.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, June 15, 2018

Mazmur 12, 2 Samuel 12

2 Samuel 12:22-23 (TB)  Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.
Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

Daud memohon kemurahan Tuhan tapi dia juga mau menerima kehendak Tuhan yang terjadi di dalam hidupnya. Daud meminta tapi saat gak diberi dia gak ngambek atau berduka berlebihan. Awalnya kupikir, Daud ni logis mikirnya karena dia cowok kalau cewek kan bisa baper saat yang diminta gak diberi, tapi Mazmur yang ditulisnya penuh perasaan dan kejujuran kok. Bisa saja Daud marah dan kecewa sama Tuhan karena gak menyelamatkan anaknya tapiiiii.... Daud menerimanya dan belajar kalau ada akibat dari dosanya. Terkadang akibat dosa kita diderita orang lain, bukan diri kita sendiri. Dosa memiliki konsekuensi.

Terkadang aku lupa kalau Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu. Ya,  sebagai anak kita bisa meminta apapun kepada bapa kita, tapi sebagai bapa Tuhan tahu yang terbaik,  Dia berhak memberikan dan melakukan yang terbaik menurut kasih karuniaNya. Kalau aku berdoa meminta kemurahanNya dan Tuhan punya kehendak lain, gak usah baper, kecewa atau sedih berlebihan. Tuhan tahu yang terbaik. Ia berdaulat atas segala sesuatu dan aku perlu menerima kehendakNya dengan respon yang benar.

Mazmur 12:2 (TB)  (12-3) Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.

Speechless pas tahu orang yang kukenal dekat berbohong dan berkata manis padahal tampangnya bukan tampang pembohong. Duh, kecewa sekali rasanya. Emamg sih dia sudah menerima akibat dari kebohongannya tapi saat ini aku benar-benar berjuang untuk mengampuni dia.

🙏 Tuhan, Engkau tahu aku kecewa. Aku gak menyangka dibohongi seperti ini. Tolong sembuhkan luka hatiku Tuhan, ajari aku untuk mengampuni dan tetap mengasihi. Amin.

Palangka Raya, 12 Juni 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Yeremia 26

Yesaya 26:1-13 Scripture Yesaya 26:12 (TB)  Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerj...