.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, November 21, 2017

Amsal 17, Yeremia 14

Amsal 17:19 (TB)  Siapa suka bertengkar, suka juga kepada pelanggaran, siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran.

Amsal 17:19 (BIMK)  Orang yang suka pada dosa, suka bertengkar. Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran.

"... siapa memewahkan pintunya mencari kehancuran. "
Memewahkan pintu?
Buat apa?!!!
Buat yang pernah membangun rumah atau membeli rumah tentunya tahu kalau 'memewahkan pintu'  gak pernah jadi fokus. Tentunya yang kita inginkan adalah rumah yang kokoh dan nyaman untuk ditinggali. Pintu memang penting, apalagi pintu masuk rumah. Setiap orang yang melewati rumah kita akan MELIHAT PINTU KITA, nah orang yang pintunya mewah adalah orang yang suka pamer.
Ini sejalan dengan saat aku baca versi BIMK ternyata dikatakan:
Orang yang bermulut besar, mencari kehancuran.

Oooo.... Jadi Tuhan ingin supaya kita gak memamerkan/melebih-lebihkan apa yang kita miliki. Itu hanya akan membawa kita kepada kehancuran.
Ah nggak kok, aku gak pernah memewahkan pintuku atau melebih-lebihkan kemampuanku. Yok, kita cek!
Saat kita mendengar sharing seseorang tentang anaknya yang belum bisa melakukan ini itu, perlukah kita berkata, "Ah, anakku sudah bisa kok berjalan lancar pada umur sekian".
Saat seseorang gagal dalam pekerjaannya, apakah perlu kita berkomentar, "Gitu aja gak bisa, aku bisa handle pekerjaan lebih banyak dari yang dia lakukan dan beres kok dalam seminggu" (I did it)
Mungkin kita gak menyombongkan harta, tetapi mari kita cek dan ricek apakah kita suka menyombongkan kemampuan kita. Kalau iya, yok kita stop!

Yeremia 14:14 (BIMK)  Tapi TUHAN menjawab, "Nabi-nabi itu membawa berita dusta atas nama-Ku; Aku tidak mengutus mereka, dan tidak juga memberi perintah atau berbicara kepada mereka. Penglihatan-penglihatan yang mereka ceritakan bukan dari Aku; mereka meramalkan hal-hal tak berguna yang mereka karang sendiri.

Mengetahui apa yang dilakukan para nabi palsu membuat geleng-geleng, kok bisa yan mereka 'berinisiatif' melakukan sesuatu yang Tuhan gak suruh bahkan menjual nama Tuhan. Mereka berdusta memakai nama Tuhan. Pernahkah kita melakukannya? Well, mungkin gak bernubuat palsu, tapi saat kita melakukan sesuatu yang Tuhan gak suruh, kita sedang mendukakan Tuhan loooo....

👉 Aku mau belajar bertanya dulu sama Tuhan sebelum melakukan sesuatu.

Kasongan, 17 November 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 21-22

2 Raja-Raja 21 Scripture        2 Raja-raja 21:3 (TB)  Ia (Manasye) mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ole...