.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, September 5, 2017

Yehezkiel 32-34, 1 Korintus 5, Amsal 5

Yehezkiel 32:12 (TB)  Aku akan membuat khalayak pengikutmu berebahan oleh pedang para pahlawan, semuanya yang terganas di antara bangsa-bangsa. Kecongkakan Mesir akan dipatahkan dan khalayak pengikutnya semua dipunahkan.

Mesir dipatahkan karena kecongkakannya. Mengingatkanku untuk gak sombong karena Tuhan benci kesombongan. Beberapa minggu ini aku memikirkan hasil tesku di Jakarta dan aku jadi kepedean, emang di antara pesaingku, pangkatku yang tertinggi, trus pengalamanku dalam bekerja yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Sampai-sampai aku berpikir kalau wajar saja aku mendapatkan jabatan itu, sementara kalau gak dapat ada sesuatu yang salah. Aku sombong. Aku lupa kalau semua yang kudapatkan adalah anugerah Tuhan, bukan sekedar karena kemampuanku. Gak ada yang kumiliki, yang kuraih, yang kudapatkan, yang bukan dari Tuhan. Bahkan kemampuan untuk mengerjakannya pun dari Tuhan. Aku gak punya alasan untuk bermegah selain di dalam Dia.

Amsal 5:23 (TB)  Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Orang fasik mati, karena tidak menerima didikan...
Tidak menerima didikan berarti :Tidak mau ditegur. Menolak melakukan yang benar. Marah saat dinasehati.

Kematian di sini bukan sekedar kematian secara fisik, tapi kematian nurani. Seringkali orang fasik bodoh bukan karena dia tidak tahu, dia tahu didikan yang benar tapi dia mengabaikannya dan tidak mau menerimanya.Dia lebih memilih menyenangkan diri sendiri dibandingkan menyenangkan Tuhan. Awalnya pasti ada perasaan tidak nyaman saat kita gak melakukan yang benar padahal kita tahu itu benar, tapi lama-kelamaan kalau terus dilakukan maka seperti orang fasik, kita akan mengalami KEMATIAN NURANI.
Awalnya gak enak dan merasa takut saat korupsi sedikit, tapi lama-kelamaan gak ada lagi rasa takut, tambah banyak pula korupsinya.
Awalnya sedih saat dinasehati suami, tapi karena gak mau terima, lama-kelamaan menjadi marah tiap ditegur dan gak bisa ditegur.
Awalnya korupsi waktu kerja beberapa menit untuk main facebook, lalu bertambah setengah jam untuk ke pasar, lama kelamaan gak ngantor dengan berbagai alasan palsu.

Jangan pernah mengabaikan didikan Meg! Lama-kelamaan kamu gak bisa ditegur dan makin tersesat!

🙏  Tuhan,  aku gak mau mengabaikan teguran dan nasehat yang Tuhan berikan lewat firman Tuhan ataupun orang-orang di sekelilingku.  Tolonglah aku yang sering ngeyel ini. Amin.

1 Korintus 5:8 (TB)  Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Ragi mengembangkan roti dan membuatnya terlihat besar dan bagus , padahal dalamnya berongga, gak sepadat roti yang gak beragi. Tuhan gak mau kehidupan jemaatNya terlihat "wah, indah dan baik" dari luar, tetapi dalamnya kosong. Tuhan ingin jemaatNya hidup dengan kemurnian dan kebenaran,bukan kepalsuan. Dia ingin kita memiliki integritas.

Kita sama seperti roti yang beragi jika:
👉 Rajin baca Alkitab tapi gak ada perubahan hidup dan gak pernah menaati Tuhan.
👉 Bilang mengasihi Tuhan tapi dengan sesama yang kelihatan gak pernah mengasihi.
👉 Pintar ngomongin Alkitab tapi kelakuan gak sesuai dengan yang diomongin.

Kasongan,  5 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Matius 4

Matius 4:1 - 11 Scripture Matius 4:7 (TB)  Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"...