.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, March 26, 2018

Amsal 26, 1 Petrus 5

1 Petrus 5:7 (TB)  Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Ada beberapa kekuatiran menjelang hari kelahiran yang semakin mendekat ini. Daftarnya panjang:
- apakah proses sc akan lancar
- apakah aku sanggup bertahan sampai waktunya melahirkan (takut ketuban pecah dini lah, takut kelahiran prematur, dll)
- gimana kalau aku mati di meja operasi (ini ekstrim, tapi aku pernah kuatirkan ini)
- gimana kalau pendarahan parah sampai perlu transfusi atau angkat rahim (pernah dengar orang hamil dengan miom dan kejadian gini), wong pas kelahiran Sara aku transfusi 3 kantong darah
- apakah bisa aku ngasih ASI ke dedeknya Sara atau jangan-jangan harus sufor kayak Sara
- apakah aku bisa cepat pulih SC nanti seperti pas  habis lairan Sara (soale dengar-dengar kalau dah SC kedua, ketiga, dst lebih susah pulihnya)
- apakah biaya yang kami sediakan cukup
- apakah kami bisa segera dapat rumah
Aaarrggghhhh.... Banyak sekali kekuatiranku!

Dan tadi malam Tuhan punya cara yang sweet banget untuk tunjukkan Dia peduli. Di tengah kekuatiranku, suamiku tahu-tahu pulang kemaren bawa boneka, baju, minyak telon, dll untuk Sara. Ada teman kami yang akan pindah keluar kota dan dia ngajak papa Sara ke rumahnya, ternyata banyak sekali barang yang diberikannya karena dia gak mau membawanya. Dari keperluan Sara sampai banyak lagi beberapa barang rumah tangga yang masih bagus banget. Aku geleng-geleng, teringat, kalau dipikir-pikir sejak Sara lahir segala keperluannya Tuhan cukupkan dengan luar biasa. Percaya gak percaya, buat Sara ni aku bisa hitung yg kami belanjain dia baju dari duit sendiri. Boneka pun segambreng dikasih teman semua,  aku gak pernah beli, suer. Sampai opungnya geleng-geleng pas video call liat bonekanya banyak benar, dan heran pas kami bilang semua dikasih teman. Kupikir pas habis lahiran wajarlah dikasih orang banyak barang yg bisa dipakainya sampai umur setahun paling ngga. Kubilang papanya Sara, kalau dah setahun siap-siap beli kita. Eh, ga taunya ada-ada aja berkat Tuhan buat Sara, tiba-tiba teman kuliahku kirim baju buat dia, padahal jarang kontak, belum lagi pas ultah banyak juga dapat blessing, entah berapa orang ngasih boneka, tadi malam juga Tuhan ingatkan aku semua kebaikanNya. Tuhan tahu kami harus beli popok dan susu buat Sara, mungkin karena itu Dia cukupkan keperluan Sara yang lain lewat orang lain 😀

Hari ini, baca ayat ini, aku diingatkan lagi untuk menyerahkan semua kekuatiranku sama Tuhan. Dia gak pernah lalai memelihara hidup kami, semua keperluan kami Dia cukupkan, gak pernah kami kekurangan. Jadi, segala kekuatiranku yang kutulis di atas kuserahkan semuanya ke Tuhan. Dia pemeliharaku. Aku gak perlu kuatir.

🙏 Tuhan, aku serahkan semua kekuatiranku kepadaMu sebab Engkau lah pemeliharaku. Amin.

Amsal 26
no rhema

Palangka Raya, 26 Maret 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Hidup dalam Anugerah dan Kekudusan

  Bacaan :   Lukas 18:9-14   (Perumpamaan tentang Orang Farisi dan Pemungut Cukai) Saat membicarakan anugerah, orang Kristen umumnya akan me...