.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, February 28, 2018

Amsal 28, Kisah Para Rasul 28

Amsal 28:6 (TB)  Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya.

Pilih miskin atau kaya?
Saat dihadapkan pada pilihan seperti ini pasti sebagian besar dari kita ingin kaya. Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya, apalagi jika kekayaan tersebut dipakai untuk memberkati orang lain. Firman TUHAN hari ini mengingatkan bahwa masalahnya bukan orang kaya lebih baik dari orang miskin atau pun sebaliknya TAPIIIII bagaimana integritas seseorang di mata Tuhan yang harus kita perhatikan. Ada orang miskin yang menjadikan kemiskinannya sebagai alasan untuk berlaku curang atau mencuri, namun ada juga orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dengan berlaku curang dan mengambil hak orang orang lain. Di mata Tuhan semuanya sama, sama-sama melakukan dosa.

👉 Aku mau jadi kaya, tapi hari ini pertanyaan ini muncul dalam hatiku. Fokusku dalam hidup sebenarnya apa? Menjadi kaya atau menyenangkan Tuhan? Perkara mudah bagi Tuhan untuk memberkati hidupku saat aku hidup dalam ketaatan. Kalau aku gak bisa dipercaya saat miskin, bagaimana Tuhan bisa mempercayaiku saat kaya? Miskin atau pun kaya, Tuhan ingin aku hidup dalam integritas dan takut akan Dia.

Kisah Para Rasul 28:15 (TB)  Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya.

Kedatangan dan perhatian saudara-saudara di Roma pada Paulus membuat Paulus mengucap syukur kepada Allah dan hatinya menjadi kuat. Cerita ini mengingatkanku :
👉 Sebagai saudara seiman, sudahkah aku mendatangi dan memberikan perhatian pada saudara seiman yang lain?  Atau aku hanya sibuk memperhatikan kepentingan diriku sendiri.
👉 Sudahkah aku mengucapkan syukur kepada Tuhan untuk keberadaan mereka yang memberikan perhatian padaku?

Kasongan, 28 Februari 2018
-Mega Menulis-

Tuesday, February 27, 2018

Amsal 27, Kisah Para Rasul 27

Kisah Para Rasul 27:35-36 (TB)  Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga.

Empat belas hari terapung di lautan, dan berpikir apakah akan hidup atau mati. Siapa yang gak jadi lemah hatinya? Siapa yang gak tawar hati coba? Tapiiiii.... Hari itu seisi kapal menjadi KUAT HATINYA karena PERKATAAN PAULUS dan UCAPAN SYUKUR Paulus kepada Allah.

Seperti Paulus, kita pun dapat menguatkan hati orang lain yang sedang lemah hatinya dengan :
👉 perkataan
Saat menghadapi kesulitan ataupun melihat kesulitan orang lain, apakah yang kita lakukan? Berkeluh kesah dan mengasihani diri sendiri atau memperkatakan firman dan memperkatakan hal yang baik? Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus. Bagaimana iman dan pengharapan kita akan muncul kalau yang kita dengar adalah perkataan negatif.
👉 ucapan syukur
Tidak mudah mengucap syukur saat keadaan sulit. Tapi ucapan syukur kita kepada Allah memudahkan kita melihat Allah dalam kesulitan. Kita diingatkan kalau Allah memegang kendali dan gak ada yang terjadi tanpa seizinNya,mempercayai Dia dalam kesulitan membuat kita semakin kuat.

Gak usah jauh-jauh, saat aku dalam keadaan yang gak aku inginkan, aku maunya mengeluh, padahal itu aku sendiri yang kesulitan. Gimana kalau aku seperti Paulus yang berada di tengah semua orang yang mengalami kesulitan ya, pasti semua ramai-ramai mengeluh. Paulus bisa menjadi berbeda. Kalau aku? Gak yakin deh. Wong berapa hari ini aja rasanya aku mengeluh terus gara-gara proses perpindahanku masih menunggu banyak urusan administrasi yang belum beres.

👉 Aku mau memperkatakan perkataan positif dan bersyukur pada Tuhan walaupun banyak yang mau aku keluhkan. Aku bisa 💪💪 Aku mau jadi berkat lewat responku dalam masalahku.

Amsal 27:6 (TB)  Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Suamiku termasuk keras dan gak suka kalau melihat anak terlalu dimanja,dia berkata itu gak baik buat perkembangan anak, anak gak akan tahu kapan dia salah dan jadi susah ditegur. Kadang aku merasa gak enak dengan sikapnya yang blak-blakan itu, apalagi dia sering menegur sepupuku yang masih SD dan memang terlalu kami manja. Aku sih gak enak sama orang tuanya, hahaha. Emang sih kelewatan sepupuku ini. Bahkan ke orang tuanya pun dia berani. Anehnya, karena sering ditegur dan dinasehati suamiku, sepupuku malah jadi dekat banget ke suamiku. Mungkin lama-lama dia merasa apa yang dilakukan suamiku buat kebaikannya.

Aku terkadang masih sungkan menegur orang lain, takut dia gak terima. Tapi sedikit demi sedikit, aku mulai menegur kalau menemukan hal yang salah. Gak perlu takut dibenci kalau aku melakukannya dengan motivasi yang murni dan dengan kasih.

Palangka Raya, 27 Februari 2018
-Mega Menulis-

Monday, February 26, 2018

Amsal 26, Kisah Para Rasul 26

Amsal 26:21 (TB)  Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api, demikianlah orang yang suka bertengkar untuk panasnya perbantahan.

Ada orang-orang tertentu yang ucapannya gak menyenangkan dan memancing pertengkaran karena suka asal ngomong. Orang ini gak memikirkan dampak ucapannya, wong emang ngomong gak dipikir. Untuk menenangkan dirinya orang akan bilang ini ngomong apa adanya, tapi kalau kita mau jujur memikirkan dampaknya pada perasaan orang lain yang mendengar, dan kita tahu akan menyakiti orang lain, apakah kita tetap akan asal ngomong?

Standar kesensitifan setiap orang gak sama, omongan yang kita anggap biasa bisa jadi menyakiti hati orang lain dan memanaskan suasana. Aku perlu belajar memperhatikan omonganku. Apalagi menyadari akhir-akhir ini aku sering berbantahan dengan suami. Bukan yang berbantahan gimana sih, tapi aku meresponi ucapan suamiku dengan jawaban yang gak menyenangkan. Aku ngeri teringat ayat ini:

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” 1 Timotius 3:14
Bagaimana aku bisa jadi teladan dalam hal perkataan buat Sara kalau aku masih suka asal ngomong dan berbantahan dengan suamiku? Inilah teladan yang akan dilihat dan ditiru Sara. Duh. Sedih. Aku gak mau Sara jadi gitu. Aku harus lebih lagi memperhatikan perkataanku, berpikir sebelum bicara.

Kisah Para Rasul 26:32 (TB)  Kata Agripa kepada Festus: "Orang itu sebenarnya sudah dapat dibebaskan sekiranya ia tidak naik banding kepada Kaisar."

Baca ayat ini seperti dikasih tahu kalau Paulus yang MEMILIH sendiri untuk naik banding kepada Kaisar. Seakan-akan Paulus gak tau masalah hukum. Mungkinkah demikian? Kupikir nggak. Paulus sengaja memilih naik banding daripada dibebaskan karena Ia memilih memuliakan Tuhan dengan bersaksi di depan banyak orang. Dia gak memilih jalan yang mudah untuk menyenangkan diri sendiri melainkan memilih jalan yang sulit demi tujuan yang lebih besar. Fokusnya adalah Tuhan, bukan dirinya.

Di antara pilihan-pilihan yang ada dalam hidup kita setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan memilih untuk fokus pada kepentingan diri sendiri atau kepentingan Allah. Maukah aku seperti Paulus yang memilih jalan sulit demi memuliakan Tuhan? Atau aku mencari enaknya sendiri demi diri sendiri? Sejujurnya aku sering mau enaknya sendiri, yang penting tujuanku tercapai. Kisah Paulus ini mengingatkanku kalau ada tujuan Allah yang jauh lebih besar dari tujuanku.

Palangka Raya, 26 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 25, Kisah Para Rasul 25

Kisah Para Rasul 25:21-22 (TB)  Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar."
Kata Agripa kepada Festus: "Aku ingin mendengar orang itu sendiri." Jawab Festus: "Besok engkau akan mendengar dia."

Bagi orang lain mungkin melelahkan sekali proses persidangan Paulus, kalau dihitung-hitung berapa kali dia harus menghadap banyak pejabat. Ribet. Gak adil. Melelahkan. Aku juga beranggapan demikian awalnya, tapi hari ini aku melihat bagaimana Paulus menggunakan setiap kesempatan yang dianggap orang laib melelahkan sebagai kesempatan baginya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Penderitaannya malah menjadi kesempatan bagi Kristus dimuliakan melalui kesaksiannya saat bertemu banyak orang dalam berbagai kesempatan.

Aku perlu belajar seperti Paulus yang memakai segala kesempatan bahkan yang dipandang orang lain sebagai penderitaan menjadi kesempatan bersaksi. Caranya, berespon berbeda dengan dunia. Mudah untuk merasa marah, putus asa, sedih, dll saat dihadapkan pada berbagai hal gak mengenakkan yang kita alami tapi saat kita mulai bertanya, "BAGAIMANA aku dapat memuliakan Kristus melalui hal ini?"  maka kita dapat berespon sesuai kehendak Allah.

Amsal 25
no rhema

Palangka Raya, 25 Februari 2018
-Mega Menulis-

Saturday, February 24, 2018

Amsal 24, Kisah Para Rasul 24

Kisah Para Rasul 24:26 (TB)  Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya. Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap-cakap dengan dia.

Feliks sering bercakap-cakap pada Paulus bukan untuk menyelidiki perkaranya dengan benar dan menghakimi dengan adil tapi ternyata dia punya motivasi yang gak benar, dia ingin Paulus menyogoknya. Padahal di ayat-ayat sebelumnya sudah dikatakan Feliks tahu benar tentang jalan Tuhan.

Bahkan sesudah mengetahui kebenaran pun seseorang tetap bisa memiliki motivasi gak benar yang mempengaruhinya untuk mengambil melakukan yang gak benar. Kenapa? Kebenaran sering dikalahkan oleh nafsu untuk mencari keuntungan diri sendiri.

Aku pun kadang begitu. Sudah tahu kebenaran, sudah tahu apa yang harus dilakukan, tapi karena merasa akan mendapat kerugian dengan melakukan yang benar maka aku memilih melakukan yang salah. Pakai bela diri lagi di hadapan Tuhan:
"Semua orang melakukannya kok Tuhan".
"Gimana kalau aku gak melakukannya, aku bakal dirugikan dong".
"Kalau aku gak curang menghadapi kompetitor, aku kalah dong".
"Kalau aku kasih tahu suami, ntar aku dilarang gimana?"

Tuhan tahu isi hatiku yang terdalam. Motivasiku. Hasratku. Keinginanku. Pergumulanku. Semua Dia tahu. Aku berpikir, apa yang membuatku melakukan yang gak berkenan di hadapan-Nya padahal aku tahu Dia sanggup memberkatiku berlimpah waktu aku hidup dalam ketaatan?
👉 Ternyata karena aku gak mempercayai  kalau Tuhan akan tolong aku sehingga aku berinisiatif melakukan hal yang gak benar. Aku gak mempercayai Tuhan akan campur tangan dalam perkaraku sehingga aku memilih melakukan hal yang gak benar. Jadi ingat Ribka yang menyuruh Yakub membohongi ayahnya saat ayahnya mau memberkati Esau. Memang Yakub mendapatkan apa yang sebenarnya menjadi haknya tapi dia telah kehilangan integritasnya.  Memang aku tahu akhir ceritanya, Yakub memperoleh semua haknya tapi banyak harga yang harus dibayar untuk pilihan yang diambilnya. Aku diingatkan gak ada yang lebih berharga dari karakterku di hadapan Tuhan karena itu yang akan kubawa nanti ke surga.

🙏 Tuhan, tolong aku yang gak percaya ini. Berikanku iman untuk tetap melakukan yang benar walaupun mendapat kerugian. Bereskan setiap motivasi yang salah di hatiku supaya aku menyenangkanMu. Amin.

Amsal 24:8 (TB)  Siapa selalu merencanakan kejahatan akan disebut penipu.

Kayaknya hanya orang yang benar-benar jahat ya yang SELALU merencanakan kejahatan kayak gini ya. Tapi Tuhan ingatkan respon awal dan pemikiranku saat menghadapi banyak hal dan aku ternyata sering merencanakan kejahatan juga.

Saat diperlakukan gak adil di kantor, aku berpikiran, "Awas ya bos, next time kalau ada kerjaanku, aku asal-asalan ngerjainnya"
Saat kesal dengan teman kantor, "Oke, lain kali kita lihat, kalau kamu perlu aku gimana".
Dan masih banyak lagi.

Hatiku ternyata merencanakan yang jahat sewaktu dikecewakan. Dan ini gak berkenan di hadapan Tuhan. Ayat ini bicara keras dan bilang itu sama dengan PENIPU. Awalnya, biarpun aku sudah nyadar kalau aku ternyata sering merencanakan yang jahat, aku gak merasa penipu. Tapi waktu aku renungkan, iya juga sih. Soalnya waktu aku berpikiran jahat itu, aku memikirkannya dalam hatiku dan di muka tetap bermanis-manis. Aku menutupi apa yang aku rasakan dan merencanakan pembalasan diam-diam. Bukankah ini berarti aku menipu? Duh. Ampuni aku Tuhan.

🙏 Tuhan, mampukan aku berespon yang benar saat dikecewakan. Jangan biarkan aku merencanakan yang jahat dalam hatiku sementara aku bermanis muka. Ajari aku untuk mengampuni daripada terus memikirkan untuk membalas. Amin.

Palangka Raya, 24 Februari 2018
-Mega Menulis-

Friday, February 23, 2018

Amsal 23, Kisah Para Rasul 23

Kisah Para Rasul 23:3 (TB)  Membalas itu Paulus berkata kepadanya: "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat, namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku." 

Ahli Taurat sibuk mengurusi hidup orang lain sedangkan hidupnya masih gak benar. Mereka menuntut orang lain hidup dengan standar tinggi yang mereka sendiri gak pernah melakukannya.

Dari ayat di atas aku belajar dan diingatkan tentang hal ini:
👉 Lebih baik memastikan diri hidup dalam kebenaran daripada mencari-cari kesalahan orang lain. Stop menganggap diri paling benar!
👉 Ukuran yang kupakai untuk menghakimi orang lain akan dikenakan juga padaku jadi STOP menghakimi orang lain Meg!
👉 Daripada menghakimi orang lain, aku lebih baik belajar mengasihi orang lain.

🙏 Tuhan, ampuni aku karena sering merasa lebih benar daripada orang lain dan mulai menghakimi orang lain. Ajari aku untuk mengasihi orang lain lebih lagi dibanding menghakimi mereka. Amin.

Amsal 23:2 (TB)  Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu!

Pisau di leher berarti ada ancaman atas diri kita. Menaruh pisau di leher sendiri bila nafsu besar berarti mengingatkan diri sendiri kalau gak bisa menahan diri maka ada kerugian yang akan terjadi. Ini bukan sekedar makan gak makan Indomie, tapi ini menunjukkan bagaimana kita berkuasa atas tubuh kita dibanding membiarkan nafsu yang menguasai diri kita. Dalam buah roh ada yang namanya pengendalian diri.Kalau aku mau mengendalikan diri, aku harus bekerja sama dengan Roh Kudus untuk menghasilkan buah roh tersebut, artinya kalau diingatkan Roh Kudus aku gak boleh ngeyel tapi belajar tunduk.

Evaluasi habit trackerku minggu kemarin, aku gagal dalam hal gak makan Indomie, hiks. Konyol sih, aku bikinkan Indomie buat suami terus aku jadi ikutan pengen. Sedih rasanya karena menyadari kegagalan ini berarti PENGENDALIAN DIRIKU kurang.Minggu ini aku gak mau gagal lagi. Aku harus menahan diri.

Palangka Raya, 23 Februari 2018
-Mega Menulis-

Thursday, February 22, 2018

Amsal 22, Kisah Para Rasul 22

Kisah Para Rasul 22:7-8 (TB)  Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?
Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu.

Paulus awalnya mungkin bingung mengapa dia dikatakan menganiaya Yesus, padahal dia gak mengenal Yesus secara pribadi, lah kapan dia menganiaya? Tapi kebenarannya adalah setiap pengikut Kristus adalah tubuh Kristus sehingga saat kita menganiaya sesama pengikut Kristus maka kita sedang menganiaya Kristus.

Aku diingatkan, kalau aku selama ini nyinyir dengan sesama pengikut Kristus, kalau aku membenci sesama jemaat, kalau aku nggosipin masalah orang lain, nah.... Berarti aku sedang menganiaya Kristus. Bagaimana selama ini aku bersikap pada sesama anggota tubuh Kristus sebenarnya aku sedang melakukannya pada Kristus. Mudah melupakan kalau aku dan sesama pengikut Kristus yang lain sebenarnya satu tubuh Kristus jadi aku berespon gak benar pada apa yang dilakukan sesamaku.

👉 Mengasihi. Mengasihi. Dan mengasihi. Gak ada pilihan lain, hanya itu yang benar untuk dilakukan pada sesama tubuh Kristus. Itu berarti aku harus sabar, murah hati, lemah lembut, mengampuni,  dll-nya. Suka gak suka. Mau gak mau.

Amsal 22:29 (TB)  Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.

Pagi ini aku akan menghadap Kepala BNN Provinsi yang sebentar lagi akan jadi pimpinanku. SK ku sudah keluar dan aku mau melapor dahulu sebelum mulai bekerja, kemungkinan sih baru mulai bulan depan. Aku teringat perjuanganku mendapatkan posisi ini, yes ini semua anugerah Tuhan. Dia yang memampukanku mendapatkan pekerjaan di tempat yang baru ini. Kalau dipikir lagi, luar biasa apa yang sudah Tuhan buat. Dari tahunya ada lelang jabatan kemaren pun, aku baru tahu saat perpanjangan pendaftaran di hari terakhir.  Segala persiapan pengiriman berkas cuma satu hari, pas pula ada pimpinanku di kantor lama yang mau tanda tangan. Berangkat tes pun dengan biaya sendiri. Dag dig dug mau tes karena Jakarta macet sekali paginya dan panjang proses yang aku lalui sampai SK keluar, prosesnya gak singkat. Dan aku bersyukur sampai sekarang untuk semua yang aku lewati.

Sejujurnya, aku jauh dari cakap. Tapi ada sukacita tersendiri hari ini karena sebentar lagi akan menghadap pimpinan baru di provinsi. Aku mengingat perjalananku sampai sekarang dan melihat ada anugerah Tuhan. Awal-awal dulu ditempatkan di bagian perencanaan aku gak suka, aku merasa dibuang di tempat yang gak nyaman, aku merasa dipaksa harus belajar banyak hal baru, beban tugasnya pun lebih berat dari tempat sebelumnya, dikejar deadline laporan, diremehkan orang, penghasilan berkurang, belum lagi banyak jam untuk belajar banyak aplikasi, dll. Aku bersyukur Tuhan tolong aku dan mampukan aku, kalau gak, gak tahu deh. Aku gak pernah menyangka atau mimpi, kalau aku bakal dapat promosi ke provinsi karena pindah ke bagian perencanaan. Tapi ya itu tadi, Tuhan begitu setia menolongku berproses dan diganjarNya aku sekarang.

Aku percaya kalau kita setia pada proses, Tuhan lebih setia lagi. Kita gak pernah tahu Dia akan bawa ke mana tapi selama kita mengikut Dia, kita akan sampai di tempat terbaik yang Dia siapkan yang gak pernah kita minta atau kita doakan. Dia tahu kemana akan membawa kita, kita emang gak tahu, tapi bagian kita adalah tetap setia pada proses.

Palangka Raya, 22 Februari 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, February 21, 2018

Amsal 21, Kisah Para Rasul 21

Amsal 21:26 (TB)  Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas.

Amsal 21:26 (BIMK)  Sepanjang hari ia hanya memikirkan tentang apa yang ia inginkan. Sebaliknya, orang yang lurus hidupnya dapat memberi dengan berlimpah-limpah.

Ini benar, keinginan gak ada habisnya sementara untuk mudah sekali kita membatasi diri untuk memberi. Banyak alasan bisa kita buat untuk gak memberi.

Sebelum keluar tunjangan kinerja di kantor beberapa hari yang lalu, dalam hatiku aku sudah berkomitmen mau blessing seorang thl di kantor, bulan-bulan belakangan ini aku sangat diberkati dengan kerajinannya. Lah, ndilalah pas keluar tunjangan kinerjaku aku kecewa berat, aku dapat nominal yang paling sedikit di antara sesama kasi yang lain gara-gara aku lalai absen. Aku kecewa karena absen dihitung riil sementara kerjaan nggak, aku bukannya sok, tapi dari awal tahun di bagianku dah kerja dikejar deadline banyak laporan sementara bidang lain belum banyak kerjaan, malah aku tahu ada beberapa kasi yang gak kerja dan absen doang dapat lebih banyak. Saking kecewanya aku ngambek sama Tuhan dalam hati. Beberapa saat aku mengasihani diri gitu dan mengurungkan niat mau blessing thl tadi. Tapi saat aku mikir gitu, Tuhan ingatkan aku betapa Dia memberkati aku berlimpah (tahun ini aku pindah ke tempat kerja yang baru di provinsi walaupun sknya belum keluar) dan aku merasakan damai sejahtera, aku stop mengasihani diri dan marah. Lagipula kapan aku memberi kalau aku merasa kekurangan melulu. Lalu jam istirahat aku putuskan blessing thl yang kuceritain tadi. Awalnya dia kebingungan tapi senang dong, dan aku ikut senang  banget melihat responnya. Eh bener lo, adalah berbahagia memberi daripada menerima tu 😁

Sorenya aku dapat email berisi sk yang aku tunggu-tunggu. Wowwww!!!! SK yang dah aku tunggu berbulan-bulan akhirnya ada, walaupun baru berupa scanannya aku ngerasa senang banget. Aku ngerasa Tuhan mau ajarkan kalau saat berkatNya selalu cukup buatku. Kupikir secara manusia berkat Tuhan hari itu ya tunjangan itu dan apa yang kupikir bakal menyenangkanku ternyata bisa mengecewakanku, tapi Tuhan selalu punya cara untuk memberkati anaknya kok. Aku gak perlu kecewa karena hal kecil,Tuhan punya berkat lain buatku.

Ceritanya belum selesai, tadi malam aku ketemu salah satu tanteku yg thl di kantor lain dan dia sharing betapa menjengkelkannya bos barunya yang banyak menuntut tapi gak pernah menghargai stafnya. Padahal dia seorang kabid yang notabene tunjangannya berlipat dari aku. Dalam hati aku diingatkan Tuhan lagi kalau ternyata blessing orang lain itu butuh latihan terus-menerus. Ini bukan hanya masalah uang, tapi mengucapkan kata-kata yang membangun, gak menekan orang lain,  bahkan membelikan sekedar gorengan untuk orang lain pun ada lo orang yang gak mau. Bukan gak bisa, tapi gak mau lo ini. Jadi, aku kembali bersyukur tadi malam karena Tuhan tegur aku siang kemarin. Aku menyadari, bahkan kemauan melakukan pekerjaan baik pun berasal dari Tuhan.

🙏 Tuhan, jangan biarkan aku tenang saat aku belum taat, terus ingatkan aku Tuhan. Aku sudah mengalami betapa berbahagianya aku saat mau taat. Terima kasih karena aku boleh mengalaminya kemarin, aku mau  mengalaminya lagi ya Tuhan. Amin.

Kisah Para Rasul 21:23, 26 (TB)  Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar
Pada hari berikutnya Paulus membawa orang-orang itu serta dengan dia, dan ia mentahirkan diri bersama-sama dengan mereka, lalu masuk ke Bait Allah untuk memberitahukan, bilamana pentahiran akan selesai dan persembahan akan dipersembahkan untuk mereka masing-masing.

Aku baru sadar baca ayat-ayat di atas kalau Paulus ternyata seorang pemimpin rohani yang MAU MENERIMA NASIHAT. Paulus memiliki kerendahan hati sehingga dapat menerima nasihat dari orang lain dan melakukannya. Padahal kalau dipikir dia bisa aja berdebat dan gak menuruti saran orang lain. Paulus ahli debat dan pembicara yang baik kok. Tapi nggak tuh, Paulus tahu kalau sedapat-dapatnya hal itu bergantung pada diri kita, kita harus hidup damai dengan semua orang. Gak perlu berdebat. Gak perlu menarik urat leher. Bukan berarti gak punya prinsip, tapi kita perlu fokus pada hal yang besar yakni memuliakan Tuhan, apakah kita memuliakan Tuhan sewaktu kita menunjukkan betapa pintarnya kita tetapi gak mau menerima nasihat?

Paulus sungguh luar biasa! Lah aku ini apa? Kok bisa-bisanya kalau dinasihati suami masih ngambek dan gak terima. Dikasih tau mamah terus malah menasihati balik mamah karena menganggap caraku lebih benar. Dari Paulus hari ini aku belajar menerima nasihat dengan hati yang lembut dan respon yang manis. Aku mau seperti Paulus.

Kasongan, 21 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 20, Kisah Para Rasul 20

Kisah Para Rasul 20:32 (TB)  Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.

Bagi yang punya anak rohani atau orang-orang terkasih tentu tahu ada kalanya setelah bangun hubungan, berbagi hidup dan menasihati mereka maka akan datang saatnya kalau yang bisa dilakukan hanyalah mendoakan mereka dan menyerahkan kehidupan mereka kepada TUHAN. Belajar percaya kalau hanya Tuhan yang sanggup menjaga mereka. Bahwa firman Tuhan gak pernah gagal dalam hidup mereka dan kasih karuniaNya selalu tersedia bagi mereka.

👉  Berdoa. Berdoa. Berdoa.
Ada orang-orang tertentu yang Tuhan ingatkan ke aku hari ini. Aku khusus mendoakan mereka.

Amsal 20:3 (TB)  Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.

Kemarin amarahku meledak, dua kali ke sebuah bank yang berbeda dengan pelayanan yang sama menggecewakannya. Sempat ngomel-ngomel juga. Kalau dipikir-pikir sekarang, memang bodoh sih apa yang aku lakukan kemarin.
Lain kali kalau marah, aku mau belajar lebih mengendalikan diri.
👉 Diam lebih dulu dan menenangkan diri. Kalau aku gak punya sesuatu yang baik untuk diucapkan mending aku diam.
👉 Setelah tenang baru menyampaikan kritik dan kekecewaan pada orang yang tepat dan cara yang benar.

🙏 Ampuni aku Tuhan karena menjadi bodoh saat marah. Tolong aku Tuhan, kendalikan diriku supaya saat marah pun aku tetap melakukan yang benar. Jangan biarkan aku berbuat dosa saat marah. Amin.

Kasongan, 20 Februari 2018
-Mega Menulis-

Monday, February 19, 2018

Amsal 19, Kisah Para Rasul 19

Kisah Para Rasul 19:38 (TB)  Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ.

Baca ini jadi ingat keadaan di Indonesia, di mana ada orang-orang menggunakan kekuatan massa untuk mendapatkan keinginannya dan menghasut orang lain untuk sedikit-sedikit berdemo. Mereka memaksakan keinginannya dengan memanfaatkan orang lain.

Sejujurnya, aku benci melihat orang-orang seperti ini, apalagi kalau ingat demo berjilid-jilid yang mereka lakukan. Seringkali demo tersebut ditunggangi oknum tertentu. Aku berdoa supaya Tuhan berikan terang di hati mereka supaya gak asal ngikut demo tanpa tujuan, apalagi tahun ini tahun politik, berdoa supaya ada kedamaian di Indonesia dan Tuhan taruhkan pemimpin-pemimpin yang berintegritas dan gak hanya mencari keuntungan diri sendiri di Indonesia.

Amsal 19:4 (TB)  Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.

Bersahabat memerlukan ketulusan dan kesetiaan, bukan ada maunya. Ada orang-orang tertentu yang sepertinya 'menguntungkan' kalau ada di dekat dia, bukan hanya secara material tapi ada orang-orang yang hidupnya sungguh jadi berkat dalam hal teladan hidupnya. Tetapi tantangan menjadi sahabat adalah tetap menjadi sahabat bahkan saat si sahabat tidak memberikan keuntungan apapun. Saat sahabat kita berubah menjadi orang lain yang gak kita kenal, apakah kita akan menjauhi atau tetap bersahabat dengannya? Saat sahabat kita melakukan hal yang memalukan, apakah kita akan menegur dan tetap memgasihinya atau pelan-menjauhinya?

Kasongan, 19 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 18, Kisah Para Rasul 18

Amsal 18:9 (TB)  Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Sebenarnya aku bukan tipe ibu rumah tangga yang rajin, aslinya aku gak langsung mencuci piringku setelah makan (ntar-ntar deh sekalian banyak), aku juga gak langsung menyimpan peralatan masak yang aku pakai ke kardusnya, beresin mainan Sara maunya ntar-ntar aja tunggu dia tidur, dll. Intinya,  aku malas melakukan pekerjaan rumah tangga, mending ngerjain pekerjaan kantor yang numpuk, kalau boleh memilih. Sayangnya gak ada pilihan sih, aku tetap mengerjakan kerjaan rumah tangga tapi setengah hati, terkadang mikirnya yang penting dah dikerjain.

Berbeda bange dengan suamiku yang telaten banget. Sebenarnya dari awal nikah dah kelihatan kalau suami yang lebih 'resikan' orangnya dibanding aku tapi kemarin seharian aku tepar, dan perut kencang, blas gak bisa ngapa-ngapain, kerjaan cuma tidur. Siang mendingan dan sore baru bisa jalan kesana kemari. Di situ berasa banget kalau aku diberkati dengan suami seperti suamiku. Tanpa ngomel atau ngeluh dari bangun tidur dia ngurusin aku dan Sara,pake nyuci pakaian segabang lagi (mesin cuci lagi rusak padahal) 😭 *terharu*. Sorenya aku dah baikan dan kami jalan-jalan, aku melihat tanaman kami yang gak seberapa (daun sop, daun bawang dkk yang cuma beberapa pot) tapi dengan setia disirami oleh suamiku setiap hari. Aku diberkati melihat kerajinan suamiku dan termotivasi untuk lebih rajin lagi. Emang sih aku dah gak kayak dulu yang nunggu piring kotor numpuk baru dicuci, hehehe, tapi untuk masalah kerajinan aku masih jauh banget dari suamiku.

👉 Harus belajar lebih tanggap dan gak menunda-nunda pekerjaan rumah lagi 💪💪 Aku gak mau jadi saudara si perusak dan asal ngerjain kerjaan rumah. O, iya suamiku sebenarnya kalau ngerjain kerjaan rumah tu lambat saking perfectnya, lah aku slebor asal jadi. Sepertinya aku perlu berlatih habit of perfectionnya suami yang mending ngerjain sesuatu itu biarpun agak lama tapi sekali aja ngerjainnya.

Kisah Para Rasul 18:21 (TB)  Ia minta diri dan berkata: "Aku akan kembali kepada kamu, jika Allah menghendakinya." Lalu bertolaklah ia dari Efesus.

Di masa kini orang-orang sering banget berkata tanpa berpikir,  berjanji ini itu tanpa bertanya sebenarnya apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Kisah Paulus ini mengingatkanku untuk MEMPERHATIKAN KEHENDAK ALLAH. Sebelum berjanji atau akan melakukan sesuatu, kenapa kita gak belajar untuk bertanya dulu, apa sih yang Tuhan mau untuk kita lakukan. Lalu, lakukankah hanya apa yang Allah kehendaki.

👉 Ketimbang sekedar mengatakan biarlah kehendak Tuhan yang jadi, aku perlu belajar untuk bertanya sama Tuhan apa kehendakNya dan hidup sesuai kehendakNya.

Kasongan, 18 Februari 2018
-Mega Menulis-

Saturday, February 17, 2018

Amsal 17, Kisah Para Rasul 17

Kisah Para Rasul 17:5 (TB)  Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.

IRI HATI membuat orang Yahudi melakukan hal yang konyol dan jahat, mereka bekerja sama dengan penjahat di pasar mengadakan keributan dan mengacau di kota.

Aku bukan orang yang gampang iri sebenarnya tapi ada kalanya aku juga menginginkan apa yang dimiliki orang lain.  Pantas saja Tuhan bilang jangan menginginkan milik sesama kita kalau rasa ingin tersebut membuat kita melakukan hal yang jahat. Aku diingatkan untuk mensyukuri apa yang sudah berikan untukku daripada menginginkan milik orang lain. Diingatkan lagi untuk menghitung berkat yang sudah kuterima. Terkadang aku mau enaknya saja, menginginkan milik orang lain yang aku anggap baik sementara kalau diberi seluruh kehidupan orang itu pun aku belum tentu mau. Beberapa hari ini aku iri melihat teman-temanku yang asyik jalan ke luar negeri bersama pasangannya, sering banget mereka jalan-jalan, terus aku bilang perasaanku ke suami,  suami bilang ya wajarlah mereka suami istri bekerja, terus belum punya anak jadi bisa saving lebih buat berlibur berdua. Terus aku jadi bayangkan kalau keadaannya berbalik, kami jadi mereka, walah, aku gak mau, aku gak rela kalau bisa jalan-jalan mulu tapi gak punya Sara dan bayi yang lagi kukandung. Egois banget kan aku?

👉 Gak boleh iri-irian lagi Meg! Tiap orang dikasih Tuhan berkat yang berbeda. Nikmati aja berkatmu. Syukuri!

Amsal 17
no rhema

Kasongan, 17 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 16, Kisah Para Rasul 16

Kisah Para Rasul 16:40 (TB)  Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.

.... setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan MENGHIBURKAN mereka, berangkatlah kedua rasul itu.

Seperti kemarin, aku masih diingatkan untuk menghibur orang lain. Kalau kemarin aku belajar bagaimana menghibur orang lain dengan yang aku miliki, hari ini aku belajar kalau dalam SEGALA SITUASI, Tuhan bisa pakai kita menghibur orang lain. Bo, kalau dipikir-pikir, Paulus dan Silas baru keluar dari penjara. Mereka dong yang seharusnya butuh dihibur, ini malah mereka yang menghiburkan orang lain. Mungkin waktu di penjara, Paulus dan Silas dah puas dihibur Tuhan ya, makanya mereka memuji Tuhan 😊 Mereka menghibur karena sudah beroleh penghiburan dari Tuhan. Sudahkah kita menerima penghiburan dari Tuhan dalam segala masalah kita? Sudahkah firmanNya menghibur kita? Atau jangan-jangan kita sibuk mengasihani diri sendiri sehingga lupa ada penghiburan sejati di dalam Dia.

Dalam kesusahan yang kita alami pun sebenarnya Tuhan mampukan kita untuk menghibur orang lain. Masalahnya, kita mau gak? Jangan-jangan kita malah bilang:
"Tuhan, masalahku lebih besar dari si A, masa sih aku yang harus menghibur dia? "
"Aku uangku dah mepet nih, gak mungkin lah aku kasih lagi untuk si B?"
Dalam keadaan apapun kita dapat menghibur orang lain! Asal mau! Jangan ngasih alasan ini itu waktu Tuhan berikan dorongan untuk melakukan sesuatu bagi mereka yang memerlukan.

Aku diingatkan untuk gak egois dan hanya mikirin diri sendiri supaya bisa Tuhan pakai. Kalau mikirin diri sendiri, kita hanya akan fokus mencari cara mendapatkan, bukan memberi atau melakukan sesuatu bagi orang lain. Saat Tuhan berikan kita masalah dan Dia melepaskan kita, mungkin kita hanya akan berkata 'Puji Tuhan'  tanpa sadar kalau ada alasan lebih besar Tuhan menolong kita,  Dia ingin kita  menyaksikan kebaikanNya dan menghibur orang lain.

Amsal 16:3 (TB)  Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Apakah semua yang kita rencanakan terjadi? Tidak? Apa itu berarti kita belum menyerahkan perbuatan kita kepada TUHAN? Bisa jadi.

Tapi hari ini aku diingatkan saat aku berbuat sesuatu dan menyerahkannya kepada TUHAN, aku harus pastikan kalau yang aku lakukan BERKENAN pada Tuhan. Lah, namanya juga aku mau menyerahkan sesuatu kepada TUHAN, masa aku gak ngasih yang terbaik, masa aku asal-asalan? Aku harus belajar melakukan yang kudus, terbaik dan menyenangkan Tuhan BARU kemudian MENYERAHKANNya pada Tuhan. Ibaratnya seorang pelajar yang nyontek waktu ujian, pantas gak sih dia berkata menyerahkan hasilnya pada Tuhan dan berharap rencananya dapat nilai bagus dikabulkan? 😂

👉 Aku mau melakukan yang berkenan pada Tuhan dan menyerahkannya pada Tuhan, terserah Tuhan deh sisanya. Aku percaya Dia yang akan memberkati. Amin.

Kasongan, 16 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 15, Kisah Para Rasul 15

Amsal 15:13 (TB)  Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Semalam sempat curhat tentang kegalauanku mengenai banyak hal dan pada akhirnya ngomong ke temanku kalau sekarang yang bisa aku lakukan cuma melakukan yang bisa aku lakukan, mempersiapkan yang bisa aku siapkan, memikirkan banyak hal di masa datang yang belum saatnya bikin aku tambah pusing. Lalu aku diingatkan temanku, kesusahan sehari cukup sehari aja, hari besok ada kesusahannya sendiri. Hahaha, iya juga ya, kekuatiran gak menambahkan apa-apa dalam hidupku, bingung iya 😂

🙏 Tuhan, ampuni kekuatiranku. Aku memilih bersukacita menjalani HARI INI dan gak mengkuatirkan hari esok. Aku mau bergembira melakukan yang bisa aku lakukan hari ini dan mempercayakan hari esok sepenuhnya sama Tuhan aja. Amin.

Kisah Para Rasul 15:31 (TB)  Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

Surat yang dituliskan kepada jemaat di Anthiokia isinya sangat menghiburkan mereka karena ada kasih di dalam surat itu.Kepada jemaat tidak dibebankan hal yang gak bisa mereka lakukan, mereka diberikan nasihat secara tulisan dan lisan melalui kehadiran Yudas dan Silas. Tentunya kehadiran Yudas dan Silas membawa pesan itu membuat mereka lebih merasa dikasihi

Aku diingatkan untuk melakukan apa yang aku bisa untuk MENGHIBUR orang lain, dengan apapun yang aku bisa. Kehadiranku, suratku,  tulisanku,  smsku, pokoknya melalui apapun Tuhan ingin aku menghibur mereka yang ingin dihiburNya. Tuhan ingin pakai anak-anakNya untuk menghibur orang lain dan menyatakan kasihNya.

🙏 Tuhan, berikan aku kepekaan untuk menyatakan  kasih dan penghiburanMu kepada yang memerlukan hari ini. Tunjukkan siapa yang mau Kau hibur dan jngan biarkan aku mengabaikan suaraMu untuk menghibur mereka yang memerlukan. Amin.

Kasongan, 15 Februari 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, February 14, 2018

Amsal 14, Kisah Para Rasul 14

Kisah Para Rasul 14:3 (TB)  Paulus dan Barnabas tinggal beberapa waktu lamanya di situ. Mereka mengajar dengan berani, karena mereka percaya kepada Tuhan. Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.

Alasan Paulus dan Barnabas mengajar dengan berani adalah karena mereka PERCAYA KEPADA TUHAN.  Padahal sebenarnya mereka punya alasan untuk takut, bayangkan saja, mereka harus mengajar di depan orang-orang yang gak mengenal Tuhan, bahkan di antaranya ada orang-orang Yahudi yang sejak awal menolak mereka. Mereka bisa saja dibunuh. Tapi nyatanya kepercayaan mereka kepada TUHAN membuat mereka tetap berani. Mereka tidak mundur. Mereka tidak melewatkan tempat itu dari memberitakan injil. Mungkin pengalamannya memberitakan Injil di berbagai tempat yang dipenuhi orang yang menolak dia yang bisa membuat Paulus nantinya berkata kalau baginya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Bahkan kematian pun gak menakutkan lagi baginya.

Dari kisah ini aku belajar kalau saat-saat kita takut seharusnya menjadi saat kita semakin menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan seharusnya memberikan keberanian kepada kita. Kenapa? Karena kita tahu kepada siapa kita percaya! Tuhan adalah Allah yang dapat dipercaya. Sekalipun terjadi hal yang tak kita inginkan, kita tahu kalau gak ada yang di luar izin Tuhan. Apapun yang terjadi pada kita, kita percaya rancangan Tuhan gak pernah gagal.

Saat ini aku mengakui masih takut, mendekati hari kelahiran aku belum juga pindah kantor. Rumah belum dapat. Padahal waktunya semakin dekat. Perut semakin besar dan mulai sering terasa kencang, urusan kepindahan tergantung orang lain. Duh, gak terbayangkan masih harus bolak-balik Palangka-Kasongan, lapor sana lapor sini,melengkapi ini itu dalam keadaan perut yang kencang. Fiuh.... Tapiiiii...Walaupun aku punya banyak alasan untuk takut, aku mau  memilih percaya sama Tuhan. Tuhanku bisa dipercaya. Dalam kelemahanku, kuasa Tuhan akan terasa sempurna. Aku percaya ya Tuhan. Amin.

Amsal 14:26 (TB)  Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

🙏 Tuhan, berikan aku roh yang tenteram sekalipun aku punya banyak alasan untuk kuatir. Aku mau tetap tenang walaupun ada hal yang gak terduga terjadi. Daripada menakutkan hal-hal yang belum terjadi, ajari aku untuk hidup dalam takut akan Engkau ya Tuhan. Aku percaya perlindunganMu sempurna. Amin.

Kasongan, 14 Februari 2018
-Mega Menulis-

Tuesday, February 13, 2018

Amsal 13, Kisah Para Rasul 13

Amsal 13:11 (TB)  Harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.

Aku dan suami sedang belajar menabung saham. Setiap bulan kami komit untuk menyisihkan 100 rb masing-masing untuk menabung saham. Berhubung belajarnya otodidak, saat mengamati pasar saham, kami tergoda untuk trading. Apalagi saat berhasil beli saham yang IPO, jadi pengen dapat untung cepat dengan menjualnya sesegera mungkin saat merasa sudah untung.

Baca ayat ini diingatkan untuk berhikmat dalam berinvestasi, jangan hanya mau untung sesaat tanpa berpikir panjang. Terkadang bisa yang nyesal banget kalau gak beli saham yang baru, dan gak sempat jual pas harganya di puncak. Karena dah terbayang keuntungan yang besar duluan. Padahal, tujuan awal kan mau menabung saham doang, lah ini kok jadi terobsesi. Kami tetap harus berhikmat dan gak mengejar kekayaan semata,harus selalu ingat kalau belajar itu gak bisa instant dan kami dalam proses belajar. Gak gelap mata mengejar keuntungan sesaat tanpa perhitungan. Kami mau menabung bukan trading semata.

👉 Tetap menabung saham dengan nilai yang sudah kami sepakati dari awal. Gak asal menambah tanpa perhitungan.
👉 Trading boleh, tapi hanya 20-40% dari portofolio. Tetap punya batasan, gak sesukanya. Berhikmat.

Kisah Para Rasul 13:52 (TB)  Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Murid-murid di Anthiokia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus. Wow!!!! SUKACITA! Aku diingatkan untuk bersukacita kembali. Selama ini kalau melihat murid Tuhan atau orang Kristen yang dahinya berkerut, selalu mengeluh,  atau selalu marah, gimana coba rasanya??? Rasanya kok hidupnya ga ada damai sejahtera ya. Sukacita bukan yang ketawa hahahihi melulu ya, tapi pernah ga sih ketemu orang yang kalau kita lihat hidupnya semacam gak ada masalah, ada roh ketenangan dan penuh syukur dalam hidupnya yang menular, yang membuat kita merasakan kalau hidup ini penuh hal baik yang bisa disyukuri. Ada sukacita terpancar dari hidupnya. Ada lo orang-orang seperti ini 😊 Aku sedang membayangkan beberapa orang yang aku kenal waktu menuliskan ini. Aku pengen seperti mereka. Mereka mengingatkanku kalau seperti itulah harusnya ikut Tuhan. Roh Kudus sudah mampukan kita untuk bersukacita tapi masalahnya kita lupa (atau memilih?) gak bersukacita. Padahal, sukacita karena TUHAN itu perlindungan kita.

Orang yang bersukacita gak mudah mengeluh meski keadaan sulit, orang yang bersukacita ingat bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Sukacita bukan berarti hidup tanpa masalah tapi kita bersukacita karena tahu Allah kita lebih besar dari segala masalah. Allah kita ahlinya menangani hal yang mustahil. Selalu ada alasan untuk bersukacita.
Aku teringat sebuah kutipan yang indah:Sukacita memberikan sayap di tengah kesulitan, masalahnya tetap ada tapi kita terbang jauh di atasnya.

👉Hari ini hari yang telah dijadikan Tuhan. Aku mau bersukacita hari ini! 💃💃💃💃💃

Palangka Raya, 13 Februari 2018
-Mega Menulis-

Monday, February 12, 2018

Amsal 12, Kisah Para Rasul 12

Kisah Para Rasul 12:3 (TB)  Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

Herodes melihat apa yang dilakukannya menyenangkan hati orang Yahudi lalu terus melakukannya. Dia memilih menyenangkan manusia dibandingkan menyenangkan Tuhan.

Setiap hari aku dihadapkan pada pilihan, mau menyenangkan Tuhan atau manusia. Terkadang yang aku pikirkan menyenangkan Tuhan belum tentu menyenangkan Tuhan, apalagi kalau motivasiku gak benar. Menyenangkan manusia dan Tuhan itu gampang, tinggal melakukan apa yang diinginkan dan disukai oleh mereka. Tapiiii... Menyenangkan Tuhan juga melibatkan hati kita yang murni, menyenangkan Tuhan bukan hanya melakukan yang diinginkanNya, tapi punya hati yang benar di hadapan-Nya. Motivasi yang sesungguhnya Tuhan tahu dan lihat itu.

👉 Saat melakukan sesuatu yang kubilang untuk Tuhan, aku perlu menyelidiki hatiku, apakah motivasiku sesungguhnya,supaya yang aku lakukan berkenan bagiNya.

Amsal 12:1 (TB)  Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu.

Tidak ada seorang pun yang akan mengakui dengan senang hati kalau dia membenci teguran, apalagi setelah membaca ayat ini. Memang siapa sih yang senang disebut DUNGU. Ayat ini kalau dipikir-pikir keras banget. Dungu adalah kata lain dari bodoh yang sudah jarang banget didengar apalagi pada masa kini, anehnya dalam Alkitab versi BIMK pun menggunakan kata yang sama, DUNGU.

Menurut KBBI definisi dungu sebagai berikut:
du·ngu a sangat tumpul otaknya; tidak cerdas; bebal; bodoh;
ke·du·ngu·an n kebodohan; kebebalan
Aku penasaran perbedaan kata BODOH dan DUNGU dan iseng mencari di website ada yang menjelaskan bahwa perbedaan level bodoh dari yang paling halus sampai paling kasar seperti ini:BODOH ---> TOLOL---> GOBLOK ----> DONGO/DUNGU
Menurut sang penulis, saking kasarnya level kata DUNGU, makanya paling jarang banget digunakan. Iya juga sih, kalau dipikir di Alkitab aja jarang kita lihat kata dungu. Berarti parah bangetlah kupikir orang yang gak mau ditegur nih sampai disebut gitu.

Kenapa sih orang yang gak suka ditegur disebut DUNGU? Kalau disuruh memikirkan seseorang yang gak suka ditegur, aku langsung teringat seseorang. Responnya saat ditegur tidak menyenangkan. Bukannya menerima teguran dia malah marah dan defense duluan, dia gak mau mengakui kesalahannya. Terkadang dia diam, tapi dalam hati gak terima, ya jadinya gak ada perubahan biarpun dah ditegur. Bukannya berpikir jernih, dia malah mencari kesalahan orang yang menegurnya dan berusaha menyerang kekurangan orang yang menegurnya. Alih-alih mengubah dirinya, dia malah berbuat yang sebaliknya dan membuat yang menegur tambah kesal dengan berkata, "Aku memang seperti ini, kamu mau apa?". Dia menutup kesempatan untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik. Baginya, orang lain yang seharusnya berubah, bukan dia. DUNGU banget kan orang kayak gini?! Orang ini aku lho! Dulu aku sedungu ini. Eh, kadang masih seperti ini deng. Aku merasa masih diproses banyak dalam hal ini. Puji Tuhan, punya suami orang Batak yang blak-blakan kalau negur, salah ya salah. Awal-awal pacaran lumayan shock dengan sifatnya yang blak-blakan tapi lama-kelamaan merasakan positifnya. Sampai sekarang aku masih berjuang untuk bilang, "Makasih ya sudah menegurku", tapi responku dah mendingan sih. Mulai mau berubah meskipun sulitnya merasa diri sendiri yang paling benar. Tapi aku gak mau lagi ah jadi orang dungu yang gak suka ditegur. O, iya satu lagi responku sebagai orang dungu yang gak mau menerima teguran dan baru kusadari. Saat ditegur aku akan mencari alasan untuk membenarkan diriku, ckckckck. Jadi ngerasa benar melulu, semakin susah untuk berubah.

🙏Tuhan, jangan biarkan aku menjadi dungu selamanya. Aku mau belajar menerima teguran dengan respon yang benar. Mampukan aku untuk peka dalam menerima teguran dari Tuhan terutama, supaya aku gak pernah gagal ditegur. Amin.

Palangka Raya, 12 Februari 2018
-Mega Menulis-

Sunday, February 11, 2018

Amsal 11, Kisah Para Rasul 11

Kisah Para Rasul 11:29 (TB)  Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.

Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan ... sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing...

Saat ada kesempatan memberi, sudahkah kita memberi SESUAI DENGAN KEMAMPUAN MASING-MASING?
Bagaimana sebenarnya aku bisa tahu kemampuanku memberi? Soalnya karena keegoisan dan kurang bersyukur jadi kadang merasa apa yang ada pada diri ini pun kurang, kalau memberi gimana ceritanya nih, jadinya gak jadi deh memberi #sigh. Aku diingatkan untuk terus tanya sama Tuhan saat dihadapkan pada kesempatan memberi: Berapa yang Tuhan ingin aku berikan. Ini membuatku belajar berkomunikasi sama Tuhan, peka dengan suaraNya dan taat. Saat aku mulai bertanya, aku tahu aku akan dijawab, karena Tuhan mengenalku melebihi diriku.

Pernah suatu kali zaman baru lulus kuliah aku merasa berat hati memberi persembahan. Karena pas nanya sama Tuhan, aku merasa Tuhan suruh kasih semua yang ada di dompetku, aje gile deh, nominal yang cukup besar saat itu dan sudah pasti aku harus menggesek atm sepulang dari ibadah tersebut. Kalau dipikir sekarang, berapa nilai yang sebenarnya kalau sesuai kemampuan masing-masing? Kemampuan di dompet atau kemampuan dari keseluruhan yang aku punya? Setelah bertahun-tahun, aku baru sadar sekarang KEMAMPUAN MASING-MASING di sini adalah KEMAMPUAN MASING-MASING orang untuk taat sama Tuhan. Saat itu aku memilih taat sama Tuhan dan memberikan sebesar yang Tuhan inginkan. Asli, ada damai sejahtera saat aku taat. Dan, pulangnya ibadah, believe it or not, aku dapat berkat 3x lipat dari yang Tuhan berikan. Seakan-akan Tuhan mau mengajari aku untuk gak kuatir dengan hidupku. Saat aku taat, Dia perhitungkan ketaatanku.

Belajar memberi berarti belajar bertanya pada Sang Pemberi Hidupku, karena segala yang telah kuterima dan akan kuberi adalah dari Dia. Gak ada yang kumiliki yang bukan pemberianNya.

Amsal 11:25 (TB)  Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Hari ini berasa banget Tuhan ingin aku belajar lagi masalah MEMBERI dan MEMBERI lebih banyak. Tahu sih teorinya kalau aku adalah saluran berkatNya. Saat aku diberkati Tuhan, berarti Dia ingin aku jadi berkat. Jangan seperti laut mati Meg, yang gak mengalirkan ke mana-mana apa yang diterimanya sehingga gak berguna.

Tapiiii....Hati ini menjerit:Kebutuhan hidup semakin banyak Tuhan. Mulai deh kuatir. Lol.

Dan lagi-lagi aku diingatkan Tuhan : Pernahkah kamu kekurangan Meg?
Krik. Krik. Krik.

Dan dengan jujur harus kuakui, dalam kekuranganku kuasaNya sempurna. Dalam kelemahanku, aku dapat kekuatan lebih dari yang aku perlu. Lalu kenapa terkadang aku masih takut memberi? Seolah-olah aku gak percaya sama Tuhan #sigh.

👉 Jangan takut memberi Meg! Tuhan   sanggup memberkati hidupmu lebih dari yang kamu minta dan pikirkan. Taatlah! Jangan terlalu banyak kuatir!

Palangka Raya, 11 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 10, Kisah Para Rasul 10

Amsal 10:22 (TB)  Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

Terkadang ada pemikiran kalau segala sesuatu yang dimiliki seseorang adalah hasil kerja kerasnya semata. Tanpa disadari ada pemikiran  seperti ini:
"Ya iya lah,  dia banyak duit, banyak proyek yang dipegangnya, pptk gitu loh".
👉 Padahal aslinya, mana aku tahu Tuhan kasih duit itu orang lewat apa. Bisa jadi bukan dari kegiatan di kantor
"Emang beda lah ya kalau yang sering baca buku dan sudah punya kesadaran finansial dengan yang nggak, cara investasinya pun beda".
👉 Padahal pengetahuan tentang finansial itu pun adalah berkat Tuhan. Gak semua orang dapat berkat untuk akses pengetahuan ini.
" Pantesan aja umur 60 masih sehat dan cantik, diet melulu bo, banyak duit jadi punya trainer pribadi".
👉 Padahal banyak orang berumur sama dan punya kemampuan tapi memilih untuk gak menghargai kesehatannya dan hidup sembarangan.

Aku baru nyadar kalau seringkali kaya yang dimaksud di sini sebenarnya bukan hanya bicara berkat jasmani atau materi dari Tuhan tapi bisa juga merupakan berkat dari Tuhan yang tidak kelihatan. Banyak sekali berkat dari Tuhan yang membuat hidup kita semakin kaya,  terkadang itu berupa KESADARAN dan KEMAMPUAN untuk menjaga dan merawat apa yang diberikan Tuhan secara maksimal pun adalah berkat dari Tuhan. Terkadang itu berupa hikmat dan pengetahuan yang gak dimiliki orang lain. Terkadang itu berupa orang-orang di sekeliling kita yang kehadirannya memberkati kita dengan tegurannya, teladannya dan kasihnya.

👉 Aku diingatkan untuk menghitung berkat dari Tuhan dan merasa kaya di dalam Dia. Begitu banyak yang aku terima adalah pemberianNya semata,yang gak pernah aku usahakan tapi Dia berikan.

Kisah Para Rasul 10:2 (TB)  Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Aku diberkati melihat bagaimana kehidupan Kornelius dalam satu ayat ini:
👉 dia saleh
Dia hidup dalam kekudusan sehingga Alkitab menyaksikan kehidupannya.
👉 dia takut akan Allah
Nampak dari ketaatannya kepada Allah.
👉 dia memberi sedekah
Dia bermurah hati kepada orang lain, bahkan orang yang berbeda suku bangsa.
👉 dia selalu berdoa
Hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi prioritas baginya.

Dalam pasal ini aku belajar kalau Allah bisa memakai siapa saja. Dan kali ini Allah memakai Kornelius untuk menunjukkan pada Petrus kalau Ia Allah yang tidak pernah membedakan orang. Yes! Allah tidak pernah membedakan orang, saat Dia ingin memakai seseorang, Dia mencari mereka yang BERSEDIA mendengarkan Dia dan TAAT padaNya. Di pasal ini aku belajar dari kesediaan Petrus dan Kornelius untuk mendengarkan dan taat sama Tuhan. Keduanya orang yang sangat istimewa,  berbeda bangsa tapi punya respon sama saat mendengar Tuhan 👉 TAAT.

Palangka Raya,  10 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 9, Kisah Para Rasul 9

Amsal 9:12 (TB)  Jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.

Aku merasakan sekarang dalam mendidik anak aku perlu BIJAK, karena nantinya aku sendiri yang akan  merasakan kebijakan itu sendiri. Aku butuh kebijakan dari Tuhan untuk menjadi teladan bagi anakku dan mendidiknya. Segala buku dan teori parenting yang aku baca gak akan ada gunanya sampai aku menjadi buku yang dapat dilihat dan dibaca oleh anak-anakku nantinya. Gak semua hal bisa aku terapkan saklek ke anakku, tapi yang jelas aku harus menjadi contoh terbaik yang dilihatnya.

Aku melihat beberapa contoh dalam kehidupan nyata bahwa apa yang dikatakan sampai berbusa-busa ke anak gak akan diikutinya kalau dia gak melihat itu dalam kehidupan keseharian orang tuanya. Percuma memaksa atau marah ke anak, malah akan membuatnya menjadi pahit, apalagi kalau kita melakukannya saat dia sudah besar. Dari kecil anak sebenarnya melihat dan menyerap keadaan sekelilingnya. Aku harus bekerja keras dari sekarang,mumpung anak masih kecil. Jadi, kalau saat ini aku berusaha BIJAK dengan MEMBANGUN KEBIASAAN YANG BAIK, saat aku hampir  menyerah, atau merasa itu sulit... Aku harus ingat kalau aku melakukannya untuk bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi untuk anak-anakku nantinya. Suatu hari, aku akan melihat tuaianku melalui kehidupan anakku. Suatu hari aku akan melihat apakah aku menjadi bijak dalam kehidupanku melalui kehidupan anak-anakku.

🙏 Tuhan, tolong aku untuk menjadi bijak dalam bertindak. Biarlah aku menjadi model yang dilihat anakku dan menjadi teladan. Mampukan aku menjadi orang tua yang gak ngomong doang, tapi sungguh melakukan. Aku mau jadi orang tua yang berintegritas bagi anakku, aku mau melakukan yang kukatakan dan mengatakan yang kulakukan. Tolong aku ya Tuhan. Amin.

Kisah Para Rasul 9:20-21 (TB)  Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.
Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?"

Pertobatan Paulus mencengangkan banyak orang,  ada PERUBAHAN di dalam hidupnya setelah mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Orang-orang percaya yang awalnya ragu dengan pertobatan Paulus berubah percaya dan menerimanya sebagai salah seorang dari mereka. Kenapa? Karena apa yang dilakukan Paulus BERBICARA lebih keras dibandingkan dengan apa yang dia ucapkan. Dia vak sekedar ngomong dah tobat tapi menjalani kehidupan lamanya, dia hidup sebagai Paulus. Dia berbeda.

Bagaimana denganku yang sudah berjumpa dengan Tuhan dan firmanNya setiap hari? Adakah pertobatan setiap hari di dalam hidupku? Adakah perubahanku dirasakan orang lain dan mencengangkan mereka yang melihatku? Atau jangan-jangan hidupku sama aja, gak ada bedanya dengan sebelumnya.  Jangan-jangan aku sekedar merasa hidupku berubah tapi perubahannya gak dirasakan orang lain, bahkan orang terdekatku. Perenungan buatku.

Palangka Raya, 9 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 8, Kisah Para Rasul 8

Kisah Para Rasul 8:21, 23 (TB)  Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah.
sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."

Simon berusaha membeli karunia Allah dan ditegur oleh Petrus. Dua kali Petrus berkata tentang hati Simon, hati Simon BERMASALAH! Dan ini terlihat pada tindakan dan perkataan yang diambilnya.
- hati Simon tidak lurus di hadapan Allah
Hati Simon gak benar di hadapan Tuhan karena MOTIVASINYA salah. Menjadi perenunganku, apakah motivasiku melakukan segala sesuatu sudah benar di hadapan Tuhan? Bahkan hal baik yang kita lakukan pun bisa jadi dilakukan dengan motivasi gak benar.
- hati Simon seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan
Gak tahu ada apa dengan Simon di masa lalunya sehingga hatinya pahit dan dipenuhi kejahatan. Tapi sekali lagi aku diingatkan untuk berhati-hati dengan apa yang ada di hatiku karena akan mempengaruhi kehidupanku di masa mendatang. Kalau ada masalah di hatiku harus cepat dibereskan SECEPATNYA supaya gak jadi pahit dan memikirkan yang jahat. Segera berdoa meminta Tuhan membereskan hatiku dan aku harus taat supaya di masa mendatang hatiku gak dipenuhi kejahatan. Rasanya memang lebih mudah mengabaikan apa yang ada di hati dan berpura-pura gak ada masalah tapi gak bisa, harus segera dibereskan.

Amsal 8:11 (TB)  Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

Bagaimana mendapatkan hikmat?
Salah satunya dengan membaca buku, bulan ini aku memulai kebiasaan membaca buku minimal, 10 menit per hari. Reviewku selama seminggu ini, 2 hari aku gagal. Aku gagal saat aku 3 hari melakukan perjalanan ke kota lain untuk konsultasi kandunganku. Kalau dipikir-pikir, selama perjalanan itu aku gak melewatkan saat teduh padahal waktu untuk saat teduh lebih banyak dibandingkan membaca. Hanya 10 menit saja targetku dan aku gagal, padahal 10 menit waktu yang singkat. Jadi masalahnya bukan karena PERJALANAN yang aku lakukan, tapi PRIORITAS.

Dikatakan di ayat ini, hikmat lebih berharga daripada permata. Kalau aku ingin mendapatkan hikmat, aku harus MENGUSAHAKANNYA dan menjadikannya PRIORITAS dalam keseharianku. Kalau mau jujur,  ada waktu aku sempat membalas wa, ngecek medsos, dll. Kalau aku baca buku sebenarnya bisa gak? BISA! Tapi aku memilih melakukan yang lain. Kesimpulannya, aku belum menganggap membaca buku itu sedemikian pentingnya, karena kita gak akan melewatkan atau melupakan sesuatu yang kita anggap penting. Kita pasti mengutamakannya lebih dari yang lain.

👉 Seharusnya aku gak mencari waktu senggang atau sisa tapi MENETAPKAN dan memberikan waktu tertentu untuk aku membaca. Jadikan prioritas! Jangan kasih kendor Meg! Semangat 💪💪 Minggu ini gak boleh gagal lagi. Aku akan baca buku saat pekerjaanku di kantor selesai (kalau di rumah susah, dah keburu sibuk nggawe yang lain, lagi pula aku mau belajar kasih undivided attention buat Sara dan suami) atau setelah jam pulang kantor. Kupikir gak akan komplain suamiku kalau aku terlambat pulang kantor sedikit.

Palangka Raya,  8 Februari 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, February 7, 2018

Amsal 7, Kisah Para Rasul 7

Amsal 7:10 (TB)  Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;

Di ayat ini dikatakan ada seorang perempuan berpakaian sundal dan berhati licik. Aku diingatkan untuk memperhatikan dua hal :
👉 penampilan luar
Meskipun ada yang berkata "Don' t judge the book by its cover" tapi bagaimana penampilan kita dapat memberkati dan menjatuhkan orang lain. Kita bisa memilih mau jadi berkat atau tidak melalui penampilan kita. Seseorang yang memiliki hikmat akan mempertimbangkan bagaimana ia tampil, ia melihat situasi dan tahu membawa diri. Dia berpakaian tidak sekedar untuk menarik mata lelaki, dia berpakaian dan menjaga kehormatannya.
👉 hati
Hati kita akan mempengaruhi hidup kita, bahkan kehidupan kita memancarkan hati kita. Seseorang yang hatinya pahit maka kemungkinan hidupnya dipenuhi kemarahan dan kekecewaan kepada orang lain. Aku mau jaga hati dengan mengenali kondisi hatiku, berdoa dan minta Tuhan yang selidiki supaya aku bisa mengantisipasi apa yang keluar dari hidupku. Kalau hatiku gak sehat/baik maka harus segera dipulihkan.

Kisah Para Rasul 7:53 (TB)  Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, akan tetapi kamu tidak menurutinya."

Selama ini membaca firman TUHAN dan mengetahui perintah-perintah-Nya, masalahNya, apakah aku sudah menuruti-Nya? Jangan-jangan aku sama seperti orang Israel yang cuma tahu tapi tidak hidup di dalam perintahNya.

Tuhan ingin kita jadi pelaku firman, bukan sarjana firman. Di Amsal berulang kali aku baca tentang kemalasan dan tertegur, tapi dengan berat hati aku harus mengakui kalau aku masih malas, belum menjadi rajin. Seharusnya firman Tuhan mengoreksi dan mengubahkan hidup kita. Kalau hidup kita gak berubah padahal dah baca firman terus-menerus berarti kita mengeraskan hati dan gak mau diubahkan.

👉 Setiap Tuhan ingatkan firmanNya, aku harus taat saat itu juga dan gak menunda-nunda atau mencari alasan.

Palangka Raya, 7 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 6, Kisah Para Rasul 6

Kisah Para Rasul 6:2, 7 (TB)  Berhubung dengan itu kedua belas rasul itu memanggil semua murid berkumpul dan berkata: "Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja.
Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Kedua belas rasul hari ini mengingatkanku kalau Tuhan ingin kita sebagai pengikut Kristus harus melayani dan mengasihi bukan hanya di lingkungan sekitar kita, tapi 'keluar'  dan menyatakan kasih Tuhan melalui kasih dan pelayanan kepada orang lain yang belum percaya.

Beberapa hari ini gencar berita tentang tuduhan Kristenisasi terhadap  warga Katolik di Jogja. Memang segala perbuatan kasih kita beresiko disalah mengerti. Dan aku sempat mikir, ya udah lah kalau gitu orang Kristen gak usah gimana-gimana sama yang non Kristen daripada ada masalah. Tapiiii.... Kita memang diutus untuk mengasihi dan melayani sesama (gak peduli apapun agamanya), jadi kita harus tetap taat meskipun sulit.

👉 Perenungan bagiku hari ini :Apa yang sudah aku lakukan untuk menunjukkan kasih pada sesama? Terutama mereka yang bukan orang percaya. Sejujurnya, di lingkunganku saat ini banyak yang seiman dan aku gak pernah memikirkan secara khusus bagaimana memberkati mereka yang gak percaya.

Amsal 6
no rhema

Palangka Raya, 6 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 5, Kisah Para Rasul 5

Amsal 15

Amsal 5:18 (TB)  Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:
Dulu banget, sebelum baca ayat ini aku sempat mikir, berarti ada istri masa tua dong. Lol. Sampai aku lihat rhema beberapa teman dan baca ayat ini versi BIMK :

Amsal 5:18 (BIMKSebab itu, hendaklah engkau berbahagia dengan istrimu sendiri; carilah kenikmatan pada gadis yang telah kaunikahi

Amsal 4, Kisah Para Rasul 4

Kisah Para Rasul 4:19 (TB)  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Seperti Petrus dan Yohanes, setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: TAAT KEPADA MANUSIA ATAU ALLAH.
Taat kepada Allah berarti:
👉 memilih melakukan kehendak Allah sekalipun sulit
👉 mematikan keinginan daging/pribadi
👉 menghormati Tuhan lebih daripada menaruh hormat pada manusia

Taat pada Tuhan membuat aku harus selalu belajar menyerahkan diri hidup dalam kehendakNya. Membiarkan Dia yang mengubahkan hidupku menjadi serupa gambaranNya bukan keinginanku.

Buatku, seringkali ini berarti meminta maaf sekalipun hati masih gak terima, berdiam sebelum berbicara daripada melakukan kesalahan dengan mulut,  tunduk pada suami meski hati masih menentang,  berkata dengan lembut walaupun rasanya mau berteriak, bangun dari kemalasan dan melakukan sesuatu daripada tidur, bersyukur walaupun sebenarnya banyak yang mau aku keluhkan.

🙏 Tuhan, ampuni aku kalau sering gak taat sama Tuhan. Tapi, aku mau belajar untuk terus menaati Tuhan. Tolong aku Tuhan untuk berjalan dalam ketaatan. Amin.

Amsal 4:11 (TB)  Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

Baca ayat ini aku diingatkan kalau sebagai orang tua, bagianku adalah MENGAJARKAN anakku dan MEMIMPINNYA di jalan yang lurus.
Aku gak boleh cuma mengajarkan alias OMDO (omong doang) tapi juga harus memimpinnya, berarti aku harus terlebih dulu memberikan pimpinan, berada di depannya dan memberikan teladan. Kebayang dong kalau aku cuma ngomong tanpa kasih teladan, aku gak akan beroleh respek dari anakku.

Ajaranku mempunyai kekuatan hanya jika aku telah terlebih dahulu MELAKUKAN. Selama ini apa yang kukatakan harus didukung dengan perilaku,karena suka gak suka perbuatan bicara lebih keras dari perkataan. Aku baru memperhatikan, kalau liat HPku atau HP suami nganggur, Sara langsung yang mau megang gitu. Aku langsung otomatis ngelarang dong. Bisa ditebak selanjutnya, Sara tetap berkeras mau pegang HP. Duh, selama ini rupanya ini yang aku perlihatkan ke Sara 😭

👉 Aku mau ajaranku ke anakku sejalan dengan perbuatanku, supaya lebih mudah buat anakku untuk taat.

Palangka Raya, 4 Februari 2018
-Mega Menulis-

Saturday, February 3, 2018

Amsal 3, Kisah Para Rasul 3

Amsal 3:13 (TB)  Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,

Orang yang punya hikmat dikatakan BERBAHAGIA bahkan dikatakan keuntungannya melebihi emas dan perak. Kenapa? Karena hikmat menolong kita mengambil keputusan dan melakukan hal yang benar dan berkenan pada Tuhan, bukankah permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan? Jadi, kalau mau ambil keputusan harus berdasarkan takut akan Tuhan.

Tadi malam aku dan suami berdiskusi tentang kebiasaanku pegang gadget saat ada Sara, biasanya suami komplain saat aku main games di HP. Aku gak langsung menerima dengan manis teguran suami, aku berkata kalau aku dah berusaha kok gak pegang hp bahkan dua hari ini kalau bareng Sara aku benar-benar usahakan gak pegang hp, maunya apa lagi nih, apa mau aku hapus gamesnya. Sebelum tidur semalam dah mikir mau hapus gamesnya aja, karena dipikir-pikir konyol juga kalau aku dan suami bertengkar gara-gara games hp. Tapi sejujurnya ada rasa sayang 😁

👉 Akhirnya aku menghapus semua games di HPku. Awalnya kupikir aku akan kehilangan banget, tapi ternyata nggak tuh (apa belum kerasa ya. Lol) malah lebih lega karena merasa melakukan yang benar.

🙏 Tuhan, terus pimpinlah aku melakukan yang benar dan berkenan pada Tuhan. Berikanlah aku hikmat yang dari Tuhan. Amin.

Kisah Para Rasul 3:8-9 (TB)  Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.
Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah,

Orang lumpuh ini menerima anugerah kesembuhan dari Tuhan, sukacitanya melimpah dan Ia memuji Tuhan sehingga orang lain menyaksikan apa yang telah diperbuat Tuhan dalam hidupnya dan takjub. Selama ini apakah orang lain turut menyaksikan mukzizat yang dilakukan Tuhan dalam hidupku? Apakah aku sudah bersukacita dan memuji Tuhan atas segala perbuatanNya dalam hidupku?

Beberapa hari ini mati listrik di Kasongan, banyak teman misah-misuh memaki PLN di medsos. Ada kerusakan yang sedang diperbaiki. Giliran listrik hidup ga ada tuh yang bilang makasih ke PLN. Nah lo. Jangan-jangan sama Tuhan, aku juga sama. Banyak ngeluhnya, giliran dikasih berkat, bersyukur bilang makasih pun nggak.

👉 Aku diingatkan untuk gak cuma mengeluh dan mengeluh tapi bersyukur dan memuji Tuhan. Supaya orang lain juga melihat apa yang diperbuat Tuhan dalam hidupku dan memuliakan Tuhan.

Palangka Raya, 3 Februari 2018
-Mega Menulis-

Amsal 2, Kisah Para Rasul 2

Kisah Para Rasul 2:47 (TB)  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Jemaat mula-mula disukai banyak orang, dan tiap hari Tuhan menambah jumlah orang yang diselamatkan 👉 artinya orang yang belum kenal Kristus pun jadi diselamatkan.
Yes, Tuhan sendiri yang menambahkan jumlah mereka yang diselamatkan, keputusan mengikut Kristus adalah karya Roh Kudus di dalam diri setiap orang. Tapi aku juga percaya cara hidup jemaat mula-mula menjadi awal ketertarikan seseorang untuk mengenal Kristus. Keseluruhan hidup kita menjadi kesaksian yang ditulis seperti surat terbuka yang dilihat dan dibaca banyak orang,bukan hanya kehidupan di hari Minggu atau bergereja, tapi TOTALITAS HIDUP KITA.

Aku teringat seseorang yang kukenal yang rajin ke Gereja dan rajin pelayanan tapiiii.... ternyata dia di kalangan rekan sekerjanya terkenal suka berselingkuh dan bersikap kasar ke orang lain. Nah lo. Bagaimana mungkin cara hidup yang seperti ini akan disukai semua orang apalagi membawa orang lain kepada keselamatan dari Kristus.

Awalnya kukira gak mungkin  DISUKAI SEMUA ORANG, lah kita hidup baik aja pasti ada yang gak suka. Jadi keingat Ahok 😢 Tapiii.... Alkitab mencatat bagaimana jemaat mula-mula disukai semua orang. Gak ada yang mustahil kalau kita membiarkan Roh Kudus bekerja di dalam saya dan melalui saya sehingga dia memimpin saya dalam bersikap, berbicara dan mengasihi.

👉  Tantangan berat jadi saksi di lingkungan teman yang gak kenal Tuhan, kalau kita radikal dibilang munafik. Tapiiii.... Aku harus tetap berintegritas dan mengasihi supaya jadi kesaksian dan membuat mereka tertarik kenal Kristus. Being excellence! SK ku pindah belum keluar, benar-benar tergoda untuk gak giving my best di kantor lama, apalagi kadang berasa dicuekin dan gak dapat hak seperti teman-teman lain 😞 Yang penting kerjaan beres pikirku, biar aja dah gak usah nangkring di kantor seharian. Tapi kalau gini gimana mau disukai banyak orang?  Gimana mau jadi kesaksian yang benar? 😂 😂 😂 😂  Harus tetap giving my best 💪💪

Amsal 2:3 (TB)  ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian,

Apakah aku mencari pengertian dan kepandaian dalam keseharianku?
Apakah aku berusaha mengerti atau cuma asal melakukan sesuatu?

Tadi malam aku ngobrol dengan suami dan mengeluh tentang adanya rekan kerja yang asal saja mengerjakan sesuatu sesuai perintah, asal beres, tapi gak berusaha mengerti dengan benar apa yang dikerjakannya. Aku heran, kok bisa gitu ya. Dan aku dapati, emang beda lo hasil kerja orang yang benar-benar mengerti dan cuma asal selesai. Asal selesai ma copy paste juga jadi kalau ada file. Tapi PENGERTIAN memberikan perbedaan. Ada usaha di situ, ada rasa lelah, tapi juga ada kepuasan, bahkan ada motivasi yang lebih untuk terus berusaha bahkan saat mau menyerah. Akibatnya, saat dihadapkan pada tugas yang sama, orang yang tahunya cuma copas gak akan mengerti bagaimana mengerjakannya.

👉 Aku juga perlu belajar melakukan segala sesuatu dengan pengertian, gak asal ngerjain. Apalagi kalau cuma ikut-ikutan, hasilnya gak akan maksimal.Kalau mau jujur, untuk beberapa hal aku juga terkadang melakukannya tanpa pengertian. Jadinya emang gak bisa konsisten dan bener-bener asal jadi, gak ada manfaatnya. Saat mau menentukan habit baru untuk ikutan di habit tracker aku berpikir, wih keren nih habit si A, aku pengen juga ah.  Untunglah aku gak ikut-ikutan karena sekedar menganggapnya keren, tapi karena aku MENGERTI apa yang urgent buatku sekarang jadi aku fokus pada apa yang jadi kebutuhanku.

Kasongan, 2 Februari 2018
-Mega Menulis-

Thursday, February 1, 2018

Amsal 1, Kisah Para Rasul 1

Amsal 1:30-31 (TB)  tidak mau menerima nasihatku, tetapi menolak segala teguranku,
maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.

Orang yang gak mau mendengarkan nasihat dan menolak teguran yang mengandung hikmat akan menerima AKIBAT dari perbuatan mereka! Pada akhirnya kalau aku gak bisa ditegur, yang akan menanggung akibatnya ya aku sendiri, bukan orang lain.

Sikapku saat ditegur harusnya:
✔️ Mau menerima teguran tanpa peduli siapa yang menegur. Seringkali aku masih ngeles waktu ditegur. "Ah, kamu aja masih kayak gitu sok negur orang",  dalam hati aku ngomong gitu padahal di mulut senyum-senyum.
✔️ Belajar bilang "makasih" dengan tulus sewaktu ditegur.
✔️ Mau berubah dan gak mempertahankan apa yang salah.

Aku baru kepikiran mau share habit yang akan aku lakukan bulan ini ke suami, awalnya sih gak mau, ceritanya mau kasih surprise. Lol. Kan asik tuh kalau tahu-tahu suami bilang aku dah beda (kalau sukses). Tapi aku ternyata butuh orang lain mengingatkanku. Bagi suamiku emang gak baik kalau pas bareng anak aku pegang gadget, selama ini emang dah diingatkan tapi akunya sering ndableg. Jadi suami gak selalu negur. Kalau dah tahu aku komit gini, pasti dia bakal terus negur. Lol.

Yes, aku lemah. Makanya butuh orang lain untuk menegur. Tadi bagi baca Alkitab sadar ini, aku butuh ditegur. Dan aku mau ditegur.

Kisah Para Rasul 1:14 (TB)  Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

Mereka semua BERTEKUN dengan sehati dalam doa bersama-sama.
Saat ini aku mengikuti dua grup yang keduanya sehati untuk BERTEKUN, yang pertama untuk setia membaca firman Tuhan, yang kedua untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dalam hidup. Hari baru di bulan yang baru semoga semua mengawali dengan setia. Semoga gak cuma semangat di awal, tapi juga sampai akhir kita mengakhiri dengan setia.

🙏 Tuhan, tolong kami untuk senantiasa memelihara ketekunan di dalam diri kami dan setia pada komitmen kami masing-masing. Bukan sekedar karena malu dengan teman yang lain kalau tidak melakukan tapi karena kami rindu menyenangkan hati Tuhan. Jauhkanlah kami dari kemalasan dan ajari kami tetap setia seperti Engkau juga setia. Amin

Kasongan,  1 Februari 2018
-Mega Menulis-

1 Samuel 17-18

1 Samuel 17 Scripture        1 Samuel 17:15, 37 (TB)  Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Bet...