.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, April 23, 2018

Amsal 22, 2 Korintus 6

Amsal 22:10 (TB)  Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.

Pencemooh biasanya suka mengejek atau menghina orang lain, orang yang seperti ini pasti akan menimbulkan pertengkaran pada akhirnya. Kalau ditanya beberapa minggu lalu, mungkin aku gak ngerasa 'kena' pas baca ayat ini, tapi baru-baru ini ada postingan screen shoot di Facebook yang berisi keluhan seseorang tentang kebiasaan orang Indonesia yang suka menjatuhkan orang lain. Orang Indonesia suka berkomentar yang menyakiti atau menjatuhkan orang lain. Simple sih dan kadang kita gak sadar melakukannya, misal:
- ada teman beli hp baru, kita komentarnya, "Ih, kok belu merk A sih, kan itu jelek".
- ada teman beli barang terus kita bilang, "Mahal amat, kemarin aku beli cuma segini lo di sana".
- "Kok bisa ya dia pacaran dengan si A".
- dll

Hal-hal seperti itu BISA menyakiti orang lain. Dan aku perlu belajar peka. Kalau gak bisa berkomentar yang baik mending diam aja, daripada menyakiti hati orang lain. Gak perlu defense  dengan berkata, "Ah, gitu aja kok tersinggung",  ya tiap orang berbeda dan kita gak perlu memaksakan 'rasa' kita ke dia. Kalau aku gak tersinggung berarti orang lain gak boleh tersinggung, ini ma egois.

🙏 Tuhan, tolong aku menjaga lidah bibirku dari cemooh ke orang lain. Aku mau jadi berkat lewat ucapanku. Amin.

2 Korintus 6:3 (TB)  Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

Di rumah mamaku ada sepupuku yang ikut tinggal di rumah karena menempuh studi di sini, sepupuku ini Muslim. Selama beberapa tahun ini,  tidak pernah sekalipun mamaku masak babi di rumah karena mamaku menghormati dan menghargai sepupuku tersebut. Awalnya aku kesal, lah masa di rumah sendiri pun mau masak apa yang diinginkan aja susah. Apalagi kemarin, aku sedang pengen  masakan babi yang dibuat mama, sedang pengen-pengennya tapi mama menolak memasaknya. Baca ayat ini aku dah gak kesal lagi, malahan salut dengan mamaku 😊 Walaupun sepupuku itu gak pernah keberatan dengan apapun yang dimasak mamaku tapi mamaku tetap memutuskan untuk gak memasak babi. Aku belajar banyak dari teladan mama.

Palangka Raya, 22 April 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Mazmur 13

Mazmur 13 Scripture Mazmur 13:6 (TB)  (13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.  Observation Ya. Tuhan ga...