.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, September 23, 2017

Zakharia 8-14, Amsal 21, 2 Korintus 5

Zakharia 8:13, 15 (TB)  Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"
maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut!

Agak bingung, kenapa Tuhan mengatakan kepada kaum Yehuda dan Israel supaya jangan takut, padahal Tuhan mau mengampuni dan memulihkan mereka. Apakah mereka takut sama Tuhan dan gak percaya kalau Tuhan mau memulihkan mereka? Apalagi setelah Tuhan menghukum mereka.

Baru takut sama Tuhan setelah murkaNya menimpa?
Jangan deh!
Mendingan dari awal hidup dalam takut akan Tuhan. Hormat pada Tuhan dengan hidup dalam ketaatan padaNya. Jangan nunggu Tuhan marah.

Zakharia 9:9 (TB)  Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Ini adalah nubuatan tentang Yesus!
Kalau baca kisah Yesus di perjanjian baru, kita tahu kalau nubuatan ini telah digenapi.

Dulu aku berpikir kalau keledai adalah binatang yang malas dan bodoh. Ingat peribahasa ini "keledai saja gak jatuh dalam lobang yang sama", jadi kalau sampai mengulangi kesalahan yang sama berarti kita lebih bodoh dari keledai. Tapi aku penasaran dan menemukan ini http://inspirroni.blogspot.co.id/2013/03/mengapa-yesus-memilih-keledai.html?m=1
Ada alasan yang dipakai untuk menunjukkan kenapa keledai yang dipilih. Alasannya keledai melambangkan "humility" atau kerendahan hati atau kemiskinan. Keledai itu memang kontras dengan kuda yang sosoknya anggun dan gagah, jadi keledai itu seolah menggambarkan kesederhanaan. Sebenarnya tidak demikian karena keledai adalah tunggangan yang sangat berharga dan mulia di Timur Tengah. Keledai  itu adalah tunggangan yang dipakai para pemimpin zaman dahulu. Abraham saja memakai keledai sebagai tunggangannya. Yair sebagai Hakim, dalam kitab Hakim-Hakim 10 memakai keledai sebagai tunggangannya saat memerintah Israel selama 22 tahun. Abigail, istri dari Nabal seorang yang kaya menunggangi keledai dalam 1 Samuel 25. Dalam  1 Raja-Raja 1:38 Raja Salomo menaiki keledai setelah diurapi sebagai Raja.

Tuhan mau memakai mereka yang rendah hati!Jadi kalau mau dipakai Tuhan,  kita harus mau merendahkan hati kita, supaya Tuhan dapat memakai hidup kita secara leluasa.

Zakharia 11:16 (TB)  Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan di negeri ini seorang gembala yang tidak mengindahkan yang lenyap, yang tidak mencari yang hilang, yang tidak menyembuhkan yang luka, yang tidak memelihara yang sehat, melainkan memakan daging dari yang gemuk dan mencabut kuku mereka.

👉 Diingatkan berdoa untuk mereka yang dipercayakan Tuhan menggembalakan jemaat Tuhan supaya mereka gak menjadi gembala seperti di ayat ini. Gembala di ayat ini hanya mencari keuntungan diri sendiri dan gak memperhatikan kawanan dombanya.

2 Korintus 5:7 (TB)  — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

Kemaren aku kontrol ke dokter kandunganku. Dokternya sama dengan dokterku waktu hamil Sara. Dia terkejut dengan fakta aku hamil lagi saat masih ada miom ini, apalagi setelah di-USG miomku cukup besar. Banyak sekali nasihatnya, bahkan dengan blak-blakan dia berkata kehamilanku sangat beresiko dan memintaku berhati-hati karena takutnya janinku gak bisa bertahan.

Sewaktu hamil Sara, saat mendengar seperti itu, aku pasti gak bisa menahan air mataku karena takut, aku akan down berhari-hari dan menangis. Kemaren nggak lo, aku lebih tenang. Awalnya aku mengira nasihat dokter gak membuatku down karena sudah pengalaman hamil dengan miom tapi aku mulai gentar sewaktu dokter bilang miomku akan membesar lagi karena pengaruh hormon kehamilan.

Hari ini, baca ayat ini, aku diingatkan lagi kalau hidupku adalah hidup karena percaya, bukan melihat. Demikian juga, aku percaya hidup anak yang kukandung adalah karena percaya. Kehamilan ini adalah perjalanan imanku dan suami. Kami gak boleh lupa kalau Allahku dapat dipercaya,  Dia bertanggung jawab. Saat Dia memberikan anak yang kukandung ini kepada kami, Dia yang akan menjaganya. Kekuatiran itu ada apalagi saat keadaan mulai sulit (aku mengingat sewaktu perutku mulai besar dan berbagai masalah datang), tapi aku harus percaya kalau Tuhanku lebih besar dari segala kekuatiranku.

Saat aku gak melihat alasan untuk percaya, aku akan tetap percaya pada Tuhan. Dia Allah yang dapat dipercaya.

Amsal 21:31 (TB)  Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Untuk kehamilan kali ini aku lebih pede sebenarnya dibandingkan kehamilan pertamaku,mungkin karena sudah sedikit mengerti apa yang harus dilakukan, apa yang harus dimakan, apa yang harus dihindari, kalau terjadi serangan sakit tiba-tiba apa yang harus dilakukan, apa saja yang harus disiapkan di rumah, dll. Sepertinya aku sudah diperlengkapi dengan apa yang kuperlukan, aku bisa bilang kalau lebih siap lah dibandingkan kehamilan pertama.

Lalu saat kontrol ke dokter semalam aku diingatkan kalau ternyata ada yang perlu aku kuatirkan. Dan aku jadi berasa disentil, ADA HAL YANG GAK BISA AKU KENDALIKAN. Menakutkan karena sepertinya hal buruk bisa terjadi. Tapiiii.... Aku menganggap ini baik. Ini membuatku sadar kalau aku butuh Tuhan. Sesiap-siapnya aku menghadapi suatu hal, tetap saja Tuhan yang pegang kontrol. Aku bergantung sepenuhnya pada kasih dan kemurahan Tuhan. Di luar Dia aku gak bisa berbuat apa-apa. Sehebat apapun manusia, hidup kita di tanganNya.

Aku akan jatuh kalau aku mengandalkan diri sendiri. Tapi aku akan tenang kalau mengandalkan Tuhan, Dia lah pemilik hidupku.

Kasongan,  21 September 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...