.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, June 30, 2018

Efesus 6

Efesus 6:16 (TB)  dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,

Efesus 6:16 (BIMK)  Setiap waktu pakailah percayamu kepada Tuhan sebagai senjata penangkis; dengan iman itu kalian dapat memadamkan semua anak panah berapi dari si jahat.

Aku teringat sewaktu Yesus digodai iblis, Yesus tetap yakin dengan AllahNya dan memperkatakan firman Tuhan . Berkali-kali Yesus berkat, "ada tertulis tertulis, ada tertulis" untuk melindungi dirinya dari godaan iblis. Yesus memilih mempercayai perkataan Allah dibandingkan iblis.

Iman percayaku sama Tuhan gak boleh sekedar perasaan saja, karena perasaan manusia bisa berubah-ubah, tapi berdasarkan firman Tuhan karena firmanNya memiliki kuasa. Hari ini segala sesuatu berjalan baik dan lancar lalu aku percaya sama Tuhan, eh besok-besok kesulitan datang aku mulai merasa gak yakin dengan Tuhan. Gak boleh gitu. Bahkan saat aku merasa gak yakin sama Tuhan dengan apa yang terjadi, aku yakin firmanNya ya dan amin.

Setelah sekian lama survei, beberapa minggu ini aku dan suami mendoakan sebuah rumah yang kami suka, harganya tidak terlalu mahal, lokasinya gak terlalu jauh dari kantor, masih ada sisa tanah yang lumayan, kemarin sore ketemu pemiliknya bahkan masih bisa nego harga katanya. Tapi kemarin juga diingatkan seorang kawan tentang legalitas rumah itu, dan ternyata banyak sekali yang harus diurus dan jatuh-jatuhnya jadi mahal banget. Sempat down karena berarti harus survei dan survei lagi, capek bo 😢 Sempat ada pikiran jelek, gimana kalau gak dapat rumah. Tapi baca firman ini diingatkan kalau percaya sama Tuhan aja, Tuhan akan sediakan tepat pada waktunya. Fokus pada apa yang aku miliki. Bersyukur. Jangan biarkan iblis ambil kesempatan.

🙏  Tuhan, ampuni aku kalau sempat gak percaya sama Tuhan. Aku gak mau biarkan iblis mengambil kesempatan. Aku mau berharap terus sama Tuhan dan percaya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 30 Juni 2018
-Mega Menulis-

Efesus 5

Efesus 5:20 (TB)  Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.

Aku sedang membuat list berkat Tuhan dari bulan Januari-Juni 2018 dan banyaaaakkkkk....sekali hal yang bisa disyukuri, betapa berkat Tuhan melimpah. Aku belajar bagaimana mengucap syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan?
👉 Ingat bahwa Tuhanlah yang mengadakan semua yang aku miliki, gak ada yang aku miliki yang bukan pemberianNya. Ternyata kalau aku mau memperhitungkan setiap hal yang terjadi dalam kehidupanku sebagai pemberian Tuhan.
👉 Memilih fokus pada apa yang aku miliki. Bukan pada apa yang orang lain miliki, atau apa yang aku inginkan atau apa yang jadi harapanku.
👉 Bahkan di dalam kesulitan atau masalah pun aku masih bisa bersyukur kalau aku memiliki pengharapan dalam Tuhan yang sanggup mendatangkan kebaikan dalam segala sesuatu.
👉 Belajar memandang semua hal yang ada di sekelilingku bukan hal yang biasa tapi hal yang luar biasa.
👉 Think and thank. Kalau aku mau mikir sedikit lebih banyak dari biasanya, aku akan menemukan banyak hal untuk disyukuri. Saat makan, aku bisa bersyukur : Tuhan yang telah mengadakan makanan ini, bersyukur buat lidah yang Tuhan ciptakan dan membuatku bisa merasakan rasa makanan ini, bersyukur ada uang buat belanja, bersyukur bisa masak, bersyukur untuk adanya Google sehingga bisa lihat resep di sana (aku googling kalau mau masak), bersyukur karena ada petani yang menghasilkan bahan makanan,  bersyukur buat manisnya bayam. Banyak sekali hal yang bisa disyukuri ternyata.

🙏 Aku mau bersyukur terus Tuhan, mampukan aku untuk menggunakan otakku berpikir apa yang bisa aku syukuri hari ini. Bukannya berpikir apa yang belum aku punya. Biarlah hatiku terus melimpah dengan ucapan syukur kepadaMu. Amin.

Palangka Raya, 29 Juni 2018
-Mega Menulis-

Efesus 4

Efesus 4:1 (TB)  Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.

Baca ini baru nyadar, "O, iya yaaaa.... Paulus menulis surat-suratnya kebanyakan dari dalam penjara". Kok bisa ya, dari dalam penjara dia menuliskan surat-surat indah yang bicara tentang kasih karunia, kasih, nasehat dan pengajaran? Bukannya lebih masuk akal kalau suratnya berisi kesedihan, keluhan, kemarahan, penderitaannya dalam penjara, kekecewaannya pada Tuhan dan kepahitan? Gak manusiawi banget nih Paulus! Tapiiiii.... Ini justru menjadi kesaksian hebat kalau Tuhanlah yang mengerjakan semua itu. Karena kalau manusia sendiri, susah booo!

Ada orang-orang yang menderita dan tetap memuliakan Tuhan. Ada orang-orang yang menderita dan ya sudah menderita aja. Aku diingatkan lagi untuk terus berespon dengan benar dalam segala situasi dengan tetap memuliakan Tuhan.

👉 Bertanya ke diri sendiri : Bagaimana aku memuliakan Tuhan dalam situasi ini? Aku gak mau dikendalikan situasi tapi aku belajar membiarkan Kristus memegang kendali atas hidupku.

Palangka Raya, 28 Juni 2018
-Mega Menulis-

Friday, June 29, 2018

Berkat Tuhan Selama Januari-Juni 2018

Awalnya list ini dibuat dalam rangka memenuhi 'tugas' anggota Bible Reading Group semester ini.  Tapi sewaktu aku mengingat-ingat berkat Tuhan dan menuliskannya, aku keasyikan. Rasanya gak bisa berhenti. Betapa banyak berkat Tuhan selama ini. Kalau aku gak membuat daftar seperti  ini mungkin aku bakal lupa betapa banyak aku telah menerima. Tuhan sungguh baik! Ya, Dia sungguh baik!Hatiku limpah dengan syukur setiap mengingat detail-detail berkatNya. 

Wednesday, June 27, 2018

Efesus 3

Efesus 3:18-19 (TB)  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,
dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Doa di atas menjadi doaku juga. Kasih Kristus memang sulit dipahami, pengorbanannya apalagi, dimana coba logikanya, mati bagi orang yang bahkan belum mengenal kita. Mati bagi orang yang terus-menerus menyakiti hati kita. Mati karena dosa orang lain. Mati supaya orang lain hidup. Kalau dipikir-pikir, sampai sekarang juga aku gak bisa memahami benar. Sewaktu aku menyadari busuknya aku, pemikiranku yang jahat, aku merasa gak pantas dikasihi,tapi aku sangat dikasihi.

Sewaktu aku memikirkan dan mencoba memahami kasih Kristus aku tetap gak mengerti sepenuhnya. Aku cuma tahu, aku luar biasa dikasihi. Jatuh-jatuhnya aku jadi bersyukur karena dikasihi sedemikian hebat olehNya,padahal aku tahu aku gak layak dikasihi. Kalau aku dikasihi Tuhan, bukan karena siapa aku, tapi karena Dia adalah kasih itu sendiri.

🙏 Tuhan, aku bersyukur karena Engkau mengasihiku dengan pengorbanan dan kasih yang kekal. Apapun yang kubuat gak bisa membalas kasihmu. Terima kasih Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 27 Juni 2018.
-Mega Menulis-

Efesus 2

Efesus 2:10 (TB)  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Allah sudah mempersiapkanku melakukan pekerjaan baik yang sudah disiapkanNya sebelumnya. Aku adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Gak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Kalau aku ada sebagaimana aku ada sekarang, karakter, berbagai hal yang aku alami, rasa sakit, masa lalu , kesulitan dan apapun yang dalam hidupku gak luput dari rancangan Tuhan atas hidupku. Ada sesuatu yang Tuhan kerjakan di dalam aku dan melalui aku. Bahkan pengalaman yang menyakitkan pun dapat dipakai Tuhan untuk mendatangkan kemuliaan bagiNya. Tuhan mau aku hidup di dalam rancanganNya, mengasihi dan memuliakan Dia.

Pekerjaan baik apa yang aku lakukan? Saat-saat sekarang aku cuma mau melakukan yang terbaik dengan talenta yang Tuhan berikan, dengan berbagai hal yang Tuhan percayakan. Belum terpikirkan yang lain. Melayani keluarga aja rasanya belum maksimal.

Palangka Raya, 26 Juni 2018
-Mega Menulis-

Monday, June 25, 2018

Efesus 1

Efesus 1:17 (TB)  dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Kemarin chat wa dengan saudara KTB di Kambium pas zaman kuliah yang lama gak bertemu. Dia minta didoakan PH karena temannya banyak yang sudah menikah dan punya anak, belum lagi kalau ketemu orang-orang dia ditanya kok belum menikah, dia jadi minder dan merasa ada yang salah pada dirinya. Aku sedih dan gemas rasanya, padahal temanku ini dulu kukenal sebagai perempuan yang optimis, selalu ceria dan aktif pelayanan. Kami berkenalan di komunitas pertumbuhan rohani malahan, dimentori kakak rohani yang sama. Sedih sekali karena seolah-olah PH yang jadi fokus hidupnya saat ini,bukan berarti salah mendoakan PH. Tapi waktu aku tanya gimana hubungan pribadi dengan Tuhan, masih sate atau nggak, dia bilang nggak.

Ayat di atas mengingatkan aku untuk mendoakan hubungan pribadinya dengan Tuhan, supaya dia mengenal Tuhan dengan benar dan bersukacita dalam pengenalannya akan Tuhan. Sebenarnya aku mau ajak ikut BRG semalam tapi aku gak enak lama gak ketemu tahu-tahu ngajakin gitu. Tapi aku rindu dia dapat kekuatan dari Tuhan langsung melalui firmanNya.

👉 Aku mau ajak dia ikut BRG. Semoga dia mau.

🙏 Tuhan, Engkau tahu kerinduan hati K ya Tuhan. Tapi ya Tuhan, kebenarannya buhan PH yang dia perlukan, dia belum menyadari yang mampu memuaskan dia hanya kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Berikan dia kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Amin.

Palangka Raya, 25 Juni 2018
-Mega Menulis-

Sunday, June 24, 2018

2 Samuel 24

2 Samuel 24:24 (TB)  Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa." Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.

Saat memberi persembahan kepada Tuhan, Daud mau membayar harganya.  Ada pengorbanan di situ. Daud gak menghitung untung rugi kalau kaitannya dengan Tuhan. Daud ingin memberikan yang terbaik. Selama ini saat aku melakukan sesuatu bagi Tuhan, apakah aku berani berkorban? Atau sekedar memberikan apa adanya. Apakah aku memberikan dengan sukacita atau dukacita?

Kata orang memberi saat kekurangan lebih sulit daripada saat kelebihan. Masalahnya standar lebih atau kurang itu siapa yang buat? Aku mengalami sendiri, saat suami belum bekerja, kami mendisiplin diri untuk memberi setiap bulannya, dan itu mudah. Sekarang suami sudah bekerja, walaupun bukan pekerjaan tetap tapi ada penghasilan lebih dong dari sebelumnya. Logikanya kami semakin banyak memberi dan bermurah hati dong, ya gak sih? Ternyata nggak, makin berat lo memberi itu. Pendapatan naik bukan berarti persembahan naik. Duh. Parah. Kok jadi hitung-hitungan ya sama Tuhan. Kami sedang belajar lagi untuk kasih persembahan yang terbaik. Berkorban dan bersukacita sekaligus.

Palangka Raya, 24 Juni 2018
-Mega Menulis-

2 Samuel 23

2 Samuel 23:2 (TB)  Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku;

Diingatkan tentang perkataan dan jadi merenungkan ini :
Apakah perkataanku sudah menjadi berkat bagi yang mendengarnya?
Kalau mau menjadi berkat :
1. Meminta Tuhan memakai kita menyampaikan isi hatiNya
Kapan terakhir kali aku meminta dengan sungguh ke Tuhan untuk berbicara melalui aku? Kapan terakhir kali aku bertanya sama Tuhan sebelum bicara? Tuhan mau memakai lidah aku menyampaikan isi hati-Nya, masalahnya, aku bersedia ga dipakai Tuhan?
2. Memperkatakan firman
Bagaimana aku mau memperkatakan firmanNya kalau aku gak pernah menyimpan firmanNya di dalam hatiku? Itu yang kusadari waktu aku menghapalkan Firman Tuhan beberapa hari ini.Memperkatakan firmanNya dimulai dengan menyimpan firmanNya di dalam hati. Selama ini membaca firman Tuhan setiap hari dan emang sih ada yang nempel beberapa, tapi saat benar-benar menyimpannya berasa bedanya.

🙏 Tuhan, pakailah lidahku untuk memberkati orang lain. Tunjukkanlah kepadaku siapa yang ingin Kau hibur, siapa yang butuh nasehatMu. Kalau Tuhan berkenan memakai aku. Aku bersedia ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 23 Juni 2018
-Mega Menulis-

Saturday, June 23, 2018

Berkat Tuhan di Tahun 2017 (Super Late Post)

Lagi mengingat-ingat, berkat yang Tuhan berikan dari Januari - Juni 2018 terus baru ingat kalau tahun 2017 pernah nulis berkat Tuhan di tahun 2017 dan belum diposting. Harus diposting lah, biar someday dilihat lagi dan disyukuri lagi. Nah, ini dia...

Berkat di Tahun 2017:
‌1. Bersyukur ikut BRG dan bisa mulai mendisiplin diri lagi untuk baca firman Tuhan.
‌2. Bersyukur tahun ini dapat 2 rekan satu bidang yang enak diajak kerja sama dan sangat membantu pekerjaan di bidangku. Dulu pernah ngerjain banyak hal sendiri dan sekarang berasa berlimpah punya 2 rekan yg bisa diandalkan.
‌3.Bersyukur buat kesempatan liburan sekeluarga dua kali tahun ini (ke Yogya dan Jakarta),  gak direncanakan sama sekali dan gak nyangka. Secara, kalau dihitung-hitung keuangan mepet tapi ya kok dapat bonus liburan dua kali. Yang ke Yogya, praktis cuma keluar duit buat Pa Sara dan Sara karena aku dinas jadi ditanggung tiket pesawat pp, akomodasi dan malahan dapat uang saku. Yang ke Jakarta itu aku ikut redistribusi PNS dan dapat surat tugas 5 hari gak potong cuti bo, jadi ada waktu panjang buat liburan sekeluarga.
‌4. Bersyukur buat kesempatan lulus tes masuk UI, walaupun akhirnya gak jadi diambil karena gak dapat izin belajar. Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain.
‌5. Bersyukur lus tes redistribusi PNS dan bisa pindah ke BNN Provinsi, jadi pindah ke Palangka Raya tahun 2018 nanti.Walaupun nunggu SKnya lama pol, tetap bersyukur. Kalau orang lain pindah ngurusnya harus ada kenalan orang dalam atau pakai duit, ini nggak. Puji Tuhan banget.
‌6. Bersyukur untuk kehamilanku yang kedua, luar biasa Tuhan beri kesehatan yang baik, ga ada banyak keluhan. Padahal jarak kehamilan pertama dan kedua gak nyampe dua tahun tapi so far gak ada gangguan kesehatan, malah bawaannya lebih sehat dibandingkan yang pertama.
‌7. Bersyukur untuk pemeliharaan Tuhan buat keluarga kami, banyak berkat yang gak terduga. Saat kami pikir kami bakal kekurangan dengan yang ada, ternyata Tuhan cukupkan. Tiba-tiba dapat perjalanan dinas, tiba-tiba ada diberi berkat apa yang kami butuhkan, tiba-tiba ada diskon besar-besaran.
‌8.Bersyukur untuk pertumbuhan Sara setahun ini, dia jarang banget sakit. Memang sampai sekarang dia susah makan, tapi beratnya terhitung normal, dia aktif bergerak dan gak ada keluhan berarti.
‌9. Bersyukur untuk hubungan dengan suami yang masih mesra sampai saat ini. Masih banyak penyesuaian, kadang masih bertengkar, kadang masih ngambek. Tapi bersyukur kami berdua masih terus berjuang bersama untuk saling mengasihi.
‌10. Bersyukur untuk kesehatan mamaku. Memang tiap bulan harus selalu check up kesehatan tapi Tuhan masih berikan umur panjang.

Berkat dan Perubahan
1.Seringkali sewaktu mengalami pergumulan ataupun berjuang mengendalikan diri, Tuhan ingatkan untuk melakukan yang benar dengan mengingatkanku firman yang kubaca. Benar-benar belajar bercermin dengan firman yang kubaca. Banyak hal dalam hidup yang belum sesuai tapi aku rindu hidupku selaras dengan firman yang kubaca.
2. Dalam hubungan dengan suami jadi lebih berusaha untuk menyenangkan suami dan gak menyenangkan diri sendiri. Masih sering gagal. Lol. Jadi ini masih benar-benar berjuang jadi istri yang cakap.

Goal di Tahun 2018
👉 Punya hidup yang selaras dengan firman Tuhan. Gak asal baca firman Tuhan tapi sungguh jadi pelaku firman.

Baca lagi blessing di atas, jadi ingat bulan November kemarin kami dapat blessing luar biasa. Keuangan mepet, aku dah berencana gak  minum susu hamil, toh makanku enak aja, gak kayak kehamilan pertama yang susah makan. Tapi suami tetap ngotot giving the best, aku wajib minum susu. Ya udah manut. Padahal aku hitung secara manusia, duit kami gak bakal cukup. Pengen debat tapi ya sudah minum sehari sekali lah, itu pun dipaksain, beli susu yg murah. Tiba-tiba ada toko yg mau tutup di Palangka Raya, harga barang2nya didiskon dari 60%-90%, gak cuma susu yg aku perlu, tapi juga susu Sara dan popoknya. Kebayang gak susu Anmum sekotak yg normalnya 45 rb bisa jd 5 rb sekotak. Aku sampai speechless. Hitungan dari mana coba dapat harga segitu? Secara manusia gak kebayang, tapi emang Tuhan mana pernah kasih apa yang kita bayangkan, Dia pasti beri lebih kan? 😉 Suami ngotot nyetok dan kayaknya sampai lahiran aku gak perlu beli susu lagi. Jehovah Jireh, Dia sungguh Allah yang menyediakan. Gak cuma susuku, susu Sara dan popoknya pun Dia sediakan. Aku bayangkan kalau aku ngotot ngga mau minum susu pasti ribut sama suami, bersyukur aku mau tunduk. Dan ternyata Tuhan berkati kami berlimpah.

Kasongan,  Desember 2017
-Mega Menulis-

Friday, June 22, 2018

2 Samuel 22

2 Samuel 22

Dari pengalamannya sendiri, Daud bisa berkata 2 Samuel 22:2-3 (TB)  :
"Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku,
Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan.

Siapakah Tuhan bagimu?
Ada orang yang memanggil Tuhan sebagai Bapa, teman, kekasih, papa, pelindung, juruselamat, penolong, sahabat, pencipta,  penyembuh, dll. Tentunya setiap panggilan tersebut karena ia sudah mengalami Tuhan sendiri, bukan dari kata orang. Kalau mau mengalami Tuhan secara langsung, aku harus bersedia melibatkan Tuhan di dalam kehidupanku sebagai pribadi yang dekat. Dan itu dimulai dengan menyadari kehadiran Tuhan setiap saat di dalam hidup.

Sejak kemarin aku mulai menghapal Mazmur 16, baru beberapa ayat sih yang bener hapal, tapi mengucapkannya dalam hati setiap ada kesempatan jadi berasa 'connect'  terus sama Tuhan. Jadi lebih menyadari kehadiran Tuhan waktu aku memperkatakan firmanNya terus-menerus biarpun cuma dalam hati.

Bersyukur karena boleh mengalami dan merasakan kehadiran Tuhan melalui meditasi firman dua hari ini. Dia sungguh Allahku yang hidup.

Palangka Raya, 22 Juni 2018
-Mega Menulis-

Thursday, June 21, 2018

2 Samuel 21

2 Samuel 21:1 (TB)  Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon."

Dosa yang Saul lakukan ternyata berdampak bagi keturunannya dan orang lain, bahkan setelah dia meninggal orang lain harus menanggung dampaknya. Mengerikan sekali.  Keturunannya yang gak tahu apa-apa pun harus mati.

Konsekuensi dosa gak hanya ditanggung oleh kita sendiri, terkadang keturunan kita pun gak luput dari konsekuensi dosa yang kita perbuat, komunitas dan juga orang di sekeliling kita juga bisa jadi terkena dampaknya. Jadi aku harus terus mengingat ini dan gak berbuat  dosa.

🙏 Tuhan, kalau ada kutuk ataupun dosa masa lalu di dalam keluarga kami dan masih berdampak sampai sekarang, kiranya Tuhan berkenan putuskan sekarang juga. Mampukan aku untuk berhenti berbuat dosa, apalagi jika konsekuensinya harus ditanggung keturunan dan orang di sekitarku. Tolonglah aku untuk melepaskan diri ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya,  21 Juni 2018
Mega Menulis

Wednesday, June 20, 2018

Mazmur 20, 2 Samuel 20

2 Samuel 20:16 (TB)  Lalu berserulah seorang perempuan bijaksana dari kota itu: "Dengar! Dengar! Katakanlah kepada Yoab: Mendekatlah ke mari, supaya aku berbicara dengan engkau."

Seorang perempuan yang berbicara dengan seorang panglima perang tanpa takut dan gentar dengan cara berbicara yang sopan dan tertata. Sempat mikir, ke mana para pria di kota itu ya. Tapi menurutku ini strategi yang bijaksana. Perempuan yang gak disebutkan namanya ini sangat berani cepat memgambil keputusan untuk menyelamatkan kotanya. Benar-benar perempuan yang bijak.

Aku berdoa supaya menjadi perempuan yang bijak. Tahu bagaimana bersikap, berbicara, berpikir dengan cepat dan berani bertindak.

Aku masih sering gak bijak, terutama perkara mulut. Kemarin dinasehati mamah, aku menjawab dengan gak bijak, "Iya, sudah tahu!",  kataku. Padahal aku bisa saja kan berkata, "Iya ma", bukankah lebih enak didengar dan gak ada yang tersakiti saat aku berkata dengan manis. Begitu juga saat berkomunikasi dengan suami dan anak.

🙏 Tuhan, aku mau lebih bijak dalam berkata-kata sehingga yang mendengarnya diberkati. Hari ini, aku mau mengucapkan kata-kata berkat saja. Amin

Mazmur 20:9 (TB)  (20-10) Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Perikop ini berjudul 'Doa mohon kemenangan bagi raja'. Aku sudah lupa kapan terakhir kali berdoa buat pemimpin negeri ini. Jadi diingatkan untuk berdoa bagi para pemimpinku dan untuk pilkada tanggal 27 Juni nanti, supaya siapa pun yang terpilih adalah mereka yang sungguh mau bekerja bagi rakyat.

👉 Hari ini aku khusus berdoa untuk para pemimpin di sini dan pilkada serentak tanggal 27 nanti.

Palangka Raya, 20 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 19, 2 Samuel 19

2 Samuel 19:19-20 (TB)  dan berkata kepada raja: "Janganlah kiranya tuanku tetap memandang aku bersalah, dan janganlah kiranya tuanku mengingat kesalahan yang dilakukan hambamu ini pada hari tuanku raja keluar dari Yerusalem; janganlah kiranya raja memperhatikannya lagi.
Sebab hambamu ini tahu bahwa hamba telah berbuat dosa; dan lihatlah, pada hari ini akulah yang pertama-tama datang dari seluruh keturunan Yusuf untuk menyongsong tuanku raja."

Sebelumnya Simei mengutuki Daud, lalu begitu Daud kembali dia ketakutan dan meminta maaf atas kesalahannya. Gampang sekali dia melakukan itu. Daud memaafkan dan Simei bebas dari hukuman. Sungguh luar biasa hati Daud yang dengan mudahnya mengampuni. Hati Daud begitu lembut.

Aku jadi mikir, enak banget Simei ni ya. Mudah banget bilang maaf (dan dimaafkan pulak). Memang minta maaf itu gampang. Terlalu gampang malahan. Kata maaf diumbar dengan gampang. Apalagi kalau tahu orang yang kita mintain maaf selalu memaafkan. Aku diingatkan untuk gak mengumbar kata maaf. Bukan berarti gak mau minta maaf saat berbuat salah. Tapiiii ..... Daripada sekedarkeseringan minta maaf tapi terus mengulangi kesalahan yang sama, aku mau belajar untuk gak mengulangi  kesalahan bahkan gak membuat kesalahan. Kalau aku sadar bermasalah dengan mengendalikan mulutku saat bersama suami, aku harus belajar lebih menjaga mulutku, bukannya berpikir ah nanti tinggal minta maaf.

Mazmur 19:8 (BIMK)  (19-9) Peraturan TUHAN itu tepat, menyenangkan hati. Ketetapan TUHAN itu murni, membuat orang mengerti.

Saat mendengar kata 'peraturan' yang terlintas di pikiran adalah batasan. Ruang gerak kita serasa sempit saat menyadari ada aturan ini itu. Kita jadi gak bisa berbuat bebas sesukanya karena ada aturan. Peraturan di dunia dibuat ada agar ada ketertiban dan keamanan, bisa dibayangkan kacaunya dunia kalau semua orang berbuat sesukanya. Semua orang akan merasa benar karena semua pertimbangan sesuai kepentingannya sendiri tanpa memikirkan orang lain. Nah, tentang peraturan Tuhan dikatakan kalau peraturanNya tepat, menyenangkan hati. Bagaimana bisa demikian? Bukankah aturanNya sepertinya sulit. Menyukakan hati gimana coba?  Wong jangan ini jangan itu gitu.

Sejak jadi orang tua, aku sering bilang ke Sara jangan ini jangan itu. Sara bingung nampaknya, kok kayaknya dia dilarang melakukan ini itu. Aku dan papanya mencoba menjelaskan sih, tapi Sara sepertinya gak mengerti kalau peraturan itu ada untuk melindungi dia. Kami membuat aturan karena mengasihi dia. See? Kalau kami saja yang penuh dosa dan terbatas ini membuat aturan karena sangat mengasihi dia, apalagi Bapa Sorgawi kita. Dia ingin melindungi kita. PeraturanNya selalu tepat.

🙏 Tuhan, aku bersyukur untuk setiap aturan dan ketetapanMu yang telah melindungiku selama ini.

Palangka Raya, 19 Juni 2018
-Mega Menulis-

Monday, June 18, 2018

Mazmur 18, 2 Samuel 18

2 Samuel 18:12 (TB)  Tetapi orang itu berkata kepada Yoab: "Sekalipun aku mendapat seribu syikal perak di telapak tanganku, takkan aku menjamah anak raja itu, sebab di depan telinga kamilah raja memberi perintah kepadamu dan kepada Abisai dan kepada Itai, katanya: Lindungilah Absalom orang muda itu, karena aku.

Wowwww!!!! Hari ini aku belajar tentang ketaatan dari tentara yang gak disebutkan namanya ini. Dia sangat setia dan gak tergoda untuk melanggar perintah Daud walaupun seandainya diberi 1000 syikal perak. Dia taat pada Daud walaupun Daud tidak melihat, dia taat walaupun sebenarnya ketidaktaatannya akan menguntungkan dia secara ekonomi. Padahal kalau dipikir-pikir, Yoab yang memerintahkan pastinya dia akan melindungi si tentara ini kan, tapi dia gak peduli dan berani menjawab Yoab.

Aku mau terus tetap taat sama Tuhan seandainya dihadapkan pada pilihan untuk tidak taat meskipun kelihatannya menguntungkan.

🙏 Tuhan, tolong aku untuk taat dan melakukan yang benar sekalipun tidak ada yang melihat. Amin.

Mazmur 18:1 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, yakni Daud yang menyampaikan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN, pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari tangan Saul. (18-2) Ia berkata: "Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN, kekuatanku!

*9Tuhan, kekuatanku.
Daud menyadari kalau hanya Tuhanlah yang menjadi kekuatannya. Bukan kekuasaannya, bukan kedudukannya, bukan hartanya, bukan kepandaiannya, bukan karena siapa dia.

Begitu pula aku, kalau selama ini aku bisa menjalani hidupku, aku ada sebagaimana aku ada sekarang semua karena Tuhan. Pada saat di mana aku merasa lemah dan gak mampu menjalani hidupku, aku harus mengingatkan diriku kalau Tuhan adalah kekuatanku. Dia yang menjadikanku kuat.

Palangka Raya, 18 Juni 2018
-Mega Menulis-

Sunday, June 17, 2018

Mazmur 17, 2 Samuel 17

2 Samuel 17:23 (TB)  Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.

Hanya karena nasihatnya tidak dipedulikan Absalom lalu Ahitofel melakukan hal yang konyol seperti bunuh diri, astagaaaa 😱 Bener-bener speechless dah.

Gimana denganku? Mungkin gak sampai bunuh diri. Tapi, pernahkah aku melakukan hal yang konyol hanya gara-gara perkara sederhana? Pernah dong.
Ngambek dan gak ngomong sama suami berhari-hari hanya gara-gara tersinggung sama omongan suami.
Membentak Sara karena minta gendong saat aku heboh ngurus adeknya.
Dll. Daftarnya masih panjang kalau diingat-ingat lagi.

Aku harus berpikir sebelum akhirnya melakukan hal-hal yang konyol. Minta hikmat Tuhan supaya melakukan yang benar sekalipun sedang mengalami kekecewaan, kesedihan bahkan amarah.

🙏  Tuhan, aku sering melakukan sesuatu hanya karena emosi. Jangan biarkan aku melakukannya ya Tuhan. Aku mau mengendalikan diriku dan tetap melakukan yang benar meskipun memgalami hal yang gak enak. Mampukan aku ya Tuhan. Amin.

Mazmur 17:3 (TB)  Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; *mulutku tidak terlanjur.

Daud menjaga dirinya dari melakukan kejahatan, bahkan dia berani berkata kalau Tuhan mengujinya maka mulutnya pun tidak terlanjur. Daud mau bilang kalau bahkan mulutnya pun jika diperiksa akan kedapatan tidak berbuat dosa.

Seringkali mulut jadi bagian tubuh yang susah dikendalikan.
Saat marah luar biasa, mulut memaki.
Saat suami melakukan kesalahan dan minta maaf, eh mulut mengungkit-ungkit kesalahan.
Saat marah luar biasa, mulut mengeluarkan kutukan.
Saat menemukan kesalahan bukannya menegur dengan kasih eh mulut menyindir.

Aku perlu belajar mengendalikan mulutku. Kalau aku bisa mengendalikan mulutku terlebih dahulu, mungkin dosa lain bisa kuhindari. Karena mulut lebih susah dikendalikan.

Palangka Raya, 17 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 16, 2 Samuel 16

2 Samuel 16:9 (TB)  Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: "Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya."

Abisai sangat loyal kepada Daud bahkan menjaga kehormatan Daud tapi di sisi lain emosinya mengerikan, hanya karena perkataan saja dia mau membunuh orang lain.  Aku bayangkan Abisai sebagai orang yang gampang sekali naik darah.

Jadi merefleksi ke diri sendiri, emang sih gak pernah yang sampai pengen membunuh seseorang, tapi terkadang aku juga gampang marah saat orang lain mengatakan sesuatu dengan intonasi yang gak ngenakin. Bisa kesulut deh emosi. Ibarat kata, kamu ngasih nada rendah kukasih nada rendah, nada tinggi ya kujawab juga nada tinggi (semacam duet nyanyi aja ya. Lol). Kalau aku sering kali yang bikin emosi bukan hanya isi kata-katanya sih sekarang tapi juga intonasi. Apalagi kalau anak dah mulai rewel dan jerit-jerit nangis, nah bisa langsung ikutan deh teriak #sigh.Bener-bener aku harus belajar mengendalikan diri dan gak gampang terpancing orang lain.

🙏 Tuhan, ajar aku untuk mengendalikan diri dan gak gampang emosi saat mendengar orang lain berkata dengan nada tinggi. Hari ini dan seterusnya aku mau bicara dengan nada rendah. Tolong aku ya Tuhan. Amin.

Mazmur 16:5 (TB)  Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku menginginkan banyak hal. Seringkali sudah dapat yang aku inginkan, ingin yang lain lagi. Dulu mikir, kalau dah punya A udah, eh dah punya A jadi pengen B, C, dstnya. Keinginan tu gak terbatas. Saat ini mau belajar bilang, "Tuhan cukup bagiku".

Palangka Raya, 16 Juni 2018
-Mega Menulis-

Friday, June 15, 2018

Mazmur 15, 2 Samuel 15

2 Samuel 15:8 (TB)  Sebab hambamu ini, ketika masih tinggal di Gesur, di Aram, telah bernazar, demikian: Jika TUHAN sungguh-sungguh memulangkan aku ke Yerusalem, maka aku akan beribadah kepada TUHAN."

Bisa-bisanya ya si Absalom bawa-bawa nama Tuhan seenaknya untuk memenuhi keinginannya, padahal gak ada sedikit pun niatnya untuk beribadah kepada Tuhan. Dan Daud percaya-percaya aja dong.

Di sini aku belajar :
1.  Jangan sembarangan bawa nama Tuhan untuk memenuhi ambisi pribadi atau terlihat baik di mata orang lain. Berbohong aja dah dosa, lah apalagi berbohong pakai nama Tuhan.
2. Waspada dengan orang yang suka memanipulasi orang lain dengan memakai nama Tuhan. Zaman sekarang  masih ada yang kayak gini.  Minta sumbangan bawa nama Tuhan dan gereja tapi nipu, pdkt dan berlagak anak Tuhan yang manis padahal cuma buat dapat cewe/cowo yang diinginkannya. Jangan naif. Segala sesuatu perlu diuji. Pernah dapat curhatan teman cewek yang merasa cowoknya berubah pas sudah merit, dulu rajin ke gereja dan pelayanan pas pdkt begitu kawin berubah. Lah, jangan-jangan emang aslinya gitu keles.

Mazmur 15:5 (TB)  yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Kenapa orang yang berlaku demikian (berlaku tidak bercela) dikatakan tidak akan goyah selamanya? Karena dia hidup benar jadi dia gak perlu takut dihakimi oleh nuraninya. Dia jadi berani bertindak karena tahu sudah melakukan yang benar, gak ada keraguan untuk terus melakukan yang benar.

Jadi ingat Daud. Sebelumnya heran kenapa Daud gak menegur anak-anaknya yang berbuat salah. Trus baca ayat di atas jadi mikir, jangan-jangan karena dia pun pernah melakukan perbuatan tercela sehingga goyah dalam bersikap. Mungkin Daud belum sepenuhnya mengampuni diri sendiri sehingga nuraninya menghakimi dia sewaktu dia mau bertindak tegas ke anaknya. Tuhan sudah mengampuni Daud, tapi apakah Daud sudah mengampuni dirinya sendiri? Aku ngerasain dari hal yang simple aja, waktu mau menegur Sara masalah omongan aja aku bercermin dan mikir, lah aku aja ngomong kadang masih ngasal, lagipula Sara meniru sekelilingnya. Aku juga perlu berubah dong. Walaupun ujung-ujungnya tetap negur, lol, soalnya kepikiran kalau gak ditegur mau jadi apa ni anak. Intinya sih, kalau kita terus berusaha melakukan yang benar jadi gak ragu bertindak.

🙏 Tuhan, lihatlah aku Tuhan, jangan biarkan aku melakukan yang tidak tercela supaya aku tidak goyah. Amin.

Palangka Raya, 15 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 14, 2 Samuel 14

2 Samuel 14

Bertahun-tahun lamanya Daud membiarkan Absalom kabur dan gak menegurnya, bahkan setelah Absalom pulang pun Daud malah gak mau ketemu. Mungkin dia gak tahu harus berkata apa dalam mendidik anaknya, mungkin  ya... Tapi aku menemukan sesuatu yang menarik, untuk masalah keluarganya kok Daud gak pernah ya tanya Tuhan harus gimana? Mau angkat tabut dia tanya Tuhan. Setiap pergi perang aja dulu dia nanya Tuhan harus gimana, tapi kenapa urusan mendidik anak dia gak mau tanya Tuhan? Bingung kan? Daud yang tujuh kali dalam sehari memuji-muji Tuhan, kok ga ada ya bertanya sama Tuhan tentang bagaimana mendidik anaknya. Gak pernahkah dia mendoakan anaknya?

Reminder buatku untuk SELALU bertanya sama Tuhan dan gak bosan berdoa buat anak-anakku. Karena aku percaya hikmat datangnya dari Tuhan. Kalau aku gak pernah minta hikmat saat mendidik anakku jangan-jangan aku bersandar pada pengertianku sendiri. Kalau untuk hal lain aku bisa tekun mendoakan, kenapa untuk anakku aku gak bisa melakukannya?

Apa yang terus perlu kudoakan bagi anakku? Yang utama adala supaya mereka kenal Kristus secara pribadi dan pertumbuhan karakter yang seperti Kristus. 

🙏 Tuhan, tolong kami sebagai orang tua dalam mendidik anak kami, kami perlu hikmatMu. Kiranya di usia muda, anak-anak kami sudah mengenal Tuhan secara pribadi dan menjadikan Engkau sebagai Tuhan atas segala aspek kehidupan mereka. Jangan biarkan kami menjadikan Engkau Tuhan hanya dalam sebagian aspek kehidupan kaminya Tuhan. Amin.

Mazmur 14:2 (TB)  TUHAN memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia untuk melihat, apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.

Gak ada rhema khusus cuma pas baca ayat di atas jadi ingat semalam sepupu dan keponakanku yang masih SD menginap di rumah. Sedikit-sedikit cari HP, gak bisa tuh yang namanya jauh dari HP. Bangun tidur yang dilihat HP. Habis mandi cari HP. Geleng-geleng deh. Segitu lengketnya sama HP, ckckckck. Jadi bayangin,  seandainya aku juga segitunya sama Tuhan, dikit-dikit cari Tuhan gimana ya 😊 Sekarang sih gak segitunya.

🙏 Tuhan, aku mau melekat sama Tuhan. Berikanku hati yang selalu haus akan Engkau ya Tuhan. Amin.

Kasongan, 14 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 13, 2 Samuel 13

Mazmur 13:1, 5-6 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. (13-2) Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?
(13-6a) Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.

Aku mengira Mazmur ini ditulis saat Daud berdoa meminta keselamatan anaknya dan Batsyeba, terlihat sekali kesedihan Daud di awal Mazmur ini karena dia merasa Tuhan menyembunyikan wajahnya terhadapnya. Entah ini pengaruh baca kisah Daud di 2 Samuel apa ya, kayak nyambung gitu ceritanya. Bagian yang menarik dari pasal ini, bahkan saat Daud merasa sedih dan merasa Tuhan melupakan dia, Daud memilih tetap mempercayai kasih setia Tuhan.

Aku mau memilih hal yang sama, tetap mempercayai kasih setia Tuhan. Bagaimana aku tetap percaya sama Tuhan di saat Dia terasa jauh?
👉 Percaya firman Tuhan
Imanku gak boleh bergantung pada perasaan, tapi pada firman Tuhan, pada apa yang dikatakan Tuhan. Perasaan bisa berubah-ubah,  ada kalanya aku merasa Tuhan jauh, ada kalanya aku merasa Tuhan begitu dekat. Ada saat dimana aku merasa Tuhan sangat mengasihiku, tapi ada saat aku merasa Tuhan gak peduli denganku. Tapiii... Itu tetap hanya perasaanku saja! Aku harus kembali pada firman Tuhan dan mempercayai perkataanNya saja.
👉 Mengingat perbuatan Tuhan di dalam hidupku
Saat aku mengalami kesulitan dan Tuhan terasa jauh, aku suka membaca blogku dan melihat betapa banyak dan baiknya yang Tuhan buat dalam hidupku. Aku bersyukur menuliskannya, ternyata gak terhitung kebaikanNya. Kalau dulu Dia telah melakukannya buatku, masa sekarang aku meragukan hatiNya?
👉 Menceritakan kebaikan Tuhan pada orang lain.
Bersaksi tentang kebaikan orang lain membuat rasa syukurku semakin berlimpah. Rasa syukur menguatkan kepercayaanku pada Tuhan.

2 Samuel 13:22 (TB)  Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

Kasihan sekali Tamar 😭 Pastilah hancur sekali hatinya. Daud sebagai bapaknya cuma marah tapi gak melakukan sesuatu, menegur Amnon nggak, menghibur Tamar nggak, menenangkan anak-anaknya yang lain pun nggak. Absalom yang marah pun cuma diam dan semakin dipenuhi dendam, tidak ada usahanya untuk berkomunikaai dengan Amnon atau ke Daud memikirkan penyelesaian masalah yang terjadi. Sempat heran juga kenapa Tamar malah mengadukan apa yang terjadi dengan Absalom, bukannya pada Daud yang notabene bapaknya sendiri,apakah karena Tamar tahu bagaimana sifat Daud yang lemah dalam keluarganya.

Melihat bagaimana keluarga Daud bersikap  saat menghadapi masalah membuat aku bingung, gak ada komunikasi. Semua orang sepertinya tahu apa yang terjadi tapi memilih diam.  Ini membuatku mereview bagaimana berkomunikasi dengan keluarga. Harus ada keterbukaan. Setiap masalah diselesaikan segera supaya tidak ada yang mengganjal.

🙏 Tuhan, tolong kami berkomunikasi sebagai keluarga. Jadikan aku dan suami orang tua yang mendengarkan Tuhan sehingga anak-anak mau mendengarkan kami. Amin.

Palangka Raya, 13 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 12, 2 Samuel 12

2 Samuel 12:22-23 (TB)  Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.
Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

Daud memohon kemurahan Tuhan tapi dia juga mau menerima kehendak Tuhan yang terjadi di dalam hidupnya. Daud meminta tapi saat gak diberi dia gak ngambek atau berduka berlebihan. Awalnya kupikir, Daud ni logis mikirnya karena dia cowok kalau cewek kan bisa baper saat yang diminta gak diberi, tapi Mazmur yang ditulisnya penuh perasaan dan kejujuran kok. Bisa saja Daud marah dan kecewa sama Tuhan karena gak menyelamatkan anaknya tapiiiii.... Daud menerimanya dan belajar kalau ada akibat dari dosanya. Terkadang akibat dosa kita diderita orang lain, bukan diri kita sendiri. Dosa memiliki konsekuensi.

Terkadang aku lupa kalau Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu. Ya,  sebagai anak kita bisa meminta apapun kepada bapa kita, tapi sebagai bapa Tuhan tahu yang terbaik,  Dia berhak memberikan dan melakukan yang terbaik menurut kasih karuniaNya. Kalau aku berdoa meminta kemurahanNya dan Tuhan punya kehendak lain, gak usah baper, kecewa atau sedih berlebihan. Tuhan tahu yang terbaik. Ia berdaulat atas segala sesuatu dan aku perlu menerima kehendakNya dengan respon yang benar.

Mazmur 12:2 (TB)  (12-3) Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.

Speechless pas tahu orang yang kukenal dekat berbohong dan berkata manis padahal tampangnya bukan tampang pembohong. Duh, kecewa sekali rasanya. Emamg sih dia sudah menerima akibat dari kebohongannya tapi saat ini aku benar-benar berjuang untuk mengampuni dia.

🙏 Tuhan, Engkau tahu aku kecewa. Aku gak menyangka dibohongi seperti ini. Tolong sembuhkan luka hatiku Tuhan, ajari aku untuk mengampuni dan tetap mengasihi. Amin.

Palangka Raya, 12 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 11, 2 Samuel 11

2 Samuel 11

Hanya sekali Daud berhubungan dengan Batsyeba dan Batsyeba hamil, berapa coba peluang hal itu terjadi, sebenarnya kecil sekali. Tapi itu terjadi. Daud ingin mengelabui semua orang dengan memanggil Uria pulang dari medan perang dan memberinya kesempatan untuk tidur dengan istrinya, tapi sayang buat Daud, Uria sangat setia pada negara, dia tidak mau enak-enakan melakukan itu sementara yang lain berperang. Pastinya Daud terkejut mendapati orang seperti Uria.  Setelah usahanya mengelabui kehamilan Batsyeba gak berhasil, Daud 'mencoba membunuh' Uria dengan memerintahkan Yoab menaruh Uria di garis depan dan mengundurkan diri supaya Uria mati. Percobaan pembunuhan itu berhasil.

Membaca pasal ini seperti membaca kisah kelam seorang Daud. Bagaimana seseorang yang demikian dekat dengan Tuhan mengalami kejatuhan demi kejatuhan. Dosa yang satu membawanya ke dosa-dosa yang lain. Duh, sedih banget ya. Jadi mikir, ini Daud aja bisa melakukan sampai kayak gini, apalagi aku yang rasanya gak seintim Daud sama Tuhan. Aku gak boleh flirting dengan dosa karena akan membawaku ke dosa yang lain.

Pasal ini menunjukkan bagaimana Tuhan gak mau Daud terus-menerus menyembunyikan kejahatannya. Tuhan 'SEGERA' menegur Daud lewat kehamilan Batsyeba sebenarnya, tapi Daud gak nyadar,malahan berbuat makin jahat untuk menyembunyikan dosanya. Pada akhirnya mungkin Daud merasa berhasil kali ya karena Uria mati. Dia merasa bisa mengelabui semua orang tapiiiii.... Tuhan tahu. Daud melupakan itu. Daud kehilangan kepekaannya karena dosa. Duh, ngerinya. Tuhan gak bisa kukelabui, saat berbuat dosa harus segera diakui, gak perlu lagi menambah kejahatan dengan mencoba menutupi dosa tersebut.

Mazmur 11:1 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Pada TUHAN aku berlindung, bagaimana kamu berani berkata kepadaku: "Terbanglah ke gunung seperti burung!"

Tidak ada tempat yang paling aman selain bersama Tuhan.
Itu yang terlintas di pikiranku sewaktu membaca ayat di atas. Maraknya berita bom dan aksi teroris beberapa minggu yang lalu membuatku bersyukur karena berada di tempat yang paham radikalnya gak separah di tempat lain. Tempat tinggalku kupikir relatif amanlah. Aku bersyukur tinggal di sini. Tapi itu salah. Yang membuatku aman bukan sekedar lokasi di mana aku berada, tapi perlindungan Tuhan. Bahkan medan perang pun bisa jadi tempat yang paling aman saat aku bersama Tuhan.

🙏 Tuhan, ampuni aku karena merasa aman hanya karena aku tinggal di tempatku sekarang. Aku melupakan kalau hanya perlindunganMu yang membuatku aman. Aku mau berlindung hanya padaMu ya Tuhan, karena hanya kau yang membuatku aman. Amin.

Palangka Raya, 11 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 10, 2 Samuel 10

Mazmur 10:1 (TB)  Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

Benarkah saat kita dalam kesesakan Tuhan menyembunyikan dirinya? Seringkali kita lebih fokus dengan diri  sendiri dan masalah berat yang kita hadapi sehingga Tuhan terasa jauh dan kita gak merasakan kehadiranNya.

*Tuhan hanya sejauh doa.*
Tentu kita pernah mendengar itu. Tapi kalau saat kita berdoa dan tetap saja kita merasa Tuhan bersembunyi, apa lagi yang salah?
👉 DOSA
Yesaya 59:2 (TB)  tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Hari ini kami sekeluarga ke rumah kami di Kasongan yang sudah lebih dari 3 bulan kami tinggalkan, itu yaaaa.... Rerumputan dah panjangnya ampun-ampun, bayangkan aja dah lebih 3 bulan gak dibersihkan. Begitulah dengan dosa yang gak segera dibereskan, lama kelamaan akan semakin menumpuk dan merusak hidup kita, bahkan mengganggu hubungan kita dengan Tuhan. Kita gak peka lagi dengan suara Tuhan dan gak merasakan kehadiranNya karena dosa-dosa kita.

Aku diingatkan dengan disiplin mengakui dosaku supaya itu tidak jadi penghalang hubunganku dengan Tuhan. Setiap hari aku perlu mengakui dan minta ampun atas dosaku, bahkan setiap sadar melakukan kesalahan aku harus segera minta ampun sama Tuhan dan berhenti melakukannya. Jangan pernah menunda-nunda, karena itu akan menumpuk dan susah dibereskan.

2 Samuel 10:9-10 (TB)  Ketika Yoab melihat, bahwa serangan itu mengancam dia dari depan dan dari belakang, maka dipilihnyalah sebagian dari orang pilihan Israel, lalu ia mengatur barisan mereka berhadapan dengan orang Aram itu.
Selebihnya dari rakyat itu ditempatkannya di bawah pimpinan Abisai, adiknya, yang mengatur barisan mereka berhadapan dengan bani Amon itu.

Berperang harus dengan strategi.
Kalimat itu yang terlintas sewaktu membaca ayat di atas. Kalau mau menang dalam peperangan kita harus cerdik dalam berstrategi. Apa peperangan dan pergumulan yang kita hadapi? Kalau mau menang harus punya strategi yang jelas. Jangan cuma bilang, "Ya udah, ngalir aja." No! Harus ada usaha dan cara khusus supaya menang.

Ada seorang teman yang rentan dengan dosa masturbasi, berkali-kali dia jatuh bangun, minta ampun sama Tuhan tapi terus berulang sampai dia capek dan mikir kalau gak bisa gitu terus. Selain ngaku dosa sama Tuhan, dia putusan untuk jauhkan diri dari hal-hal yang bisa buat dia tergoda, buku-buku, internet, dll. Cuma itu? Ngga. Dia memutuskan untuk terbuka menceritakan pergumulannya ke ortunya dan minta orang tuanya cover dia, tiap dia jatuh dia mengakui di depan orang tuanya dan didoakan. Langsung stop? Ngga, berulang kali. Tapi frekuensinya makin berkurang sampai akhirnya dia bebas dari dosa tersebut.

Mau lepas dari hutang? Apa strategimu? Gali lubang tutup lubang? No. Itu ma nambah masalah. Pikirkan gimana cara yang benar. Berperang dengan siasat. Kalau mau lunasin hutang ya kalau gak kurangin pengeluaran ya cari penghasilan tambahan. Atau lakukan keduanya.

Aku sering dulu bercanda dengan sia-sia, kalau ngomong kasar. Serius nyakitin orang dengan mulutku.  Akhirnya suatu hari mutusin mau berubah. Aku cari buku-buku yang bahas tentang perkataan. Aku buat list ayat-ayat yang bicara tentang perkataan dan hapalin (dah pada lupa, tapi masih ingat satu ayat yg bilang setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkan pada hari penghakiman. Ngeri kan ya.) Trus aku minta teman yang dekat denganku untuk negur kalau aku 'kumat'  ngomong yang nyakitin orang. Berhasil? Kata temanku sih dia lihat ada perubahan hidup, hehehe. Puji Tuhan.

Aku diingatkan lagi hari ini kalau Tuhan dah kasih hikmat dan otak yang luar biasa. Makanya harus dipakai. Jangan pasrah dengan keadaan dan bilang "Biar Tuhan yang atur", ya elah.... tetap ada bagian yang harus kita kerjakan loooo! Lakukan bagian kita dengan benar.

Aku dan suami sedang bergumul untuk punya rumah sendiri sekarang. Berdoa sudah. Berusaha? Nah, ini yang kami lakukan.   Survei. Bandingkan harga. Berhitung. Negosiasi. Mengumpulkan uang. Dll.

🙏  Tuhan kami mau mengandalkan Engkau dalam setiap pergumulan kami tapi kami juga mau melakukan bagian kami dengan setia. Kami mau berperang dengan siasat. Tolong kami ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 10 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 9, 2 Samuel 9

Mazmur 9:10 (TB)  (9-11) Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.

*Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu.*
Pernah kan ya minjamin duit sama orang, biasanya kita kasih pinjam hanya ke orang yang kita percaya kan ya. Trus kita percaya karena kita sudah kenal kan? Ya iya lah, mana pernah seseorang percaya sama orang yang gak dikenalnya. Nah, kalau selama ini kita gak percaya sama Tuhan. Dikit-dikit kuatir, dikit-dikit takut atau hidup tanpa pengharapan, jangan-jangan itu karena kita gak sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Kita meragukan Dia karena gak mengenal Tuhan secara benar.

Bagaimana caranya mengenal Tuhan dengan benar? Mirip seperti kita mengenali manusia. Semakin banyak kita habiskan waktu dengannya dan memperhatikan dia, maka kita akan semakin mengenali pribadinya.  Itu berarti bergaul dengan Tuhan melalui doa dan firmanNya.

Aku menyadari kalau aku sering kuatir, aku hidup seperti gak kenal Tuhan. Padahal kalau aku sungguh hidup dengan Tuhan, harusnya aku gak perlu kuatir karena aku tahu aku dapat mempercayakan hidupku padaNya.

🙏 Tuhan, ampuni aku karena sering kuatir. Aku mau bertumbuh dalam iman dan pengenalan yang benar akan Tuhan supaya aku menaruh kepercayaan penuh padaMu seperti Daud. Amin.

2 Samuel 9:1 (TB)  Berkatalah Daud: "Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan."

Daud menunjukkan kasihnya kepada Yonatan memegang perjanjiannya. Gak peduli Yonatan masih ada atau tidak, Daud tetap setia pada janjinya dan berusaha sekuat tenaga memenuhi janjinya.

Aku teringat janji pernikahanku untuk mengasihi suamiku dalam suka dan duka, dalam untung maupun malang, dalam sehat maupun sakit dengan pertolongan Tuhan. Janji yang kubuat sewaktu aku merasa mengasihi orang ini dan memutuskan melakukannya seumur hidupku. Well, aku belum melakukannya. Saat aku kesal dengan suami, aku merasa tidak ingin mengasihi suamiku, aku mulai bersikap ketus  atau nyuekin, atau malas melayani suami. Bukan seperti itu seharusnya orang yang mengasihi. Saat aku berjanji mengasihinya berarti janji itu berlaku selamanya tanpa syarat, artinya aku tetap harus memutuskan mengasihi dia dan menunjukkannya meskipun aku kesal. Duh, sulit sekali memegang perjanjian ini ya. Semalam aku agak kesal dengan suami dan tidur dengan membalik badan, sudah niat mau nyuekin aja dan gak mau ngomong hari ibu. Tapi pagi ini ketampar-tampar baca firman ini, "Begini lo Meg....Yang namanya mengasihi, gini loh megang perjanjian tu". Akhirnya, aku mulai ngomong dengan suami deh 😉

Palangka Raya, 9 Juni 2018
-Mega Menulis-

Friday, June 8, 2018

Mazmur 8, 2 Samuel 8

Mazmur 8:3-4 (TB)  (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
(8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Melihat ciptaan Tuhan membuat Daud bersyukur karena Tuhan begitu mengasihi dan memperhatikan manusia. Tuhan dapat menyatakan kasih dan kemuliaanNya melalui alam. Setiap buatan tangan Tuhan menunjukkan karya Tuhan yang luar biasa, langit menceritakan kemuliaanNya, cakrawala menceritakan pekerjaan tanganNya. Indah sekali cara Tuhan mengingatkan kita akan Dia.

Seringkali melihat awan di langit mengingatkanku pada sesosok abang yang pernah kukenal selama aku mengikuti kelas KAMBIUM di Jogja dulu, Bang Andi namanya. Gimana awan bisa mengingatkanku pada abang ini? Suatu kali aku menjadi MC di kelas KAMBIUM. Di awal acara aku meminta tiap yang hadir mengucapkan 1 hal yang membuat mereka bersyukur hari itu. Secara bergantian mereka mengucapkannya, ada yang bersyukur karena udah seminar skripsinya, ada yang bersyukur karena bisa datang mengikuti kelas, ada yang bersyukur karena bisa melihatku tersenyum, dan tibalah giliran Bang Andi, masih terbayang sampe sekarang dia tersenyum sebelum menucapkan hal yang disyukurinya hari ini.Dan Bang Andi berkata,”Saya bersyukur melihat awan, luar biasa, tidak pernah Tuhan melukis awan yang sama tiap harinya.”

Hah? Aku terdiam sesaat. Heran. Takjub. Kagum.Bang Andi yang badannya gede, bertampang  sangar tau-tau mengucapkan kalimat yang SUPER DUPER. Hingga 8 tahun berlalu ini, aku masih mengingat perkataannya. DAN, sejak saat itu, gak pernah lagi aku memandang awan dengan sama seperti sebelumnya.Aku mulai memandang awan sebagai lukisan tangan Allah, dan aku bersyukur boleh melihat karya tanganNya yang luar biasa itu, yang memang gak pernah sama setiap harinya. Aku bersyukur Bang Andi mengajarkanku melihat Allah di dalam hal yang kecil sekalipun, dalam hal yang ‘biasa-biasa’, terdapat Allah kita yang luar biasa itu.

👉 Hari ini aku mau melihat keberadaan Allah melalui ciptaanNya dan bersyukur.

🙏 Terima kasih Tuhan buat semua ciptaanMu yang indah. Manis sekali caraMu mengingatkan kami akanMu. Aku bersyukur bisa melihatmu dalam karya tanganMu. Terima kasih Tuhan. Amin.

2 Samuel 8:6, 14 (TB)  Kemudian Daud menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di daerah orang Aram dari Damsyik. Orang Aram itu takluk kepada Daud dan harus mempersembahkan upeti. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang.
Lalu ia menempatkan pasukan-pasukan pendudukan di Edom; di seluruh Edom ditempatkannya pasukan-pasukan pendudukan, sehingga seluruh Edom diperbudak oleh Daud. TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang.

Dua kali dalam perikop ini dikatakan :
TUHAN memberi kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi berperang.  Kemenangan Daud menyatakan kuasa dan kemuliaan Tuhan, kalau dihitung secara statistik, kecil sekali loh peluang seseorang untuk SELALU MENANG dalam peperangan yang diikutinya, tapi itu terjadi pada Daud. Daud mengkhususkan perak dan emas yang didapatnya dalam peperangan untuk Tuhan sehingga semua orang tahu itulah ucapan syukur Daud kepada Tuhan. Daud mempermuliakan Tuhan saat meraih kemenangan san bersyukur.

Bagaimana denganku? Apakah setiap kemenangan, pencapaian, kemampuan dan keberhasilan yang kucapai membuatku mempermuliakan Tuhan? Atau aku merasa itu hasil kerja kerasku saja? Apakah aku ingat siapa yang memberikannya kepadaku?

👉 Aku mau bersyukur kepada Tuhan untuk kemenangan, pencapaian, kemampuan dan keberhasilan yang kucapai. Semua adalah pemberianNya

🙏 Tuhan, ampunilah aku kalau terkadang lupa bersyukur. Padahal semua yang baik yang kumiliki adalah dari Tuhan. Aku mau bersyukur ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 8 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 7, 2 Samuel 7

Mazmur 7:3-5 (TB)  (7-4) Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku,
(7-5) jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya,
(7-6) maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu. Sela
Mazmur 7:8 (TB)  (7-9) TUHAN mengadili bangsa-bangsa. Hakimilah aku, TUHAN, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas.

Daud berkata kepada Tuhan,  jika dia melakukan kecurangan, melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengannya dan merugikan orang dengan tidak ada alasannya maka musuh akan menangkapnya, menginjak hidupnya ke tanah dan menaruh kemuliaannya di atas debu. Di pikiranku awalnya pas baca ini, Daud berani ya berdoa seperti ini, masa sih ya Daud ga pernah curang atau merugikan orang lain. Wow banget kan ya.

Setelah dipikir-pikir, doa Daud ini kemungkinan bisa berarti beberapa hal :
👉 Daud memang gak pernah melakukan itu semua (merugikan orang dll itu) makanya berani berdoa seperti itu 😉
👉 Daud mau Tuhan memperingatkan dia seperti yang didoakannya. Jadi kalau suatu hari nanti musuhnya menangkap dia, itu adalah alarm buat Daud kalau dia melakukan kesalahan.
👉 Daud mempercayai keadilan Tuhan yang akan menghukum orang menurut kesalahannya.
Daud mempersilakan Tuhan menjadi hakimnya yang adil karena dia tahu jalan hidupnya dan mengenal siapa Allahnya.

Karena Tuhan adalah hakim yang adil maka aku diingatkan untuk hidup benar di hadapan Tuhan terutama dalam hubunganku dengan orang lain. Jika Tuhan adalah Bapaku maka sebagai anak aku juga harus berlaku adil, gak cuma dalam sikap dan perkataan tapi juga adil sejak dalam pikiran. Misalnya gak berpikiran negatif tentang seseorang kalau aku cuma dengar dari orang lain dan gak mengalami langsung. Terkadang kalau mendengarkan cerita tentang orang lain aku suka mengambil kesimpulan, "Ooo... Orangnya kayak gitu, pantasa aja bla bla bla". Padahal aku cuma dengar kata orang tapi aku sudah menghakimi dia dalam pikiranku. Aku sedang gak adil pada orang tersebut, aku gak boleh melakukannya lagi.

🙏  Tuhan, tolong aku, ajari aku untuk adil, bahkan sejak dalam pikiranku. Amin.

2 Samuel 7:14-15 (TB)  Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.

Indah sekali pernyataan Tuhan kepada Daud tentang anaknya ini. Tuhan ingin menjadi BAPA-Nya dan akan menjadi BAPA-nya. Tuhan mengasihi anak Daud sebagai Bapa sehingga gak akan menarik kasih setia-Nya.  Lebih dari bapak di dunia maka Tuhan menjadi BAPA yang sempurna,selalu mengasihi tapi gak segan menegur dan memukul untuk mendidik.

Aku bersyukur karena aku boleh memanggil BAPA kepada Tuhan, sungguh suatu keistimewaan memiliki Bapa Sorgawi yang selalu mengasihiku. Ya, Tuhan sungguh bertindak sebagai Bapa dalam hidupku. Seringkali aku melakukan kesalahan, atau kebodohan atau dosa tapi Tuhan gak membiarkan aku berlama-lama dalam dosa. Dia sedia menegurku.

🙏 Tuhan, terima kasih karena Engkau juga mengasihiku dan mau menjadi BAPAku. Tolong aku meresponi dengan benar saat Engkau menegurku. Engkau adalah Bapaku dan aku mau menghormati Engkau sebagai anakMu. Amin.

Palangka Raya, 7 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 6, 2 Samuel 6

2 Samuel 6:8-9 (BIMK)  Maka sejak saat itu tempat itu disebut Peres-Uza. Daud marah karena TUHAN membinasakan Uza.
Tetapi Daud takut juga kepada TUHAN dan berkata, "Sekarang bagaimana Peti Perjanjian itu dapat kubawa?"

Daud marah sama Tuhan.
Daud juga takut kepada Tuhan.
Daud selalu jujur dengan perasaannya kepada Tuhan. Daud gak berpura-pura. Tidak ada yang disembunyikannya dari Tuhan. Bagiku itu benar-benar menunjukkan keintiman Daud sama Tuhan. Bukan hanya karena dia tahu tidak ada yang bisa disembunyikannya dari Tuhan tapi karena dia merasa dekat dengan Tuhan.

Apakah aku merasa dekat dengan Tuhan sehingga ingin membagi semua perasaanku dengan Tuhan. Atau aku gak mau membaginya dan berpikir, "Ah Tuhan tahu apa yang aku rasakan kok".

👉 Aku mau punya hubungan yang lebih intim dengan Tuhan seperti Daud. Aku mau selalu jujur dengan yang aku rasakan.

Mazmur 6:1 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur Daud. (6-2) Ya TUHAN, janganlah menghukum aku dalam murka-Mu, dan janganlah menghajar aku dalam kepanasan amarah-Mu

Ga ada rhema khusus tapi entah kenapa, baca 2 Samuel dan Mazmur barengan gini berasa pas banget. Sepertinya apa yang dialami Daud yang diceritakan di 2 Samuel lalu dituangkan Daud dalam Mazmur segala perasaannya. Luar biasa melihat bagaimana Mazmur yang dituliskan Daud yang tersebut sampai sekarang memberkati banyak orang.

👉 Aku terkadang malas memposting rhema yang aku baca di blogku, pikirku gak ada juga yang baca kecuali aku sesekali baca ulang tulisan lamaku (itu pun sekarang jarang kulakukan) dan beberapa teman yang singgah, tapi apa yang dilakukan Daud menginspirasiku. Aku gak akan pernah tahu siapa yang akan diberkati melalui apa yang aku tuliskan, jadi tuliskan aja. Paling gak suatu hari apa yang aku tuliskan bisa memberkati anak cucuku 😉

Palangka Raya, 6 Juni 2018
-Mega Menulis-

Tuesday, June 5, 2018

Mazmur 5, 2 Samuel 5

Mazmur 5:1-2 (TB)  Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud. (5-2) Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.
(5-3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

Berilah telinga kepada perkataanku....
Indahkanlah keluh kesahku...
Perhatikanlah teriakku minta tolong....
Membaca kalimat-kalimat yang diucapkan Daud dalam doanya tersebut aku merasakan Daud seorang yang rendah hati. Di awal doanya Daud berkali-kali memohon Tuhan supaya mendengarkan dia. Daud gak datang kepada Tuhan dengan kesombongan, dia menyadari benar siapa dirinya di hadapan Tuhan. Kalau selama ini Tuhan SELALU MENDENGARKAN dan MEMPERHATIKAN dia, itu bukan karena kebaikannya, tapi karena Tuhan baik. Mungkin kalau aku di posisi Daud, aku gak akan berdoa demikian karena dah kepedean aja kalau Tuhan pasti dengar, wong selama ini Tuhan selalu dengar dan tolong dia kok. Sikap hati Daud gak gitu, dia datang dengan kerendahan hati karena menyadari siapa dirinya dan siapa Tuhannya. Tuhan adalah Rajanya, adalah kasih karunia saat Raja semesta alam selalau mau memperhatikan dan mendengarkan dia.

Aku diingatkan kalau ternyata suatu karunia saat Tuhan mau selalu mendengarkan dan menolong kita. Kalau dipikir-pikir malahan, kita ini debu, tapi Tuhan mau memperhatikan. Sungguh aku jadi luar biasa bersyukur.

🙏 Tuhan, ampuni aku kalau sering melupakan bahwa Engkau adalah Tuhan dan Raja kami. Ampuni aku karena datang dengan sikap hati yang gak benar, beranggapan kalau Tuhan selalu mendengarkan aku, sehingga aku gak datang dengan penuh rasa syukur. Terima kasih Tuhan karena bersedia mendengarkanku. Aku bersyukur. Amin.

2 Samuel 5:10 (TB)  Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya.

Sungguh indah melihat bagaimana Alkitab mencatat tentang kuasa Daud yang semakin besar karena TUHAN MENYERTAINYA. Artinya, penulis kitab Samuel menyaksikan penyertaan Tuhan dalam hidup Daud. Orang lain melihat kalau Daud semakin berkuasa bukan karena kehebatannya berperang, atau kepandaiannya mengatur strategi, atau kekuatannya tapi mereka melihat TUHAN yang berkarya.

Daud telah memuliakan Tuhan, karen orang lain menyadari SIAPA SESUNGGUHNYA yang membuatnya berhasil. Daud tidak mencuri kemuliaan Tuhan dengan bersikap seolah-olah semua yang dicapainya adalah hasil usahanya. 

Menjadi perenunganku :Sudahkah aku mempermuliakan Tuhan? Saat orang lain melihat hidupku, apakah orang lain melihat semua yang kumiliki/kucapai sebagai hasil usahaku ataukah mereka melihat dan menyadari karya Tuhan di dalam dan melalui aku?

Bagaimana aku mempermuliakan Tuhan? Jika aku mau mengikuti teladan Daud maka aku harus :
👉 Bertanya pada Tuhan sebelum bertindak
👉 Taat dengan Tuhan
Dengan demikian nyata kalau dalam SETIAP langkahku, Tuhan yang menuntun dan membuat berhasil. Tidak ada kesempatan untuk bermegah karena semua keberhasilan adalah karena Tuhan yang memimpin.

Biarlah ini yang menjadi tujuan hidupku:
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Yohanes 3:30

Palangka Raya, 5 Juni 2018
-Mega Menulis-

Monday, June 4, 2018

Mazmur 4, 2 Samuel 4

2 Samuel 4:1 (TB)  Ketika didengar anak Saul, bahwa Abner sudah mati di Hebron, maka hilanglah keberaniannya, dan terkejutlah seluruh orang Israel.

Membandingkan bagaimana respon Isyboset dan Daud mendengarkan kabar kematian Abner, aku mendapati perbedaan. Daud berduka atas kematian Abner sedangkan Isyboset ketakutan karena Abner yang panglima perangnya meninggal. Terlihat bagaimana Isyboset lebih mengandalkan manusia dibanding mengandalkan Tuhan, berbeda dengan Daud yang mengandalkan Tuhan.

Jadi teringat ayat-ayat ini :
Yeremia 17:5, 7 (TB)  Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada Tuhan.
Orang yang mengandalkan Tuhan 👉 DIBERKATI
Orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya menjauh dari Tuhan 👉 TERKUTUK

Bagaimana caranya lebih mengandalkan Tuhan dibandingkan diri sendiri?
TAAT SAMA FIRMAN TUHAN.
Ketaatan kita pada firman Tuhan menunjukkan seberapa besar kita mengandalkan Tuhan. Gak mudah untuk taat sama firman Tuhan sewaktu kita menganggap apa yang kita pikirkan lebih baik dari apa yang dikatakan Tuhan.

🙏 Tuhan, aku mau mengandalkan Tuhan dengan taat sama firman Tuhan. Saat ini, aku mulai kuatir akan banyak hal karena aku mengandalkan diriku sendiri padahal firman Tuhan bilang jangan kuatir. Aku mau taat ya Tuhan, aku gak kuatir, aku percaya Tuhan pegang kendali atas hidupku. Amin.

Mazmur 4:8 (TB)  (4-9) Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.

Memasuki bulan Juni ini aku mulai sudah tidur kalau sudah bangun tengah malam sehabis menyusui Sofi, aku kuatir karena memikirkan sebentar lagi bulan Juli dan cutiku akan berakhir padahal kami belum menemukan rumah untuk ditinggali. Pikiranku, kalau sudah habis masa cutiku, akan semakin sulit menemukan rumah dan mengurus pindahan. Kami belum menemukan rumah yang tepat dan deal, belum mengurus proses kredit barang-barang di rumah lama belum dipacking, belum juga membersihkan rumah yang baru. Rasanya sebulan ini gak akan selesai deh, apalagi dengan libur Lebaran yang cukup panjang ini, kapan kaminakan berurusan di bank. Kepalaku dipenuhi banyak hal, akibatnya susah tidur deh.

Kalau dipikir-pikir, keadaan Daud lebih patah dari aku, dia punya banyak alasan untuk susah tidur dibandingkan aku. Perjalanan hidupnya gak gampang. Tapiiiii.... Daud menyatakan imannya melalui ayat ini. Daud memilih untuk beristirahat dengan tenteram dan mempercayakan hidupnya diurus sama Tuhan. Daud tidak membiarkan segala kekuatirannya mengganggu tidurnya karena dia percaya sepenuhnya sama Tuhan.

🙏 Tuhan, aku mau tidur dengan tenang mulai sekarang dan gak kuatir. Aku percaya Tuhan yang mengurus segala sesuatu dalam hidupku. Kekuatiranku gak mengerjakan apa-apa di hadapan Tuhan. Seperti Daud, aku mau membaringkan diriku dengan tenteram, aku berhenti kuatir. Amin.

Palangka Raya, 4 Juni 2018
-Mega Menulis-

Sunday, June 3, 2018

Mazmur 3, 2 Samuel 3

2 Samuel 3:39 (TB)  Tetapi aku ini sekarang masih lemah, sekalipun sudah diurapi menjadi raja, sedang orang-orang itu, yakni anak-anak Zeruya, melebihi aku dalam kekerasan. Kiranya TUHAN membalas kepada orang yang berbuat jahat setimpal dengan kejahatannya."

*Kiranya TUHAN membalas kepada orang yang berbuat jahat setimpal dengan kejahatannya.*
Inilah perbedaan Yoab dan Daud:Yoab memilih membalaskan kematian adiknya Asael dengan tangannya sendiri, sementara Daud memilih menyerahkan haknya untuk membalas kepada Tuhan. Mau gak mau jadi membandingkan bagaimana sikap Daud kepada Saul, Saul berulang kali melakukan kejahatan pada Daud tapi saat Daud memiliki kesempatan pun dia gak mau membalas Saul. Padahal,  Daud punya hak untuk membalas Saul.

Aku belajar dari teladan Daud yang menyerahkan hak membalas kepada Tuhan. Tindakan Daud ini menunjukkan kalau Daud mempercayai Tuhan. Daud tahu kalau Tuhan membalas kepada orang yang berbuat jahat maka itu akan setimpal dengan kejahatannya. Beda dengan manusia yang pastinya membalas lebih dari apa yang dilakukan orang kepadanya. Pernah dengar kan orang berkata tentang orang yang menjahatinya dengan berkata, "Aku bisa melakukan yang lebih jahat darinya". Daud mempercayai keadilan Tuhan.

👉 Aku mau belajar mempercayai Tuhan dengan menyerahkan hak membalas kejahatan kepada Tuhan. Kalau aku dijahati, bagianku adalah mengampuni.

🙏 Tuhan, mampukan aku mengampuni saat dijahati orang lain dibandingkan membalasnya. Amin.

Mazmur 3:3, 8 (TB)  (3-4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.
(3-9) Dari TUHAN datang pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu! Sela

Walaupun latar belakang Mazmur ini ditulis Daud sewaktu dalam pelarian dari Absalom anaknya, mau gak mau aku teringat lagi sewaktu Daud dikejar-kejar Saul. Kali ini pun Daud tetap konsisten mengandalkan Tuhan dan bukan dirinya sendiri, padahal Daud pahlawan perang yang mengalahkan berlaksa-laksa orang Filistin lo! Daud bisa saja menjadi sombong. Tapi ternyata nggak! Saat dikhianati Absalom anaknya sendiri, tetap saja Daud berlindung pada Tuhan sebagai perisainya. Daud merendahkan hatinya dengan menyadari kalau perlindungan dan kemenangan datangnya hanya dari Tuhan, hanya Tuhan sumber pertolongan dan berkatnya. Luar biasa hatinya Daud, dia gak mengandalkan dirinya sendiri, pantas saja Tuhan berkenan kepada Daud.

🙏 Tuhan, hanya Engkaulah sumber pertolongan dan berkat bagi kami. Saat ini, Tuhan tahu apa yang ada di hatiku, apa yang jadi pergumulanku. Aku percaya Tuhan yang akan tolong aku dan keluargaku. BerkatMu atas kami. Amin.

Palangka Raya, 3 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 2, 2 Samuel 2

2 Samuel 2:5-6 (TB)  maka Daud mengirim orang kepada orang-orang Yabesh-Gilead dengan pesan: "Diberkatilah kamu oleh TUHAN, karena kamu telah menunjukkan kasihmu kepada tuanmu, Saul, dengan menguburkannya.
Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian.

*Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian.*
Orang-orang Yabesh-Gilead melakukan kebaikan dengan menguburkan Saul dan berpuasa tujuh hari lamanya, hal ini dipandang baik oleh Daud. Daud menyukai kasih setia yang ditunjukkan orang-orang Yabesh-Gilead kepada Daud sehingga memberi pesan seperti di atas. Daud berjanji akan melakukan kebaikan kepada mereka karena apa yang mereka lakukan. Aku membayangkan orang-orang Yabesh-Gilead mungkin terkejut menerima pesan Daud tersebut, Daud dimusuhi Saul tetapi malah memuji apa yang mereka lakukan terhadap Saul dan berjanji melakukan kebaikan bagi mereka. Kalau dipikir-pikir, apa sih untungnya mereka melakukan itu bagi Saul, toh Saul pihak yang kalah perang. Apa yang mereka lakukan malah beresiko, bagaimana kalau Daud marah dan membenci mereka atas apa yang mereka lakukan.

Dari orang-orang Yabesh-Gilead aku belajar bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan gak akan sia-sia. Sekalipun beresiko, tetaplah melakukan kebaikan dengan tulus. Gak usah memikirkan untung rugi saat melakukan yang baik. Saat kita menabur kebaikan, kita akan menuai yang baik pula, walaupun terkadang kita menuai bukan di tempat kita menabur. Pernah kan ya, tiba-tiba kita menerima kebaikan dari seseorang? Itu cara Tuhan membuat kita menuai bukan di tempat kita menabur 😊

Aku mau melakukan kebaikan tanpa memperhitungkan untung rugi. Bukan sekedar karena aku ingin menuai yang baik tapi karena Tuhan sudah berbuat baik terlebih dahulu dalam hidupku.

Mazmur 2:7 (TB)  Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.

Tuhan telah menetapkan kita sebagai anakNya, sudahkah kita menceritakan kepada dunia kalau kita adalah anak Tuhan? Bagaimana kita melakukannya?
Aku dan suami sering bercanda, saat Sara atau Sofi melakukan sesuatu yang merupakan kebiasaan suamu maka aku akan berkata, "Ini nih, niru kelakuan papanya", begitu juga sebaliknya. Begitulah kita sebagai  anak Tuhan, kita menceritakan kepada dunia kalau kita anak Tuhan tidak hanya dengan perkataan tetapi dengan perbuatan. Sebagaimana yang Bapa kita perbuat, demikianlah kita perbuat, supaya dunia tahu kalau kita adalah anak-anakNya. Allah adalah kasih dan hanya dengan mengasihilah maka kita berbicara keras kalau kita adalah anakNya.

👉 Mengasihi seperti Tuhan mengasihi supaya orang lain mengenal Bapa kita melalui apa yang kita perbuat.

🙏 Tuhan, ampunilah aku karena terkadang cuek dengan orang lain padahal Tuhan mau aku mengasihi mereka. Ajarilah aku mengasihi orang lain dengan kasihMu ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 2 Juni 2018
-Mega Menulis-

Mazmur 1, 2 Samuel 1

2 Samuel 1:15-16 (TB)  Lalu Daud memanggil salah seorang dari anak buahnya dan berkata: "Ke mari, paranglah dia." Orang itu memarangnya, sehingga mati.
Dan Daud berkata kepadanya: "Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN."

Mungkin orang Amalek itu mengira dengan berkata kepada Daud kalau ia yang membunuh Saul maka Daud akan senang dan ia akan mendapat hadiah, tidak disangka Daud malah bersedih dan memerintahkan anak buahnya untuk membunuhnya. Orang Amalek ini berbohong mengatakan ia yang membunuh Saul padahal Saul bunuh diri. Dia berbohong untuk keuntungan dirinya sendiri tapi malah kehilangan nyawanya. Secara tidak langsung, dia 'membunuh dirinya' sendiri.

Kejujuran itu penting. Aku gak perlu berbohong untuk keuntungan diri sendiri karena nantinya akan merugikan, bisa-bisa aku malah 'membunuh diriku' sendiri. Berbohong terus-menerus akan membuat hati nuraniku mati lama kelamaan, yang awalnya merasa gak bersalah, lama-kelamaan jadi gak punya rasa bersalah kalau gak bertobat dari berbohong. Harus tetap jujur mulai dari hal yang terkecil sekali pun.

Kemarin di wa grup kantor, ada pemberitahuan kalau hari ini seharusnya di kantor ada upacara dalam rangka Hari Lahir Pancasila, karena surat edarannya lambat diterima dan tidak ada persiapan maka Kabag kami memerintahkan untuk mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di kantor Gubernur karena kalau tidak melaksanakan apel tunjangan kinerja dipotong. Banyak yang mengeluh dan mengusulkan supaya apel pagi biasa saja di kantor lalu difoto untuk dikirim ke pusat, yang penting finger print, katanya untuk meminimalisir kebohongan. Kabagku menolak dan berkata 'kejujuran di atas segalanya'. Aku dari awal hanya membaca saja percakapan di wa grup karena toh aku sedang cuti, tapi sejujurnya, walaupun gak berpendapat di wa grup sebenarnya aku juga berpikiran sama dengan teman-teman yang lain, "Ah, yang penting kan finger print yang dilihat pusat untuk dasar pembayaran tunjangan",  gak perlu lah apel sebenarnya. Tapiiii.... Membaca teguran Kabagku tadi jadi ikut tertampar juga. Iyes, kejujuran itu penting, dan aku harus belajar jujur dari hal yang paling sederhana.

🙏 Tuhan, ampuni aku kalau ternyata diam-diam aku sudah berniat gak jujur. Aku mau belajar jujur dari hal yang paling kecil. Terima kasih karena Tuhan kasih peringatan lewat Kabagku. Tolong aku untuk selalu jujur ya Tuhan, sekalipun itu gak menguntungkan. Amin.

Mazmur 1:1 (TB)  Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Berjalan.... Berdiri.... Duduk....
Dari yang awalnya cuma sambil lalu BERJALAN mendengarkan nasihat orang fasik, lalu BERDIRI bersama orang berdosa, sampai akhirnya betah dan DUDUK dalam kumpulan pencemooh. Semakin lama intensitas kita berada bersama orang yang salah maka kita akan semakin tersesat. Mungkin awalnya kita mikir, ah cuma berjalan, ah cuma berdiri, tapi lama kelamaan kalau tidak berhati-hati maka kita akan BETAH DAN DUDUK bersama orang yang membawa kita ke dalam dosa.

Aku harus lebih memperhatikan dengan siapa aku bergaul intens karena ini akan mempengaruhi hidupku. Aku gak perlu memaksakan diriku untuk berjalan mengikuti nasihat semua orang apalagi jika itu salah, karena saat aku mulai melakukan itu aku bisa merasa betah dan terbiasa melakukan yang salah. Aku gak perlu menghabiskan banyak waktu bersama orang yang membawa pengaruh negatif.

Sejak jadi ibu beranak dua, aku gak punya banyak waktu untuk bersosialisasi dengan banyak orang jadi aku memang perlu lebih memperhatikan dan memilih dengan siapa aku menghabiskan waktuku. Mau gak mau. Suka gak suka. Waktuku sedikit. Aku harus selektif memilih dengan siapa aku menghabiskan waktuku karena ini akan mempengaruhi hidupku.

Palangka Raya, 1 Juni 2018
-Mega Menulis-

1 Tawarikh 23-24

1 Tawarikh 23 Scripture        1 Tawarikh 23:4-5 (TB)  — "Dari orang-orang ini dua puluh empat ribu orang harus mengawasi pekerjaan di ...