.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 17, 2018

2 Timotius 3, Mazmur 37

2 Timotius 3:16 (TB)  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Terkadang berasa baca Alkitab tu dah seperti rutinitas, aku membaca Alkitab bukan dengan sikap hati yang lapar dan haus akan Firman. Tapi membaca ayat di atas diingatkan kalau aku butuh Firman Allah untuk:
👉 mengajar
Aku mungkin bukan guru sekolah Minggu atau pendeta, tapi aku seorang mama. Ini saja sudah jadi alasan terkuat buatku untuk tiap hari belajar dari firman Tuhan. Aku bertanggung jawab mengajar anak-anakku, aku lah guru pertama mereka dalam hidup. Aku butuh belajar langsung dari firman Tuhan.
👉 menyatakan kesalahan
Hidupku sudah dibenarkan oleh penebusan Kristus tapiiiii... aku masih belum secara otomatis melakukan yang benar, seringkali manusia lamaku muncul dan aku melakukan kesalahan. Kalau gak ada firman Tuhan aku gak tahu apa yang benar. Jadi ingat orang Israel sebelum ada Taurat Tuhan, sebelumnya mereka gak mengenal dosa karena mereka gak tahu apa yang mereka lakukan itu dosa. Taurat memberikan standar yang diinginkan Tuhan, dan saat mereka melakukan kurang dari itu, itu salah, itu dosa. Membaca firman Tuhan semakin banyak membuatku tahu kalau aku masih hidup dalam kesalahan, hanya jika aku taat pada firmanNya maka aku hidup dalam kebenaran.
👉 memperbaiki kelakuan
Membaca firman TUHAN seperti bercermin apa dan bagaimana harusnya aku menjadi. Kalau kelakuanku gak bersesuaian dengan firman Tuhan berarti aku harus memperbaikinya. Kalau aku ingin memperbaiki kelakuan anak-anakku, aku harus memperbaiki kelakuanku dan standar yang benar hanyalah firman Tuhan.
👉 mendidik orang dalam kebenaran
Untuk terus-menerus melakukan yang benar, untuk hidup dalam kebenaran, aku perlu firman Tuhan. Kalau ga ada firman TUHAN aku akan terjebak dalam 'merasa'  melakukan yang benar tanpa tahu kebenaran yang sesungguhnya. Ya, Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Mengenal Yesus adalah mengenal kebenaran. Saat Yesus hidup di dalam kita, kita dimampukan melakukan yang benar tetapi firman Tuhan yang mendisiplin kita dalam kebenaran.

Makin diteguhkan untuk bertekun dalam pembacaan firman, ga sekedar yang penting baca dan setor rhema. Aku mau sungguh - sungguh paham dan jadi pelaku firman.

🙏 Tuhan, tolonglah aku bertekun dalam pembacaan firmanMu, berilah aku pengertian supaya aku lebih mudah menaatinya. Amin.

Mazmur 37:4 (TB)  dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Beberapa hari yang lalu, aku dan suami melihat sebuah rumah yang pernah dilihat suamiku. Sebenarnya, dari cerita suami dan foto yang diambilnya, 90% kemungkinan kami mengambil rumah itu cukup besar, tapi suami ingin aku melihat dulu. Pergilah kami ke sana dan ya, aku suka juga. Harganya lumayan murah untuk tipe sejenis. Sewaktu kami menghubungi pemiliknya, eh.... Rumahnya baru saja terjual dong. Aku patah hati. Lemes. Suamiku cuma tertawa dan bilang, "Ya sudahlah, kita cari lagi. Gitu aja sedih". Dia tipe yang cepat move on. Aku kesel kok dia bisa nyantai gitu,tapi kan aku mau bersyukur ya tiap hari, ya sudah aku memutuskan untuk mencari hal-hal yang bisa kusyukuri. Berhasil! Hari itu aku 'dihibur'  Tuhan dengan me time yang cukup, aku bisa membaca buku dan puas banget. Malamnya aku sudah lupa 'kegagalan' dapat rumah yang kami suka.

Malamnya aku dapat wa dari agen yang pernah tahu kami cari rumah tapi baru aku baca paginya. Kami pernah juga survei sebuah rumah dari dia tapi gak jadi karena harganya gak mau ditawar lagi. Dia mengirimkan foto-foto sebuah rumah dan menawarkan untuk mengantar kami melihatnya. Kami setuju. Kami sudah lihat, kami suka. Harganya memang lebih mahal dari yang sebelumnya gagal kami beli, tapi lokasinya dekat dengan kantorku, sudah ada garasi dan pagar pula (rumah sebelumnya gak ada).  Sekarang kami sedang proses nego. Doakan ya.

Saat aku fokus dengan berkat yang Tuhan beri, Dia melipatgandakan sukacita. Aku mau bergembira karena Tuhan dan bersukacita di dalam Dia. Aku gak tahu apakah Tuhan akan memberikan apa yang aku inginkan dalam waktu dekat ataupun lama, tapi aku mau terus bergembira karena Tuhan.

Palangka Raya, 16 Juli 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Amsal 27

Amsal 27:1-21 Scripture Amsal 27:20 (TB)  Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas.  Observatio...