.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, September 11, 2017

Yehezkiel 42-43, 1 Korintus 9, Amsal 9

Yehezkiel 42:14 (TB)  Kalau para imam masuk ke tempat kudus, mereka tidak akan keluar ke pelataran luar, sebelum mereka menanggalkan pakaian mereka di sana, yang dipakainya waktu menyelenggarakan kebaktian, sebab pakaian-pakaian itu adalah kudus. Mereka harus memakai pakaian yang lain, barulah mereka boleh datang ke tempat umat TUHAN."

Betapa ribetnya menghadap Tuhan pada zaman dulu. Dan lagi, ini para imam looo.... Harus menggunakan pakaian khusus, harus memberikan persembahan. Sebenarnya kalau dipikir, zaman sekarang lebih mudah. Karena pengorbanan Yesus, tabir bait suci terbelah dari atas ke bawah, jadi kita bisa menghadap ke tahtaNya denagn penuh keberanian. Keistimewaan luar biasa yang sayangnya sering kita abaikan, kita jadi gak menghargai waktu-waktu pribadi dengan Tuhan. Sayang sekali.

Amsal 9:7 (BIMK)  Kalau orang yang tak mau diajar kautunjukkan kesalahannya, ia akan menertawakan engkau. Kalau orang jahat kaumarahi, ia akan mencaci makimu.

Ternyata aku gak mau diajar, masih susah diajar. Tadi malam suami menasehatiku tentang salah satu kebiasaan burukku, aku bukannya terima eh malah menertawakan suami dan membantahnya. Aku gak menghormati suamiku. Suami menegur lagi dan aku malah ngambek,langsung tidur. Pagi tadi aku bangun dengan perasaan gak enak, memikirkan kejadian semalam. Akhirnya pagi tadi aku minta maaf dan syukurlah suami memaafkan.

Aku harus mengubah kebiasaan burukku,  saat ditegur aku langsung defense dan gak mau berpikir dulu. Lain kali gak boleh terulang lagi! Belajar menerima teguran suami dengan sikap yang benar. Gak boleh langsung membantah.

1 Korintus 9:27 (TB)  Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

“...aku melatih tubuhku...”
Setiap atlet tau pentingnya menjaga kondisi fisik mereka untuk sebuah pertandingan, mereka tidak berlatih baru sehari sebelum pertandingan. Dari jauh-jauh hari mereka bekerja keras, mengatur menu latihan yang sesuai, menu makan yang seimbang baginya, berlatih keras, dan mengorbankan banyak hal.Pokok’e, spending waktu, duit, pikiran, perasaan juga. Ah, lebay kamu Meg!!! Ih, beneran, gak lebay nih. Pernah ga bayangkan perasaan atlet ini, waktu yang lain bermain atau bersenang-senang, eh....dia harus berlatih.

Blom lagi....HARUS DISIPLIN dalam latihan. Believe it or not, atlet yang baik pasti atlet yang disiplin dalam hidupnya! Dan bagaimana om Paulus melatih tubuhnya? Check this!
Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 1 Timotius 4:7b-8

Aku perlu melatih diri beribadah. Berdisiplin supaya aku siap menghadapi pertandingan iman. Menguatkan otot-otot yang diperlukan supaya saat aku bertanding aku menang. Aku perlu berlatih bersabar, mengendalikan diri, mengasihi, dll.

Kasongan,  9 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

1 Petrus 1

1Petrus 1:13-25 Scripture 1 Petrus 1:14 (TB)  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada wak...