.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, November 21, 2017

Amsal 16, Yeremia 13

Amsal 16:18 (TB)  Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Aku teringat tadi pagi aku cerita mengenai kerjaan di kantor ke suami, aku kesal dengan beberapa orang yang kerjanya lambat sehingga menghambat pekerjaan orang lain. Okelah, aku kesal dan curhat ke suami. Tapi ujung-ujungnya aku ngomong gini ke suami, "Apaan sih orang ini, ngerjain kayak gitu aja lama banget. Dulu aku pernah mengerjakan sama dengan yang dia kerjakan. Bukan hanya 3 atau 4 kali setahun, tapi sepanjang tahun tiap bulannya 3-4 kali mengerjakan itu, gak pernah tuh lambat laporannya. Emang dia aja yang gak bisa kerja. "
AKU SOMBONG.
Ngapain coba aku ngomong gitu? Apa gunanya? Menegaskan betapa lambatnya kawanku bekerja dan betapa cepatnya kerjaku?
Duh. Kalau dipikir-pikir sekarang betapa bodohnya aku.
Seharusnya, daripada aku mengomel kerjaan temanku dan menyombongkan diri sendiri, kenapa aku gak membantu temanku atau mengajarinya? 😢

Yeremia 13:15-16 (TB)  Dengarlah, pasanglah telingamu, janganlah kamu tinggi hati, sebab TUHAN telah berfirman.
Permuliakanlah TUHAN, Allahmu, sebelum Ia membuat hari menjadi gelap, sebelum kakimu tersandung di atas bukit-bukit yang diliputi senja, sementara kamu menanti-nantikan terang, tetapi Ia menjadikan hari kelam pekat dan mengubahnya menjadi gelap gulita.

Jadi ingat Amsal yang aku baca tadi, aku kembali diingatkan masalah TINGGI HATI/KESOMBONGAN.
Aku gak layak untuk menyombongkan apapun karena yang terjadi dalam hidupku, ada peran Tuhan di dalamnya. Kemauan dan kemampuan mengerjakannya pun adalah karena Tuhan. Seharusnya aku memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri.
Saat aku sombong berarti aku mulai melupakan Tuhan, aku hanya fokus ke diri sendiri. Saat aku menyadari aku mampu atau merasa memiliki lebih, itu adalah kesempatan bagiku untuk memuliakan Tuhan.

Bagaimana aku memuliakan Tuhan saat aku menyadari kemampuanku?
👉 memuji Tuhan atas karyaNya melaluiku dan di dalamku
👉 membantu mereka yang memerlukan bantuan dengan tulus sehingga Tuhan dimuliakan.

Kasongan,  16 November 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 21-22

2 Raja-Raja 21 Scripture        2 Raja-raja 21:3 (TB)  Ia (Manasye) mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ole...