.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, November 2, 2017

Amsal 22, Ulangan 22

Ulangan 22:1 (TB)  "Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.

Baca ayat ini teringat suatu kejadian, anjing mahal tetangga pernah nyasar ke dalam rumah kami. Ngeselin banget, pup sembarangan di dalam rumah kami. Agak susah nangkapnya jadi kami kasih tahu tetangga,  eh... Begitu datang, dia angkat anjingnya dan langsung ngeloyor pergi. Bilang makasih ngga, bilang maaf juga ngga (karena dah ngotorin rumah kami). Bengong dong kami serumah. Aku kesel dong trus bilang ke mamah, lain kali kalau kejadian lagi, diamin aja, gak usah dikasih tahu, biarin aja bingung tuh tetangga.

Baca ayat ini jadi ketegur deh. Gak boleh kayak gitu. Meskipun tu tetangga ngeselin, aku gak harus ikut-ikutan ngeselin juga.  Harus tetap menolong saat ada kesempatan menolong meskipun yang ditolongin gak menghargai atau gak beretika. Kita menolong bukan karena siapa yang ditolong tapi karena siapa Allah kita. Kadang kan ada tuh orang yang ngeselin dan bikin kita males banget nolongin saat dia perlu, tapi gak boleh kayak gitu.

Amsal 22:6 (TB)  Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Tadi malam Sara dikasih tahu untuk gak bermain piring plastik karena dia bisa terpeleset dan jatuh. Berkali-kali sudah dikasih tahu. Udah dijauhkan juga, tapi entah gimana,  siapa yang ngasih, eh dia dapat juga. Kami sedang di rumah mamahku. Akhirnya kejadian deh, nangis kenceng dia. Setelah dipastikan gak ada luka yang gimana, dan tangisnyanmulai reda, papa Sara kasih tahu lagi dong. Eh, tahu-
tahu nangis lagi Sara. Mamaku gak tega kali ya liat cucunya nangis jadi mulai ngomong kalau anak kecil tu belum bisa dikasih tahu, kami sebagai orang tua yang harus selalu hati-hati. Papa Sara diam aja sih, kalau aku kesel, soalnya mamaku ngomong di depan kami dan ada Sara juga. Aku kesel karena aku percaya, anak kecil tu dari kecil bisa dikasih tahu, mereka pintar lo, makanya jangan pernah menganggap mereka gak tahu apa yang kita omongin, dan ini diomongin pula di depan anaknya, jadi ngerasa dibelain kan.

Aku diam aja sih awalnya, tapi akhirnya kasih tahu dengan baik ke mamahku dan orang lain di rumah,  kalau Sara perlu dikasih tahu dari sekarang apa yang baik, apa yang benar. Darimana dia tahu kalau kita gak ngasih tahu? Kalau besar ntar susah ngasih tahunya.  Mama dan yang lain diam aja waktu aku kasih tahu tapi berasa sih masih gak terima.

Haduh,  ngebayangin nanti kalau belum dapat rumah di Palangka kalau kami pindah, mau gak mau kan di tempat mamahku dulu,ntah apa yang terjadi ya. Karena kami emang berusaha tegas sama Sara, jadi kalau ntar dia dibelain melulu gimana ya #sigh.

Aku berdoa semoga orang-orang di sekeliling kami (terutama mamah) mengerti kalau kami sayang Sara dan bersikap tegas demi dia juga. Takut aja kalau nanti, kami ngajarin apa, eh orang lain malah belain kalau dia salah.

Kasongan,  22 Oktober 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...