.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, February 17, 2018

Amsal 16, Kisah Para Rasul 16

Kisah Para Rasul 16:40 (TB)  Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.

.... setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan MENGHIBURKAN mereka, berangkatlah kedua rasul itu.

Seperti kemarin, aku masih diingatkan untuk menghibur orang lain. Kalau kemarin aku belajar bagaimana menghibur orang lain dengan yang aku miliki, hari ini aku belajar kalau dalam SEGALA SITUASI, Tuhan bisa pakai kita menghibur orang lain. Bo, kalau dipikir-pikir, Paulus dan Silas baru keluar dari penjara. Mereka dong yang seharusnya butuh dihibur, ini malah mereka yang menghiburkan orang lain. Mungkin waktu di penjara, Paulus dan Silas dah puas dihibur Tuhan ya, makanya mereka memuji Tuhan 😊 Mereka menghibur karena sudah beroleh penghiburan dari Tuhan. Sudahkah kita menerima penghiburan dari Tuhan dalam segala masalah kita? Sudahkah firmanNya menghibur kita? Atau jangan-jangan kita sibuk mengasihani diri sendiri sehingga lupa ada penghiburan sejati di dalam Dia.

Dalam kesusahan yang kita alami pun sebenarnya Tuhan mampukan kita untuk menghibur orang lain. Masalahnya, kita mau gak? Jangan-jangan kita malah bilang:
"Tuhan, masalahku lebih besar dari si A, masa sih aku yang harus menghibur dia? "
"Aku uangku dah mepet nih, gak mungkin lah aku kasih lagi untuk si B?"
Dalam keadaan apapun kita dapat menghibur orang lain! Asal mau! Jangan ngasih alasan ini itu waktu Tuhan berikan dorongan untuk melakukan sesuatu bagi mereka yang memerlukan.

Aku diingatkan untuk gak egois dan hanya mikirin diri sendiri supaya bisa Tuhan pakai. Kalau mikirin diri sendiri, kita hanya akan fokus mencari cara mendapatkan, bukan memberi atau melakukan sesuatu bagi orang lain. Saat Tuhan berikan kita masalah dan Dia melepaskan kita, mungkin kita hanya akan berkata 'Puji Tuhan'  tanpa sadar kalau ada alasan lebih besar Tuhan menolong kita,  Dia ingin kita  menyaksikan kebaikanNya dan menghibur orang lain.

Amsal 16:3 (TB)  Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.

Apakah semua yang kita rencanakan terjadi? Tidak? Apa itu berarti kita belum menyerahkan perbuatan kita kepada TUHAN? Bisa jadi.

Tapi hari ini aku diingatkan saat aku berbuat sesuatu dan menyerahkannya kepada TUHAN, aku harus pastikan kalau yang aku lakukan BERKENAN pada Tuhan. Lah, namanya juga aku mau menyerahkan sesuatu kepada TUHAN, masa aku gak ngasih yang terbaik, masa aku asal-asalan? Aku harus belajar melakukan yang kudus, terbaik dan menyenangkan Tuhan BARU kemudian MENYERAHKANNya pada Tuhan. Ibaratnya seorang pelajar yang nyontek waktu ujian, pantas gak sih dia berkata menyerahkan hasilnya pada Tuhan dan berharap rencananya dapat nilai bagus dikabulkan? 😂

👉 Aku mau melakukan yang berkenan pada Tuhan dan menyerahkannya pada Tuhan, terserah Tuhan deh sisanya. Aku percaya Dia yang akan memberkati. Amin.

Kasongan, 16 Februari 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 13-14

2 Raja-raja 13 Scripture 2 Raja-raja 13:11 (TB)  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuru...