.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, September 5, 2017

Ratapan 1-2, 1 Petrus 2, Amsal 24

Ratapan 1:9 (TB)  Kenajisannya melekat pada ujung kainnya; ia tak berpikir akan akhirnya, sangatlah dalam ia jatuh, tiada orang yang menghiburnya. "Ya, TUHAN, lihatlah sengsaraku, karena si seteru membesarkan dirinya!"

Saat hukuman Tuhan menimpa, hanya tersisa ratapan. Makanya,  sebelum berbuat sesuatu,  sebelum terjatuh begitu dalam
👉 BERPIKIR.
JANGAN PERNAH melakukan sesuatu tanpa berpikir! Nanti saat sudah jatuh terlalu dalam, saat hukuman menimpa maka hanya bisa meratap.

Ratapan 1:18 (TB)  "TUHANlah yang benar, karena aku telah memberontak terhadap firman-Nya; dengarlah hai segala bangsa, dan lihatlah kesedihanku; dara-daraku dan teruna-terunaku pergi sebagai tawanan.

Membaca Ratapan 1 aja sudah berasa sedihnya saat hukuman Tuhan menimpa saat memberontak terhadap firmanNya.
👉 Tahu kebenaran firman Tuhan dan lakukan! Dan jangan pernah memberontak. Jangan mengambil posisi melawan Tuhan.

1 Petrus 2:22 (TB)  Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

Ayat ini mengingatkanku pada bacaan kemaren yang berkata:Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.Aku jadi menyadari betapa luar biasanya Tuhan, Dia tidak meminta kita melakukan apa yang Dia gak lebih dulu lakukan. Saat Dia memerintahkan kita hidup dalam kekudusan maka Dia sudah memberikan teladan yang kuat dalam Yesus. Yesus gak berbuat dosa karena Dia MEMILIH untuk hidup dalam kekudusan.

Pada pasal hari ini diceritakan lagi bagaimana Yesus yang gak pernah berbuat dosa dan tipu tapi harus menanggung penderitaan, eh tapi Yesus gak pakai mencaci-maki, ngomel-ngomel, mengancam, curhat gak jelas, dll seperti yang biasa kita lakukan. Dia menyerahkan semua masalahnya pada BAPA-Nya. Teladan kuat lagi kan?

👉  Saat aku dihadapkan pada berbagai situasi, aku perlu berpikir, apa teladan yang Yesus berikan saat menghadapi hal seperti ini. Apa yang akan Dia lakukan kalau berada di tempat istimewaku, lalu aku HARUS BELAJAR lakukan hal itu!

🙏  Tuhan Yesus, aku mau belajar dariMu bagaimana saat menghadapi banyak hal,  aku mau belajar memperlakukan sesamaku sebagaimana Tuhan Yesus memperlakukan mereka. Tolong aku yang sering ngeyel ini ya Tuhan. Amin

Amsal 24:29 (TB)  Janganlah berkata: "Sebagaimana ia memperlakukan aku, demikian kuperlakukan dia. Aku membalas orang menurut perbuatannya."

Hari ini aku mau berkata:Sebagaimana orang lain memperlakukan aku,  aku akan membalas dia menurut apa yang dilakukan Yesus.
Yesus gak mencaci maki saat dihina.
Yesus mengampuni dan mendoakan saat disakiti.
Yesus memberi jawaban yang tepat pada saat orang lain berkata-kata padaNya.
Yesus mengasihi mereka yang membenci Dia.
Yesus rela berkorban bahkan untuk mereka yang jahat.

👉 Yesus adalah teladan sempurna bagaimana memperlakukan sesamaku. Aku harus mengikuti teladanNya.

Kasongan,  24 Agustus 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...