.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, February 7, 2018

Amsal 4, Kisah Para Rasul 4

Kisah Para Rasul 4:19 (TB)  Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah.

Seperti Petrus dan Yohanes, setiap hari kita dihadapkan pada pilihan: TAAT KEPADA MANUSIA ATAU ALLAH.
Taat kepada Allah berarti:
👉 memilih melakukan kehendak Allah sekalipun sulit
👉 mematikan keinginan daging/pribadi
👉 menghormati Tuhan lebih daripada menaruh hormat pada manusia

Taat pada Tuhan membuat aku harus selalu belajar menyerahkan diri hidup dalam kehendakNya. Membiarkan Dia yang mengubahkan hidupku menjadi serupa gambaranNya bukan keinginanku.

Buatku, seringkali ini berarti meminta maaf sekalipun hati masih gak terima, berdiam sebelum berbicara daripada melakukan kesalahan dengan mulut,  tunduk pada suami meski hati masih menentang,  berkata dengan lembut walaupun rasanya mau berteriak, bangun dari kemalasan dan melakukan sesuatu daripada tidur, bersyukur walaupun sebenarnya banyak yang mau aku keluhkan.

🙏 Tuhan, ampuni aku kalau sering gak taat sama Tuhan. Tapi, aku mau belajar untuk terus menaati Tuhan. Tolong aku Tuhan untuk berjalan dalam ketaatan. Amin.

Amsal 4:11 (TB)  Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

Baca ayat ini aku diingatkan kalau sebagai orang tua, bagianku adalah MENGAJARKAN anakku dan MEMIMPINNYA di jalan yang lurus.
Aku gak boleh cuma mengajarkan alias OMDO (omong doang) tapi juga harus memimpinnya, berarti aku harus terlebih dulu memberikan pimpinan, berada di depannya dan memberikan teladan. Kebayang dong kalau aku cuma ngomong tanpa kasih teladan, aku gak akan beroleh respek dari anakku.

Ajaranku mempunyai kekuatan hanya jika aku telah terlebih dahulu MELAKUKAN. Selama ini apa yang kukatakan harus didukung dengan perilaku,karena suka gak suka perbuatan bicara lebih keras dari perkataan. Aku baru memperhatikan, kalau liat HPku atau HP suami nganggur, Sara langsung yang mau megang gitu. Aku langsung otomatis ngelarang dong. Bisa ditebak selanjutnya, Sara tetap berkeras mau pegang HP. Duh, selama ini rupanya ini yang aku perlihatkan ke Sara 😭

👉 Aku mau ajaranku ke anakku sejalan dengan perbuatanku, supaya lebih mudah buat anakku untuk taat.

Palangka Raya, 4 Februari 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 13-14

2 Raja-raja 13 Scripture 2 Raja-raja 13:11 (TB)  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuru...