.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, February 11, 2018

Amsal 11, Kisah Para Rasul 11

Kisah Para Rasul 11:29 (TB)  Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan, sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing dan mengirimkannya kepada saudara-saudara yang diam di Yudea.

Lalu murid-murid memutuskan untuk mengumpulkan suatu sumbangan ... sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing...

Saat ada kesempatan memberi, sudahkah kita memberi SESUAI DENGAN KEMAMPUAN MASING-MASING?
Bagaimana sebenarnya aku bisa tahu kemampuanku memberi? Soalnya karena keegoisan dan kurang bersyukur jadi kadang merasa apa yang ada pada diri ini pun kurang, kalau memberi gimana ceritanya nih, jadinya gak jadi deh memberi #sigh. Aku diingatkan untuk terus tanya sama Tuhan saat dihadapkan pada kesempatan memberi: Berapa yang Tuhan ingin aku berikan. Ini membuatku belajar berkomunikasi sama Tuhan, peka dengan suaraNya dan taat. Saat aku mulai bertanya, aku tahu aku akan dijawab, karena Tuhan mengenalku melebihi diriku.

Pernah suatu kali zaman baru lulus kuliah aku merasa berat hati memberi persembahan. Karena pas nanya sama Tuhan, aku merasa Tuhan suruh kasih semua yang ada di dompetku, aje gile deh, nominal yang cukup besar saat itu dan sudah pasti aku harus menggesek atm sepulang dari ibadah tersebut. Kalau dipikir sekarang, berapa nilai yang sebenarnya kalau sesuai kemampuan masing-masing? Kemampuan di dompet atau kemampuan dari keseluruhan yang aku punya? Setelah bertahun-tahun, aku baru sadar sekarang KEMAMPUAN MASING-MASING di sini adalah KEMAMPUAN MASING-MASING orang untuk taat sama Tuhan. Saat itu aku memilih taat sama Tuhan dan memberikan sebesar yang Tuhan inginkan. Asli, ada damai sejahtera saat aku taat. Dan, pulangnya ibadah, believe it or not, aku dapat berkat 3x lipat dari yang Tuhan berikan. Seakan-akan Tuhan mau mengajari aku untuk gak kuatir dengan hidupku. Saat aku taat, Dia perhitungkan ketaatanku.

Belajar memberi berarti belajar bertanya pada Sang Pemberi Hidupku, karena segala yang telah kuterima dan akan kuberi adalah dari Dia. Gak ada yang kumiliki yang bukan pemberianNya.

Amsal 11:25 (TB)  Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Hari ini berasa banget Tuhan ingin aku belajar lagi masalah MEMBERI dan MEMBERI lebih banyak. Tahu sih teorinya kalau aku adalah saluran berkatNya. Saat aku diberkati Tuhan, berarti Dia ingin aku jadi berkat. Jangan seperti laut mati Meg, yang gak mengalirkan ke mana-mana apa yang diterimanya sehingga gak berguna.

Tapiiii....Hati ini menjerit:Kebutuhan hidup semakin banyak Tuhan. Mulai deh kuatir. Lol.

Dan lagi-lagi aku diingatkan Tuhan : Pernahkah kamu kekurangan Meg?
Krik. Krik. Krik.

Dan dengan jujur harus kuakui, dalam kekuranganku kuasaNya sempurna. Dalam kelemahanku, aku dapat kekuatan lebih dari yang aku perlu. Lalu kenapa terkadang aku masih takut memberi? Seolah-olah aku gak percaya sama Tuhan #sigh.

👉 Jangan takut memberi Meg! Tuhan   sanggup memberkati hidupmu lebih dari yang kamu minta dan pikirkan. Taatlah! Jangan terlalu banyak kuatir!

Palangka Raya, 11 Februari 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Tawarikh 9-10

2 Tawarikh 9 Scripture        2 Tawarikh 9:23 (TB)  Semua raja di bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditar...