.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, September 5, 2017

Yehezkiel 22-23, 1 Korintus 2, Amsal 2

Yehezkiel 22:8 (TB)  Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan

Baca ayat ini berasa ditampar,  terkadang aku juga menganggap riangan terhadap hal-hal yang kudus bagi Tuhan. Aku menganggap ringan dosa-dosa tertentu dibanding dosa lain, padahal dosa ya dosa.

Yehezkiel 23:4, 11 (TB)  Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.
Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya.

Analogi ini juga sangat mengena,  gambaran bagaimana Ohola (=Samaria) yang hidup dalam dosa dan Oholiba (=Yerusalem) yang hidup dalam dosa yang lebih parah lagi padahal dia melihat apa yang terjadi pada kakaknya itu. Saat aku mulai iri melihat orang berdosa yang hidupnya baik-baik saja lalu aku mulai menirunya maka aku sudah menjadi Oholiba. Aku akan jatuh dalam dosa yang lebih parah lagi.

1 Korintus 2:9 (TB)  Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." 

Saat terjadi sesuatu dalam hidup kita,  reaksi kita macam-macam, terkadang bisa berupa:heran,  senang, takut, terkejut, dll. Sepanjang hari kemarin,  saat aku mengingat kehamilanku, aku berkata sama Tuhan banyak hal:
"Kok sekarang ya Tuhan? Kenapa gak nunggu Sara agak gedean, atau kalau papa Sara dah dapat kerjaan tetap? " (Karena memang sejujurnya kami belum siap. Tapi di saat seperti itu aku diingatkan 👉 Emang Tuhannya siapa Meg, kok kamu yang mau ngatur? 😂 Tuhan berdaulat atas hidupku.)
"Kenapa Tuhan berikan kami anugerah ini untuk yang kedua kalinya,  banyak teman dan saudaraku yang menikah dan belum dikarunia anak. Bahkan ada yang harus berusaha setengah mati untuk mendapat anak. " (Dan aku jatuh dalam doa, supaya Tuhan memberikan berkat yang sama kepada kawan dan saudaraku yang belum menerima anugerah yang sama.Diingatkan kalau Tuhan juga berdaulat atas hidup mereka dan Dia juga punya rencana indah atas hidup mereka. )
"Terima kasih Tuhan buat anak yang ada di kandunganku sekarang." (Aku kemarin tahu ada temanku yang gagal program bayi tabungnya, sementara Tuhan berikan anugerah ini cuma-cuma bagi kami. Bahkan kalau diingat, dengan adanya miom di rahimku, sungguh karena kebaikanNya saja aku bisa hamil. Gimana hatiku gak limpah dengan syukur mengingat kebaikanNya.)
"Tuhan,gimana aku menjalani kehamilan ini, mengingat waktu hamil Sara kemarin aku sering tepar terus sekatang Sara masih kecil dan butuh perhatian?" (Lalu aku ingat bagaimana luar biasa pemeliharaan Tuhan selama kehamilanku dulu, Dia sungguh setia kok, penjagaanNya sempurna,  aku hanya harus percaya penuh padaNya. "

Kemarin, untuk kesekian kali dalam hidupku, aku menerima" Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia." Dan aku sadar, itu semua supaya aku semakin dekat dengan Dia,  Sang Pemberi.  Supaya aku menyadari kalau Dia sunguh berdaulat atas hidupku, bahwa kehendakNya yang jadi dalam hidupku, bukan kehendakku, dan rancanganNya jauh lebih indah. Aku menerima semua yang gak pernah kubayangkan supaya aku belajar lagi mempercayai Dia sepenuhnya, Dia mengasihiku dan aku gak pernah dikecewakan saat berharap padaNya.

Amsal 2:20 (TB)  Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.

... peliharalah jalan-jalan orang benar.
Memelihara sesuatu memerlukan ketekunan dan usaha. Aku membayangkan seseorang yang menanam dan memelihara tanaman, ada proses menyiram , memupuk,  menggemburkan tanah, membersihkan rumput, dll. Ada kalanya cuaca panas, sibuk, dll yang membuat malas mengurus tanaman. Tapi kalau ingin tanaman tumbuh dengan baik,  sesulit apapun keadaan, tanaman tersebut harus mendapatkan segala yang diperlukannya untuk bertumbuh.

Demikian juga kalau aku mau tetap berada di jalan yang benar dan terus hidup dalam kebenaran maka aku harus melakukan segala yang diperlukan untuk memelihara jalan orang benar :
👉 Mendengarkan YANG BENAR(Suara Tuhan harus selalu kudengar supaya aku gak menyimpang dari kebenaran)
👉 Tetap melakukan yang benar meskipun sulit, bahkan sekalipun orang lain melakukan yang gak benar

Kasongan,  2 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

1 Petrus 1

1Petrus 1:13-25 Scripture 1 Petrus 1:14 (TB)  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada wak...