupnya,  gak menuruti nafsu
 Belajar merasa cukup dengan apa yang dimiliki
 Membeli barang yang dibutuhkan saat ini, bahkan gak nyetok barang dengan alasan mumpung diskon
 Gak bergaya hidup berlebih, yang mahal itu gaya hidup bukan biaya hidup

2 Korintus 6:4-10 (TB)  Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa
dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.
Paulus menasihati jemaat di Korintus dan kita supaya mengikuti teladannya gak menjadi batu sandungan bahkan menunjukkan diri kita pelayan Allah dengan cara seperti pada ayat di atas. Kita juga menunjukkan bahwa kita pelayan Allah dengan cara demikian :
 bersabar saat menderita
 bepengharapan saat kesulitan datang
 memberi dalam kekurangan
 berkata dengan lembut saat orang lain berkata kasar
 memaafkan saat disakiti
 menjadi orang yang dapat dipercaya dalam segala hal
 jujur bahkan saat orang lain berbuat curang
 dalam pekerjaan melakukan yang terbaik bahkan saat bos gak ada
 dalam rumah tangga penuh kasih mesra
 mendidik anak dengan kasih dan disiplin
Pelayan Tuhan alias anak Tuhan tampil beda supaya hidupnya jadi kesaksian bagi banyak orang. Hidup dalam kasih dan kekudusan sehingga jadi teladan dan Tuhan dimuliakan. Percaya gak percaya sih, hidup yang seperti ini menarik banyak orang untuk lebih mengenal Allah yang kita sembah.

Kasongan,  22 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...