.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, September 5, 2017

Yehezkiel 24-27, 1 Korintus 3, Amsal 3

Yehezkiel 24:16, 18 (TB)  "Hai anak manusia, lihat, Aku hendak mengambil dari padamu dia yang sangat kaucintai seperti yang kena tulah, tetapi janganlah meratap ataupun menangis dan janganlah mengeluarkan air mata.
Pada paginya aku berbicara kepada bangsa itu dan pada malamnya isteriku mati. Pada pagi berikutnya aku melakukan seperti diperintahkan kepadaku.

Ketaatan Yehezkiel dalam menyampaikan suara Tuhan sungguh luar biasa, bahkan saat Tuhan menggunakan kematian isterinya sebagai tanda, Yehezkiel gak sekalipun protes, dia tetap taat dan menyampaikan perkataan Tuhan kepada Yerusalem. Kalau dipikir-pikir, ini isterinya lo, bagaimana bisa dia menuruti perintah untuk gak meratap?Tapi dia melakukan seperti yang diperintahkan. Ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa. Kalau aku di posisi Yehezkiel aku gak yakin sanggu melakukan hal yang sama. Tapi dari sini aku belajar, begitulah saat kita mengasihi Tuhan lebih dari segala yang kita miliki. Tuhan saja yang jadi fokus.

Yehezkiel 25:1-2 (TB)  Datanglah firman TUHAN kepadaku:
"Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada bani Amon dan bernubuatlah melawan mereka!

Saat Tuhan memberikan kepada Yehezkiel nubuatan mengenai bani Amon, Moab,  orang Edom, orang Filistin dan Tirus aku ngerasain banget kalau Tuhan sangat mengasihi Israel. Tuhan menghukum mereka karena perbuatan mereka pada Israel, Israel tetap jadi anak kesayangan Tuhan,  bahkan saat dia jatuh pun Tuhan tetap memandang bersalah mereka yang mengejek Israel.

Amsal 3:9 (TB)  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

"Muliakan Tuhan dengan hartamu...." berarti :
👉 Memberikan harta kita sebagai persembahan dengan sukacita kepada Tuhan
Tuhan gak butuh harta kita sebenarnya,  Dia Allah yang kaya, tetapi memberikan persembahan adalah bentuk ucapan syukur kita kepada Tuhan. Memberikan peraembahan juga merupakan bentuk ketaatan kita,  di dalam pemberian persembahan juga akan terlihat seberapa besar kita mempercayai pemeliharaan Tuhan atas hidup kita. Dan Tuhan dimuliakan saat kita MENGUCAP SYUKUR PADANYA, TAAT PADANYA DAN PERCAYA PADA PEMELIHARAANNYA.
👉 Menggunakan harta kita untuk hal-hal yang berkenan padaNya
Allah gak hanya dimuliakan dengan persembahan yang kita berikan, tetapi bagaimana kita menggunakan yang tersisa pada kita pun dapat memuliakan Tuhan. Jangan pernah berpikir, ah aku sudah memberikan perpuluhan, persembahan syukur,  dll, sisanya boleh nih kugunakan sesukaku untuk membeli yang aku mau. No! Gak bisa gitu. Tuhan gak melarang kita bersenang-senang dengan pemberianNya, tapi saat kita menggunakan harta yang ada pada kita dengan cermat, bertanggung jawab dan memikirkan bagaimana menggunakan harta kita yang lebih memuliakan Tuhan. Kita akan menggunakan harta kita dengan cara berbeda. Kita akan mulai bertanya, berpikir:apakah Tuhan dimuliakan saat aku membeli ini itu, atau memakai uangku untuk ini itu. Apakah Tuhan lebih dimuliakan saat aku menggunakan hartaku untuk melakukan ini?
👉 Sikap hati dan motivasi kita saat menggunakan harta yang kita miliki adalah untuk Tuhan dan memuliakan Dia
Harta kita dapat menjadi sarana memuliakan Tuhan,tergantung pada motivasi kita menggunakannya. Bisa jadi lo saat kita memberi kepada orang the lain hanya untuk dilihat sebagai orang yang murah hati, bukannya menjadi saluran kasihNya Tuhan. Ini ma bukan memuliakan Tuhan.

🙏 Tuhan, aku mau memuliakan Engkau dengan segala harta yang aku miliki. Berikan aku hikmat dalam menggunakannya sesuai kehendakMu saja. Amin.

1 Korintus 3:7 (TB)  Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus yang terpecah menjadi golongan Apolos dan Paulus untuk gak fokus pada hal yang salah, karena itu akan menimbulkan perselisihan. Saat kita gak fokus pada Tuhan maka sudah pasti fokus kita akan teralih pada hal lain (yang biasanya gak penting).
"Aku dari golongan Apolos", "Aku dari golongan Paulus" 👉 SO WHAT GITU LOH??!!!
Sama dong seperti zaman sekarang:
"Yang benar tuh baptis percik", "Yang benar tu baptis selam" 👉 Lah, padahal sama-sama dibaptis dalam nama Allah Bapa, Allah Putra dan Roh Kudus.
"Ngapain berdoa pakai nangis-nangis segala", "Berdoa kok kayak gak ada roh Tuhan, datar, ga ada isinya" 👉 Padahal  kan berdoa tu berkomunikasi sama Tuhan, ekspresi kita masing-masing beda. Ngapain ngurusin cara orang lain yang berdoa?

Jangan gagal fokus! Fokus pada Tuhan  saja. Jangan meributkan hal yang gak penting. Allah  saja yang terpenting. Fokus pada hal gak penting membuat kita jadi lupa mengasihi dan sibuk menghakimi orang lain. Fokus pada Tuhan secara benar gak akan memecah belah, tetapi menyatukan. Fokus sama Tuhan gak akan membuat kita menjadi gampang nyinyir tetapi kita akan membangun lewat perkataan kita. Fokus pada Tuhan gak akan memandang orang yang berbeda dengan aneh, tetapi kita akan memandang dengan kasih. Fokus pada Tuhan membuat kita semakin mengasihi, karena Dia itu kasih.

👉  Aku sering juga gagal fokus. Aku mau fokus pada Tuhan supaya melakukan yang benar dan punya sikap hati yang benar.

Kasongan,  3 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

1 Petrus 1

1Petrus 1:13-25 Scripture 1 Petrus 1:14 (TB)  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada wak...