.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, March 7, 2018

Amsal 7, Yohanes 7

Yohanes 7:24 (TB)  Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil."

Firman Tuhan hari ini mengajakku gak asal menghakimi menurut apa yang terlihat, karena Tuhan tahu manusia terkadang gak tahu latar belakang suatu peristiwa,  gak melihat keseluruhannya tapi mudah menjudge. Melihat seorang anak yang sedikit rewel, dalam hati terkadang aku berkata ini karena orang tuanya gak tegas. Melihat seseorang yang terlibat kesulitan keuangan aku berpikir ah dia emang boros dan gak bisa mengatur keuangannya. Padahal aku aku gak tahu dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi, aku mengambil kesimpulan seenaknya tanpa berusaha mengerti atau pun membantu.

Jahatnya menghakimi seseorang dengan cepat adalah:
- aku gak berusaha menyediakan waktu untuk mendengarkan seseorang tapi mengambil kesimpulan terburuk.
- aku berpikir yang terburuk tentang seseorang alias negative thinking lalu gak membantu karena berpikir seseorang mengalami kesulitan karena dirinya sendiri.
- aku melewatkan kesempatan memberkati hidup orang lain padahal bisa saja Tuhan ingin aku jadi berkat bukannya sok jadi hakim.

👉 Stop berpikir negatif dan menghakimi orang lain Meg! Berusahalah mengasihi orang lain dengan mencoba mengerti permasalahannyabdan menawarkan bantuan.

🙏 Tuhan, Engkau tahu isi hatiku yang terdalam, betapa sering aku menghakimi orang lain dengan cepat dan berpikir negatif. Ampuni aku Tuhan. Tolong aku mengubah cara pandangku. Biarlah aku mengasihi dan bukan menghakimi. Amin.

Amsal 7:19 (TB)  Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,

Perempuan jalang ini melakukan dosa terang-terangan saat suaminya tak ada. Dia beranggapan ketiadaan pengawasan suaminya adalah kebebasan baginya melakukan hal-hal yang menjijikkan.

Jadi perenunganku, adakah hal-hal yang aku lakukan kalau aku gak dalam pengawasan orang lain, maksudnya kalau aku sendiri tanpa dilihat orang lain apakah aku melakukan dosa? Ternyata masih ada. Aku masih sering bermalas-malasan dan masih melakukan banyak hal yang gak berguna. Apakah aku orang yang sama saat ada orang lain mau pun saat gak ada orang lain? Jreng - jreng.....!!! Kalau ngga, berarti aku hidup gak berintegritas. Aku hanya baik saat ada yang mengawasi. Ini gak benar!

👉 Harus tobat dari cara hidup begitu! Jangan pernah berpikir kalau aku hidup kudus atau melakukan hal yang benar karena keberadaan orang lain yang mengawasi. Ada atau gak ada orang yang melihat aku harus mengusahakan hidup dalam kekudusan. Tuhan selalu melihat dan Dia berduka waktu aku jadi orang yang munafik.

Palangka Raya, 7 Maret 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 21-22

2 Raja-Raja 21 Scripture        2 Raja-raja 21:3 (TB)  Ia (Manasye) mendirikan kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dimusnahkan ole...