.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, April 30, 2018

Amsal 30, 31

Amsal 30:11 (TB)  Ada keturunan yang mengutuki ayahnya dan tidak memberkati ibunya.

Bahkan di masa tuanya, seorang mama masih memberkati dengan kehadirannya. Kalau dipikir-pikir, terkadang gak enak juga rasanya, dulu aku dari kecil diurus mama. Lah giliran dah tua, malah ngurusin cucunya.  Apalagi Sara lagi aktif-aktifnya nih. Makanya aku dan suami berpikir pengen banget cepat punya rumah sendiri, kasihan mama jadi ikut direpotin ngurus Sara.

Baca ayat ini diingatkan kalau selain berpikir 'ga mau merepotkan orang tua', aku juga harus berpikir bagaimana caranya supaya kehadiran kami yang masih serumah sama ortu bisa memberkati mereka. Ini bukan hanya tentang memberi berkat materi tapi bagaimana supaya kehadiran kami bisa menyenangkan hati ortu. Aku bergumul terutama tentang bagaimana supaya perkataanku memberkati dan menyenangkan mama, aku perlu belajar mengendalikan lidahku dalam berkata-kata, kalau ada yang gak pas belajar menyampaikan dengan cara yang sopan.   Karena selama ini kami sering berbeda pandangan bagaimana melakukan suatu hal.

👉  Aku mau berpikir sebelum berbicara sama mama supaya berkata dengan penuh hormat walaupun berbeda pendapat. Biasanya asal nyablak, karena begitulah gaya kami. Tapi gak boleh gitu. Tetap harus menaruh hormat sama mama dengan bicara dengan sopan dan menyenangkan.

Amsal 31:17 (TB)  Ia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, ia menguatkan lengannya.

Istri yang cakap adalah pekerja keras!
Dia bukan istri yang pemalas!
Istri yang cakap kemungkinan menghidupi ayat yang berbunyi segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakan itu sekuat tenaga 😁

Sejujurnya, selama kehamilan aku 'dimanja'  sama suami, apalagi karena kehamilanku yang beresiko (karena ada miom yang cukup besar). Banyak pekerjaan rumah tangga yang dihandle suami karena takut kalau aku kecapean bisa kontraksi. Nah, jadinya aku keenakan dong, hehehe. Pelan-pelan aku harus belajar lagi mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang dihandle suami. Jangan nurutin daging yang bawaannya capek mulu. Gak boleh cari-cari alasan. Gak boleh malas!

Palangka Raya,  30 April 2018
-Mega Menulis-

Sunday, April 29, 2018

Amsal 29, 2 Korintus 13

2 Korintus 13:11 (TB)  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

*bersukacitalah*
Tiap hari kita dihadapkan pada pilihan, mau bersukacita atau mengeluh?
Lebih mudah rasanya untuk mengeluh. Tapiiiii.... Aku diingatkan ada Kristus yang hidup di dalamku. Dia memampukanku untuk bersukacita, persoalannya aku mau atau nggak.

Kemarin malam suamiku datang dan aku senang banget awalnya. Lah kok pas malam aku kesal sekali karena saat tiap 2 jam aku harus bangun ngurus Sofi dan suamiku malah tidur. Kalau aku mengeluh ya pastilah aku tambah kesal, tapi aku menolak mengeluh dan berpikir negatif. Suamiku terlalu capek. Tapi lalu ada pikiran jelek, lah emang aku gak capek, ditinggal beberapa hari dengan 2 balita. Tapi aku memilih menolak pikiran tersebut! Aku mengingatkan diriku, kalau suami gak capek dia biasanya bantuin kok ngurus anak.  Biarkan dia istirahat. Dan aku mengurus Sofia sambil bersyukur karena dia bersama kami di rumah, bukannya seperti minggu lalu yang harus menginap sendiri di RS. Sukacitaku penuh 😆

Aku bisa bersukacita!
Aku mau bersukacita!
Aku memilih bersukacita!
Aku akan bersukacita!
Aku bersukacita!

Amsal 29:11 (TB)  Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.

Amsal 29:11 (BIMK)  Orang bodoh marah secara terang-terangan, tetapi orang bijaksana bersabar dan menahan kemarahan.

Salah satu perbedaan orang bebal/bodoh dan orang bijak terlihat dari bagaimana dia bertindak saat marah. Orang bebal melampiaskan amarahnya tanpa berpikir tetapi orang bijak memilih meredakan amarahnya. Bukan berarti orang bijak tidak bisa marah, tapi dia tahu cara yang lebih baik untuk menyampaikan marahnya. Bukan pula dia menyimpan marahnya dan mendendam. Orang bijak akan menyampaikan perasaannya dengan tenang bukan membabi buta, makanya dia memilih bersabar dan meredakan amarahnya sebelum menyampaikannya.

Bagaimana aku bertindak saat marah?
Sekarang aku sudah lumayan bisa mengendalikan diri, gak langsung membabi buta marah, tapi terkadang jeleknya,  amarah reda tapi gak disampaikan. Jadi,  ada konflik yang belum terselesaikan. Lain kali gak boleh gitu lagi. Kalau masih ada yang mengganjal harus tetap disampaikan, tapi bukan saat emosi meluap. Tunggu tenang dan kepala dingin baru deh disampaikan.

Palangka Raya, 29 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 28, 2 Korintus 12

Amsal 28:13 (TB)  Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

Bagaimana jika melakukan pelanggaran/kesalahan? Akui dan tinggalkan.
👉 Supaya disayangi.
Bagi yang sudah menikah pasti pernah dong bertengkar dengan pasangan? Fenomena aneh yang aku rasakan setelah menikah, kalau bertengkar dengan suami, saat yang salah minta maaf untuk kesalahannya, setelah berbaikan....berasa makin sayang sama deh sama pasangan. Lol. Padahal sebelumnya sebel banget. Apalagi kalau setelahnya kesalahan tersebut gak diulang lagi. Nah, tambah sayang tuh. Hehehe. Beda cerita kalau pas dah salah, yang salah malah ngeles dan bikin alasan ini itu, bukannya minta maaf tapi malah cari pembenaran diri, boro-boro makin sayang, yang ada malah tambah jengkel deh.

Aku diingatkan untuk belajar selalu koreksi diri kalau ditegur suami, gak perlu defense, cari pembenaran, ngasih alasan ini itu. Kalau salah, akui kesalahan, minta maaf, jangan diulangi lagi. Minta maaf bukan sekedar lip service tapi benar-benar mengakui kesalahan dan berubah.

2 Korintus 12:7 (TB)  Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.

Paulus memiliki penyakit yang diizinkan Allah ada supaya dia tidak meninggikan diri.
Apakah duri dalam dagingku?
Adakah kelemahan/penyakit yang jadi pergumulanku?
Semuanya ada SUPAYA AKU TIDAK MENINGGIKAN DIRI.
Kebayang dong kalau aku selalu sehat, hidupku baik-baik saja,  segala yang aku inginkan kudapat, jangan-jangan aku menjadi sombong. Semenjak kehamilan pertamaku aku tahu ada miom dan kehamilanku beresiko, selama kehamilan aku benar-benar menyadari di luar Tuhan aku gak bisa berbuat apa-apa. Bahkan kehamilanku pun terjadi karena kebaikan Tuhan semata,ada beberapa kenalanku yang sampai sekarang belum hamil dan dia juga punya miom seperti aku. Setiap selesai lahiran, kalau melihat ke belakang ke masa-masa kehamilan, benar-benar deh semua bisa lancar karena kebaikan Tuhan semata.

👉 Gak ada alasan untuk meninggikan diri, ngapain meninggikan diri? Hanya Tuhan yang layak ditinggikan.

Palangka Raya, 28 April 2018
-Mega Menulis-

Friday, April 27, 2018

Amsal 27, 2 Korintus 11

Amsal 27:17 (TB)  Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.

Besi harus saling bergesekan supaya saling menajamkan demikian juga manusia. Biasanya orang yang paling menajamkan kita adalah yang paling sering bergesekan dengan kita. Terkadang kita gak bisa memilih siapa sesama yang akan bergesekan dengan kita, yang akan mempertajam kita siapa. Di kantor, kita gak bisa memilih siapa yang akan mempertajam kita. Kita gak bisa memilih dilahirkan di keluarga seperti apa. TAPIIIII.... untuk pasangan hidup, kita BISA MEMILIH. Dan alangkah mengerikannya kalau memilih orang yang salah.

Sejak menikah, aku merasa makin dipertajam oleh suamiku, dialah orang terdekatku sekarang, kawan terbaikku. Dipikir-pikir, aku harus bersyukur karena memilih 'logam' alias kawan hidup yang benar-benar membuat hidupku lebih baik. Saat menikah, semua sifat terburukku keluar dan aku makin kenal diriku. Banyak sekali aku dikoreksi dan ditegur oleh suami, awal-awal gak enak, lama-lama aku belajar menerima teguran dan berubah. Bersyukur punya suami yang tegas tapi juga sabar. Baca sharing di grup PIC kemarin jadi bersyukur gak salah pilih. Gak terbayangkan memilih seorang kawan hidup yang salah.

Hari ini aku nyadar, kita hanya bisa dipertajam saat bergesekan dengan sesama kita HANYA saat kita berespon dengan benar. Mau sebaik apapun pasangan hidup, kalau kita gak berespon benar saat berkonflik, kita gak bakal jadi lebih baik. Gitu juga sebaliknya, mau sejahat apapun pasangan hidup kita, kalau kita mau berespon benar dan tunduk sama Firman Tuhan, pasti ada sesuatu yang baik terjadi, pasti karakter terbaik kita akan keluar.

👉 Aku mau berespon dengan benar dan sesuai Firman Tuhan saat harus bergesekan dengan sesamaku

2 Korintus 11:30 (TB)  Jika aku harus bermegah, maka aku akan bermegah atas kelemahanku.

Kenapa Paulus bermegah dalam kelemahannya? Karena dalam kelemahannya kuasa Kristus sempurna.  Dalam segala sesuatu yang dialaminya, terus-menerus dia melihat campur tangan Kristus. Paulus merasakan bagaimana Kristus membuatnya sanggup menanggung segala sesuatu. Kelemahannya adalah kesanggupan Kristus.

🙏 Tuhan, tolong aku untuk bersyukur dalam segala hal dan bermegah dalam kelemahanku seperti Paulus. Tolong aku untuk menyadari kalau kelemahanku adalah kesanggupan Kristus. Amin.

Palangka Raya, 27 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 26, 2 Korintus 10

2 Korintus 10:16 (TB)  Ya, kami hidup, supaya kami dapat memberitakan Injil di daerah-daerah yang lebih jauh dari pada daerah kamu dan tidak bermegah atas hasil-hasil yang dicapai orang lain di daerah kerja yang dipatok untuk mereka.

Baca ayat ini diingatkan beberapa teman yang menjadi misionaris di daerah pedalaman untuk menjangkau mereka yang belum kenal Tuhan. Bersyukur karena masi banyak orang yang taat pada panggilan Tuhan sekalipun ditempatkan di tempat yang sulit. Kiranya sukacita dan damai sejahtera dari Tuhan selalu ada di dalam hidup mereka. Hari ini khusus berdoa buat teman-teman tersebut.

Amsal 26:15 (TB)  Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya.

Rencana tadi dah mau istirahat dan tidur aja setelah nidurin Sara dan Sofia, baca Amsal dan posting rhema padahal kamar masih berantakan dengan mainan Sara. Capek, da pengen tidur aja bawaannya . Pas baca ayat ini jadi tertegur, sempat ngeles dalam hati:ah besok aja lagi beres-beresnya. Tapiii... Kalau suka nunda pekerjaan ntar beneran jadi pemalas aku. Lagipula, belum jam 9 anak-anak dah sukses ditidurin,  15 menit bersih-bersih pun selesai. Yo wes, aku langsung bersih-bersih. Dan berasa puas banget sekarang. Puas bukan cuna karena kamar dah bersih, tapi karena dah jadi pelaku firman (hasekkkkk....).

🙏Terima kasih Tuhan, bahkan di saat aku capek, Tuhan masih berikan kemauan dan kemampuan untuk praktekin Firman Tuhan yang kubaca. Terima kasih buat hari ini Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 26 April 2018
-Mega Menulis -

Thursday, April 26, 2018

Amsal 25, 2 Korintus 9

Amsal 25:28 (TB)  Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Hari ini aku gagal mengendalikan diriku, beberapa kali aku mengancam, berteriak, bahkan sampai membentak Sara. Duh, sesudahnya aku menyesal sekali. Biasanya kalau ada suami, masing-masing kami pegang satu anak bergantian. Rupanya kalau ditinggal berdua dengan anak yang nempel melulu denganku aku bisa kehilangan kewarasanku.  Ada sih mamaku dan adek-adekku, tapi Sara maunya nempel melulu denganku sementara Sofia harus diberi minum tiap dua jam. Jadi pas Sofia minum dan Sara mulai sibuk minta gendong, mengamuklah aku 😞

Aku bertekad besok harus lebih bisa mengendalikan diriku sewaktu menghadapi Sara. Besok aku gak  akan berteriak, mengancam dan membentak Sara lagi.  Oh,  Tuhan tolong aku. Membayangkan hari besok aja aku dah gentar. Ini liat anak semua tidur rasanya damai banget. Lol. Besok aku akan berusaha bagi waktu lebih baik lagi untuk main dengan Sara supaya dia gak merasa terabaikan.

2 Korintus 9:10 (TB)  Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Baca ayat ini aku diingatkan untuk mempercayai Tuhan sepenuhnya. Dia ingin kita memberi dengan sukacita, tanpa kuatir akan kekurangan. Karena Dia adalah Tuhan yang gak pernah lalai memelihara kita.
Jadi, aku belajar kalau di dalam memberi, Tuhan ingin kita:
👉 Mempercayai Dia sepenuhnya
👉 Bersukacita menikmati pemeliharaanNya
👉 Gak kuatir akan hari esok

Palangka Raya, 25 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 24, 2 Korintus 8

2 Korintus 8:3, 5 (TB)  Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.
Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.

Yang terlintas di pikiranku waktu baca ayat di atas:
Do the extra mile!! 💪 💪
Lakukan lebih dari yang diharapkan.
Giving my best.

Baca ayat ini diingatkan sharing seorang kawan di Instagram yang sedang mengajarkan anaknya KETAATAN, pada akhirnya dia ingin anak-anaknya untuk taat,  melakukan dengan segera,  mengerjakan sesuatu dengan tuntas, bersukacita saat mengerjakan sesuatu, tidak menggerutu dan pada akhir untuk melakukan lebih dari ekspektasi.

Jadi ingat ayat di Matius juga :
Matius 5:40-42 (TB)  Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Ayo Meg, do the extra mile! Dengan sukacita. Gak pake ngeluh 😄 Semangat!! 💪💪

Amsal 24:26 (TB)  Siapa memberi jawaban yang tepat mengecup bibir.

Tadi sore tiba-tiba suamiku ditelpon dan diajak pergi besok ke luar kota selama beberapa hari untuk bekerja. Dia sudah mau menolak karena dikiranya aku akan mencegah dia pergi, apalagi besok kami masih harus mengantar Sofia periksa ke RS. Sejujurnya memang berat buatku, seharian ini saja rasanya capek sekali ngurus dua anak, padahal ada suami, gimana besok?  Memang aku tinggal sama mamah dan adek-adekku dan mereka bisa bantuin, tapi bedalah kalau ada suami 😢

Tapiiiii.... Berhubung aku tahu suami menginginkan pekerjaan itu, aku langsung bilang kalau kami bisa ditinggal, dia gak perlu kuatir. Dan suamiku langsung SENYUM. Yess!! Senang banget ngelihatnya. Rupanya itu perkataan yang dia tunggu 😅 Gak tahu gimana besok dan berapa hari ke depan gak ada suami tapi aku gak menyesal bilang gitu. Aku gak boleh egois.

Palangka Raya, 24 April 2018
-Mega Menulis-

Monday, April 23, 2018

Amsal 23, 2 Korintus 7

Amsal 23:15 (TB)  Hai anakku, jika hatimu bijak, hatiku juga bersukacita.

Baca ayat ini teringat Sofia anakku, karena nama Sofia berarti bijaksana. Doa dan harapan kami sebagai orang tua supaya Sofia tumbuh sebagai wanita bijak. Pastinya benar yang ayat ini bilang, akan ada sukacita yang luar biasa saat kami sebagai orang tua diberikan umur panjang dan boleh melihat apa yang kami doakan terjadi.

Bagaimana supaya ayat ini terjadi?
👉 Untuk menjadi wanita  bijak Sofia perlu mengenal Tuhan dan tugas kami sebagai orang tua untuk membawanya mengenal Tuhan.
👉 Tekun mendoakan seluruh aspek kehidupan Sofia.
👉 Memberikan teladan yang benar supaya Sofia hidup bijaksana.

🙏 Tuhan, terima kasih sudah mempercayakan kami sebagai orang tua Sofia. Kami bersukacita buat kehadiran Sofia, buat banyak hal yang Tuhan ajarkan melalui kehadirannya. Tolong kami ya Tuhan supaya menjadi orang tua yang bijak, mampukan kami mendidik Sofia dalam kebenaran firman Tuhan dan tolong kami mengasihinya dengan kasihMu. Biarlah dia sungguh-sungguh tumbuh menjadi wanita bijak yang menyenangkan hati Tuhan. Amin.

2 Korintus 7:6 (TB)  Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.

Allah dapat memakai seseorang untuk menghiburkan orang lain.
Pertanyaannya sekarang, apakah Allah dapat memakai saya untuk menghibur orang lain?
Bagaimana supaya Allah memakai saya untuk menghibur orang lain?
👉 Punya kepedulian kepada orang lain.
Setiap hari ada saja orang-orang yang membutuhkan penghiburan dari Allah. Hanya jika kita memiliki kepedulian dan kepekaan pada orang lain saja, maka kita dapat menghibur mereka yang membutuhkan.
👉 Bersedia dipakai Allah alias TAAT.
Terkadang Allah 'mengintervensi' jadwal harian kita dan mengarahkan kita pada seseorang yang ingin dihiburNya. Maukah kita? Gak pernah terlupakan buatku, sewaktu masih kuliah, sepulang kuliah aku yang biasanya langsung pulang ke rumah. Tapi hari itu, aku merasakan dorongan untuk mampir ke kosan seorang teman satu PMK. Awalnya aku malas, wong aku gak terlalu dekat, apa gak aneh tahu-tahu aku nongol di kosannya. Dan ternyata, teman itu dalam masalah dan memerlukan seseorang bersamanya. Perasaan 'dipakai' Tuhan untuk menolong orang lain itu sungguh luar biasa ternyata 😄

🙏 Tuhan,  aku mau Kau pakai. Mampukan aku untuk peka pada suaraMu dan berikanku hati yang penuh belas kasihan pada yang memerlukan. Amin.

Palangka Raya, 23 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 22, 2 Korintus 6

Amsal 22:10 (TB)  Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.

Pencemooh biasanya suka mengejek atau menghina orang lain, orang yang seperti ini pasti akan menimbulkan pertengkaran pada akhirnya. Kalau ditanya beberapa minggu lalu, mungkin aku gak ngerasa 'kena' pas baca ayat ini, tapi baru-baru ini ada postingan screen shoot di Facebook yang berisi keluhan seseorang tentang kebiasaan orang Indonesia yang suka menjatuhkan orang lain. Orang Indonesia suka berkomentar yang menyakiti atau menjatuhkan orang lain. Simple sih dan kadang kita gak sadar melakukannya, misal:
- ada teman beli hp baru, kita komentarnya, "Ih, kok belu merk A sih, kan itu jelek".
- ada teman beli barang terus kita bilang, "Mahal amat, kemarin aku beli cuma segini lo di sana".
- "Kok bisa ya dia pacaran dengan si A".
- dll

Hal-hal seperti itu BISA menyakiti orang lain. Dan aku perlu belajar peka. Kalau gak bisa berkomentar yang baik mending diam aja, daripada menyakiti hati orang lain. Gak perlu defense  dengan berkata, "Ah, gitu aja kok tersinggung",  ya tiap orang berbeda dan kita gak perlu memaksakan 'rasa' kita ke dia. Kalau aku gak tersinggung berarti orang lain gak boleh tersinggung, ini ma egois.

🙏 Tuhan, tolong aku menjaga lidah bibirku dari cemooh ke orang lain. Aku mau jadi berkat lewat ucapanku. Amin.

2 Korintus 6:3 (TB)  Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

Di rumah mamaku ada sepupuku yang ikut tinggal di rumah karena menempuh studi di sini, sepupuku ini Muslim. Selama beberapa tahun ini,  tidak pernah sekalipun mamaku masak babi di rumah karena mamaku menghormati dan menghargai sepupuku tersebut. Awalnya aku kesal, lah masa di rumah sendiri pun mau masak apa yang diinginkan aja susah. Apalagi kemarin, aku sedang pengen  masakan babi yang dibuat mama, sedang pengen-pengennya tapi mama menolak memasaknya. Baca ayat ini aku dah gak kesal lagi, malahan salut dengan mamaku 😊 Walaupun sepupuku itu gak pernah keberatan dengan apapun yang dimasak mamaku tapi mamaku tetap memutuskan untuk gak memasak babi. Aku belajar banyak dari teladan mama.

Palangka Raya, 22 April 2018
-Mega Menulis-

Saturday, April 21, 2018

Amsal 21,2 Korintus 5

2 Korintus 5:15 (TB)  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Seharusnya kita semua mengalami kematian kekal karena segala dosa dan kesalahan kita tapi Kristus telah mati menggantikan kita. Jadi, hidup yang kita miliki sekarang adalah anugerah Kristus. Kita tidak berhak lagi seenaknya melakukan apa saja yang kita inginkan, hidup kita adalah pemberianNya. Seharusnya kita hidup hanya untuk Kristus.

Bagaimana hidup untuk Kristus? Aku teringat pelajaran dalam Kelas Berakar Kambium yang aku ikuti dulu,  ayat di atas adalah ayat hapalannya. Setelah menerima Kristus sebagai Juruselamat maka Dia harus menjadi pusat hidup kita. Kristus harus menjadi Tuhan teladan, dan tujuan hidup kita.
1. Kristus sebagai Tuhan 👉 Dengan cara setiap mau melakukan sesuatu bertanya : Apakah ini sesuai dengan kehendak Kristus?
2. Kristus sebagai teladan 👉 Setiap melakukan sesuatu bertanya : Apakah ini membuatku makin serupa dengan Kristus?
3. Kristus sebagai tujuan 👉 Setiap melakukan sesuatu bertanya : Apakah ini membuatku makin mengasihi dan memuliakan Kristus?

👉 Sebenarnya , menanyakan ketiga hal tadi menolongku mengambil keputusan dalam melakukan berbagai hal. Seringnya tahu apa yang harus dilakukan tapi ketidaktaatan membuatku gak melakukannya.

🙏 Tuhan, ampuni ketidaktaatanku saat aku tahu apa yang harus dilakukan tapi aku gak taat. Tolong aku untuk taat ya Tuhan. Amin.

Amsal 21:5 (TB)  Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.

Untuk jadi rajin gak mudah, harus ada KONSISTENSI. Memulai melakukan yang baik itu sulit, tapi jauh lebih sulit lagi konsisten dan setia untuk melakukan hal yang baik. Apalagi kalau masalah kemalasan kalau dah jadi habit susye. Hadehhh... 😢

Sehabis lahiran Sofia, aku ngerasa Tuhan ajar aku untuk lebih rajin dan telaten melalui kehadiran Sofia. Aku bukan orang yang rajin dan telaten. Awal-awal pumping, aku sedih banget, paling banyak dapat 10 ml. Rasanya mau menyerah untuk pumping dan full ngasih sufor tapi katanya kalau bayi masih kuning bagus dikasih ASI, dan aku tetap berusaha untuk pumping dan dibantu sufor. Terus Sofia minumnya sedikit jadi tiap 2 jam harus aku yang aktif ngasih minum, gak bisa nunggu dia nangis. Kalau nurutin hati, capek. Tapi aku tetap berusaha dan bersemangat 💪💪 Puji Tuhan,  hari ini pertama kalinya pumping bisa dapat 30 ml sekali pumping.

🙏 Tuhan, aku bersyukur kalau hari ini Tuhan ingatkan aku untuk terus rajin. Aku mau belajar untuk rajin, aku gak mau makan makanan kemalasan. Amin.

Palangka Raya, 21 April 2018
-Mega Menulis-

Friday, April 20, 2018

Amsal 20, 2 Korintus 4

2 Korintus 4:8-9 (TB)  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

Gak tahu kenapa, baca ayat ini bikin hati tenang,  berasa banget pesannya : THERE'S ALWAYS HOPE. Ada kekuatan yang melimpah-limpah dari Allah yang membuat Paulus dkk sanggup menanggung apapun. Selalu ada harapan di dalam Tuhan.  Kalau hanya diri sendiri yang disuruh menanggung apa yang harus ditanggungnya, mungkin sudah sejak lama Paulus dkk melambaikan tangan ke kamera. Tapi karena mereka menanggungnya bersama Allah maka mereka senantiasa bisa berharap.

👉 Aku mau belajar berharap sama Tuhan seperti Paulus dkk. Sering kali aku goyah karena perkataan orang lain tapi aku harus ingat kepada siapa aku percaya, aku punya alasan untuk mengharapkan yang terbaik karena ada Tuhan di dalam hidupku. Aku gak perlu takut kecewa kalau yang aku harapkan gak terjadi karena selama aku melekat sama Tuhan aku gak akan  dikecewakan. Dia akan memampukanku menanggung apapun dan bersukacita menerima pemberian tanganNya.

Amsal 20:18 (TB)  Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.

Setiap hal yang direncanakan harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Tapi bagian terpenting, dalam berencana pun kita gak boleh melupakan Tuhan, supaya segala yang kita rencanakan diberkati olehNya. Apalah artinya segala usaha terbaik kita tanpa perkenanNya? Apalah artinya rencana kita kalau Tuhan berkata lain?

Puji Tuhan, setelah difototerapi 1x24 jam dan diobservasi Sofia bisa pulang ke rumah walaupun sedikit kuning, dengan tetap diberi pesan untuk berjemur setiap pagi dan harus banyak. Lega sekali awalnya, tapi setelah semalam aku dan suami baru menyadari sesuatu, termyata Sofia minumnya sedikit sekali. Jarang dia menangis minta minum,mana sekarang sering mendung tiap pagi, susah mau berjemur. Haduh. Mau gak mau kami harus mengatur siasat, merencanakan jam minumnya dll. Masih banyak penyesuaian di sana sini, apalagi kami harus tetap memperhatikan Sara, melelahkan.

👉  Aku perlu menyertakan Tuhan dalam setiap rencana kami, sungguh butuh hikmat Tuhan dalam merencanakan segala sesuatu. Belajar mengusahakan yang terbaik sejak perencanaan dengan bertanya sama Tuhan dan gak mengandalkan hikmat manusia doang. Contohnya, secara manusia dan idealnya aku pengen mengusahakan ngasih ASI doang ke Sofia karena waktu Sara sudah gagal total. Tapi dengan kondisi yang sekarang mau gak mau aku harus berhikmat dan belajar menerima apa yang gak bisa aku ubah. Tetap berusaha supaya bisa kasih ASI tapi karena Sofia kondisinya butuh minum, sementara ditolong sufor, ya sudahlah. Belajar gak terpengaruh omongan orang dan terintimidasi.

Palangka Raya,  20 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 19, 2 Korintus 3

Amsal 19:7 (TB)  Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi.

Siapakah orang yang miskin?
Benarkah orang yang miskin dibenci oleh saudaranya?
Waktu baca ayat ini, aku memikirkan seorang kenalanku yang setahuku memang secara materi bukan disebut orang yang kaya, mungkin secara materi dia miskin. Tapiiiii... Aku tidak pernah melihat dia dijauhi sahabat apalagi saudaranya, semua orang suka berada dekat dia. Kenapa?
👉 Dia bukan orang yang suka mengeluh dengan apa yang tidak dimilikinya lalu meminta-minta pada orang lain. Dia selalu terlihat bersyukur dengan apa yang dimilikinya.
👉 Dia berusaha menolong orang yang membutuhkan pertolongannya. Dia berusaha hadir saat ada yang kesusahan. Dia selalu menawarkan sesuatu untuk diberikan. Ini bukan materi ya, terkadang dia memberikan masakannya, dia hadir pada saat ada yang berduka, dia mendengarkan cerita, dia menghibur,dia melakukan yang dia bisa untuk meringankan penderitaan orang lain.

Kupikir ayat di atas bicara bukan tentang orang yang miskin secara materi, karena kalau demikian,  tentunya kenalan yang kuceritakan itu akan dijauhi orang lain. Ayat di atas bicara tentang orang yang BERMENTAL MISKIN, hanya suka meminta-minta dan gak mau memberi. Hanya mau menerima tanpa memberi. Seperti kenalan yang aku ceritakan di atas, walaupun secara materi dia gak kaya, tapi hidupnya jadi berkat bagi orang lain.

🙏 Tuhan, tolong aku, mampukan aku untuk memberi dan gak hanya mau menerima. Aku mau jadi berkat melalui segala yang kumiliki, melalui semua talenta yang aku punya, bahkan  walaupun dengan ucapan bibirku, aku mau belajar memberkati orang lain. Amin.

2 Korintus 3:5 (TB)  Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.

*kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.*
Dari ayat ini berasa sekali kalau Paulus memiliki kerendahan hati. Dia memiliki kesadaran penuh tentang siapa dirinya dan siapa Allahnya. Dia tahu batas kemampuannya dan kemampuan Allah yang gak terbatas, makanya dia bisa berkata seperti di ayat ini. Paulus bekerja melakukan bagiannya tapi dia tahu kesuksesan/hasil dari pekerjaannya adalah bagian Allah makanya dia berkata kesanggupannya adalah pekerjaan Allah.

👉 Karena kesanggupanku adalah pekerjaan Allah maka bagianku adalah melakukan pekerjaanku dengan setia dan menyerahkan hasilnya pada Tuhan. Ini akan menolongku untuk selalu mengusahakan yang terbaik tetapi juga tetap rendah hati saat berhasil.

Palangka Raya, 19 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 18, 2 Korintus 2

Amsal 18:14 (TB)  Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

AYO MEGGG... SEMANGAT!!!!!
Hari ini masih terus diingatkan untuk tetap bersemangat. Kemarin pulang dari RS badanku terasa lemas sekali, lihat Sara tidur  aku langsung tidur di sampingnya sementara suami masih banyak lagi yang harus dikerjakannya. Bangun tidur aku coba pumping dan hasilnya sedikit sekali, nyaris gak ada yang keluar, mungkin karena stres,  aku down. Malamnya aku menangis dan suami menenangkan. Bersyukur Tuhan berikan sukacita lewat Sara, melihat tingkah polahnya membuat kami terhibur. Oh, puji Tuhan....Bisa merasakan kegembiraan di saat seperti ini. Kami memutuskan tidur lebih cepat. Kami butuh istirahat. Puji Tuhan, Sara yang tidur bareng kami dan biasanya bermain dulu sebelum tidur pun mau cepat tidur.

Tengah malam aku bangun dan tiba-tiba pengen pumping, aku mikir, seberapa pun yang kudapat pasti berguna  untuk Sofi. Dan emang, sedikit sekali, setengah jam pumping cuma dapat 10 ml. Tapi aku mau tetap semangat. Sofi sedang berjuang, aku juga sebagai mamanya harus berjuang. Aku harus semangat. Aku mau tidur dulu, aku mau pumping beberapa jam lagi. Semangattttt!! 💪 💪

2 Korintus 2:11 (TB)  supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

Kalau kita gak mengampuni maka iblis akan mengambil keuntungan. Apa keuntungan iblis? Satu, kita sudah memilih gak taat sama Tuhan. Dan kita tahu, sekali kita gak taat maka kita akan susah mendengarkan suara TUHAN. Nah, kalau gak dengar Tuhan, siapa yang kita dengar? Iblis dong! Jadi, pilih mana? Mendengarkan suara iblis atau Tuhan?

👉 Hari ini aku teringat kejadian kemarin dan aku masih jengkel ke perawat yang ngomongnya gak enak semalam. Dia gak tahu dan mungkin gak peduli aku jengkel atau nggak ke dia, tapi hari ini aku memilih melepaskan pengampunan supaya iblis gak beroleh keuntungan. Aku mau mendengarkan Tuhan dibandingkan iblis.

Palangka Raya,  18 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 17, 2 Korintus 1

Amsal 17:22 (TB)  Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Hari ini aku dan suami sudah berencana merayakan kecil-kecilan ultah perkawinan kami, tadi malam sebelum tidur aku dah senang banget mengingat bagaimana Tuhan berkati kami luat biasa beberapa hari ni. Di WAD yang ke-3 ini kami sudah berempat (kata suami, gak terasa sudah beranak 2 aja),  Sofia sudah sehat dan pulang ke rumah, aku mulai pulih, kami bersyukur sekali.

Tahu-tahu tadi pas kontrol Sofi ke dokter, dia kuning, kemaren waktu mau keluar RS emang sedikit kuning dan emang disuruh fototerapi tapi karena kami kira dijemur beberapa hari pun bisa, kami minta keluar RS. Sudah beberapa hari ini tiap pagi kami jemur, tapi emang mendung sih, mungkin karena itu gak bagus hasilnya. Jadi Sofi harus masuk RS lagi untuk fototerapi selama 1-2 hari, duh.... aku langsung lemas. Sedih rasanya. Apalagi sempat ada drama di RS tadi, seorang perawat menyalahkan kami yang gak mau fototerapi sebelumnya, tempat fototerapi full, dan perawat mengucapkan kata-kata yang melemahkan hati. Duh. Akhirnya bisa sih Sofia difototerapi. Sekarang aku lagi nunggu papa Sara dan baca FT, ayat di atas mengingatkan lagi untuk BERGEMBIRA dan BERSEMANGAT.

Gak boleh patah semangat. Mulai tenang Meg, supaya kamu bisa berdoa!
Aku berdoa dan mulai memperkatakan yang baik. Percaya sama Tuhan, serahkan segala kekuatiranmu ke Tuhan sebab Dia yang memelihara kamu. Jangan kamu kuatir Meg akan apapun juga, nyatakan segala kekuatiranmu kepada Tuhan, damai sejahtera Nya yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu. Kesusahan sehari cukup sehari aja Meg. Segala perkara dapat kamu tanggung di dalam Dia. Sofia aman dalam tangan Tuhan. Jangan kuatir! Jangan takut! Terus bergembira. Terus bersukacita. Terus bersemangat. Kalau aku lemah, gimana nanti? Ayo semangat. Semangat. Tuhan Yesus baik.

2 Korintus 1:4 (TB)  yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

Luar biasa iman Paulus, dia meyakini bahwa penghiburan yang diberikan Tuhan dalam penderitaannya akan memperlengkapinya dalam MELAYANI ORANG LAIN. Paulus gak fokus dengan dirinya sendiri, tapi dia mengimani kalau yang dialaminya dapat mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan.

🙏 Tuhan, berikan aku iman seperti Paulus. Ajar aku melihat rencana Tuhan dalam setiap hal yang aku alami. Tolong aku bertumbuh dalam iman, kasih dan pengharapan melalui berbagai hal tersebut supaya hidupku boleh jadi kesaksian yang memuliakan Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 17 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 16, 1 Korintus 16

1 Korintus 16:14, 22 (TB)  Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!
Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!

Hari ini terasa berat spending time baca firman Tuhan dan share rhema, mungkin karena aku mesti double post 😢😂 Baca sudah dari pagi,  tapi ga dapat rhema apa-apa.  Baca firman Tuhan yang biasanya seperti kebutuhan, hari ini, jujur,  aku harus memaksa diri. Lebih berasa kayak kewajiban, bukan kerinduan. Lebih karena ini komitmen, bukannya karena aku mengasihi Tuhan dan ingin bersekutu dengan Tuhan. Pengen banget ngerasain jatuh cinta sama Tuhan lagi    dan selalu pengen habisin waktu bersama Tuhan. Lah ini, 10 menit baca firman Tuhan aja kok rasanya pengen cepat selesai supaya bisa tidur #sigh. Teringat waktu awal-awal bangun hubungan dengan suami, mana pernah aku hitung waktu yang aku habiskan bareng dia, yang ada aku hitung waktu yang gak aku habiskan bareng dia (maklum LDR).

🙏 Tuhan, aku mau jatuh cinta lagi sama Tuhan dan menikmati setiap waktuku bersamaMu karena aku mengasihi Engkau. Bukan untuk mendapatkan rhema, bukan karena komitmen belaka, bukan karena kewajiban. Tapi karena aku mengasihi Tuhan. Berikanku hati yg lapar dan haus akan Engkau ya Tuhan. Amin

Amsal 16:32 (TB)  Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Tadi sore ada tetangga ke rumah dan kaget pas tahu kalau sehari sesudah operasi aku sudah bisa berjalan, "Nekat", dia bilang. Dalam hatiku aku langsung bertanya, "Masa sih?",  ya gimana lah ya, sikonnya aku pengen cepat lihat baby, kalau pakai kursi roda pun susah, pengen cepat pulih aja pokoknya. Makanya emang aku memaksa diri, latihan buat duduk, jalan, dsbnya. Pengen lepas infus, kateter, pengen cepat pulih. Karena setahuku kalau gak memaksa diri gitu lambat pemulihannya. Well, mungkin benar aku nekat. Bersyukur Tuhan masih jagai.

Kalau dipikir, kali ini,  aku gak sabar rasanya dengan kondisi pasca operasi, mau ngapa-ngapain terbatas, gampang capek, bawaannya mau tidur aja, bergerak kayak siput, bergantung ke orang lain lagi. Perkataan tetanggaku tadi dan ayat ini mengingatkanku untuk bersabar dan gak terlalu memaksakan diri. Bersabar dengan diri sendiri dan tau diri, kalau semua butuh proses. Terkadang gak perlu terlalu memaksakan diri. Nikmati setiap keadaan dan bersyukur. Tuhan pasti tolong lalui semuanya. Aku mesti bersabar. Musim pasti berganti.

Palangka Raya,  16 April 2018
-Mega Menulis-

Monday, April 16, 2018

Amsal 15, 1 Korintus 15

1 Korintus 15:58 (TB)  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Susah buatku berdiri teguh sekarang, I'm so tired 😭 Mau nangis tapi gak bisa nangis. Mau gak goyah, mau giat dalam pekerjaan Tuhan pun rasanya gak sanggup. Mau angkat tangan dan bilang ke Tuhan dan bilang, "Tuhan, aku istirahat dulu ya, aku gak sanggup".  Bersyukur sekali pulang dari RS bareng Sofia kemarin siang dan di rumah bentar aku dah berasa capekkkk... Banget. Gini toh rasanya jadi new mom of 2. Lol. Sampai jam 11 malam pun semalam berasa gak ngapa-ngapain, tapi capek banget. Mungkin karena kepikiran ASI yang belum keluar buat Sofia, trus masih butuh istirahat tapi banyak yang mesti diurusin.

Tadi malam sudah baca FT sambil nyoba pompa ASI, tapi gak kuat lagi posting rhema. Aku terlalu capek. Mo tidur jam berapa lagi? Sempat semalam terpikir mau mundur dari PIC grup C atau sekalian ekstrim istirahat dari grup sampai bisa adaptasi dengan kondisi baru ini. Dan pagi ini diingatkan kalau aku butuh *bersekutu dengan Tuhan*. Aku sangat butuh bersekutu dengan Tuhan. Bukannya di luar grup aku gak bersekutu dengan Tuhan, tapi grup ini memang menolongku untuk bersekutu dengan Tuhan.

Jadi, aku akan berusaha untuk setia bersekutu dengan Tuhan walaupun aku capek.  Aku mau belajar lagi untuk bagi waktuku dan beradaptasi dengan semuanya ini. Tuhan kiranya tolong aku. Amin.

Amsal 15:13 (TB)  Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Semangatku rasanya hilang kemarin, karena capek, kurang istirahat, banyak pikiran, dll. Hari ini adalah hari yang baru dan aku memutuskan mau bergembira apapun yang terjadi. Tapi bagaimana caranya?
Dan aku diingatkan untuk COUNT MY BLESSING!
👉 Bersyukur Sofia sudah normal gula darahnya sehingga gak perlu dirujuk ke kota lain. Infus sudah dilepas, dia gak perlu diambil darahnya tiap beberapa jam. Bersyukur kami sudah pulang ke rumah.
👉 Bersyukur Tuhan kuatkan dan pulihkan aku lebih cepat, sehari sesudah operasi aku sudah bisa jalan, walaupun masih perih. Itu kalau bukan Tuhan yang kuatkan, kayaknya gak mungkin deh.
👉 Bersyukur bisa pulang dan ketemu Sara lagi, sedih harus ninggalina dia di rumah beberapa hari. Bersyukur bisa melihat tingkah lakunya, melihat dia sayang sama dedeknya, bisa peluk dia.
👉 Bersyukur punya suami yang bertanggung jawab dan mau ambil bagian dalam mengurus anak dan istrinya. Setiap melihat suami, aku tambah sayang, mengingat segala yang dilakukannya. Apa saja dilakukan buat kami keluarganya dan aku selalu merasa dikasihi di masa-masa sulit seperti ini. Gak pernah dia mengeluh. Aku sangat diberkati punya suami seperti suamiku.
👉 Bersyukur punya keluarga yang support selama aku lahiran di RS, mamah, adik yang nunngguin di RS, yang nungguin Sara di rumah. Aku tahu gak semua orang seberuntung aku.
👉 Bersyukur ada orang-orang yang berdoa buatku, buat Sofia, buat kami.

Berkatku melimpah dan aku mau bergembira seterusnya karena aku tahu Tuhan selalu berikanku alasan buat bersukacita, aku aja kadang yang terlalu fokus sama masalah. Terima kasih Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 15 April 2018
-Mega Menulis-

Saturday, April 14, 2018

Amsal 14, 1 Korintus 14

Amsal 14:26 (TB)  Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

Kemarin aku berusaha jalan ke ruang bayi karena Sofia masih diinfus dan dipantau keadaannya, gula darahnya belum normal. Kalau dipikir-pikir, kalau keadaan normal,  baru sehari sesudah operasi sc pasti aku bakal mikir belajar jalan, sakit banget bo. Tapi saking pengennya ketemu Sofia dan gendong dia aku berusaha. Sempat terpikir kalau ntar ada apa-apa kalau maksa belajar jalan, tapi ternyata ngga, Tuhan tolong aku. Tiga kali bolak-balik kamarku-ruangan bayi kalau bukan Tuhan yang kasih kekuatan dan kemauan , duh, ga bakal deh.

Malamnya aku bacakan komik Alkitab buat Sofia tentang Yesus menyembuhkan orang tuli. Di bagian akhir ada kutipan ayat yang berbunyi, "Bagi Allah segala sesuatu mungkin", lalu aku berdoa buat Sofia dan klaim kalau Tuhan akan sembuhkan dan pulihkan dia karena gak ada yang mungkin bagi Tuhan, Dia bisa sembuhkan Sofia sekejap saja kalau Dia mau. Sehabis berdoa, aku balik ke ruanganku. Pas mau tidur, kalimat tersebut terpikirkan lagi. Apa yang terpikirkan saat mendengar kalimat tersebut?
Biasanya kita mikir kalau Allah sanggup melakukan hal-hal yang mustahil. APA SAJA, tergantung pergumulan kita apa, yang sakit meyakini kalau Allah akan menyembuhkan, yang bergumul dengan masalah keluarga yakin Allah akan menyelesaikan perkara, dll. Tapi semalam aku diingatkan ini : bagi Allah segala sesuatu mungkin BISA JADI YANG TERJADI GAK SESUAI HARAPAN KITA TAPI YANG PASTI ALLAH BERDAULAT. Segala sesuatu bisa dan mungkin terjadi, bahkan yang terburuk menurut kita, tapi itu gak merubah kenyataan kalau Tuhan punya rancangan yang baik atas kehidupan kita terlepas kita sadari atau nggak. Yang terburuk bisa terjadi, tapi gak merubah kenyataan kalau rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera. Menyadari itu, aku jadi tenang lo. Aku percaya Tuhan berikan damai sejahtera yang melampaui segala akal bahkan saat yang terjadi gak sesuai harapanku. Aku tetap menaruh pengharapanku dan percaya Dia berdaulat dalam segala keputusanNya, apapun yang terjadi adalah yang terbaik. Ayat Amsal 14 hari ini makin meneguhkan yang aku dapat semalam. Puji Tuhan.

1 Korintus 14:1 (TB)  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

Kejarlah kasih itu 👉 Membuatku belajar bertanya ke diri sendiri :
Apakah yang aku lakukan ini membuatku semakin mengasihi Tuhan dan sesamaku?

Kalau jawabannya nggak,  mungkin ini berarti aku gak perlu melakukannya. Kasih seharusnya menjadi dasar segala sesuatu yang kita lakukan dan menjadi tujuan kita, karena Allah ingin kita mengasihi seperti Dia mengasihi.

Palangka Raya, 14 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 13, 1 Korintus 13

1 Korintus 13:11 (TB)  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Semalam suami tahu-tahu ngomong, "Sekarang anak kita sudah dua, kurangin lagi ya main HPnya". Jder! Pikiranku awalnya, lah bukannya selama ini aku dah berkurang pegang HP-nya dibanding dulu. Mosok sih dia gak ngerasa? Lagipula, ini aku pegang HP karena di tempat tidur terbaring gak bisa ngapa-ngapain, apa salahnya pegang HP. Si dedek lagi di ruang observasi juga kok,belum rawat bareng aku. Berbagai argumen sudah aku siapkan dalam hati, tapi aku diam aja. Dan akhirnya dengan berat hati mutusin nyerahin HP ke suami. Terus mikir, yo wes lah, aku coba tidur aja, mumpung belum ada dedek yang nangis-nangis. Dan ya, aku punya waktu tidur yang berkualitas semalam! 😊Sepanjang malam tadi aku emang kebangun-bangun sih, tapi aku manfaatkan dengan belajar gerak (balik badan ke kiri dan kanan) terus berusaha tidur lagi. Dan aku bangun dengan segar sekarang. Bersyukur sekali aku gak pake debat sama suami.

Aku sadar kalau aku bukan anak kecil yang maunya diturutin dan gak bisa dikasih tahu. Aku sekarang mom of 2, jadi harus makin dewasa. Gak semua hal yang boleh aku lakukan berguna. Gak semua hal bermanfaat. Harus bisa atur prioritas. Harus mikir! Harus bertindak dewasa!

🙏 Tuhan, terima kasih karena Tuhan ingatkan aku untuk semakin dewasa lewat suamiku. Tolong aku lagi untuk seterusnya ya Tuhan. Amin.

Amsal 13:18 (TB)  Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

Semalam ditegur suami tuh awalnya rasanya gak enak, dah mau defense aja bawaannya, tapi aku mau belajar untuk terus terima teguran dan didikan.  Siapapun bisa Tuhan pakai untuk mendidikku melakukan yang benar.  Harus punya sikap hati yang benar saat ditegur, lemah lembut dan gak mengeraskan hati.

Palangka Raya, 13 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 12, 1 Korintus 12

Amsal 12:22 (TB)  Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.

Berdusta atau jujur?
Kemarin aku dihadapkan pada pilihan itu.
Kemarin dokter yang visit adalah dokter yang paling sering kami temui waktu aku hamil Sara, jadi cukup mengenalku dan kehamilanku. Saat siang aku belum juga dapat giliran operasi, dia datang dan bilang menjelaskan ada 7 kasus darurat makanya jadwalku operasi belum jelas (dia gak bilang batal), kalau mau dapat kepastian operasi hari itu aku harus masuk kasus gawat juga. Kalau dicek perawat harusnya aku bilang kalau aku kesakitan gitu, kalau aku dicek dan selalu bilang baik-baik saja, susah mau dapat giliran cepat. Lah, aku emang nyesek karena ada miom ni, tapi aku masih bisa tahan kalau aku tidur miring. Mosok sih Tuhan, aku bohong hanya supaya dapat jadwal operasi? Kalau nurutin hati, ya emang capek banget bawa perut segede ini dan pake acara nyesek-nyesek kadang. Tapi ya itu tadi, aku masih bisa tahan, baby denyut jantungnya masih bagus, apa sih yang kukejar kalau operasi cepat. Lagian apa gak beresiko dioperasi dokter yang kecapekan operasi banyak gitu? Akhirnya walaupun sambil kesel dan lapar, aku milih nunggu giliranku yang bener, well... Yang akhirnya emang dipending.

Pagi ini, baca ayat ini, aku bersyukur kemarin gak ngotot operasi pake bohong segala. Sepanjang malam aku diberi Tuhan istirahat yang enak banget, berkat yang jarang banget di masa perut segede ini 😉 Dan gak terbayangkan kalau kemarin aku bohong lalu baca ayat ini hari ini,lalu sadar aku berdusta dan melakukan kekejian untuk melahirkan anakku kemarin, hiiii..... Serem ah. Jangan-jangan nantinya setiap aku mengajarkan anakku buat jujur, aku bakal gak damai sejahtera ingat kebohongan yang aku lakukan untuk melahirkan dia.

🙏 Tuhan, terima kasih karena beri aku kekuatan untuk jujur meskipun apa yang aku alami kemarin gak enak. Terima kasih buat istirahat sepanjang malam ini. Engkau baik ya Tuhanku. Terima kasih. Amin.

1 Korintus 12:8 (TB)  Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

Sebelum menerima jadi PIC untuk menggantikan Cella aku gak yakin aku bisa, aku bakal punya baby lagi yang berarti punya 2 anak balita, kerja kantoran, ngurus suami lagi,gimana bagi waktunya, hahaha. Dan yang paling penting, aku ngerasa bukan orang yang bisa encourage orang lain seperti Cella atau Ci Lia. Tapi aku mau nolak kok ada dorongan buat nerima, akhirnya terima deh. Eh tapi ndilalah kok bulan ini banyak teman di grup C yang dapat reminder, sedih. Aku tahu sih setiap orang punya kesibukan dan bertanggung jawab dengan komitmen masing-masing , tapi tetap ada rasa bersalah, apa aku yang kurang perhatian ya, apa aku yang gak mengingatkan ya, apa aku kurang berdoa ya buat anggota grup ini. Sedih kalau sampai ada yang keluar dari grup.

Kemarin Stephanie Gunawan  wa ini di grup :
@⁨megasomega⁩ jam segini bukannya tidur, malah balesin chat. Tidur tidur... Aku udah doain kamu lg. Istirahat Mega.. besok operasi dan selanjutnya no days without nyusuin n gendong baby.
Temen2, stlh operasi, Mega harus istirahat utk speedy recovery dan harus fokus jaga newborn baby. Ayo kita disiplin diri sendiri dan bantu dia. Semangat semua!

Hari ini bangun dan liat absen full, aku bahagia lo. Sempat mikir, apa ini gara-gara perkataan  Stephanie kemarin ya,hohoho. Yang jelas aku senang sekali karena teman-teman masih kompak berkomitmen untuk terus setia baca firman Tuhan. Terus baca ayat ini dan diingatkan kalau kita dalam grup ini satu tubuh. Tuhan berikan kita masing-masing karunia yang saling melengkapi, aku bersyukur di grup ada teman-teman yang cover kekuranganku buat encourage orang lain dengan kelebihannya. Ada yang sering sharing perjalanan imannya yang powerfull. Ada yang jujur mengakui kelemahannya dan berjuang untuk terus setia. Ada yang walaupun sibuk tapi selalu setia baca firman Tuhan. Sungguh diberkati jadi bagian dari tubuh Kristus, yang gak semua orang bisa melakukan segala hal, tapi melakukan bagiannya dengan setia.

Aku sungguh berdoa dan merindukan supaya setiap anggota BRG bukan hanya sekedar berkomitmen bareng baca dan sharing firman Tuhan. Kita belajar bareng gak cuma mikirin pertumbuhan iman pribadi tapi boleh benar-benar jadi satu tubuh Kristus. Setiap orang sungguh merasakan jadi satu tubuh Kristus yang merasakan ini:
1 Korintus 12:26 (TB)  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
Sayang sekali kalau kita melewatkan kesempatan untuk encouraging orang lain dan diberkati dengan memberi diri bagi orang lain.

Palangka Raya, 12 April 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, April 11, 2018

Amsal 11, 1 Korintus 11

1 Korintus 11:1 (TB)  Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
1 Korintus 11:1 (BIMKIkutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus.

Kalau aku mau orang lain mengikuti teladanku, pastikan dulu aku sudah mengikut Kristus! Karena kalau nggak, gak kebayang jadinya. Kristus adalah yang sulung dan menjadi model yang sempurna bagi setiap orang percaya. Aku perlu terus-menerus memandang Kristus dan melihat bagaimana kehidupanNya supaya aku tahu apa yang harus aku lakukan di segala situasi.

Teringat sebuah kalimat yang sering diucapkan : What Would Jesus Do?
Kalimat yang seharusnya membuatku terus bertanya dan membayangkan:Apakah yang  dilakukan Yesus jika dia berada di tempat istimewaku sekarang? Bagaimana Dia bertindak? Lalu saat tahu jawabannya, lakukan itu!

👉 Seperti sekarang, saat aku kuatir dengan bagaimana operasiku nanti, apakah lancar atau nggak dan berbagai kekuatiran lain muncul. Aku membayangkan Yesus mengalami yang aku alami, apa yang Dia lakukan? Dia pasti berdoa! Menyerahkan kekuatiranNya kepada BapaNya. Lalu tidur dengan tenang menanti jadwal operasi 😂Jadi, itulah yang seharusnya aku lakukan. Bukan yang lain-lain. 😁

🙏 Bapa, aku mau belajar dari Yesus saat ini. Saat ini aku mau menyerahkan segala kekuatiranku padaMu, biar kehendakMu yang terjadi dan aku mau berbaring dengan tenang. Tolong aku untuk terus berusaha melakukan apa yang Yesus lakukan. Amin.

Amsal 11
no rhema

Palangka Raya, 11 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 10, 1 Korintus 10

1 Korintus 10:23-24, 31 (TB)  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Sehabis hasil cek darah yang kedua, ternyata hasilnya masih jelek, padahal aku dah jaga banget makanan. Duh, aku jadi takut mau makan. Asli! Sampai-sampai aku mikir, apa gak usah makan aja ya 😢 Baca ini diingatkan lagi kalau :
- Aku tetap harus makan yang berguna dan membangun. 
Yang penting memulai dan meneruskan kebiasaan yang baik. Gak ada hasil yang instan. Gak makan gak membuatku tambah sehat. Tetap harus makan, tapi selektif dan konsisten. Fokusku bukan buat sekedar hasil lab yang baik,tapi jangka panjang, terus membiasakan diri makan makanan yang sehat.
- Kebiasaan makanku mempengaruhi orang lain nantinya, bukan cuma kesehatan sendiri, tapi juga keluargaku. Aku gak boleh egois dan mikirin lidahku doang. Kebiasaanku akan mempengaruhi hidup anak dan suamiku.
-Makan dan minumku untuk kemuliaan Tuhan.
Bagaimana aku memuliakan Tuhan dengan makan minumku?
*Mengucap syukur buat berkat makanan yang Tuhan berikan. Benar-benar bersyukur. Enak gak enak, suka gak suka. Karena Tuhan masih beri berkat makanan.
*Makan minum yang membuat tubuh tetap sehat, karena gimana aku memuliakan Tuhan kalau aku sembarangan gak merawat tubuh yang Tuhan berikan.

Amsal 10
no rhema

Palangka Raya, 10 April 2018
-Mega Menulis-

Monday, April 9, 2018

Amsal 9, 1 Korintus 9

1 Korintus 9:23 (TB)  Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Segala sesuatu dilakukan karena Injil.
Wow!!!!
Bukan untuk diri sendiri, bukan untuk keluarga, bukan untuk orang tertentu! Tapi untuk kabar baik, Injil! Untuk jiwa-jiwa! Supaya orang lain mengenal Tuhan dan menyembah Dia. Luar biasa kehidupan Paulus karena dia fokus pada panggilannya untuk memberitakan kabar baik.

Apakah tujuan dari semua aktivitas rohani yang aku lakukan? Apakah fokusnya Injil dan jiwa-jiwa? Atau jangan-jangan aku hanya 'mengincar' berkat Tuhan? Atau aku hanya 'mendisiplin' diriku. Ya, itu semua baik, tapi lewat sharing Kak Febe, Ci Lia dan ayat di atas aku diingatkan kalau ada tujuan yang lebih besar dari 'diri saya sendiri', ada amanat Agung, ada jiwa-jiwa yang butuh kenal Yesus melalui hidup kita. Jadi kalau selama ini aku baca Alkitab rajin dan gak mengalami pertumbuhan, jangan-jangan karena aku fokus ke diri sendiri, gak mikir bagaimana caranya memberkati orang lain dan membuat Yesus dikenal melalui kehidupanku.

👉 Aku mau tawarkan lagi ke beberapa teman untuk ikutan BRG.

🙏 Tuhan, tolong kami anggota BRG untuk gak fokus ke diri sendiri tapi supaya mulai fokus ke jiwa-jiwa. We want know You more and make You known. Amin.

Amsal 9:3 (TB)  Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:

Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan, mau mengikuti undangan hikmat atau kebodohan. Pilihan yang kita ambil akan menentukan hidup kita nantinya. Mudah memilih antara hal yang jelas-jelas kita tahu baik atau buruk, tapi di masa kini tantangannya adalah memilih yang terbaik daripada yang baik. Karena banyak hal baik yang bisa membuat kita kehilangan yang terbaik yang sudah Tuhan sediakan.

Kuncinya adalah memiliki hikmat.
Bagaimana memiliki hikmat?
👉 Minta sama Tuhan.
👉 Taat
Percuma menginginkan hikmat, pengen tahu apa yang Tuhan ingin lakukan TAPI gak disertai KETAATAN. BUAT APA???

👉 Pastikan diri sendiri bersedia untuk taat sebelum minta hikmat dari Tuhan.

Palangka Raya, 9 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 8, 1 Korintus 8

Amsal 8:5 (BIMK)  Kamu yang belum berpengalaman, belajarlah mempunyai pikiran yang tajam; kamu yang bebal, belajarlah menjadi insaf.

Tuhan mau kita  berhikmat karena Dia gak mau kita termasuk dalam golongan dua jenis orang ini:
1. Orang yang belum berpengalaman
Orang yang gak mau belajar dari pengalaman  orang lain sehingga melakukan hal bodoh.
2. Orang yang bebal
Orang yang bahkan setelah mengalami sendiri pun masih saja mengulangi kesalahan yang lalu, boro-boro belajar dari pengalaman orang lain, dari pengalaman sendiri pun ia gak mau belajar.
Kita termasuk yang mana?

Kalau kita masuk salah satu di antara keduanya, Tuhan dah kasih saran. Kalau belum berpengalaman ya belajar punya pikiran tajam. Kalau masih bebal, woiiii...tobat!!! Belajar insaf dan jangan ulangi kesalahan yang sama. Dua kali kata BELAJAR diulangi. Jadi,  aku diingatkan kalau BELAJAR ITU PENTING, dan PUNYA HATI YANG MAU DIAJAR tu penting banget.

👉 Aku mau selalu belajar dan punya hati yang mau diajar. Kalau dikasih tahu orang lain mau mendengarkan dan gak sok pintar.

🙏 Tuhan, berikan aku hati yang mau diajar supaya aku gak jadi bebal dan gak berpengalaman.

1 Korintus 8:8 (TB)  "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

Kemarin dah ke dokter penyakit dalam untuk konsultasi hasil labku kemarin sebelum operasi dan dokternya minta cek ulang lagi hari Senin. Jadi dah dari hari Jumat, orang serumah dah wanti-wanti untuk jaga makanan dan sejujurnya aku kesel awalnya, mau makan ini itu dilarang, jadi bingung kan. Akhirnya dengan berat hati banyakin ngejus dan makan buah. Nah, baca ayat ini aku jadi angguk-angguk. Sebenarnya kalau aku menahan diri untuk gak makan atau mendisiplin diri untuk makan sesuatu gak membuatku lebih dekat atau lebih jauh dari Tuhan. Tapiiii..... Demi kesehatan emang aku harus terus belajar mendisiplin diri dalam hal makan, bukan cuma nurutin nafsu doang.

👉 Belajar mengucap syukur dan menikmati apapun yang aku makan. Yang penting sehat,bukan yang penting sesuai selera.

Palangka Raya, 8 April 2018
-Mega Menulis-

Saturday, April 7, 2018

Amsal 7, 1 Korintus 7

1 Korintus 7:32 (TB)  Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

"Bang kalau aku mati pas operasi ntar, rumah kita yang di Kasongan dijual aja ya bla bla bla... ", aku memberikan wasiat (tsah....efek shock hasil lab kemaren jelek 😩)  sebelum tidur semalam dan langsung ditegur suami, "Apaan sih ngomong gitu dek? Kalau takut ya berdoalah".
Pagi ini, baca ayat ini aku jadi mikir: Bagaimana caranya hidup tanpa kekuatiran?
Padahal dah ada jawabannya di ayat itu: Memusatkan perhatian pada Tuhan.
Kupikir,  mau dah merit atau belum, saat aku fokus sama Tuhan maka Tuhan akan memampukanku hidup tanpa kekuatiran karena diingatkan kalau Dia lebih besar dari segala hal di dalam hidupku, termasuk kekuatiran, masalah, kesedihan, keinginan,  dll.

🙏 Aku mau hidup tanpa kekuatiran ya  Tuhan. Mataku memandang Engkau dan aku mau belajar berkata aku gak kuatir karena Engkau yang berdaulat atas hidupku. Apapun yang terjadi dalam hidupku, tangan kasihMu selalu tersedia. Amin.

Amsal 7
No rhema spesifik.

Palangka Raya, 7 April 2018
-Mega Menulis-

Friday, April 6, 2018

Amsal 6, 1 Korintus 6

Amsal 6:18 (TB)  hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,

Perhatikan hatimu Meg! Jangan sampai Tuhan benci dengan yang kamu lakukan. Bahkan 'baru' membuat rencana yang jahat pun sudah dikatakan kalau Tuhan benci lo.... KADANG mikir, ah aku kan belum sampai melakukan, baru mikirin doang. Tapi standar hidup anak Tuhan tinggi banget, perkara hati yang gak kelihatan pun penting banget buat Tuhan.
Aku kadang bisa yang mikir gini:
"Ah, kamu kan bisa ngomong gitu karena kamu gak ngalamin yang aku alamin. Semoga lah kamu ngalamin, biar gak sembarangan ngomong".
"Ntar lah ya, kalau kamu perlu bantuanku, jangan harap ya aku mau bantu".
Emang sih gak sampai ngelakuin, cuma mikir atau ngarep, cuma ya itu tadi, merencanakan kejahatan pun bukan hal yang benar di mata -Tuhan.

👉 Harus jaga hati. Pikirkan hanya yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar dan semua disebut kebajikan. Udah, mikirin itu aja Meg! Selain dari itu gak usah dipikirin.

1 Korintus 6:12 (TB)  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Hari ini konsultasi hasil cek darahku karena mau SC minggu depan dan aku shock, gula darah, trigliserit dan kolesterolku tinggi banget. Duh. Jadi merasa bersalah karena hamil kedua ini makan gak dikontrol sama sekali. Akibatnya gini deh, gak bisa langsung operasi tapi harus konsultasi ke penyakit dalam. Kalau di kehamilan pertama aku blas gak selera makan sama sekali, nah hamil kedua ini justru selera banget dan kebablasan. Menyesal karena makan tanpa mikir gunanya apa, cuma untuk nurutin selera.

👉 Next, gak bole gini. Makan pun harus mikir, BERGUNA gak ini buat tubuh 😭 Gak boleh asal makan dan nurutin selera doang.

Palangka Raya, 6 April 2018
-Mega Menulia-

Thursday, April 5, 2018

Amsal 5, 1 Korintus 5

Amsal 5:8 (TB)  Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,

Jauhkanlah jalanmu....
Janganlah menghampiri pintu rumahnya....
Intinya : Jangan buka celah terhadap perzinahan!
Kemarin baca berita kalau Ahok dan Veronica resmi bercerai. Benarkah Veronica selingkuh? Kok bisa? Mungkin perselingkuhannya bukan fisik, soale kok aku gak yakin ya dia segampang itu. Gak mudah untuk seorang wanita berselingkuh secara fisik dengan seseorang kalau dia merasa gak dekat secara emosional dengan orang tersebut. Nah, untuk dekat secara emosional pasti dimulai dengan komunikasi intens, lalu perasaan diperhatikan dan dimengerti.

Ini mengingatkanku untuk punya batasan dalam berkomunikasi dengan lawan jenis. Jangan buka celah sedikit pun! Saat kita wa atau messenger-an dengan lawan jenis mungkin kita gak pernah berpikir untuk selingkuh, tapiiii.... Kita harus berhati-hati untuk gak melakukannya. Siapa yang tahu, chat tersebut akan berakibat apa? Siapa yang tahu kalau saking seringnya ngobrol private kita jadi merasa pria lain lebih baik dari suami sendiri, lalu kita berharap yang bukan-bukan.

👉 Aku gak akan buka celah yang akan mengganggu hubunganku dengan suami dengan berkomitmen :
- Suamiku adalah sahabat terdekatku, gak ada yang akan kusembunyikan dari suami.
- Aku berkomitmen ga chat pribadi lewat sosmed, wa atau sms dengan lawan jenis tanpa sepengetahuan suami. Suami harus tahu semua teman priaku.

1 Korintus 5:11 (TB)  Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
Kalau kita janjian makan bareng atau hangout, pastinya dengan orang yang dekat dengan kita kan? Gak mungkin kita memutuskan menghabiskan waktu kita yang berharga ini (ehem....) dengan orang yang gak dekat. Ini bicara tentang punya batasan dalam pergaulan atau komunikasi intens dengan orang lain. Emang sih, aku mikirnya  awlanya juga, bagaimana kita bisa jadi kesaksian bagi orang lain kalau kita gak pernah bergaul dengan mereka? Gak mungkin kan? TAPI, kita perlu berhati-hati dan seleltif memilih orang yang kita izinkan dekat dan mempengaruhi hidup kita. Kita gak perlu terus-menerus menghabiskan waktu bersama orang seperti di ayat ini:orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu. Kenapa? Karena ada tertulis, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jadi, gak boleh asal bergaul. Bukannya kita menjauhi setiap bertemu atau sampai yang gak mau komunikasi, tapi harus punya batasan.

Palangka Raya,  5 April 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, April 4, 2018

Amsal 4,1 Korintus 4

1 Korintus 4:21 (TB)  Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?

Dulu aku berpikir cara yang paling baik untuk menasehati seseorang dengan cara yang lemah lembut doang. Kalau ngomong tegas jangan-jangan malah gak didengarin. Apalagi pernah dengar pas zaman SMA kalau konselor gak boleh tegas 'memilihkan jalan yang benar' saat seseorang curhat,jadi kita cuma kasih penjelasan resiko yang dihadapi seseorang saat memilih A atau B, jadi biarkan dia yang memutuskan A atau B. Karena dikhawatirkan kita yang akan disalahkan kalau keputusan tersebut berakibat buruk.

Nah, bertahun-tahun menghadapi banyak teman yang punya masalah aku dapati ada kalanya kita harus tegas. Seringkali malahan. Apalagi kalau FT dah bilang dengan tegas. Jadi ga usah buka celah dengan bilang, "Gak papa, Tuhan pasti ampuni". Gak boleh bohong untuk hal yang sudah nyata ada dalam firman Tuhan. Aku gak bisa lagi bilang, "Ini resikonya. Terserah kamu mau gimana....", itu bertentangan dengan FT. Misal, seorang teman jalin hubungan dengan yang beda iman. Walaupun kesannya kejam, kebenaran FT harus disampaikan. Walaupun berat, lebih baik menanggung resiko bersama Tuhan dibandingkan sendirian.

Jadi, dengan cambuk ataupun nggak, yang penting kebenaran FT disampaikan dengan kasih. Ada kalanya kita perlu tegas, ada kalanya kita perlu lembut. Perlu berdoa minta hikmat Tuhan supaya bisa menyampaikan dengan cara yang benar. Tapi sekarang alu berpikir bahwa kebenaran FT harus disampaikan. Jangan sampai karena FT itu keras malahan gak kita sampaikan.

👉 FT berkuasa dan gak akan sia-sia saat disampaikan, jadi kalau seseorang memerlukannya, bagianku menyampaikan dengan taat. Sambil minta hikmat Tuhan tentunya. Perkara orang itu menerima atau ngga adalah pekerjaan Roh Kudus.

Amsal 4:15 (TB)  Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

Saat kami sekeluarga ke Banjarmasin, suami menyetir mobil sendiri. Kami di sana beberapa kali sempat nyasar, kalau sudah gitu kami akan menghidupkan GPS. Sayangnya, karena sinyal gak bagus, sebelum sempat mengikuti arahan eh kami melewati jalan yang gak ditunjukkan oleh GPS. Akibatnya kami semakin jauh dong dari tujuan awal.

Nah, kalau kita dah tahu jalan yang salah tapi masih dilalui, jangan heran kalau makin tersesat, jangan bingung kalau makin jauh dari tujuan. Jangan sekali-kali melalui jalan yang salah! Jangan sekali-kali melakukan hal yang kita tahu salah. Kita akan makin terjerumus. Sekali bohong akan berlanjut dengan kebohongan lain. Sekali gak mau ditegur sama suami, kedua kali masih gak mau, ketiga kali berantem (curcol).

🙏  Tuhan, tolong aku untuk gak sekali-kali menyimpang dari jalan yang benar. Jangan biarkan aku mengeraskan hatiku saat aku tahu salah. Amin.

Palangka Raya, 4 April 2018
-Mega Menulis-

Tuesday, April 3, 2018

Amsal 3, 1 Korintus 3

Amsal 3:12 (BIMK)  TUHAN menghajar orang yang dicintai-Nya, sama seperti seorang ayah menghajar anak yang disayanginya.

Suamiku sangat tegas dalam mendidik Sara, aku juga ingin tegas tapi susah 😢 Seringkali aku gak tega untuk 'menghajar' Sara saat dia berbuat salah atau gak obey. Jangankan itu, kalau lihat suami lagi 'menghajar'  Sara aja, aku mau suruh stop dan cukupkan, gak tega ngelihatnya 😭 Pernah saking gak tahannya, aku membela Sara di depan suami, aku ditegur suami dong.  Soalnya kalau kami sebagai pasangan gak seia sekata, anak bisa ngerasain dan bakal susah mendidik dia.Sejak itu aku belajar menahan diri dan diam. 

Setelah 'menghajar'  Sara biasanya setelah Sara tenang, papanya akan peluk Sara dan bilang kalau dia sedih harus bersikap gitu ke Sara, tapi kalau Sara gak  dikasih tahu mana yang benar dan gak taat, dia sendiri yang akan merasakan akibatnya. Saat-saat seperti itu aku ngerasain hati BAPA ke aku, saat aku gak taat dan aku dihajarNya, itu saat yang gak menyenangkan sebenarnya dan Tuhan sedih melakukannya. Tapi Tuhan gak bisa membiarkan aku gak tahu apa yang benar dan terus-menerus hidup dalam ketidaktaatan padaNya. Tuhan ingin mendidikku dalam kebenaran.

Seringkali saat Tuhan 'menghajar' kita, kita sakit hati, merasa dihukum, merasa gak dikasihi. Padahal sebaliknya, justru karena sangat dikasihi makanya kita 'dihajar' sedemikian rupa. Kadang aku iri dengan mereka yang bukan anak Tuhan kok hidupnya baik-baik aja ya kayaknya padahal mereka berbuat jahat, kok Tuhan keras sekali ya sama aku. Tapi ya itulah, bedanya yang anak dan bukan. Seorang ayah akan keras mendidik anaknya demi kebaikannya. Anak lain ma ya monggo, silakan ngapain aja, nani tanggung sendiri akibatnya. Kalau anak sendiri mana mungkin kita biarkan menanggung akibat yang lebih parah,lebih baik sakit sedikit sekarang dibandinglan nanti dia merasakan sakit yang lebih besar.

👉 Aku mau bersyukur buat setiap 'hajaran'  dari Bapa Sorgawiku dan belajar untuk lebih taat lagi.

1 Korintus 3:16 (TB)  Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? 

Roh Allah diam di dalam kamu lo Meg! Kamu baitNya! Apakah kamu sudah menjadi tempat yang layak bagi Allah? Apakah kamu sudah digunakan sebagaimana seharusnya? Apakah kamu sudah merawat Bait Allah alias tubuhmu dengan benar? Bait Allah adalah kudus karena fungsi bait Allah adalah tempat untuk kita bertemu Allah, memuji dan menyembah Dia. Nah, jadi ingat waktu Yesus marah di bait Allah karena di sana digunakan sebagai tempat berjualan. Saat itu banyak orang yang mengotori bait Allah dan menggunakan tidak semestinya. Boro-boro merawat.

👉 Apakah aku melakukan segala sesuatu dengan tubuhku untuk memuliakan Tuhan atau hanya untuk kesenangan diri sendiri?
Seringkali aku masih menyenangkan diri sendiri, memperlakukan tubuh ini seperti milikku sendiri dan gak merawatnya dengan benar, padahal ini milik Tuhan. Hal simple saja, untuk makan saja aku sering sembarangan, makan apa yang aku anggap enak padahal belum tentu sehat. Sampai sekarang masih jadi pergumulanku. Untuk makan sayur dan buah setiap hari, gak makan Indomie aja masih susah. Sudah tahu gak sehat tapi kadang masih berat untuk dilakukan. Habit tracker grup menolong banget sih, pertama-tama buat menyadarkanku kalau aku masih lemah di area ini, masih makan untuk kesenangan diri sendiri. Sekarang sudah lumayan bisa mengontrol keinginan makan sesukanya dan memilih yang sehat, walaupun masih berat kadang.

Palangka Raya, 3 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 2, 1 Korintus 2

1 Korintus 2:4 (TB)  Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,

"Aku gak tahu Tuhan, harus ngomong apa."
"Aku bingung kalau orang bertanya tentang trinitas."
"Bagaimana aku bisa membawa saudaraku yang belum percaya kepada Tuhan?"
"Gimana caranya menjelaskan tentang iman Kristiani kepada orang lain?"
Seringkali ini jadi kebingunganku, BAGAIMANA menjelaskan tentang Kristus kepada orang lain, apa yang harus kukatakan kalau ditanya tentang doktrin, apakah orang akan mengerti dengan penjelasanku? Bagaimana kalau penjelasanku malah membuat orang lain bingung? 😢

Nah, hari ini aku diingatkan untuk menyampaikan apa yang Tuhan ingin sampaikan melaluiku dengan keyakinan akan Roh Tuhan yang ada padaku. Biar Tuhan yang  berbicara melalui aku. Biar aku sebagai alatnya saja, Dia yang leluasa bekerja, berkata dan berkarya di dalam dan melalui aku. Aku mungkin bisa salah, tapi Tuhan nggak. Aku gak boleh bergantung pada hikmat dan pengertianku sendiri. Tapi bergantung pada kasih karunia Tuhan. Kalau Dia berkenan memakaiku memberitakan Injil maka Dia yang akan berkata-kata.

🙏 Tuhan, pakailah aku untuk memberitakan Injil. Engkau saja yang berbicara saat Kau ingin berbicara, jangan biarkan aku mengandalkan pengertianku sendiri  tapi biar Tuhan yang sungguh berkata-kata. Biarlah yang mendengarnya beroleh kasih karunia dan keyakinan akan Engkau dan boleh makin kenal Engkau secara pribadi. Bukan kuat gagahku, tapi hanya oleh RohMu. Amin.

Amsal 2:6 (TB)  Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.

Seringkali kita dihadapkan pada kondisi di mana kita gak tahu harus ngomong apa atau berkata apa, seperti hari ini seorang teman curhat dan mengeluhkan banyak hal. Secara manusia, aku pengen bilang, "Udahlah, masalah gitu doang, kok segitunya". Tapiiiii... Saat mau ngetik gitu di WA, ada sesuatu yang menahanku. Aku sadar kalau sangat gak berempati kalau aku ngomong gitu, tapi itu yang aku rasakan. Tapi akhirnya, aku gak jadi berkata demikian. Aku berdoa dan berasa Tuhan suruh aku dengar dia doang.
Siang ini akhirnya aku spending time bareng temanku itu dan menemaninya, hanya mendengarkan, hanya menyediakan telinga dan hati baginya.

👉  Saat aku butuh hikmat, aku gak boleh lupa tanya Tuhan. Supaya aku gak asal ngomong atau nurutin emosi doang.

Palangka Raya, 2 April 2018
-Mega Menulis-

Monday, April 2, 2018

Amsal 1, 1 Korintus 1

1 Korintus 1:9 (TB)  Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Aku ingat tahun lalu di awal kehamilan keduaku, aku dan suami baru tahu kalau aku sedang hamil kedua. Ada kekuatiran akan banyak hal, utamanya kami merasa belum siap dalam banyak hal, Sara masih sangat kecil, kesehatanku (aku belum operasi miom di rahimku), keuangan, cs kedua dengan jarak gak ada 2 tahun, belum lagi rencana pindah ke Palangka Raya, dll. Fiuh.... Kami kuatir!

Waktu itu tepatnya tanggal 1 September 2017 aku test pack dan tahu hamil, kuatir sangat! LALU diteguhkan dengan ayat ini dan diingatkan kalau Tuhan setia,gak ada yang perlu kami kuatirkan. Tuhan yang taruh anak ini dalam kandunganku, Dia yang akan memelihara dengan setia. Dia Allah yang bertanggung jawab.

Sekarang, di akhir trimester ketiga kehamilanku, minggu depan aku mau kontrol kehamilan untuk menentukan kapan SC dan gak kebetulan lagi-lagi aku dapat *ayat yang sama*. Lagi, tepat pada waktunya. Beberapa hari ini aku kuatir bagaimana proses SCku nanti, bahkan pernah terpikir gimana kalau aku mati di meja operasi. Tapi ayat ini membuatku melihat kembali masa-masa Tuhan memelihara dengan setia kehidupan kami selama kehamilan keduaku. Yang aku kuatirkan banyak di antaranya gak terjadi. Kalau dulu waktu hamil pertama aku sering kontraksi tiap kecapean, yang kedua blas gak pernah. Kalau dulu sering tepar, sekarang ngapa-ngapain masih sendiri, bahkan bawa motor, naik turun tangga pun masih oke. Aku kuatir masalah keuangan, tapi Tuhan berikan banyak blessing selama aku hamil kedua, bahkan pernah ada satu toko yg mau tutup dan diskon besar-besaran dengan harga yang gak masuk akal, suamiku bisa nyetok susu ibu hamil buatku sampai aki mau lahiran ini. Gak cuma itu, popok Sara dan susunya pun bisa nyetok sampai berbulan-bulan.

Tuhan sungguh menunjukkan kesetiaanNya, gak pernah sekali pun kami merasa ditinggalkan. Dia sungguh buktikan firmanNya, Dia memelihara bayi di dalam kandunganku dengan setia, Dia memelihara kami dengan setia. Dan aku jadi ngerasa bodoh karena kok (lagi-lagi) kuatir lagi. Apapun yang terjadi saat operasi nanti aku mau serahkan semua ke tangan Tuhan, aku mau terus mempercayaiNya. Aku tahu kepada siapa aku percaya, aku gak perlu kuatir.

Amsal 1:25 (TB)  bahkan, kamu mengabaikan nasihatku, dan tidak mau menerima teguranku,

Selama hamil besar aku sering bangun malam dan susah tidur lagi, kalau dah gitu, aku akan main HP, entah baca buku atau online. Nah, karena paket dataku habis maka beberapa hari ini connect wifi dengan hp suami yang paket datanya masih banyak. Tadi malam suami menegurku karena masih online tengah malam, aku bilang aku susah tidur makanya online. Dan dibilang suami dengan tegas supaya aku tidur dan matikan HP ku dan HP nya. Itu ya, dalam hati aku kesel banget. Pikirku, suami gak ngerasain nih, hamil besar gak bisa tidur bingung ngapain. Kalau ada HP kan paling gak bisa baca e-book kalau gak online. Lah ini disuruh matikan HP. Sempat kepikiran mau ke ATM depan rumah mau beli paket data. Tapi kan ini artinya aku gak mau ditegur suami ya. Ntar gimana perasaan suami kalau tahu aku kayak gitu, bukannya nurut malah membangkang. Akhirnya aku mencoba tidur. Dan ternyata aku bisa tidur sepanjang malam dan bangun dengan segar pagi ini.

Ternyata saat aku menerima teguran, aku yang diuntungkan. Coba kalau aku menentang suami, apa coba hasilnya? Kami bertengkar, itu pasti. Malah tambah gak bisa tidur kan semalaman? Kalau dipikir, setiap teguran yang diberikan pasti maksudnya baik. Apalagi suami yang negur! Pastinya supaya aku istirahat dan punya waktu tidur yang berkualitas.

Waktu awal teguran diberikan pasti ada rasa gak enak. Apalagi kalau kita dah terlanjur nyaman dengan habit dan kesalahan yang lama, secara alami kita tahu kalau mengubah diri merupakan hal yang gak gampang. Tapiiiii.... Kalau menolak teguran, kita yang rugi. Kita sedang menolak kasih dari orang yang menegur kita.

👉  (Kembali) belajar bilang terima kasih saat ditegur dan menerima teguran. Gak mau menolak teguran, apalagi dari suami.

Palangka Raya,  1 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 31, 3 Yohanes 1

Amsal 31:10 (TB)  Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.

Apakah aku istri yang cakap?
Aku merasa belum menjadi istri yang cakap. Masih jauh banget. Seringkali terintimidasi membaca Amsal 31 ini, merasa aku belum begini begitu, belum melakukan ini itu, masih gagal di sana sini. Sering terpikir kalau aku gak akan pernah mendapatkan pujian sebagai istri yang cakap, apalagi dikatakan melebihi permata. Waduh, jauh amat. It's not me banget deh.

Tapi melihat diriku di awal menikah dan sekarang, aku melihat ada perubahan (cieee....). Tetap belum bisa dibandingkan dengan wanita di Amsal 31, tapi mamaku mengakui kalau aku dulu yang gak bisa masak pun sekarang sudah bisa masak (padahal baru sekali aku masak, lol). Yang dulunya bangun tidur mikirin diri sendiri, sekarang mikirin keluarga. Aku tahu, perlu proses seumur hidup menjadi wanita Amsal 31,tapi hei.....I make progress! 😉

Saat ini aku bersyukur punya suami yang menerima aku apa adanya tapi gak membiarkan aku seadanya, hehehe. Banyak kali waktu di mana suami menegur dan mengingatkan aku. Terkadang dia diam tapi tindakannya berbicara banyak. Dan aku sadar, daripada terus membandingkan diriku dengan list bagaimana wanita Amsal 31,aku perlu fokus menjadi istri yang takut akan Tuhan dan membiarkan Tuhan berkarya di dalam dan melalui aku, menjadikanku istri yang cakap.

3 Yohanes 1:12 (TB)  Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

Tentang Demetrius *semua orang* memberi kesaksian yang baik,
Wowwww.....!!! Semua orang memberi kesaksian yang baik tentang Demetrius. Bagaimana denganku? Seandainya semua orang yang kukenal memberikan kesaksian tentang aku, kesaksian yang bagaimana yang mereka berikan? Apakah kesaksian mereka akan sama? Atau berbeda-beda? Apakah semuanya akan mengatakan hal yang baik? Atau akan ada yang berkata tentang kejelekanku?

Di sini, lagi-lagi aku diingatkan untuk punya hidup yang berintegritas, di manapun aku mau kedapatan tetap melakukan yang baik. Aku gak mau kalau di kantor orang memberikan kesaksian yang baik tentang aku sementara dalam keluarga, ada kekecewaan terhadapku. Kalau di kantor aku rajin, masa di rumah aku malas sih. Kalau aku bisa ramah dengan orang di gereja, masa sih aku gak ramah dengan tetangga.

👉 Tetap jadi orang yang berintegritas di manapun berada. Punya original life dimana pun berada.

Palangka Raya, 31 Maret 2018
-Mega Menulis-

Amsal 30, 2 Yohanes 1

Amsal 30:17 (TB)  Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dipatuk gagak lembah dan dimakan anak rajawali.

Sudah beberapa minggu tinggal lagi ikut mamaku dan aku merasa malas dengerin kalau mamaku nasehatin ini itu, karena berasa aku dah besar, dah dewasa, dah jadi ortu juga eh kok masih dikasih tahu ini itu kayak anak kecil. Apalagi kalau yang dikasih tau mamaku gak sejalan dengan pemikiranku, jadi tambah males deh nurut.

Mentang-mentang sudah dewasa bukan  berarti aku gak mendengarkan mamaku, justru aku harus semakin mendengarkan mamaku dan menunjukkan sikap hormat. Karena aku bukan anak kecil lagi berarti pemikiranku makin dewasa dong. Kalau apa yang dikasih tahu itu benar, ya nurutlah, jangan nurutin ego yang ngerasa dah besar gak perlu dikasih tahu. Nah, kalau yang dikasih tahu beda dengan pemikiranku, tetap menghormati mama dan gak kasar dong. Mulai kasih contoh buat Sara untuk menghormati orang tua dengan menghormati mama.

2 Yohanes 1:8 (TB)  Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.

Gak kebayang deh kalau aku dah bekerja keras tetapi kehilangan apa yang aku kerjakan, pasti gondok banget, kesel lah. Berasa sia-sia pastinya. Wong pernah suatu hari aku ngetik beberapa lembar dan lupa disave, listrik mati hilang deh (laptopku rusak dah baterainya jadi kalau gak sambil dicolok ke listrik pasti mati). Nah, gimana rasanya kalau dah pelayanan tapi kehilangan apa yang dikerjakan, pasti kecewa banget.

Firman Tuhan ingatkan ini:
2 Yohanes 1:6 (TB)  Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.
Supaya kita gak mengalami kekecewaan saat kehilangan apa yang kita kerjakan, Tuhan inginkan kita untuk hidup menurut perintahNya dan hidup dalam kasih. Why? Karena itulah upah kita yang sebenarnya. Ketaatan pada Allah dan hidup di dalam kasih sesungguhnya upah yang sangat berharga.

Palangka Raya, 30 Maret 2018
-Mega Menulis-

Amsal 29, 2 Petrus 3

2 Petrus 3:9 (TB)  Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

Saat kita berbuat kesalahan dan minta ampun, Tuhan mengampuni. Tapiiii... Apakah aku bener-bener bertobat saat menerima pengampunan dari Tuhan? Apakah hidupku benar-benar berbalik dari yang jahat?

Aku gak boleh menganggap sepi kemurahan Tuhan yang telah bersabar terhadapku. Kalau aku terus diampuni, bukan berarti aku boleh mengulangi kesalahanku lagi dan lagi. Adalah baik menyadari kesalahan dan bertobat tapi lebih baik lagi kalau aku gak mengulanginya.

👉 Jangan sampai terus jatuh ke dalam lobang yang sama Meg!

Amsal 29
no rhema

Palangka Raya, 29 Maret 2018
-Mega Menulis-

1 Timotius 5-6

1 Timotius 5 Scripture        1 Timotius 5:18 (TB)  Bukankah Kitab Suci berkata: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang seda...