.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, January 18, 2018

Amsal 17, Matius 17

Amsal 17:7 (TB)  Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata yang bagus, apalagi orang mulia mengucapkan kata-kata dusta.

Orang bebal tidak layak mengucapkan kata-kata yang bagus...

Beberapa minggu ini heran dan tersenyum geli melihat seseorang yang aku kenal memasang status di Facebook yang gak bersesuaian dengan hidupnya. Ini jadi reminder buatku supaya hidup dengan integritas, ada kesesuaian antara apa yang aku yakini, pikirkan, ucapkan dan perbuat. Karena kalau nggak, sebagus apapun ucapanku gak akan pernah jadi berkat bagi orang lain, malahan jadi bahan tertawaan.

Aku merasakan sendiri, sebaik apapun perkataan seseorang tapi kalau hidupnya gak bersesuaian dengan perkataannya maka apa yang dikatakannya gak akan jadi dampak.

👉 Aku mau jadi dampak melalui perkataanku, makanya hidupku harus bersesuaian dengan apa yang aku katakan.

Matius 17:20 (TB)  Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Karena kurang percaya maka murid-murid-Nya tidak dapat mengusir setan, seorang anak menderita karena penyakit ayannya. Aku baru nyadar di sini, kalau kekurangan percayaku bisa. berakibat pada hidup orang lain.

Hal-hal apa yang kulakukan dalam hidup tapi aku kurang percaya? Atau aku melakukannya tanpa iman? Bisa jadi itu mempengaruhi hidup orang lain, orang terdekatku atau pun orang yang hanya melihatku. Banyak hal yang dapat terjadi maupun tidak dapat terjadi karena aku tidak beriman.

Bagaimana seseorang dapat dibangun imannya dalam hal menanti jawaban doa, saat orang di sekelilingnya yang menanti jawaban doa hidup seakan tidak ada harapan, hidup dalam keluhan dan tidak percaya akan menerima apa yang dia doakan? Seringkali kita gak sadar kalau sikap iman kita mempengaruhi hidup orang lain. Pernah kan merasa positif dan bersemangat saat melihat hidup seseorang yang terus bersemangat dan memperkatakan hal yang baik saat dia dalam kesulitan? Merasa dikuatkan juga gak sih? Kalau aku sih yes.

🙏 Tuhan, ampuni aku kalau aku sering lupa bahwa bagaimanapun imanku dapat mempengaruhi iman orang lain juga. Tolong aku yang kurang percaya ini ya Tuhan, kuatkan imanku dan mampukan aku menjadi saksi iman bagi kemuliaan nama Tuhan. Amin.

Kasongan, 17 Januari 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 21-22

2 Raja-Raja 21 Scripture        2 Raja-raja 21:3 (TB)  Ia (Manasye) mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ole...