.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, November 24, 2017

Amsal 24, Yeremia 21

Amsal 24:17 (TB)  Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok,

Aku sedang marah banget dengan seseorang yang bertugas menginput rapelan gajiku. Lama sekali gak dikerjakannya.Sudah berbulan-bulan dari berkas dimasukkan. Kata temanku kalau gak dikasih uang emang gitu orangnya.  Aku sedang galau, nilainya memang gak seberapa tapi aku gak suka dengan praktek pungli seperti ini. Aku dan beberapa teman memang bersamaan mengajukan rapelan dan teman-temanku yang lain sudah bersedia mengumpulkan uang. Aku beneran gak mau. Aku dah ngomel-ngomel' dalam hati seharian ini. Kalau sampai aku ngasih pun, aku dah yakin uang ini gak akan jadi berkat, aku berharap orang itu tertimpa musibah apa gitu, supaya kapok. Aku mengharapkan yang terburuk menimpanya. Bahkan aku berniat melaporkan ke saber pungli supaya dia kapok, dipecat sekalian pun syukurin. Karena bukan sekali dua kali dia melakukan ini, sudah banyak yang kena.

🙏 Tuhan,  Engkau tahu hatiku sekarang dipenuhi amarah. Tolong aku ya Tuhan, berikan aku hati yang penuh damai sejahtera. Mampukan aku melakukan yang benar. Amin.

Yeremia 21:12 (TB)  "Beginilah firman TUHAN, hai keturunan Daud: Jatuhkanlah hukum yang adil setiap pagi dan lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, supaya kehangatan murka-Ku jangan menyambar seperti api dan menyala-nyala dengan tidak ada yang memadamkannya, oleh karena perbuatan-perbuatanmu yang jahat!

Saat aku mengharapkan hukuman terburuk bagi yang berbuat jahat, Tuhan menjatuhkan hukuman yang adil. Tiap aku dijahatin orang, aku harus ingat kalau Tuhan itu adil.

Kasongan,  24 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 23, Yeremia 20

Amsal 23:25 (TB)  Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.

Baru-baru ini mendengarkan curhatan seorang teman yang bermasalah dengan suaminya bahkan ingin pergi dari rumah karena merasa suaminya lebih memperhatikan mertuanya. Aku bilang sama temanku untuk gak melakukan itu dan bersabar, sebagai anak pastilah suaminya ingin menyenangkan orang tuanya selagi masih ada kesempatan. Lebih baik berbicara mengenai apa yang dia rasakan ke suami daripada langsung pergi.
Aku cerita ke suamiku dan berdiskusi bersama bagaimana kalau suatu hari itu terjadi pada kami. Dan pada prinsipnya kami yakin kalau seorang anak pasti ingin menyenangkan orang tuanya tapi mungkin perlu lebih mengkomunikasikan ke pasangan dengan baik segala tindakan supaya pasangan gak merasa terabaikan.
 Aku gak boleh lupa kalau orang tua suami adalah orang tuaku juga jadi aku harus belajar menyenangkan mereka seperti menyenangkan orang tuaku.
 Jujur dengan suami apa yang aku rasakan supaya gak memendam perasaan dan meledak suatu saat.

Yeremia 20:13 (TB) Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Hari ini Tuhan ingatkan untuk menyanyi bagi Tuhan. Memuji Tuhan untuk segala yang diperbuatNya dalam hidupku. Bersyukur betapa banyak berkat yang Dia berikan.
 Bersyukur sampai sekarang kehamilanku gak bermasalah. Yes I know miom masih ada, tapi dibanding kehamilan Sara semalam, aku merasakan yang ini smooth banget. Gak ada mual muntah, gak ada kontraksi, gak ada rasa sakit. Tuhan sungguh jagai aku dan bayiku.
 Bersyukur karena hubungan dengan mertua sangat baik sampai saat ini. Gak terbayangkan kalau konflik dengan mertua, kasihan suami.
 Bersyukur karena kemarin masih bisa ngobrol dengan mamah di telepon dan tahu kalau mamah sehat. Terima kasih Tuhan karena masih memberi kesehatan buat mamah.
 Bersyukur tadi malam hujan sepanjang malam sampai pagi. I love the rain 
 Bersyukur karena bulan ini ada diskon di Foodmart, bisa beli popok dan susu dengan murah. Tuhan sungguh tahu keperluanku.
 Bersyukur karena Tuhan berikan cuaca yang cerah pagi ini jadi aku gak perlu berangkat ke kantor kehujanan. Tuhan tahu kami belum punya mobil 
 Bersyukur buat pekerjaanku saat ini. Tuhan berikan lingkungan pekerjaan yang nyaman,  teman-teman yang membantu pekerjaan jadi aku gak terlalu capek.
 Bersyukur melihat perkembangan dan pertumbuhan Sara yang sehat dan aktif. Sara memang sedang susah makan tapi itu karena banyak giginya yang tumbuh.
 Bersyukur untuk suami yang setia. Biarpun omongannya kadang gak enak, tapi itu karena dia jujur. Bersyukur karena dia gak pernah kehilangan kesabaran menghadapi istrinya yang kadang keras kepala ini.
 Bersyukur karena merasakan Tuhan dekat dan Dia sungguh perhatikanku.

Kasongan,  23 November 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, November 22, 2017

Amsal 22, Yeremia 19

Amsal 22:13 (TB)  Si pemalas berkata: "Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan."

Alasan yang konyol dari orang malas.  Ya, orang malas selalu punya alasan yang gak masuk akal. Aku ingat beberapa teman yang suka memberikan alasan gak masuk akal karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Dan aku paling kesal karena ini menghambat pekerjaanku yang sering berhubungan dengan mereka.

Aku harus mengerti mana alasan yang masuk akal dan mana yang tidak. Belajar  mengendalikan diri saat berhadapan dengan orang-orang seperti ini aku harus belajar mengendalikan diri. Ada saatnya untuk marah, ada saatnya untuk menahan amarah. 

🙏 Tuhan,  tolong aku mengendalikan diri dan gak dikuasai amarah saat berhadapan dengan orang malas yang suka mencari alasan. Amin.

Yeremia 19:15 (BIMK)  bahwa TUHAN Yang Mahakuasa, Allah Israel, berkata begini, "Karena kamu keras kepala dan tak mau mendengarkan, maka Aku akan mendatangkan ke atas kota ini dan ke atas semua desa di sekitarnya segala bencana yang telah Kurencanakan."

Keras kepala dan tak mau mendengarkan 👉 Aku banget.
Seringkali kalau dikasih tahu suami, aku gak langsung nerima, harus pake acara gak terima dan ngeyel dulu. Bukannya melembutkan hati saat terima teguran tapi malah mengeraskan hati. Ini masalah.

👉 SELALU terima teguran dengan sikap hati yang benar, jangan langsung defense dan mencari alasan.

Kasongan, 22 November 2017
-Mega Menulis-

Tuesday, November 21, 2017

Amsal 21, Yeremia 18

Amsal 21:19 (TB)  Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.

Aku ngeri kalau suamiku berpikir seperti itu T-T Kemarin aku melakukan kesalahan ke suamiku, aku gak tahu sampai suamiku bilang. Aku kaget, masalahnya sepele banget. Dan aku malahan marah karena suamiku mempermasalahkan hal kecil seperti itu. Benar-benar tidak tahu diri! Sudah berbuat salah malah marah 😥  Suamiku menegur dan aku minta maaf tapi gak sungguh-sungguh.

Sepanjang malam aku menyesal, apalagi saat membaca ayat ini. Seharusnya aku gak menganggap enteng perasaan suamiku dan menganggap seharusnya dia gak perlu marah. Seharusnya aku bersungguh-sungguh mencoba mengerti perasaan suamiku. Tentu gak menyenangkan sekali apa yang aku lakukan, sudah berbuat  salah malahan gak minta maaf malah marah.

👉 Hari ini aku mau minta maaf lagi dengan sungguh-sungguh dan berbicara dengan suamiku, mencoba mengerti kenapa suamiku marah.

Yeremia 18:23 (TB)  Tetapi Engkau, ya TUHAN, Engkau mengetahui segala rancangan mereka untuk membunuh aku. Janganlah ampuni kesalahan mereka, dan janganlah hapuskan dosa mereka dari hadapan-Mu, tetapi biarlah mereka tersandung di hadapan mata-Mu; bertindaklah pada hari murka-Mu terhadap mereka!

Awalnya aku berpikir kalau harusnya Yeremia mengampuni orang Israel  yang berencana jahat padanya tapi Yeremia malah mengucapkan doa ini.

Kenapa Yeremia berdoa seperti ini?
👉 Yeremia jujur, dia mengucapkan apa yang sesungguhnya ada di hatinya. Dia tidak sekedar mengucapkan apa yang ingin didengarkan orang lain atau Tuhan tapi dengan berpura-pura. Yeremia tahu tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Dia memilih untuk jujur di hadapan Tuhannya.
Bagaimana denganku? Apakah aku mau jujur dengan Tuhan? Tanpa peduli apa anggapan orang?
👉  Yeremia tahu isi hatiNya Tuhan
Entah kenapa aku berpikir seperti ini. Tapi kupikir karena Yeremia mengenal Tuhan makanya dia berdoa seperti ini.

Kasongan, 21 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 20, Yerusalem 17

Amsal 20:29 (TB)  Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban.

Bersyukur buat kekuatan yang masih Tuhan berikan untuk beraktivitas melakukan banyak hal, bagaimana caranya bersyukur? Berusaha maksimal mengerjakan yang aku bisa dengan kekuatan yang Tuhan anugerahkan. Gak beralasan malas lagi karena akan ada waktunya aku ingin mengerjakan tapi gak punya kekuatan lagi.

🙏 Tuhan, tolong aku menggunakan anugerah kekuatan dari Tuhan dengan bekerja dan berkarya semaksimal mungkin. Jangan biarkan aku menyia-nyiakannya. Amin.

Yeremia 17:10 (TB)  Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."

Tuhan tahu motivasi terdalamku, Dia yang paling tahu hati dan batinku yang terdalam. Saat ini aku diingatkan bahwa segala sesuatu yang aku perbuat, Tuhan lihat hatiku.

Saat aku bersikap manis ke suamiku, apakah untuk menyenangkan dia atau supaya dia mengikuti keinginanku, apakah aku mencoba memanipulasinya.
Saat aku menolong orang lain, apakah karena aku berbelas kasihan atau supaya dianggap orang lain sebagai orang yang baik.
Saat aku berbagi tulisanku di blog apakah aku ingin Tuhan yang dimuliakan atau aku ingin mendapat pujian.

Melampaui apa yang kuperbuat dan terlihat,Tuhan ingin motivasiku benar di hadapanNya.

🙏 Tuhan, selidikilah hatiku, ujilah batinku. Supaya aku kedapatan benar di hadapanMu. Amin.

Kasongan, 20 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 19, Yeremia 16

Yeremia 16:5 (TB)  Sungguh, beginilah firman TUHAN: Janganlah masuk ke rumah perkabungan, dan janganlah pergi meratap dan janganlah turut berdukacita dengan mereka, sebab Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.

Aku telah menarik damai sejahtera pemberian-Ku dari pada bangsa ini, demikianlah firman TUHAN, juga kasih setia dan belas kasihan-Ku.

Gak terbayangkan kalau hidup tanpa :
- damai sejahtera dari Tuhan
- kasih setia Tuhan
- belas kasihan Tuhan
Bersyukur sampai hari ini masih merasakan ketiganya dalam hidupku, bahkan hidupku ini adalah pemberian Tuhan. Gak ada yang aku punya yang bukan pemberianNya. Seringkali kalau fokusnya apa yang gak kumiliki jatuh-jatuhnya jadi selfpity dan gak bersyukur. Padahal betapa banyak berkat yang Tuhan sudah berikan.

👉 Aku mau terus bersyukur dan hitung berkatNya dalam hidupku. Tuhan cukup bagiku.

Amsal 19:17 (TB)  Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.

Siapa orang yang lemah di sekitar kita?
Dulu aku hanya berpikir tentang orang yang lemah secara ekonomi, tapi ternyata orang yang lemah juga mereka yang sedang sakit, yang baru ditinggal selamanya oleh orang terkasihnya, yang lemah dalam hal karakter.

Aku diingatkan beberapa orang yang menjadi lemah karena dikhianati. Mereka menjadi gampang terluka dan gak punya kepercayaan diri. Awalnya, aku bersimpati dengan mereka yang demikian tapi lama kelamaan aku berpikir mereka terlalu lemah. Pas baca ayat ini, aku diingatkan untuk berbelas kasihan pada mereka dan mulai berempati.

👉 Aku berdoa buat beberapa orang yang Tuhan taruh di hatiku, supaya Tuhan yang menjadi kekuatan mereka. Supaya dalam kelemahan mereka, mereka boleh merasakan kuasa Tuhan sempurna atas hidup mereka.

Kasongan,  19 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 18, Yeremia 15

Amsal 18:15 (TB)  Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

... telinga orang bijak menuntut pengetahuan.
Setiap hari, apakah aku sudah mengarahkan telingaku untuk mendapatkan pengetahuan, mendengarkan hal yang baik dan membangun, yang kudus dan berkenan di hadapan Tuhan?
Terkadang, aku mendengarkan gosip dan hal yang gak menyenangkan di tempatku bekerja. Dulu aku punya bos yang omongannya negatif melulu, suka ngomongin orang, mengeluh terus-menerus. Bikin bete banget. Akhirnya, karena aku malas mendengarkan dia, aku membawa headset setiap hari dan memilih memakainya untuk mendengarkan lagu sambil bekerja. Kupikir dengan begitu si bos jadi malas mengajakku ngobrol kalau bukan masalah pekerjaan, benar dong, aku aman.

Kalau aku gak mau mendengarkan suara-suara yang gak baik, aku harus ganti fokusku dan mengarahkan telingaku pada hal yang ingin aku dengar. Kalau aku ingin dengar hal yang bijak, kalau aku mau dengar suara TUHAN, maka fokusku harus pada Tuhan, bukan pada dunia.

🙏 Tuhan, aku mau mendengar suaraMu dan hal-hal yang membangun. Tolong aku untuk gak salah fokus. Aku mau mendengarkan Engkau ya Tuhan. Amin.

Yeremia 15:6 (TB)  Engkau sendiri telah menolak Aku, demikianlah firman TUHAN, telah pergi meninggalkan Aku. Maka Aku mengacungkan tangan-Ku dan membinasakan engkau; Aku sudah jemu untuk merasa sesal.

Israel menolak Tuhan dan meninggalkan Tuhan dengan berbuat dosa dan mendukakan Tuhan. Dan akibatnya Tuhan memberikan hukuman bagi Israel.
Saat aku gak melakukan firman Tuhan berarti aku sedang menolak Tuhan. Stop menentang Tuhan Meg. Taati firmanNya!

Kasongan, 18 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 17, Yeremia 14

Amsal 17:19 (TB)  Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.

Amsal 17:19 (BIMK)  Orang yang suka pada dosa, suka bertengkar. Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran.

"... siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran. "
Memewahkan pintu?
Buat apa?!!!
Buat yang pernah membangun rumah atau membeli rumah tentunya tahu kalau 'memewahkan pintu'  gak pernah jadi fokus. Tentunya yang kita inginkan adalah rumah yang kokoh dan nyaman untuk ditinggali. Pintu memang penting, apalagi pintu masuk rumah. Setiap orang yang melewati rumah kita akan MELIHAT PINTU KITA, nah orang yang pintunya mewah adalah orang yang suka pamer.
Ini sejalan dengan saat aku baca versi BIMK ternyata dikatakan:
Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran.

Oooo.... Jadi Tuhan ingin supaya kita gak memamerkan/melebih-lebihkan apa yang kita miliki. Itu hanya akan membawa kita kepada kehancuran.
Ah nggak kok, aku gak pernah memewahkan pintuku atau melebih-lebihkan kemampuanku. Yok, kita cek!
Saat kita mendengar sharing seseorang tentang anaknya yang belum bisa melakukan ini itu, perlukah kita berkata, "Ah, anakku sudah bisa kok berjalan lancar pada umur sekian".
Saat seseorang gagal dalam pekerjaannya, apakah perlu kita berkomentar, "Gitu aja gak bisa, aku bisa handle pekerjaan lebih banyak dari yang dia lakukan dan beres kok dalam seminggu" (I did it)
Mungkin kita gak menyombongkan harta, tetapi mari kita cek dan ricek apakah kita suka menyombongkan kemampuan kita. Kalau iya, yok kita stop!

Yeremia 14:14 (BIMK)  Tapi TUHAN menjawab, "Nabi-nabi itu membawa berita dusta atas nama-Ku; Aku tidak mengutus mereka, dan tidak juga memberi perintah atau berbicara kepada mereka. Penglihatan-penglihatan yang mereka ceritakan bukan dari Aku; mereka meramalkan hal-hal tak berguna yang mereka karang sendiri.

Mengetahui apa yang dilakukan para nabi palsu membuat geleng-geleng, kok bisa yan mereka 'berinisiatif' melakukan sesuatu yang Tuhan gak suruh bahkan menjual nama Tuhan. Mereka berdusta memakai nama Tuhan. Pernahkah kita melakukannya? Well, mungkin gak bernubuat palsu, tapi saat kita melakukan sesuatu yang Tuhan gak suruh, kita sedang mendukakan Tuhan loooo....

👉 Aku mau belajar bertanya dulu sama Tuhan sebelum melakukan sesuatu.

Kasongan, 17 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 16, Yeremia 13

Amsal 16:18 (TB)  Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Aku teringat tadi pagi aku cerita mengenai kerjaan di kantor ke suami, aku kesal dengan beberapa orang yang kerjanya lambat sehingga menghambat pekerjaan orang lain. Okelah, aku kesal dan curhat ke suami. Tapi ujung-ujungnya aku ngomong gini ke suami, "Apaan sih orang ini, ngerjain kayak gitu aja lama banget. Dulu aku pernah mengerjakan sama dengan yang dia kerjakan. Bukan hanya 3 atau 4 kali setahun, tapi sepanjang tahun tiap bulannya 3-4 kali mengerjakan itu, gak pernah tuh lambat laporannya. Emang dia aja yang gak bisa kerja. "
AKU SOMBONG.
Ngapain coba aku ngomong gitu? Apa gunanya? Menegaskan betapa lambatnya kawanku bekerja dan betapa cepatnya kerjaku?
Duh. Kalau dipikir-pikir sekarang betapa bodohnya aku.
Seharusnya, daripada aku mengomel kerjaan temanku dan menyombongkan diri sendiri, kenapa aku gak membantu temanku atau mengajarinya? 😢

Yeremia 13:15-16 (TB)  Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman.
Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.

Jadi ingat Amsal yang aku baca tadi, aku kembali diingatkan masalah TINGGI HATI/KESOMBONGAN.
Aku gak layak untuk menyombongkan apapun karena yang terjadi dalam hidupku, ada peran Tuhan di dalamnya. Kemauan dan kemampuan mengerjakannya pun adalah karena Tuhan. Seharusnya aku memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri.
Saat aku sombong berarti aku mulai melupakan Tuhan, aku hanya fokus ke diri sendiri. Saat aku menyadari aku mampu atau merasa memiliki lebih, itu adalah kesempatan bagiku untuk memuliakan Tuhan.

Bagaimana aku memuliakan Tuhan saat aku menyadari kemampuanku?
👉 memuji Tuhan atas karyaNya melaluiku dan di dalamku
👉 membantu mereka yang memerlukan bantuan dengan tulus sehingga Tuhan dimuliakan.

Kasongan,  16 November 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, November 15, 2017

Amsal 15, Yeremia 12

Yeremia 12:2 (TB)  Engkau membuat mereka tumbuh, dan mereka pun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka.

Sekilas nampaknya Tuhan sama-sama memberkati orang fasik dan orang benar. Malahan dari luar kelihatannya hidupnya baik-baik saja bahkan lebih menyenangkan dibandingkan orang benar. Aku iri. Aku ingat matahari terbit bagi orang baik dan jahat, kenapa gitu Tuhan? Kenapa gak khusus di rumah orang jahat ada hujan badai gitu. Kenapa gak ada bedanya hidup orang baik dan jahat.

Hari ini dapat ayat ini dan Tuhan bukakan bedanya. Bagi orang fasik atau orang jahat, Tuhan hanya ada di mulut mereka, bukan di hati mereka. Mereka menyembah Tuhan yang jauh, bukan Tuhan yang dekat. Yang membedakan orang yang fasik dan yang nggak adalah kehadiran Tuhan di dalam hati dan hidup mereka. Berkat yang gak kelihatan ini lebih berarti dibandingkan berkat yang terlihat.

Sama-sama memperoleh berkat, tapi hati yang melimpah dengan syukur gak dimiliki semua orang. Semua orang punya masalah, tapi ada orang yang saat dalam masalah malah menguatkan kepercayaan dan pengharapannya pada Tuhan. Saat mengalami kekecewaan, orang yang hatinya dekat pada Tuhan akan semakin mendekat, sementara yang hatinya jauh dari Tuhan akan semakin menjauh.

👉  Kehadiran Kristus di dalam hati seseorang dilihat dari bagaimana dia berespon atas segala hal yang terjadi dalam hidupnya. Bukan dari berkat yang terlihat.

Amsal 15:3 (TB)  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Bagi orang jahat, pengawasan Tuhan membuatnya merasa terganggu dan merasa tidak bebas melakukan segala sesuatu tapi bagi orang baik pengawasan Tuhan atas hidupnya membuatnya tenang. Karena bagi orang baik, pengawasan Tuhan berarti perlindungan baginya. Kesadaran seseorang atas pengawasan Tuhan dalam hidupnya membuatnya menjauh dari dosa, baik bagi orang baik dan jahat. Tapi orang jahat melakukannya karena takut sedangkan orang baik melakukannya dalam hormatnya atas kekudusan Tuhan. 

Sebenarnya, aku pernah dalam posisi ingin melakukan hal jahat, lalu saat aku sadar Tuhan mengawasi, aku jadi kesal. Apalagi saat aku merasa Tuhan tegur. Hahahaha. Memang sih gak jadi berbuat dosa. Dan aku kesal, kok Tuhan segitunya sih perhatikan hidupku. Tapi di lain waktu, aku bersyukur karena Tuhan perhatikan hidupku, beberapa kali aku terhindar dari bahaya. Kalau sudah begini, aku gak tahu aku orang baik atau jahat hahaha. Tapi yang aku syukuri, saat aku baik maupun jahat, Tuhan mengawasiku. Aku harus merubah responku. Seharusnya aku bersyukur karena pengawasanNya menjagaku hidup dalam kekudusan.

Kasongan,  15 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 14, Yeremia 11

Amsal 14:15 (TB)  Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Baru-baru ini aku kecewa karena dibohongi oleh seseorang, aku percaya padanya tapi ternyata dibohongi. Aku kira awalnya gak masalah. Aku kira aku sudah mengampuni dia. Sampai aku bercerita ke suamiku bahwa ada hal buruk menimpa keluarga orang tersebut dan aku senang. Aku ditegur suamiku dan dia berkata, ternyata aku masih sakit hati dengan orang itu sampai-sampai aku senang dengan hal tersebut. Lagipula, kata suamiku kenapa aku terlalu mempercayai orang itu.

Pelajaran lagi buatku:
1. Aku harus belajar mengampuni.  Setiap orang bisa mengecewakan orang lain.  Aku harus bersedia mengampuni karena kalau gak aku akan hidup dengan sakit hati selamanya.
2. Aku gak boleh terlalu mempercayai orang. Harus bijak melihat karakter seseorang. Ada orang yang dapat dipercaya dan ada yang tidak.

Yeremia 11:8 (TB)  Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya."

Respon orang Israel saat ditegur Tuhan:
👉 tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikan
👉 mengikuti kedegilan hatinya yang jahat
Selama ini, saat Tuhan menegur, bagaimana respon kita? Apakah kita sama dengan orang Israel? Jangan sampai kita seperti orang Israel. Jangan mengikuti kata hati, tapi ikuti apa kata Tuhan. Dengarkan dan perhatikan perkataan Tuhan.

Kasongan, 14 November 2017
-Mega Menulis-

Monday, November 13, 2017

Amsal 13, Yeremia 10

Amsal 13:20 (TB)  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Aku pernah dengar kalimat ini : Tunjukkan 5 orang teman dekatmu dan aku akan menunjukkan akan jadi apa kamu 5 tahun nanti.
Pergaulan kita akan mempengaruhi hidup kita. Aku sangat bersyukur dengan pergaulanku yang terbatas semenjak menikah dan jadi emak-emak ini aku berada dalam komunitas yang menjaga dan menolongku bertumbuh. Walaupun hanya berupa wa grup, termasuk Bible Reading Group ini tapi aku merasakan bahwa Tuhan menolongku dan sedikit demi sedikit mengubahku. Sangat termotivasi dengan teman-teman yang di BRG ini,belajar banyak hal, berjuang dalam beberapa hal bersama, diingatkan banyak hal, dibersihkan dari beberapa dosa,  dan banyak lagi. Sungguh-sungguh diperkaya.

Seorang teman baru saja berkata betapa diberkatinya aku berada di grup seperti ini. Yes,  I am. Terima kasih ya buat teman-teman di sini, yang bersedia sharing dan caring each other. Semoga kita kedapatan setia sampai akhir.

Yeremia 10:23 (TB)  Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Hidupku adalah milik Tuhan,  Dia lah yang berkuasa atas hidupku . Aku boleh punya plan A, plan B sampai plan Z tapi kalau beda dengan planNya Tuhan, aku gak bisa apa-apa. Tapi anehnya ya manusia ni, dah tahu kalau dia gak berkuasa menentukan jalannya eh suka memaksa Tuhan dong.

Penting buatku menyelaraskan kehendakku dengan kehendakNya Tuhan. Aku perlu belajar untuk terus bertanya sama Tuhan ke mana Dia ingin aku pergi atau apa yang Dia ingin aku lakukan, lalu aku taat. Sungguh-sungguh bertindak sesuai dengan perkataan, saat aku berkata "Jadilah kehendakMu ya Tuhan",  berarti aku harus melakukan kehendakNya, bukan yang sebaliknya. Belajar menghormati Tuhan dengan ketaatanku.

👉 Dia yang menetapkan langkahku dan aku mau berjalan di dalam ketaatan padaNya.

Kasongan,  13 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 12, Yeremia 9

Yeremia 9:6 (TB)  Penindasan ditimbuni penindasan, tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

Israel enggan mengenal Tuhan sehingga hidup mereka terus-menerus dalam kebohongan dan kebodohannya. Mengerikan sekali akibatnya kalau kita gak memiliki pengenalan akan Tuhan:
👉 Kita jadi gak tahu aturan dan terus-menerus jatuh dalam dosa
👉 Hidup menipu Tuhan dan orang lain
👉 Jadi gak punya hati yang peka dengan teguran.

🙏Tuhan Yesus, aku ingin mengenalMu dengan sungguh supaya bisa menyembahMu dalam roh dan kebenaran. Tolong aku setiap hari ya Tuhan. Amin.

Amsal 12:22 (TB)  Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.

Jadi ingat orang Israel di Yeremia yang kubaca, yang hidupnya penuh dengan tipu. Diingatkan lagi kalau aku harus hidup dalam kebenaran, no tipu-tipu sama Tuhan dan orang lain. Apa yang diucapkan harus ada keseuaian dengan yang diyakini, dipikirkan dan dilakukan. Jangan sampe mulut ngomong Tuhan, Tuhan tapi gak ada integritas, kerjaaan nipu-nipu. Tuhan ingin kita jadi orang yang setia padaNya dalam segala hal, dalam segala aspek hidup kita. Kata, pikiran, keyakinan dan perbuatan kita harus sejalan.

Kasongan,  12 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 11,Yeremia 8

Amsal 11:26 (TB)  Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum.
Amsal 11:26 (BIMK)  Siapa menimbun akan dikutuk orang, tetapi orang yang menjualnya mendapat pujian.

Apakah alasan seseorang menimbun barang? TAKUT.
Di tempat kami, beberapa waktu yang lalu, kami kesulitan mendapatkan premium. Kalau pun ada, harganya mahal. Penyebabnya, isu kenaikan premium. Banyak orang yang menimbun karena takut harga akan naik. Konyol sih, toh berapa banyak sih yang bisa disimpan. Sampai kapan? Kalau pun harus naik, ya naik aja kali. Segitunya ya.
Cuma namanya juga takut, kadang gak masuk akal. Aku bisa menertawakan karena aku gak mengalami ketakutan yang sama.

Tapiiiii....  Sejujurnya, setiap kita memiliki  ketakutan masing-masing, sadar gak sadar. Ada yang menimbun harta dan takut memberi karena kekurangan.

Menimbun karena takut? No. Anak Tuhan gak perlu takut habis, atau takut kekurangan, atau takut pada hari depan. Tuhan kita akan memenuhi segala keperluan kita asalkan kita hidup benar dan bijaksana. Gak perlu takut berlebihan dan melakukan hal konyol seperti menimbun. Jangan kuatir akan hari esok. Percayalah pada Tuhan sepenuhnya Meg!

Yeremia 8:21 (BIMK)  Hatiku remuk karena bangsaku sakit parah; aku berkabung dan gelisah.

Hati Yeremia remuk karena dosa yang terus-menerus dilakukan Israel,Israel terus mengulangi kesalahannya dan mendukakan Tuhan. Luar biasa sedihnya Yeremia sehingga terus berkabung dan gelisah. Pantas saja Tuhan memilih Yeremia menyambung lidahNya bagi Israel, rupanya hati Yeremia lembut dan dia juga mengasihi Israel.

Jadi membandingkan dengan diri sendiri,  boro-boro remuk hati melihat dosa yang diperbuat orang lain, yang ada sih seringnya cuek kalau gak malah membicarakannya #sigh.

🙏 Aku teringat beberapa pelayan Tuhan di gereja kami yang jatuh ke dalam dosa. Waktu mendengarkan kejatuhan mereka,  aku hanya heran kenapa mereka bisa jatuh seperti itu tapi gak mendoakan mereka. Hari ini aku khusus berdoa buat mereka.

Kasongan,  11 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 10, Yeremia 7

Yeremia 7:25-26 (TB)  Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

Tuhan memberikan peringatan dan teguran kepada  orang Israel terus-menerus tetapi mereka gak mau mendengarkan Tuhan. PADAHAL Tuhan terus berbicara melalui nabi-nabiNya.
👉 DENGARKAN TEGURAN MEG!
Siapapun yang Tuhan pakai untuk menegur,  DENGARKAN!
Jangan menegarkan tengkuk!
Jangan keras kepala!

Seringkali aku mikir, "Ah, kamu aja masih kayak gitu sok negur aku".  Aku sombong dan ngerasa lebih baik jadi susah ditegur.
Seringkali aku menolak teguran karena siapa yang menegur, padahal yang terpenting adalah isi tegurannya.

Amsal 10:3 (TB)  TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

Hari ini Sara dapat berkat berupa boneka dari seorang temanku, gak nanggung-nanggung langsung 5 buah boneka. What a blessing! 😊 Bersyukur banget rasanya, karena aku memang tahu dia suka boneka tapi keuangan kami belum memadai untuk membelikannya boneka lagi. Eh, tahu-tahu Tuhan kasih berlimpah buat Sara.

Baca ayat ini aku langsung bilang,"Amin".  Teringat siang tadi berkat Tuhan buat Sara, aku langsung mengamini ayat ini.Kalau yang hanya sekedar boneka yang bukan kebutuhan pokok aja Tuhan kasih berlimpah, apalagi makanan kami. Pasti Tuhan sediakan. Dia sungguh-sungguh gak akan membuat kita kelaparan. Gak ada alasan untuk kuatir tentang apa yang kita makan, yang kita pakai atau apapun yang kita perlukan. Tuhan peduli. Hidupku aman di tanganNya. Hidup keluargaku Tuhan yang pelihara.

Kasongan,  10 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 9, Yeremia 6

Amsal 9:10 (TB)  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Sebenarnya ngerasa gak ada rhema apa-apa baca Amsal 9. Tapi entah kenapa baca ayat ini aku jadi mikir kalau pengenalan akan Tuhan gak cuma akan membawa pengertian, tapi membuat kita merespon berbeda dengan mereka yang gak kenal Tuhan. Karena aku merasakan sendiri, aku mungkin belum kenal Tuhan banget, belum memahami isi hatiNya Tuhan. Tapi aku merasakan memang Tuhan membuatku meresponi banyak peristiwa dengan caraNya. Seringkali bertentangan rasanya dengan apa yang ingin kulakukan, tapi kudapati emang caraNya yang terbaik.

Yeremia 6:8 (TB)  Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!"

Kalau Tuhan masih hajar berarti Tuhan masih sayang. Bayangkan kalau Tuhan cuek dan gak peduli lagi. Bisa aja kan Tuhan biarkan kita jatuh semakin dalam. Bersyukurlah kalau Tuhan masih tegur, masih hajar. Segera berbalik dari jalan kita yang jahat, jangan sampai Tuhan gak peduli.

🙏 Tuhan, berikan aku hati yang lembut supaya saat Tuhan tegur, aku taat. Amin.

Kasongan,  9 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 8, Yeremia 5

Amsal 8:10 Terimalah didikan, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.

Kalau disuruh memilih menerima didikan dan pengetahuan dibandingkan emas dan perak, mana yang akan kita pilih? Antara harta dan didikan, apa yang akan kita pilih?

Dulu papa dan mamaku pernah bilang kalau mereka tidak bisa mewariskan harta bagi kami anak-anaknya, yang terpenting bagi mereka adalah kami tumbuh menjadi orang baik dan mendapatkan pendidikan yang baik, mereka ingin kami hidup dengan benar, gak merugikan orang lain. Kemarin aku juga membaca share di grup wa kalau beberapa orang yang terkenal sebagai orang terkaya seperti Warren Buffet dan Bill Gates sudah mengumumkan tidak akan mewariskan hartanya yang berlimpah kepada anak-anaknya melainkan kepada yayasan sosial. Mereka merasa anak-anaknya sudah mendapatkan segala hal yang diperlukannya untuk menjalani hidup, mereka tahu kalau bukan harta yang diperlukan anak-anaknya. Eh, hari ini dapat ayat ini ^^

 

Seperti diingatkan Tuhan kalau hal terpenting yang akan aku dan suami wariskan ke anak-anak kami bukanlah harta, tetapi didikan dan pengetahuan. Dan terutama adalah pengenalan akan Tuhan. Aku mendengar teman-temanku sudah sejak anaknya kecil mereka mempersiapkan warisan,tanah terutama buat anak laki-lakinya. Sudah adat di sini kalau seorang pria memberikan seserahan berupa sebidang tanah untuk calon istrinya. Menakjubkan. Hahaha.  Sempat sih aku iri, kami dan suami belum punya warisan apa-apa saat ini.

Aku gak perlu iri lagi! Bukan harta yang harus kami siapkan bagi anak-anak kami, tetapi hal lain. Pengenalan akan Tuhan, bagaimana mengasihi sesama, didikan dan pengetahuan bagi anak-anak kami, itulah yang terpenting.

Yeremia 5:21 “Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga , tetapi tidak mendengar?

Tuhan menyebut Yehuda dan Israel tolol dan tidak mempunyai pikiran karena punya mata tapi gak melihat, punya telinga tapi gak mendengar. Mereka sudah melihat berbagai perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan dalam hidup mereka dan mendengar segala firman Tuhan dalam hidupnya tetapi masih saja mereka menyakiti hati Tuhan bahkan meninggalkan Tuhan.

“Mereka sungguh tolol”, awalnya aku berpikir demikian. Tetapi, rupanya aku juga tolol dan tidak mempunyai pikiran sama seperti Israel dan Yehuda.

Aku sudah melihat bagaimana Tuhan memelihara hidupku, tetapi aku masih sering kuatir.

Aku tahu firman Tuhan dan laranganNya, tetapi aku masih sering melanggarnya.

Aku gak mau menjadi tolol dan gak punya pikiran. Harus tobat! Jangan sampai suatu hari Tuhan berkata hal yang sama kepadaku, huhuhuhu.....Sedih banget kalau sampai Tuhan berkata seperti itu T-T

Kasongan,  8 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 7, Yeremia 4

Yeremia 4:14 (TB)  Bersihkanlah hatimu dari kejahatan, hai Yerusalem, supaya engkau diselamatkan! Berapa lama lagi tinggal di dalam hatimu rancangan-rancangan kedurjanaanmu?

Apa yang ada di dalam hati kita menentukan hidup kita. Firman Tuhan berkata:
Amsal 4:23 (TB)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Amsal 4:23 (BIMKJagalah hatimu baik-baik, sebab hatimu menentukan jalan hidupmu.

Cek dan ricek apakah hati kita sudah bersih di hadapan Tuhan? Jangan-jangan kita menyimpan dendam pada orang lain, pikiran-pikiran negatif, dosa yang belum kita bereskan, kecemaran,  rancangan kejahatan dan berbagai hal yang membuat kita jauh dari Tuhan.

Dan yang terpenting, kita perlu cek, adakah Tuhan di hati kita? Ada dong...!!!
Kebanyakan kita akan berkata seperti itu,  tapi yok kita pastikan, apakah Tuhan sudah menempati tahta hati kita? Jangan-jangan aku sendiri yang bertahta di hatiku, bukannya Tuhan. Kalau demikian, pantas saja yang memenuhi hati kita adalah kejahatan,wong kecenderungan kita adalah menginginkan yang jahat kok.

Membersihkan hati kita dimulai dengan menempatkan Tuhan di dalam tahta hati kita. Artinya, kehendakNya menjadi kehendak kita. Dia menjadi raja atas kehidupan kita. Kalau keinginan kita mengalahkan keinginan Tuhan, itu sih artinya kitalah yang bertahta di hati kita, bukannya Tuhan.

Amsal 7

No rhema.

Kasongan,  7 November 2017
-Mega Menulis-

Monday, November 6, 2017

Amsal 6, Yeremia 3

Yeremia 3:13 (TB)  Hanya akuilah kesalahanmu, bahwa engkau telah mendurhaka terhadap TUHAN, Allahmu, telah melampiaskan cinta berahimu kepada orang-orang asing di bawah setiap pohon yang rimbun, dan tidak mendengarkan suara-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Masih dapatin rhema yang sama dengan kemarin.
AKUI KESALAHAN di hadapan Tuhan setiap hari!
Ga perlu munafik.
Gak usah pake alasan.
Ga usah ngeles.
Ga usah menyembunyikan kesalahan.
Ga mikir,"Toh semua orang melakukan ini, yang lebih parah banyak malah".

Jika aku mengaku dosaku,  Allah adalah setia dan adil, Ia akan mengampuni dosaku dan menyucikanku dari segala kejahatan.

Kalau gak diakui, mungkin saja aku sudah diampuni. Tapi, apakah aku akan jadi suci? Mana mungkin! Wong mengakui dah berbuat dosa aja nggak, gimana bisa bertobat dan mengalami perubahan hidup?

Amsal 6:6-7 (TB)  Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:
biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya,

Semut binatang yang sangat kecil dan kelihatannya lemah, tapi tahukah teman-teman kalau semut bisa mengangkat beban seberat 50 kali dari berat tubuhnya? Luar biasa ya seekor semut, sudah kuat, rajin pulak. Mereka tidak menyia-nyiakan kemampuan yang Tuhan berikan. Dari mana tahu kemampuan semut sebesar itu? Melalui berbagai penelitian para ahli menemukan itu.

Setiap kita juga punya potensi yang sangat besar, ada kemampuan luar biasa yang Tuhan anugerahkan buat setiap kita. Taapiiii.... Kalau kita bermalas-malasan, kita gak akan pernah maksimal sesuai dengan rancangan awal Tuhan bagi hidup kita. 

Bagaimana kita tahu batas maksimal potensi kita?
Tentunya tidak dengan bermalas-malasan. Harus rajin. Mengerjakan segala sesuatu yang kita jumpai dengan sepenuh hati. Mengeksplor segala sesuatu yang baik. Gak ada waktu untuk bermalas-malasan kalau mau dipakai secara maksimal sama Tuhan. Kemampuan sudah ada. Kemauan?
💪💪 Ayuk! Jangan mager! 😉
Anak Tuhan masa kalah sama semut?

Kasongan,  6 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 5, Yeremia 2

Amsal 5:19 (TB)  rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya.

Saat baca ayat ini, sebuah pertanyaan muncul:Sebagai istri, sudahkah aku memuaskan suamiku?
Bener mikir secara fisik. Lol. Hamil gini rasanya jadi gak maksimal ngelayanin suami. Malam aja tidur cepet, ngantuk yang gak bisa ditahan gitu. Parah pokoknya. Kalau jam 7 ato 8 malam aja dah mulai ngantuk. Jadi gampang capek pokoknya. Sejak hamil pertama sih memang memang dokter dah wanti-wanti banget untuk berhubungan dengan suami karena ada miom ini. Dan suami emang pengertian banget, puji Tuhan.Nah, jadinya emang aku sering lupa kalau suami juga punya kebutuhan #sigh.

Aku harus peka dengan kebutuhan suami walaupun lagi hamil. Bukan aja kebutuhan fisik tapi juga yang lain. Mungkin saat ini aku gak bisa memuaskan suami dalam satu hal tapi aku harus tetap berusaha dalam hal lain yang aku bisa saat ini. Aku masih bisa mijit suami, masih bisa menemani suami nonton (siang harus usahakan tidur sebentar nih), dll.

Aku mau tetap memuaskan suami dengan melakukan apa yang aku bisa. Bukan karena kewajiban tapi karena aku mengasihi suamiku.

Yeremia 2:23 (TB)  Bagaimanakah engkau berani berkata: Aku tidak pernah menajiskan diriku, aku tidak pernah mengikuti para Baal? Lihatlah tingkah langkahmu di dalam lembah, ketahuilah apa yang telah kaulakukan: hai, unta betina yang ringan kaki yang berlari-lari kian ke mari,

Mengapa susah bagi Israel untuk setia kepada TUHAN? Mereka terus-menerus jatuh ke dalam dosa ketidaktaatan karena mereka tidak pernah mengakui dosa mereka. Ibaratnya seseorang yang sakit tapi gak mengakui kalau dia sakit, bagaimana dia bisa disembuhkan? Bagaimana dia bisa datang kepada sang penyembuh, wong dia saja gak pernah mengakui kalau dia sakit?

Peringatan untukku, kalau masih ada dosa yang sering aku lakukan. Aku harus mengakuinya supaya Tuhan bisa melepaskanku. Aku harus belajar memandang dosa sebagai dosa dan gak menyembunyikannya. Lebih baik mengaku supaya aku sembuh.

👉 Mulai lagi disiplin mengakui dosa yang aku perbuat, sebelum aku tidur.

Kasongan,  5 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 4, Yeremia 1

Amsal 4:5 (TB)  Perolehlah hikmat, perolehlah pengertian, jangan lupa, dan jangan menyimpang dari perkataan mulutku.

Dalam satu ayat ini, ada 4 pesan yaitu :
1. Perolehlah hikmat.
Sudahkah kita berusaha mendapatkan hikmat, dengan cara apa? Membaca Alkitab, membaca buku, menonton, mendengarkan khotbah? Sebelumnya, kita harus memastikan untuk memintanya pada Tuhan yang memberi hikmat pada yang memintanya. Gak boleh melupakan Tuhan dalam mencari hikmat, karena permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan.
2. Perolehlah pengertian.
Pernah dong melakukan banyak hal seperti membaca Alkitab, membaca buku, menonton, mendengarkan khotbah eh tapi GAK MENGERTI. Kalau gak ngerti gimana? Stuck?Jangan dong. Harus cari pengertian dengan gak berhenti bertanya. Tanya dengan Tuhan, minta pengertian dariNya. Tanya pembimbing rohani. Tanya teman. Terus sampai ngerti. Karena apa? Akan beda nantinya melakukan sesuatu tanpa pengertian dan dengan pengertian, ada spirit yang beda, saat kita mengerti apa yang kita lakukan.
3. Jangan lupa.
Pernah dong dah dapat rhema, dah dapa momen 'aha'  trus besok-besoknya LUPA. Kenapa? Jangan-jangan hikmat yang kita peroleh hanya sampai level membaca atau dihapalkan doang. Pernah baca di mana gitu, kalau belajar tuh cuma membaca, yang kita ingat
4. Jangan menyimpang.
Sudah mendapatkan hikmat, sudah ngerti, masih ingat tapi masih menyimpang. Maksudnya apa coba? Ini ma bebal. Well, mungkin ini diawali saat kita bukannya taat malahan tawar-menawar sama Tuhan. Bayangkan, Tuhan nyuruh kita jalan lurus. Lalu kita bilang, aku serong dikit aja ya Tuhan, jalan di sana lebih asyik. Nah, sedikit serong ini kalau diteruskan apa gak semakin jauh dari jalan lurus yang Tuhan ingin kita tempuh?

👉 Buatku pribadi, yang paling sering jadi pergumulan adalah jangan menyimpang. Seringnya sudah tahu kebenaran tapi tawar-menawar sama Tuhan dan akhirnya menjauh dari jalan yang Tuhan inginkan. Harus stop nih tawar menawar sama Tuhan. Apa yang Tuhan bilang, ya udah, itu aja yang dilakukan. Gak usah pakai nunda juga, ntar kalau ditunda-tunda jadi beda deh yang dibuat.

🙏Tuhan, aku gak mau menyimpang lagi. Aku mau berjalan di jalan yang Tuhan mau. Tolong aku yang seringkali bebal ini Tuhan. Amin.

Yeremia 1:7 (TB)  Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

Pesan dalam ayat ini adalah JANGAN BERALASAN SAMA TUHAN sewaktu diutusnya. Kenapa?

1.  Tuhan sudah sejak awal bilang kalau sebelum dilahirkan aja Tuhan sudah kenal Yeremia.

Tuhan gak sekedar tahu Yeremia, Dia mengenal Yeremia, bahkan melebihi Yeremia mengenal dirinya sendiri. Ya iya lah,  Yeremia adalah buatan tanganNya kok. Tuhan paling tahu apakah Yeremia hanya membuat alasan kosong atau jujur.

Begitu juga aku, Tuhan tahu isi hatiku yang sebenarnya jadi aku juga gak perlu beralasan macam-macam saat Dia mengutusku. Aku harus jujur dengan Tuhan.

2. Tuhan telah menetapkan kita melakukan apa yang Dia inginkan.

Tuhan menciptakan kita untuk tujuan tertentu, dan hidup kita gak akan berarti sampai kita hidup sesuai dengan tujuanNya. Hidup kita gak akan maksimal sampai kita hidup sesuai dengan rancangan awal Tuhan. Ibaratnya nih pisau daging dipaksakan untuk memotong sayur, bisa sih, tapi hasilnya gak akan maksimal.

👉 Stop pelihara roh yang suka mencari alasan! Kalau Tuhan suruh, segera lakukan Meg, jangan bilang:
- Oke, nanti ya Tuhan.
- Tapi Tuhan, aku gak bisa....
- Tuhan, ini terlalu besar buatku. Ini terlalu sulit.
Stop beralasan!  Just do it! 💪 💪

Kasongan, 4 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 3, Ulangan 34

Amsal 3:9 (TB)  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

Saat membaca ayat ini, yang pasti terlintas pertama adalah memberikan harta kita untuk Tuhan, entah itu berupa buah sulung, perpuluhan atau pemberian ke orang lain yang membutuhkan. Tapi, hari ini aku diingatkan kalau aku juga harus memuliakan Tuhan dengan apa yang ada padaku.

Oke lah, aku sudah memberikan sekian-sekian untuk persembahan atau memberikan ke orang lain tapi bukan berarti aku seenaknya menghabiskan yang ada padaku, memboroskan untuk membeli barang yang gak aku perlukan, jajan sesukanya, dll.  Tuhan ingin kita memuliakanNya dengan harta kita.

Bagaimana memuliakan Tuhan dengan harta kita?
👉 Tidak memegang erat harta yang ada.
Ada saatnya Tuhan meminta kita bermurah hati dengan apa yang ada pada kita tanpa peduli kita sudah memberikan untuk pekerjaan Tuhan atau belum. Jangan sampai mentang-mentang sudah ngasih perpuluhan lalu menolak waktu melihat kebutuhan orang lain yang bisa kita bantu.
👉 Menggunakan harta yang ada sesuai keperluan.
Makan seperlunya, jangan rakus meskipun ada uang berlebih. Beli barang yang dibutuhkan. Bertanggung jawab dengan apa yang kita miliki sehingga gak perlu boros. Gak perlu menimbun barang kalau gak dipakai. Cermat dalam menggunakan uang.

👉 Tuhan peduli gak hanya pada apa yang kita berikan padaNya, tapi juga bagaimana kita menggunakan yang ada pada kita.

Ulangan 34:4 (TB)  Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana." 

Membayangkan perasaan Musa saat mendengarkan Tuhan bilang ini, pasti sedih banget lah ya. Dah capek-capek ngurusin bangsa Israel yang tegar tengkuk selama 40 tahun eh malah gak boleh masuk.

Tapi kalau aku coba membayangkan perasaan Tuhan, pasti Tuhan lebih sedih lagi lah ya. Tuhan sayang Musa, pasti Dia ikut bersedih juga karena Dia paham perasaan Musa. Tapi bagaimana pun Tuhan ingin bangsa Israel untuk taat sepenuhnya, dan kalau pemimpinnya gak taat, itu fatal. Tuhan mengenal Musa dan Musa mengenal Tuhan, makanya standar Tuhan untuk ketaatan bagi Musa sangat tinggi.

Bangsa Israel dan kita harusnya belajar dari peristiwa ini, kalau untuk ketaatan, Tuhan gak pernah main-main. Pada Musa yang adalah pemimpin Israel, yang Tuhan bergaul aja Tuhan mendisiplin saat Musa gak taat,apalagi kita?

Awalnya mungkin kita mikir, "Ah, masa karena kesalahan kecil seperti itu aja Tuhan kok segitunya sih?", tapi kita lupa,  Musa adalah orang yang dekat sama Tuhan lo. Sudah pasti standar Tuhan sangat tinggi. Di sini malah terlihat keadilan Tuhan. Dia gak pilih kasih dalam hala ketaatan ini. Dia mau semua taat padaNya.

👉 Masih mau gak taat sama Tuhan?

Kasongan, 3 November 2017
-Mega Menulis-

Thursday, November 2, 2017

Amsal 2, Ulangan 33

Ulangan 33:29 (TB)  Berbahagialah engkau, hai Israel; siapakah yang sama dengan engkau? Suatu bangsa yang diselamatkan oleh TUHAN, perisai pertolongan dan pedang kejayaanmu. Sebab itu musuhmu akan tunduk menjilat kepadamu, dan engkau akan berjejak di bukit-bukit mereka."

Luar biasa berkat yang Tuhan berikan melalui Musa bagi setiap suku Israel. Namun pada akhirnya Musa menyebut mereka berbahagia bukan karena berkat-berkat yang diucapkannya tersebut, melainkan karena mereka DISELAMATKAN OLEH TUHAN, PERISAI PERTOLONGAN DAN KEJAYAAN MEREKA. Di versi BIMK dikatakan mereka diselamatkan Tuhan yang menjadi pedang dan perisai bagi mereka,  Tuhan gak hanya membela/melindungi mereka tetapi juga memberikan kemenangan bagi mereka.

Selama ini, seringkali kita fokus minta berkat sama Tuhan. Well, gak ada yang salah sih dengan itu, Tuhan kita adalaha Allah yang rindu memberkati kita dengan segala hal yang baik. Tetapi jangan sampai fokus kita hanya berkat dan berkat. Kita berbahagia hanya karena 'menerima' apa yang kita inginkan dari Tuhan lalu kita lupa kalau selama ini Tuhan telah memberikan berkat yang tidak kelihatan namun sangat berharga. Saat kita fokus dengan berkat yang kelihatan, kita jadi susah berbahagia dengan berkat gak kelihatan dari Tuhan seperti:
👉 keselamatan
Keselamatan dari Tuhan memberikan kita hidup yang kekal bersama Tuhan suatu hati nanti. Ini mengandung pengharapan bahwa kita gak akan mengalami kematian kekal. Kalau kita mengingat bagaimana keselamatan ini kita terima, kita akan merasakan kasih dan pengorbanan Tuhan kita, kita begitu dikasihi. Tidakkah ini membuat hati terasa hangat?
👉 perlindungan
Jarang sekali kita bersyukur kalau sampai hari ini masih diberikan perlindungan oleh Tuhan. Perlindungan dalam hal apa? Banyak sekali. Kemarin aku nyaris bertabrakan dengan sebuah mobil, puji Tuhan gak terjadi. Di situ aku bersyukur dan merenungkan sebenarnya bisa saja aku tertabrak tapi ternyata gak terjadi. Saat nyaris tertabrak aja aku bersyukur, nah padahal gak setiap hari aku nyaris tertabrak, biasanya aku aman-aman aja. Itu karena perlindungan Tuhan lo. Belum lagi berkat kesehatan yang aku terima setiap hari. Biasanya kita bersyukur kalau diberi kesehatan setelah sakit, lah... Masa nunggu sakit baru bersyukur? Banyak sekali perlindungan Tuhan di dalam hidup, tapi aku gak bersyukur.
👉 kemenangan
Kemenangan dalam hal apa? Banyak sekali. Kemenangan dari dosa, kemalasan,  kesabaran terhadap keadaan, pengendalian diri terhadap orang lain, dll. Pernah gak berpikir kalau kita bergerak dan melakukan sesuatu karena Tuhan. Tanpa kita sadari Dia yang menggerakkan kita, memampukan kita melakukan banyak hal yang kita gak bisa lakukan sendiri tanpa Tuhan. Di luar Dia sesungguhnya kita gak bisa apa-apa.

🙏 Tuhan betapa banyak rahmat yang Tuhan beri, terima kasih Tuhan. Ampunilah aku karena selama ini hanya fokus pada berkat yang kelihatan. Tolong aku untuk melihat berkat-berkatMu dalam hidupku dan mensyukurinya. Amin.

Amsal 2:7 (TB)  Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya,

Siapa sih yang gak mau ditolong dan dilindungi Tuhan?
Aku mau 🙋
Siapapun pasti mau lah ya.
Masalahnya, pertolongan dan perlindunganNya SELALU tersedia hanya bagi mereka yang jujur dan berperilaku tidak bercela. Saat kita mengharapkan pertolongan dan perlindunganNya sudahkah kita memastikan kalau kita hidup jujur dan tidak bercela? Kalau belum, nah siap-siap saja menerima akibatnya.

Tapi.... Ada tuh teman, Kristen  juga, yang suka bohong dan hidup gak benar tapi kelihatannya hidupnya oke oce aja tuh.
Pertanyaannya,  sampai kapan Tuhan tolong dia?
Kita gak tahu kan?
Jadi, kalau hidup kita gak benar dan Tuhan tolong, jangan lalu ngerasa GR kalau Tuhan pasti tolong. Itu sih karena Tuhan baik dan masih kasih kesempatan buat bertobat, akan ada waktunya Tuhan bilang, "Kalau gitu jadilah kehendakmu"  karena kita gak mau turut kehendakNya.

Jadi, yok hidup jujur dan gak bercela! Meskipun sulit, meskipun banyak tantangan, percayalah kalau pertolonganNya tersedia bagi kita. Amin.

Kasongan,  2 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 1, Ulangan 32

Ulangan 32:15 (TB)  Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, — bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun — dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah Gunung Batu keselamatannya.

Seringkali saat seseorang berada di padang gurun atau tempat yang tandus,  Tuhan menjadi tempat untuk berharap. Setiap ada kesulitan menyerukan nama Tuhan. Ada masalah ngadu ke Tuhan. Setiap kesakitan menyerukan nama Tuhan, lah tapi dong, begitu ada di tempat yang nyaman. Saat semua baik-baik saja, boro-boro berseru ke Tuhan, masih ingat berdoa aja syukur. Ada malah yang jadi melupakan Tuhan.

Tuhan adalah Allahku di saat senang dan susah. Aku gak boleh melupakan itu. Kalau kesusahan membuatku semakin dekat denganNya karena membutuhkan Dia, kesenangan juga seharusnya mendekatkanku juga karena aku tahu Dia lah Sang Pemberi. Semua yang aku punya adalah dari Tuhan, sudah seharusnya aku bersyukur dan berterima kasih sama Tuhan.

🙏 Tuhan, jangan biarkan kesenangan dan kenyamanan membuatku lupa sama Tuhan, justru biarlah segala pemberianMu membuatku semakin dekat padaMu. Amin.

Amsal 1:15 (TB)  Hai anakku, janganlah engkau hidup menurut tingkah laku mereka, tahanlah kakimu dari pada jalan mereka,

.... tahanlah kakimu dari pada jalan mereka, 
Jangan sesekali MENDEKATI /MENIRU/MENGIKUTI/MENGINGINKAN apa yang dilakukan oleh orang yang berdosa.
Jangan pernah mendekati apalagi berjalan di jalan yang mereka tempuh. Akan sulit untuk menjauh karena apa yang mereka lakukan terlihat menguntungkan padahal ujungnya maut.

Sebenarnya aku termasuk cuek masalah pekerjaan orang lain, tapi sejak aku kerja di bagian program, aku penasaran. Dulu aku penasaran dengan apa yang dilakukan orang keuangan (aku orang program) kok kelihatannya enak banget dapat uangnya, gak peduli tanggal tua atau muda. Tapi wajar sih ya, keuangan gitu lho, semua berurusan masalah keuangan dengan orang keuangan. Berbeda dengan orang program yang gak ada duitnya, cuma ngandalin gaji doang bo. Eh tapi ternyata ada orang program di kantor lain yang kelihatannya hidupnya enak. Ternyata, dia jadi mafia anggaran, menyelipkan program yang sebenarnya gak perlu untuk mendapatkan anggaran. Oalah.... Gak lah. Aku cukup tahu dan gak mau pakai acara penasaran lagi. Ntar penasaran aku jadi pengen melakukan. No...!!!

Aku mau fokus melakukan pekerjaanku dengan benar dan gak ngurusin kerjaan orang lain. Ntar penasaran dan pengen melakukan hal yang gak benar, hiii... Ogah ah.

Kasongan,  1 November 2017
-Mega Menulis-

Amsal 31, Ulangan 31

Ulangan 31:6 (TB)  Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Pesan Musa untuk bangsa Israel sebelum masuk ke tanah perjanjian ialah:
 kuatkan dan teguhkan hatimu
 jangan takut dan gemetar
KARENA:
 TUHAN menyertai mereka
 TUHAN tidak akan membiarkan mereka
 TUHAN tidak akan meninggalkan kita
Bangsa Israel akan memasuki tempat yang baru, mengalami hal yang baru, berperang,  ada berbagai masalah baru yang mungkin akan mereka hadapi tentunya WAJAR bagi siapapun untuk merasa takut dan gemetar apalagi saat menghadapi sesuatu yang gak pernah kita hadapi, TAPIIIII... Walaupun itu wajar bagi dunia, Tuhan mau kita menjadi berbeda dengan menguatkan dan meneguhkan hati kita, karena apa?
Kita punya Tuhan. Tuhan yang selalu menyertai kita, Dia yang tidak akan membiarkan kita dan gak akan pernah meninggalkan kita.
Kalau dipikir lagi nih,  gak ada tuh ceritanya Tuhan ninggalin kita, yang ada sih kita yang ninggalin Tuhan. Jadi, kalau Tuhan bersama kita, apa lagi sih yang mesti kita takutkan? Masalahnya kita sering GAK PERCAYA sama apa yang Tuhan bilang.
 PR sepanjang masa:mempercayai Tuhan sepenuhnya. Meyakini firmanNya. Melihat dengan iman sekalipun  keadaan gak memungkinkan. Percaya walaupun belum melihat.

Amsal 31:16 (TB)  Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.

Kemaren sore habis dapat kuliah 2 sks manajemen keuangan dari mamak mertuaku. Dia menceritakan bagaimana perjuangannya mengatur keuangan keluarga, bapak mertuaku sekuriti di sebuah perusahaan tapi mereka berhasil menguliahkan keempat anaknya. Mamak mertuaku setiap bulan benar-benar berusaha agar hemat, segala bahan pangan ditanamnya sendiri sehingga gak perlu berlanja banyak. Setiap bulan dia membeli emas walaupun sedikit saat anak-anak masih kecil, katanya mumpung anak masih kecil lah dia bisa menabung untuk sekolah, nanti kalau sudah besar akan susah karena semakin banyak pengeluaran. Bahkan sampai pensiun bapak mertuaku, mamak mertua masih saja bercocok tanam di tanah kosong dekat rumah. Hebatnya, bukan cuma untuk konsumsi sendiri, dia menjual hasil kebunnya ke warung setiap beberapa hari.
Sangat terinspirasi mendengar cerita kerajinan mamak mertuaku. So far kami di rumah baru menanam pepaya,  mangga, lombok,  daun sop, daun bawang, jeruk nipis, daun singkong. Masih kalah jauh dengan mertuaku, padahal umurnya sekarang sudah 60 tahun lebih lho. Nanti kalau kami punya rumah baru, aku juga akan melanjutkan lagi bercocok tanam. Karena selain menghemat, ternyata bisa jadi penghasilan yang menguntungkan.

Kasongan,  31 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 30, Ulangan 30

Amsal 30:33 (TB)  Sebab, kalau susu ditekan, mentega dihasilkan, dan kalau hidung ditekan, darah keluar, dan kalau kemarahan ditekan, pertengkaran timbul.

Susu ditekan 👉 mentega dihasilkan
Hidung ditekan 👉 darah keluar
Kemarahan ditekan 👉 pertengkaran timbul

Sama-sama ditekan tapi hasilnya berbeda, ada yang menghasilkan hal yang baik, ada yang nggak. Saat aku berada dalam tekanan, berarti dapat dihasilkan sesuatu yang buruk begitu juga sebaliknya. Tergantung bagaimana responku. Aku gak bisa mengendalikan apa yang terjadi padaku tapi aku dapat mengendalikan responku dan menghasilkan sesuatu yang baik atau buruk,  kembali pada diriku sendiri, mana yang mau kupilih.

Saat aku ditegur suami, aku memilih menerima dan berubah menjadi lebih baik atau menarik urat leher dan bertengkar?
Saat dikecewakan terus-menerus aku memilih mengampuni dan menjadi semakin kuat atau menyimpan kepahitan dan mengasihani diri sendiri?
Saat aku berada dalam hutang, aku memilih berhemat dan keluar dari hutang atau terus terjebak dalam hutang?

Aku mau menghasilkan yang terbaik,  memiliki karakter yang semakin serupa Kristus sekalipun berada dalam tekanan.

Ulangan 30:14-15 (TB)  Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

Lagi! Diingatkan kalau pilihan kita menentukan hidup kita. Setiap hari ada kesempatan dari Tuhan untuk memilih, apa yang kita pilih: Kehidupan atau kematian? Berkat atau kutuk? Menaati Tuhan atau menentang Tuhan?
Setiap pilihan ada konsekuensinya.
Setiap pilihan akan membuatku menjauhi Tuhan atau mendekat padaNya.
Aku harus berhati-hati dengan pilihanku, jangan sampai aku memilih yang baik tetapi melepaskan yang terbaik.

Kasongan,  30 October 2017
-Mega Menulis-

Amsal 29, Ulangan 29

Amsal 29:1 (TB)  Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi.

Hari ini ada seorang teman menjual buku-bukunya dengan harga yang sangat murah, buku second sih tapi 10 buku seharga 120 ribu gimana gak pengen kan aku. Sepuluh buku bo!!!  😅 Aku bilang ke suami kalau aku pengen beli, mumpung murah. Eh, suami malah negur bilang jangan, kan kami dah komitmen mau bereskan hutang kartu kredit dulu. Aku sempat bilang, mumpung murah nih, jarang ada kesempatan gini. Suami ingatin lagi komitmen kami. Aku mau ngeyel lagi dong. Tapi akhirnya aku memilih diam dan gak jadi beli buku itu walaupun dalam hati masih gak rela.

Sekarang, setelah berpikir lagi, aku bersyukur karena gak ngotot lagi sama suami. Bersyukur suami ingatkan komitmen kami dan gak terbujuk denganku. Bersyukur karena aku gak pake acara ngambek kali ini, hahaha. Salah satu hal yang aku suka dari suamiku saat kami pacaran sampai sekarang adalah dia selalu mau menegurku apapun resikonya, gak peduli aku ngambek atau marah, kalau aku salah jangan harap didiamin aja, pasti ditegur. Seringkali aku ngeyel kalau ditegur tapi bersyukur sekali kali ini gak perlu sampai diremukkan dah nyadar #sigh. 

👉  Tuhan, ajar aku menerima teguran dengan sikap yang benar,terutama saat ditegur suamiku. Amin.

Ulangan 29:9 (TB)  Sebab itu lakukanlah perkataan perjanjian ini dengan setia, supaya kamu beruntung dalam segala yang kamu lakukan.

SETIA dengan Tuhan maka Ia akan membuat segala sesuatu yang kita kerjakan BERHASIL. Terdengar mudah TAPIIIII kita tahu betapa banyak orang yang gak bertahan dalam hal kesetiaan ini. Kesetiaan adalah kualitas karakter yang terlihat melalui waktu yang panjang, kita gak akan tahu akhir hidup kita, apakah setia sampai akhir atau nggak.

Aku teringat beberapa orang temanku yang luar biasa saat melayani Tuhan semasa kuliah tapi malah berpaling dari Tuhan. Ada lagi hamba Tuhan yang dipakaiNya luar biasa dalam pelayanan musik malahan berbuat hal yang gak benar.  Dan masih banyak lagi. Benar-benar butuh Tuhan menjagai hidup dan hati kita supaya gak berubah dan tetap setia padaNya. Terkadang aku mikir, mereka yang demikian luar biasa dalam pelayanannya pun bisa berubah gak setia, apalagi aku. Sungguh karena kasih karunia Tuhan saja kita bisa tetap hidup setia.

🙏Tuhan,  walaupun gak tahu apa yang ada di depanku nantinya, aku mau tetap setia sama Tuhan dan taat. Amin.

Kasongan,  29 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 28, Ulangan 28

Amsal 28:19 (TB)  Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia akan kenyang dengan kemiskinan.

Amsal 28:19 (BIMKPetani yang bekerja keras akan cukup makanan; orang yang membuang-buang waktu akan berkekurangan.

Ayat ini dalam versi BIMK bicara jelas kalau yang mengerjakan tanah ini adalah petani yang bekerja keras. Ternyata mengerjakan tanah berbicara tentang usaha kita dan kemurahan Tuhan. Pernah kan lihat petani? Dia bekerja keras dengan membajak tanahnya, memilih bibit terbaik, menanamnya satu per satu, membersihkan tanah dari tanaman pengganggu, memberi pupuk, menyiram tanaman,  hingga nanti memanennya. He works so hard! Pernah lihat petani malas-malasan? Nah,  apakah hanya dengan segala kerja kerasnya PASTI menghasilkan panen yang baik? No! Belum tentu. Petani itu masih membutuhkan Tuhan untuk memberikan cuaca yang bagi tanamannya, untuk melindungi tanamannya dari pengganggu (wabah, cuaca ekstrim, dll) dan yang terpenting UNTUK MENUMBUHKAN TANAMANNYA. Petani tetap berharap pada kemurahan Tuhan untuk memberikannya panen terbaik. Tuhan mrmang baik tapi kalau si petani malas, bagaimana dia dapat mengharapkan hasil terbaik?

Jangan pernah berpikir kalau Tuhan pasti memberkati kita kalau kita malas. Jangan seenaknya bilang, Tuhan pasti berkati asal aku taat lalu kita seenaknya bermalas-malasan. Lah, emang taat dimananya kalau gitu? Emang Tuhan pernah nyuruh kita malas?

👉 Tetap bekerja keras dan berharap pada Tuhan maka Dia akan mengenyangkan kita dengan segala yang kita perlukan.

Ulangan 28:1 (TB)  "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.

Baca berkat dan kutuk yang Tuhan berikan itu rasanya ngejomplang banget. Kalau baca berkat Tuhan itu rasanya terharu,  hati terasa hangat, berasa I have everything I need, semakin baca makin berasa berkatNya gak habis-habis, hepi banget dah pokoknya.  Nah, kalau baca kutuk serasa hidup tu isinya buruk semua, seperti gak pernah ada hal baik terjadi dalam hidup, semakin baca semakin buruk rasanya keadaan. Betapa berbedanya! Tuhan kasih gambaran jelas hidup yang diberkati dan hidup yang dikutuk. Ini kayak Tuhan bilang, "Monggo, silakan pilih!"  😂 Sayang kita, sering jadi orang bodoh yang memilih kutuk #sigh.

Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk. Titik.
Kalau saat ini aku merasa ada kutuk yang menimpaku, kalau ada satu atau dua dari kutuk itu aku alami. Stop gak taat. Langsung berbalik sama Tuhan sebelum semua kutuk itu menimpa. Taat sama Tuhan memang berat tapi lebih berat lagi menanggung kutuk karena ketidaktaatan kita. Udah deh taat aja,  kuk yang Tuhan pasang tu ringan lho.

Kasongan,  28 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 27, Ulangan 27

Amsal 27:2 (TB)  Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.

Belakangan menjelang kepindahan ke kantor yang baru, sering kali aku tergoda untuk mendelegasikan tugasku di kantor lama ke staf yang lain. Tujuannya baik sih awalnya supaya mereka belajar, jadi kalau gak ada aku mereka bisa tetap handle semua pekerjaan yang aku pegang selama ini. Nah, jeleknya aku, aku jadi malas-malasan, bahkan sekedar ngecek kerjaan mereka pun kadang aku malassss...banget. Apalagi aku merasa dicuekin sama bosku #sigh. Munkin karena dia merasa aku akan pindah, jadi dia gak menyertakan aku dalam beberapa kegiatan. Padahal ada kegiatan yang ada perjalanan dinasnya,hahaha.

Aku mulai berubah, kembali melakukan yang terbaik di kantorku sekarang saat bertemu orang yang bekerja di kantorku sebelumnya, dia berkata sekarang pekerjaan di kantor lama yang biasa aku tangani kacau. Dia bilang pekerjaanku dulu bagus banget. Lah, awalnya aku heran, wong ibu ini masuk bersamaan dengan aku keluar kok, kok dia bisa muji aku tuh dari mana, rupanya bosku yang lama dan teman-teman di kantor lama menceritakan tentang aku ke dia. Aku senang sih karena rupanya mereka terkesan dengan pekerjaanku sampai-sampai menceritakan ke orang lain yang gak aku kenal.

Aku gak boleh seenaknya bekerja mentang-mentang akan pindah,  justru aku harus semakin melakukan yang terbaik terus supaya apa yang aku kerjakan jadi berkat.

Ulangan 27:26 (TB)  Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!"

Ada berkat,ada kutuk.
Mudah bagi kita untuk berkata "amin"  saat mendengarkan berkat Tuhan tetapi berkata "amin" saat mendengarkan kutuk tentu bukan hal mudah.
Tetapi kebalikannya pun terjadi, lebih mudah bagi kita melakukan hal-hal yang mendatangkan kutuk dibandingkan berkat. Aneh tapi nyata.
Semua orang menginginkan berkat tetapi gak ada yang menginginkan kutuk.

Bagaimana kita mendatangkan kutuk dalam hidup kita?
Dengan gak menaati perintah Tuhan.
Jadi, stop menentang Tuhan!
Tunduklah pada apa yang dikatakan Tuhan sekalipun sulit. Tuhan akan menolong kita untuk taat kalau hati kita sungguh mau taat. Kalau dari awal dah niat ngeles dan gak taat, waduh... !

Kasongan, 27 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 26, Ulangan 26

Ulangan 26:10-11 (TB)  Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu,
dan haruslah engkau, orang Lewi dan orang asing yang ada di tengah-tengahmu bersukaria karena segala yang baik yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu dan kepada seisi rumahmu."

Baca pasal 26 ini aku diingatkan untuk:
👉 memberi persembahan
👉 bersyukur
👉 bersukacita
Saat memberi persembahan bisa jadi hanya sekedar rutinitas atau kewajiban kalau gak disertai rasa syukur dan sukacita. Aku pernah ngerasa gitu, apalagi aku sebenarnya orang yang dari awal maunya memberi dengan keteraturan.  Dari awal bulan dah disiapkan untuk persembahan. Jujur sih gak ada rasa berat karena dah di awal emang peruntukannya itu.  Ada sempat rasa bangga karena bisa menyiapkan untuk persembahan setiap bulannya padahal harus menyisihkan juga buat bayar rumah, nabung sedikit, dll  dengan gaji yang pas-pasan menurut orang. Sempat mikir,  wah, aku lumayan bagus nih ngatur uang.

Sampai.... Tiba-tiba aku dihadapkan pada situasi di mana harus bayar tagihan lebih banyak dari biasanya. Jadi memberi persembahan telat dari biasanya, aku menyadari betapa suatu susahnya bersukacita saat itu. Wuih.  Apalagi bersyukur! Ngelihat nilai yang tersisa di rekening bikin dag dig dug, ini cukup gak sih sampai akhir bulan.

Memberi persembahan itu sesuatu, tapi apakah saat kita memberikannya ada rasa syukur dan sukacita adalah hal lain. Saat aku 'terlambat'  memberikan persembahan dan tetap bisa memberikan di bulan yang seharusnya di situ, di situ aku merasa bersyukur dan bersukacita luar biasa karena sadar INI SEMUA KARENA TUHAN. Bukan karena gajiku banyak, bukan karena aku bagus ngatur duit tapi ada tangan Tuhan. Bukan karena aku tapi Tuhan. Begitulah seharusnya persembahan diberikan, mengingatkanku bahwa aku bisa memberikan persembahan adalah karena Tuhan saja. Dia lah yang berikan segala sesuatu, bahkan persembahan yang aku berikan adalah karena kemurahanNya. Karenanya seharusnya aku datang membawa persembahan dengan rasa syukur dan sukacita karena TUHAN berkenan memberkatiku.

👉 Persembahan adalah saranaku belajar taat, bersyukur dan bersukacita.

Amsal 26:16 (TB)  Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana.

Sudah malas tapi sok bijak pula, weleh-weleh, geleng kepala deh. Terkadang kesal melihat orang seperti ini, di kantorku ada yang kayak gini. Di kantor yang lama ada, di kantor yang sekarang juga ada. Ngeselin banget kan berhadapan dengan orang kayak gini?

👉Aku gak boleh malas. Di manapun Tuhan tempatkan aku.  Di manapun aku berada, harus rajin. Lah kita aja bisa kesel liat orang malas, masa Tuhan gak kesel sih liat orang malas. Tuhan dah kasih kepercayaan buat mengerjakan banyak hal,lah masa kita masih malas-malasan.
👉 Jangan menganggap diri sendiri pintar. Harus terbuka dengan nasehat, dengar-dengaran dengan orang lain. Buka hati dan telinga untuk hikmat supaya bisa dapat hikmat.

Kasongan,  26 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 25, Ulangan 25

Amsal 25:11 (TB)  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.

Kemaren aku menghubungi temanku yang sedang dinas, ada yang aku tanyakan,  eh tiba-tiba jawabannya gak ngenakin. Dia kuanggap kasar. Aku lumayan tersinggung,padahal aku merasa sudah bertanya baik-baik,  sampai malas rasanya bertemu kawanku itu kalau pulang dia dari dinas. Hari ini baca ayat di atas jadi merenung:
Mungkinkah aku kemaren berkata pada saat yang gak tepat? Mengingat biasanya temanku gak bersikap begitu. Lagipula aku gak bertemu dia secara langsung, hanya komunikasi lewat wa, bisa saja aku salah paham atau memang waktu aku bertanya gak tepat.

👉 Sepulang dia dinas akan kuajak berbicara supaya gak terjadi salah paham. Dan aku juga perlu belajar memahami situasi dan kondisi seseorang sebelum berbicara ke dia, apalagi jika itu hal yang sensitif.

Ulangan 25:4 (TB)  Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik."

1 Korintus 9:9-10 (TB)  Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
Atau kitakah yang Ia maksudkan? Ya, untuk kitalah hal ini ditulis, yaitu pembajak harus membajak dalam pengharapan dan pengirik harus mengirik dalam pengharapan untuk memperoleh bagiannya.

Setiap kita punya bagian masing-masing dalam melaksanakan pekerjaan bagi Tuhan,  ada yang sebagai pendoa, orang yang diutus, pengutus, pemberi dana,  dll. Mari kita lakukan bagian kita dan jangan menghalangi mereka yang mengerjakan bagian yang lain. Saat kita mengambil komitmen sebagai pendoa, jangan berhenti berdoa bagi dia yang Tuhan taruhkan di hati kita. Jika kita berkomitmen mensupport dana untu misionaris atau pekerjaan Tuhan setiap bulannya, jangan melupakan perjanjian kita. Bulan ini, aku dan suami terlambat mengirimkan dana untuk pekerjaan pelayanan yang kami support setiap bulan. Memang belum lewat bulan, tapi biasanya tanggal 1 sudah kami kirimkan. Duh, rasanya gak tenang, apalagi kalau mengingat lembaga misi tersebut pasti sudah punya pos-pos yang akan menggunakan dana tersebut tiap bulannya. Awal bulan kami memang harus membayar tagihan yang lebih banyak dari biasanya. Makanya agak terlambat untuk support tersebut.

👉 Bulan depan gak boleh berulang lagi. Harus disiplin tiap tanggal 1.

Kasongan, 25 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 24, Ulangan 24

Ulangan 24:17 (TB)  Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.

Gak boleh mengambil hak orang lain!
Aku dapat SK untuk menjadi pengumpul data SIPD di kantorku, setiap diminta aku harus menyiapkan data yang diminta Bappeda. Biasanya memang karena itu tanggung jawabku dan ada honornya, aku memang mengerjakannya sendiri. Triwulan ini,  dalam mengerjakannya aku dibantu salah satu temanku. Nah, honornya akan keluar. Aku sempat berpikir ini hakku, toh namaku yang tercantum di SK. Aku lagi memerlukan uang itu, huhuhuhu. Dari kemaren pas tahu mau dapat honor aku berpikir akan membaginya dengan teman yang membantuku, tapi aku butuh uang itu huhuhuhu.Eh,baca ayat ini jadi ketampar-tampar, diingatkan sama teman yang menolongku itu dan membaginya. Memang namaku yang tercantum menerima honor tapi ada hak temanku juga di situ. Gak boleh kuambil apa yang bukan hakku.

👉 Kalau aku sudah menerima honor itu, ad bagian yang harus aku bagi ke temanku itu.

🙏 Tuhan,  aku gak mau mengambil hak orang lain. Tolong aku Tuhan,  aku mau membagi dengan sukacita dan bukan dengan sedih hati. Amin.

Amsal 24:8 (TB)  Siapa selalu merencanakan kejahatan akan disebut penipu.

PENIPU.  Duh sedihnya kalau disebut PENIPU.  Aku gak mau lagi berpikir untuk mengambil apa yang menjadi hak orang lain. Aku gak mau disebut penipu. Sempat ada pikiran membela diri, ah.... Kan itu milikku, aku gak nipu kok,lagian temanku gak tahu itu ada honornya. Secara manusia sih kayaknya gak ada yang salah tapi standar Tuhan beda dengan manusia,  Dia ingin aku hidup dalam kebenaran  dan kejujuran. Gak boleh hanya ingin mencari keuntungan diri sendiri.

Kasongan,  24 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 23, Ulangan 23

Amsal 23:23 (TB)  Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Belilah:
👉 kebenaran
👉 hikmat
👉 didikan
👉 pengertian
Kita membeli sesuatu jika kita MEMBUTUHKAN atau MENGINGINKAN nya. Nah, untuk membeli sesuatu berarti kita harus bersedia membayarnya.
Selama ini bersediakah aku membayar harga untuk mendapat kebenaran,  hilmat,  didikan dan pengertian?
Apa harga yang harus kubayar? Bisa jadi berupa waktu, uang,  harga diri,  perasaan. Maukah aku?
Untuk melakukan yang benar,  aku harus bersedia berbeda dengan dunia,  harus bersedia berkorban.

👉  Aku harus bersedia membayar untuk mendapat yang berharga (kebenaran, hikmat,  didikan, pengertian), jangan malah menukarnya dengan uang.

Ulangan 23:21 (TB)  "Apabila engkau bernazar kepada TUHAN, Allahmu, janganlah engkau menunda-nunda memenuhinya, sebab tentulah TUHAN, Allahmu, akan menuntutnya dari padamu, sehingga hal itu menjadi dosa bagimu.

Tuhan adalah Allah yang memegang perjanjianNya, jadi Dia ingin kita sebagai anakNya juga melakukan hal yang sama. Dia ingin kita gak sembarangan berjanji atau bernazar, lah wong Tuhan aja selalu menepati apa yang dijanjikan-Nya. Tidak ada satu pun yang dijanjikan-Nya gak terjadi, masa kita melakukan yang kurang dari itu?

Kasongan, 23 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 22, Ulangan 22

Ulangan 22:1 (TB)  "Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.

Baca ayat ini teringat suatu kejadian, anjing mahal tetangga pernah nyasar ke dalam rumah kami. Ngeselin banget, pup sembarangan di dalam rumah kami. Agak susah nangkapnya jadi kami kasih tahu tetangga,  eh... Begitu datang, dia angkat anjingnya dan langsung ngeloyor pergi. Bilang makasih ngga, bilang maaf juga ngga (karena dah ngotorin rumah kami). Bengong dong kami serumah. Aku kesel dong trus bilang ke mamah, lain kali kalau kejadian lagi, diamin aja, gak usah dikasih tahu, biarin aja bingung tuh tetangga.

Baca ayat ini jadi ketegur deh. Gak boleh kayak gitu. Meskipun tu tetangga ngeselin, aku gak harus ikut-ikutan ngeselin juga.  Harus tetap menolong saat ada kesempatan menolong meskipun yang ditolongin gak menghargai atau gak beretika. Kita menolong bukan karena siapa yang ditolong tapi karena siapa Allah kita. Kadang kan ada tuh orang yang ngeselin dan bikin kita males banget nolongin saat dia perlu, tapi gak boleh kayak gitu.

Amsal 22:6 (TB)  Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Tadi malam Sara dikasih tahu untuk gak bermain piring plastik karena dia bisa terpeleset dan jatuh. Berkali-kali sudah dikasih tahu. Udah dijauhkan juga, tapi entah gimana,  siapa yang ngasih, eh dia dapat juga. Kami sedang di rumah mamahku. Akhirnya kejadian deh, nangis kenceng dia. Setelah dipastikan gak ada luka yang gimana, dan tangisnyanmulai reda, papa Sara kasih tahu lagi dong. Eh, tahu-
tahu nangis lagi Sara. Mamaku gak tega kali ya liat cucunya nangis jadi mulai ngomong kalau anak kecil tu belum bisa dikasih tahu, kami sebagai orang tua yang harus selalu hati-hati. Papa Sara diam aja sih, kalau aku kesel, soalnya mamaku ngomong di depan kami dan ada Sara juga. Aku kesel karena aku percaya, anak kecil tu dari kecil bisa dikasih tahu, mereka pintar lo, makanya jangan pernah menganggap mereka gak tahu apa yang kita omongin, dan ini diomongin pula di depan anaknya, jadi ngerasa dibelain kan.

Aku diam aja sih awalnya, tapi akhirnya kasih tahu dengan baik ke mamahku dan orang lain di rumah,  kalau Sara perlu dikasih tahu dari sekarang apa yang baik, apa yang benar. Darimana dia tahu kalau kita gak ngasih tahu? Kalau besar ntar susah ngasih tahunya.  Mama dan yang lain diam aja waktu aku kasih tahu tapi berasa sih masih gak terima.

Haduh,  ngebayangin nanti kalau belum dapat rumah di Palangka kalau kami pindah, mau gak mau kan di tempat mamahku dulu,ntah apa yang terjadi ya. Karena kami emang berusaha tegas sama Sara, jadi kalau ntar dia dibelain melulu gimana ya #sigh.

Aku berdoa semoga orang-orang di sekeliling kami (terutama mamah) mengerti kalau kami sayang Sara dan bersikap tegas demi dia juga. Takut aja kalau nanti, kami ngajarin apa, eh orang lain malah belain kalau dia salah.

Kasongan,  22 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 21, Ulangan 21

Amsal 21:14 (TB)  Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.

Tadi malam, daripada aku jengkel dan nyerewetin suamiku karena dia belum mengerjakan bagian transkripnya. Aku diam-diam tanpa diminta beli minuman kaleng dan cemilan kesukaannya. Suamiku senang banget. Dan bilang kalau malam akan dikerjakannya bagiannya sambil ditemani apa yang kubeli itu. Senang sih dengarnya. Tapi gak mau juga terlalu nuntut yang gimana. Pagi tadi,  tahu-tahu suamiku bilang sudah selesai bagiannya yang semalam dong 😆😍 Padahal banyak lo, sampe jam 3 subuh dia ngerjainnya. Jadi tinggal lanjut lagi deh yang lain hari ni.

Haduh, untung aja kemaren aku gak cerewet. Gak tahu deh dorongan dari mana tahu-tahu tadi malam belikan buat suamiku cemilan gitu, padahal kami sedang berhemat luar biasa bulan ini. Tapi aku gak nyesal sih, aku bersyukur gak menolak dorongan itu. Aku belajar kalau selain berpikir positif menanggapi suami yang kadang nyebelin, aku juga perlu BERLAKU POSITIF. Do something!

Ulangan 21

Aku gak tahu mengapa Tuhan membuat berbagai aturan,  banyak aturan,  ini itu. Beberapa di antaranya juga membuat aku bertanya:
- Kenapa ya Tuhan buat aturan gini?
- Kok Tuhan buat aturan ini ya?
- Kenapa sih gak gini aja?

Terkadang kita memang gak tahu dengan jelas apa alasan Tuhan melarang atau memerintahkannkita lslukj. Tapi Dia mau kita hidup dalam ketaatan padaNya. Seringkali ketaatan akan membuka pengertian kemudian.

Kasongan,  21 Oktober 2017
-Mega Menulis-

1 Timotius 5-6

1 Timotius 5 Scripture        1 Timotius 5:18 (TB)  Bukankah Kitab Suci berkata: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang seda...