.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, December 6, 2017

Amsal 26, Yeremia 23

Amsal 26:23 (TB)  Seperti pecahan periuk bersalutkan perak, demikianlah bibir manis dengan hati jahat.

Gak boleh munafik!
Di mulut bermanis-manis tapi hatinya penuh dengan kejahatan. Lebih baik jujur dan apa adanya.

Aku teringat seorang kawan yang sudah pindah ke kantor lain, baru-baru ini seorang temanku yang juga berada di kantor yang sama menceritakan kelakuan teman sekantorku dulu, rupanya diabelum berubah. Bahkan dia berani menjelek-jelekkan rekan sekerjanya di hadapan pimpinan padahal di depan si rekan dia bersikap manis,demi apa? Demi keuntungan dirinya sendiri.

Orang yang munafik seringkali melakukan itu untuk menyembunyikan hatinya yang penuh kejahatan, jadi kalau aku mau hidup murni dan tulus, harus mulai cek hatiku. Apakah ada tujuan tersembunyi saat aku mulai mengatakan hal yang buruk tentang orang lain di hadapan bosku? Apakah benar untuk mengkoreksi pekerjaannya yang salah? Kenapa aku gak menyampaikannya langsung? Supaya aku terlihat lebih pandai? Supaya aku lebih dipercaya bos?

👉  Cek dan ricek hati. Dan jujur.

Yeremia 23:1 (TB)  "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" — demikianlah firman TUHAN.

Tuhan murka saat seorang gembala lalai akan tugasnya sehingga menyebabkan kambing domba gembalaanNya hilang dan terserak. Betapa Tuhan mengasihi setiap milikNya dan betapa besar kecewaNya saat gembala yang dipercayaiNya malah melakukan yang jahat.

Sebenarnya aku merasa bukan seorang gembala saat ini, tapi Tuham ingatkan ada jiwa yang dititipkanNya buatku, ada Sara yang sudah dipercayakan buatku. Aku harus menjaganya dengan penuh tanggung jawab dan membawanya mengenal Sang Gembala Agung. Kemarin membaca cerita bagaimana  anak seorang teman mengenal dan menerima Yesus secara pribadi dituntun mamanya,itu sangat indah. Aku juga rindu itu terjadi pada anak-anakku. Aku mau menjadi gembala yang bertanggung jawab dan mengasihi mereka yang dipercayakan padaku.

Kasongan,  26 November 2017
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 21-22

2 Raja-Raja 21 Scripture        2 Raja-raja 21:3 (TB)  Ia (Manasye) mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ole...