.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.
google.com, pub-1767695080484840, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Friday, March 23, 2018

Amsal 22, 1 Petrus 1

1 Petrus 1:15-16 (TB)  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 

Dalam sebuah khotbah yang kudengar, dikuduskan artinya dikhususkan. Jadi, kita sebagai orang percaya dikhususkan bagi Allah. Pada zaman Perjanjian Lama, barang yang telah dikuduskan akan dipisahkan dan dikhususkan untuk tujuan Allah, bukan pekerjaan sehari-hari. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk hidup KUDUS, berarti kita dipisahkan dari dosa dan dikhususkan untuk melakukan pekerjaan yang ditetapkan Allah bagi kita.

Hidup kudus bermakna dua hal:
👉 Memisahkan diri dari dosa : Tidak tinggal tetap dalam dosa. Bertobat dan ada perubahan hidup. Berusaha memiliki hidup yang berkemenangan atas dosa tiap harinya.
👉 Melakukan pekerjaan yang dikhususkan Allah bagi kita : Tidak mencari keuntungan diri sendiri. Setiap hari berusaha menyenangkan Tuhan dengan hidup seturut firmanNya.

Menjadi perenunganku : Sudahkah aku hidup dalam kekudusan setiap harinya?
Belum? Apa yang harus aku lakukan supaya hidup dalam kekudusan?
👉 Tidak berbuat dosa dan menuruti hawa nafsu
👉 Melakukan firman Tuhan
👉 Mengasihi Allah dan sesama

Amsal 22:11 (TB)  Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.

Raja biasanya seseorang yang susah didekati, tidak semua orang bisa menjadi sahabat raja tapi di sini dikatakan kalau orang yang suci hatinya dan manis bicaranya menjadi sahabat raja. Kesucian hati sama dengan ketulusan, kita gak punya agenda atau motivasi tersembunyi saat berhubungan dengan orang lain, kita bersikap tulus apa adanya, tidak ingin memanipulasi orang lain. Manis bicara menggambarkan bagaimana ucapan kita menyenangkan mereka yang mendengarnya, bahkan saat kita harus menegur pun, kita menegur dengan kasih karena memperhatikan perasaan dia yang mendengarkan kita.

👉 Aku mau berbicara manis dengan orang lain terutama keluarga di rumah. Seringkali karena merasa keluarga jadi seenaknya ngomong, padahal sama orang lain ngomong bisa yang mikir banget masa sama keluarga gak bisa sih 😅

Palangka Raya, 22 Maret 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Kisah Para Rasul 28, Amsal 27

Kisah Para Rasul 28 Scripture        Kisah Para Rasul 28:24 (TB)  Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya....