.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, August 31, 2018

1 Yohanes 5

Scripture
1 Yohanes 5:3 (TB)  Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

Observation
Mengasihi = Menuruti perintah Tuhan
Jadi, kalau selama ini aku terus-menerus gak nmenuruti perintah-perintah Tuhan, jangan-Jimmy aku gak mengasihi Tuhan. Aku gak pernah berkomitmen. Mengasihi seharusnya bukan hanya dengan perkataan, tapi dengan perbuatan. Tindakan berbicara lebih keras daripada perkataan.

Perintah-perintah Tuhan menjadi berat kalau aku gak berkomitmen mengasihiNya. Jika saat mengasihi seseorang saja aku dengan senang hati menurutiNya untuk menyenangkan hatiNya, bagaimana mungkin aku gak melakukan hal yang sama bagi Tuhan untuk menyenangkan hatiNya? 

Aplication
✔️ Perintah-perintah Tuhan terkadang terasa berat, tapi aku mau mengubah mind set. Menuruti perintah Tuhan adalah cara aku menunjukkan kasihku kepada Tuhan.
✔️ Saat terasa berat menurutiNya, aku mau jujur dan bilang : "Tuhan ini berat untuk dilakukan. Tapi karena aku mengasihiMu, aku taat. Amin."
✔️ Aku akan segera melakukan perintah Tuhan dan gak menunda-nunda. Karena saat menunda, kemungkinan aku gak menaati Tuhan jadi lebih besar.

Prayer
Tuhan,  aku mau menaatiMu segera sebagai tanda kasihku padaMu. Amin.

Jakarta , 31 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 30

30 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur hasil rontgen Sara sudah keluar. Diagnosa awal bronkhopneumoni. Semoga setelah didiagnosa bisa diobati sampai sembuh.
2. Bersyukur besok bisa pulang. Sudah kangen peluk anak-anak.
3. Bersyukur barang yang kupesan selama di Jakarta sampai sebelum aku pulang.
4. Bersyukur bisa menonton film bagus tadi subuh, judulnya Life.
5. Bersyukur dengan teman sekamarku aku dapat kesamaan kami dalam beberapa hal, jadi bisa ngobrol enak.
6. Bersyukur Sofia banyak yang menjaga, sewaktu papanya sedang menjaga Sara di RS dan aku dinas, di rumah ada banyak orang. Bersyukur malamnya mama, Om Bambang dan Tante mengantarkan Sofia ke dokter spesialis anak.
7. Bersyukur di depan hotel ada nasi goreng yang murah. Lumayan buat makan malam.
8. Bersyukur bisa ngajarin dr. Nadya Excel, hahahaha. Kapan lagi aku ngajarin dokter. Lol.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur aku dan suami selalu bagi tugas ngurus anak. Kalau lagi bareng, otomatis pegang satu anak. Bersyukur sekali, gak kebayang ngurus anak sendirian.

Jakarta, 30 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Thursday, August 30, 2018

1 Yohanes 3

Scripture
1 Yohanes 3:22 (TB)  dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

Observation
Apa yang diminta ➡️ Kita memperoleh.
Karena :
➡️ Menuruti segala perintah-Nya
➡️ Berbuat apa yang berkenan kepada-Nya
Gak sekedar melakukan sesuai perintah Tuhan  tapi lakukan yang berkenan. Berkenan berarti menyenangkan Tuhan, membuat Tuhan tersenyum. Bukan sekedar boleh gak boleh tapi ini menyenangkan Tuhan atau nggak.

Aplication
✔️ Aku mau melakukan yang menyenangkan Tuhan. Saat dihadapkan pada pilihan melakukan sesuatu, tanyakan ke Tuhan: Ini menyenangkan Tuhan gak, ini membuat Tuhan tersenyum gak. Lalu lakukan!

Prayer
Tuhan, aku rindu menyenangkanMu. Berikanlah aku kepekaan untuk tahu mana yang menyenangkan Tuhan dan sukacita melakukannya. Kalau Tuhan berkenan aku minta Sara sembuh Tuhan, supaya gak perlu lama di RS. Berkati tangan-tangan yang merawat dia di IGD ya Tuhan. Tapi kalau memang dia perlu rawat inap, tolong dia ya Tuhan. Aku minta kesembuhan yang dari Tuhan. Tolong kami Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 29 Agustus 2018
-Mega Menulis-

1 Yohanes 4

Scripture
1 Yohanes 4:11 (TB)  Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Observation
*jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.*
Sedemikian apa Allah mengasihi? Bagaimana Allah mengasihiku? Waktu aku bertanya seperti itu ke diriku sendiri, aku langsung memikirkan salib. Sedemikianlah Allah mengasihiku, DENGAN PENGORBANAN. Jadiiii.... Jika aku mau mengasihi orang lain, aku harus bersedia berkorban baginya. Kalau aku belum berkorban, aku belum mengasihi. Sesederhana itu. Kalau aku mengasihi dengan sukacita aku akan berkorban, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagi dia yang kukasihi.

Aplication
✔️ Bagaimana aku berkorban bagi dia yang kukasihi?
- Melepaskan apa yang aku anggap hakku demi membuat orang lain merasa dikasihi.
- Menyangkal diri.
- Melakukan yang terbaik bagi orang lain dengan gak memikirkan diri sendiri.

Prayer
Tuhan, ajar aku mengasihi mereka di sekelilingku dengan pengorbanan. Sekalipun dari hal terkecil, aku mau belajar berkorban. Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan contoh bagaimana mengasihi. Amin.

Jakarta, 30 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, August 29, 2018

August Challenge : Day 29

29 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur acara di pusat hari ini selesai.
2. Sara masuk IGD pagi tadi, bersyukur segera ditangani dan diinfus. Dicek darah, hasil labnya bagus. Dirontgen tapi hasilnya belum. Keadaannya makin baik terakhir malam kutelpon.
3.  Bersyukur sehabis acara bisa ke GBK dan berfoto menunjukkan kehadiran di momen ASIAN GAMES.
4. Bersyukur bisa makan bebek kaleyo di Jakarta setelah sekian lama gak makan.
5. Bersyukur bisa mengenal satu lagi teman kantor secara pribadi melalui perjalanan dinas kali ini.
6. Bersyukur ada yang menemani Sofia selama Sara dan papanya di RS.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur suami sangat tenang mengurus Sara di RS. Bersyukur suami sangat dekat dengan anak-anak kami.

✔️ Bilang makasih dan I love you ke suami via WA.

🙏 Tuhan, terima kasih karena suami gak panikan dan selalu tenang saat menghadapi masalah. Terima kasih karena suamiku menjaga Sara di RS dengan setia. Aku bersyukur buat apa yang sudah dilakukannya untuk menjaga keluarga kami. Terima kasih Tuhan. Amin.

Jakarta,  29 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 28

28 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur bangun subuh dan sempat sate, acara padat dan capek sekali semalam. Dah ngira bakal bangun telat eh gak pake alarm kebangun di jam biasa ngasih minum Sofia.
2. Bersyukur bangun subuh bisa ngobrol chat WA dengan Melva dan Neli. Bisa sharing banyak hal.
3. Bersyukur panas Sara berangsur turun gak seperti malam-malam sebelumnya.
4. Bersyukur di rumah banyak yang bantuin suami ngurus anak-anak, ada mamah dan adek-adekku
5. Bersyukur ada di komunitas BRG yang saling support, benar-benar ada kasih di sini.
6. Bersyukur bisa menyelesaikan RKA KL bidang Rehabilitasi.
7. Bersyukur bisa video call dengan the girls.
8. Bersyukur Sara aktif main walaupun agak susah makannya.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur sekali karena suami ngasih izin pergi dinas. Jadi belajar beberapa hal baru di sini.

Jakarta, 28 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Tuesday, August 28, 2018

1 Yohanes 2

1 Yohanes 2

Scripture
1 Yohanes 2:6 (TB)  Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Observation
Kristus telah mati untuk semua orang supaya mereka tidak hidup untuk dirinya, tetapi untuk dia yang telah mati dan dibangkitkan bagi mereka. Jadiiii.... *Aku wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup*. Selama ini orang Israel menerima 10 perintah Tuhan sebagai hukum yang harus ditaati dan ternyata mereka sering gagal menaatinya. Begitu juga denganku, aku sering sekali gagal menaati Tuhan. Kristus adalah firman yang menjadi manusia, Dia menunjukkan bagaimana seharusnya mengasihi Allah dan sesama. Kristus menjadi teladan dan model hidup orang percaya. Bersyukur ada Kristus yang menunjukkan bagaimana hidup yang berkenan di hadapan Allah. Kristus menunjukkan bahwa manusia punya kuasa melawan dosa.

Aplication
✔️  Bayangkan Yesus ada di tempat istimewaku setiap hari dan pikirkan apa yang akan Dia lakukan saat menghadapi situasi yang kuhadapi, lalu aku HARUS melakukan yang Yesus lakukan.

Prayer
Tuhan Yesus, ampuni aku saat sering mengikuti kehendakku sendiri, aku mau melakukan yang Engkau lakukan saat ada di tempat istimewaku bahkan di saat aku gak menginginkannya. Tolong aku Tuhan. Amin.

Jakarta, 28 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Monday, August 27, 2018

August Challenge : Day 27

27 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur Sara walaupun panas, tidurnya enak semalaman. Malahan bangun siang, jadi bisa istirahat agak panjang dia.
2. Bersyukur sebelum pergi sempat kasih susu Sofia dan suapin Sara.
3. Bersyukur Tuhan sertai perjalananku ke Jakarta.
4. Bersyukur akhirnya jam 7 malam bisa masuk kamar setelah acara full seharian, capek banget. Bersyukur bisa berbaring dan meluruskan badan.
5. Bersyukur bisa video call dengan suami dan ngelihat Sara dan Sofia. Kangen banget dengan mereka.
6. Bersyukur anak-anak gak rewel selama ditinggal.
7. Bersyukur ketawa-ketawa karena teman sekamarku lupa nomor kamar kami.
8. Diajak teman sekamarku keluar dan aku kecapekan jadi gak ikut. Bersyukur kalau dipikir-pikir, gak usah keluar duit, hahahahaha.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur suami sudah sehat.
- Bersyukur suami benar-benar handle the girls dengan baik. Bersyukur suami benar-benar family man.

✔️ Bilang makasih ke suami lewat WA karena sudah jagain the girls dengan baik.

🙏 Tuhan, tolong suamiku untuk menjaga anak-anak kami. Berikan kekuatan, kesabaran, semua yang dia butuhkan. Terima kasih buat suami yang luar biasa ini ya Tuhanku. Amin.

Palangka Raya, 27 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 26

26 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur Sara masih aktif bermain meskipun kurang sehat dan badannya masih panas.
2. Bersyukur siang sempat ke Hypermart dan Sara senang sekali naik troli, sewaktu naik troli bisa minum lumayan banyak.
3. Bersyukur ada diskon di Hypermart untuk beberapa item.
4. Bersyukur Sara dibelikan ontinya puding yang dia suka.
5. Bersyukur bisa nitip beli obat di apotek sama Oka dan Icha.
6. Bersyukur Sara dapat sepeda dari sepupuku, second tapi masih bagus banget. Bersyukur punya sepupu yang apik sekali dengan barangnya
7. Bersyukur walaupun sakit Sara masih mau makan walaupun gak banyak.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur keadaan suami sudah jauh lebih baik karena ke dokter semalam disuntik.

✔️ Aku menawarkan diri mengambil alih beberapa pekerjaan suami supaya suami bisa istirahat.

🙏 Tuhan, terima kasih karena suamiku bisa dipercaya saat ditinggalkan dengan anak-anak. Dia sangat telaten mengurus anak kami. Amin.

1 Yohanes 1

Scripture
1 Yohanes 1:9 (TB)  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Observation
Saat aku berbuat dosa, Allah tetap Bapaku, posisiku sebagai anak tetap tapi relasi kami rusak. Disiplin pengakuan dosa sangat perlu dilakukan, supaya relasiku dan Allah menjadi manis. Tidak ada perasaan tertuduh dan iblis gak beroleh kesempatan saat aku mengakui dosa yang kubuat di hadapan Tuhan. Aku pernah baca analogi seperti ini, dosa itu seperti rumput-rumput liar yang menganggu pertumbuhanku. Kalau gak segera dicabut maka akan semakin banyak dan besar, semakin susah untuk mencabutnya.Selagi masih kecil.

Aplication
✔️  Aku mau mengakui setiap dosa di hadapan Tuhan, belajar berkata, "Tuhan, aku berdosa karena melakukan....(sebutkan dosanya). Ini adalah kejijikan di mata Tuhan. Ampunilah aku ya Tuhan.Aku mau berhenti melakukannya dengan pertolonganMu.Amin"
✔️ Belajar memandang dosa seperti Tuhan memandang dosa. Setiap dosa adalah kejijikan di mata Tuhan.

Prayer
Tuhan, aku mau mengakui segala dosaku dan menerima pengampunan dari Tuhan. Aku mau merayakan anugerah keselamatan dari Tuhan setiap hari. Terima kasih Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 27 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Sunday, August 26, 2018

Ester 10

Ester 10

Scripture
Ester 10:3 (TB)  Karena Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros, dan ia dihormati oleh orang Yahudi serta disukai oleh banyak sanak saudaranya, sebab ia mengikhtiarkan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan bagi semua orang sebangsanya.

Observation
Mordekhai dihormati oleh orang Yahudi dan disukai saudaranya karena dia mengusahakan yang baik bagi bangsanya dan berbicara untuk keselamatan mereka. Padahal Mordekhai orang kedua di kerajaan itu setelah sang raja, tapi dia tidak melupakan bangsanya. Dia menjadi berkat bagi bangsanya. Dia tidak mencari keuntungan diri sendiri tapi juga orang lain. Mordekhai gak egois.

Aplication
Aku diingatkan untuk gak egois dan gak memikirkan kepentingan sendiri. Sejujurnya, saat ini aku banyak memikirkan keperluan sendiri dan kurang memikirkan keluarga yang lain. Sejak menikah dan punya anak, aku emang fokus memikirkan suami dan anak-anakku, tapi aku diingatkan kalau aku juga seorang anak dan kakak, mamahku dan adek-adekku masih memerlukan perhatianku. Aku harus menyediakan waktu juga bagi mereka.

Prayer
Tuhan, ampuni aku kalau gak terlalu memperhatikan mamah, Adi dan Ruri. Mampukan aku untuk tetap memberkati mereka ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 26 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 25

25 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur tadi pagi Sara dibelikan bubur ayam dan hampir habis. Bersyukur walaupun sakit Sara masih mau makan walaupun sedikit.
2. Bersyukur orang Puskesmas jeli dengan kondisi Sofia yang masih batuk, walaupun ditunda imunisasinya, gak papa. Yang penting sudah dikasih obat. Bersyukur Sara sudah berobat juga di Puskesmas.
3. Bersyukur aku sehat, gak kebayang kalau kondisinya kami semua sakit. Semoga suamiku dan anak-anakku sehat sebelum aku pergi dinas.
4. Bersyukur hari ini kripik laku lagi.
5. Sudah lama gak makan daun singkong tumbuk. Bersyukur Oka masak sayur daun singkong tumbuk hari ini.
6. Bersyukur pesanan pempek Bella dari Banjarmasin sudah datang.
7. Bersyukur buat firman Tuhan yang menguatkan hari ini.
8. Bersyukur hari ini beberapa kali lihat Sofia bisa tengkurap sendiri.
9. Bersyukur suamiku berobat ke dokter dan agak baikan karena disuntik.
10. Bersyukur suami sempat beli obat penurun panas dari dubur buat Sara sebelum ke dokter jadi sewaktu panas malam bisa terpakai.
10. Bersyukur Sara panas pas ada sepupuku Dita, jadi lumayan tenang.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur suami bisa istirahat seharian.
- Bersyukur suami benar-benar berupaya untuk sehat.

✔️ Hari ini aku full ngurusin anak-anak karena suami sakit.

🙏 Tuhan, sembuhkan suamiku dan Sara ya Tuhan. Berikan kami kekuatan dan kesabaran ekstra dalam menjaga Sara. Tolong kami Tuhan, kami gak berdaya tanpaMu. Amin.

Palangka Raya, 25 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Saturday, August 25, 2018

Ester 9

Ester 9

Scripture
Ester 9:28 (TB)  dan bahwa hari-hari itu akan diperingati dan dirayakan di dalam tiap-tiap angkatan, di dalam tiap-tiap kaum, di tiap-tiap daerah, di tiap-tiap kota, sehingga hari-hari Purim itu tidak akan lenyap dari tengah-tengah orang Yahudi dan peringatannya tidak akan berakhir dari antara keturunan mereka.

Observation
Luar biasa apa yang diperbuat Allah. Allah dapat mengubah keadaan hanya dalam sekejap. Bangsa Yahudi yang hampir saja punah, dalam sekejap dijadikanNya bangsa pemenang atas musuh-musuhnya. Tidak sekali pun nama Allah atau Tuhan disebutkan dalam kitab Ester, tapi pekerjaan tanganNya nyata. Allah bekerja menjaga anak-anakNya dengan setia.  Tuhan setia.

Aplication
Saat ini aku sedang kuatir. Dari dua hari yang lalu, suamiku sakit demam, batuk dan pilek. Sudah mulai baikan sih, jadi aku percaya dia segera sembuh. Aku berharap segera sembuh, karena Senin depan sampai Jumat aku harus dinas ke Jakarta. Sempat aja lah pemulihan beberapa hari ini, sebelum aku berangkat dah sembuh pikirku. Eh, tahu-tahu semalam Sara panas dan Sofia batuk. Dikasih Sanmol sebelum tidur deh, pagi ini Sara panas lagi sampai 38,  sekian. Aku kuatir, apalagi ingat dua bulan lalu Sara panas tinggi dan dirawat beberapa hari di RS. Pikiranku sudah macam-macam nih. Mana mau dinas, tiket dah dibeli, eh orang rumah malah sakit. Bacaan hari ini ingatkan aku, Allah berkuasa, Dia sanggup balikkan keadaan dalam sekejap. Jika Dia berkenan, orang rumah pasti sembuh sebelum berangkat. Aku belajar percaya, Tuhan pegang kendali atas setiap keadaan. Aku gak perlu kuatir. Lakukan bagianku dan Allah akan lakukan bagianNya dengan setia.

Prayer
Tuhan, aku serahkan suamiku dan anak-anakku ke dalam tangan kasihMu. Engkau sanggup sembuhkan mereka, aku percaya kesembuhan adalah bagian mereka. Hanya aku kuatir mereka masih sakit saat aku berangkat, siapa yang akan mengurus mereka, bagaimana suamiku sendiri mengurus anak-anak. Tapi aku mau belajar percaya,  Tuhan bisa ubah keadaan dalam sekejap. Aku percaya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 25 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 24

24 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur hari ini ulang tahun ke-2 Sara, pertumbuhannya luar biasa.
2. Bersyukur siang, mamaku masak sop tulang yang enak banget, kaldunya endes.
3. Bersyukur bisa senam pagi ini. Aku jarang sekali olahraga, jadi bisa senam tiap hari Jumat sungguh berkat Tuhan.
4. Bersyukur pekerjaan input data sampai Juli di aplikasi e-monev Bappenas sudah selesai. Walaupun angkanya masih ada yang sinkron tapi tinggal cek aja sedikit.
5. Bersyukur ada motor mama jadi siang aku bisa ke kantor sendiri gak mesti diantar suami, bersyukur aku bisa naik motor. Teringat aku baru bisa naik motor pas sudah kuliah.
6. Bersyukur pulang kantor sempat mampir ke KPD, beli popok, susu san sabun anak-anak.
7. Bersyukur ada Oka dan Novi yang bisa dititipin beli donat buat Sara.
8. Bersyukur kami sekeluarga bisa berkumpul menyanyi lagu selamat ulang tahun untuk Sara.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur karena suami tipe yang care sama kesehatannya. Kalau dia sakit, dia disiplin untuk istirahat dan minum obat.

✔️ Biasanya aku diantar suami balik ke kantor lagi waktu istirahat, tapi hari ni aku bawa motor sendiri karena mau beri kesempatan buat suami untuk istirahat 

🙏 Tuhan, sembuhkan suamiku ya Tuhan. Percepat pemulihannya. Amin

Palangka Raya,  24 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Friday, August 24, 2018

August Challenge : Day 23


Gratitude Challenge
1. Bersyukur bawa 10 bungkus kripik singkong buat dijual ke kantor hari ini laku semua. Bersyukur hari ini berhasil jual hampir 40 bungkus kripik.
2. Bersyukur dapat pinjaman laptop dari kantor buat dibawa dinas hari Senin nanti ke Jakarta.
3. Bersyukur malamnya bisa jalan sama suami dan Sara walaupun suami kurang sehat, bisa makan baksa panas-panas.
4. Bersyukur di kantor ada stok obat dan vitamin jadi bisa diminta.
5. Bersyukur kemarin mulai input aplikasi dan mulai mengerti caranya.
6. Bersyukur kemarin sudah ke rumah ibu penjual di  Tingang dan klasifikasi beberapa hal.

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur karena suami mengizinkan dinas minggu depan, bahkan mensupport, padahal lumayan lama.
- Bersyukur punya suami yang gak pernah canggung mengurus anak sendirian.
✔️ Suami gak enak badan jadi aku tawarkan pijat.
 Tuhan, tolong berikan kesehatan buat suamiku ya Tuhan.Pulihkanlah kekuatannya ya Tuhan. Amin
 
Palangka Raya, 23 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Ester 8

Ester 8

Scripture
Ester 8:8 (TB)  Tuliskanlah atas nama raja apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja, karena surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali."

Observation
Ngeri sekali pasti awalnya buat Mordekhai dan Ester. Haman si jahat sudah menerima akibat perbuatannya, tapi ternyata masalah baru muncul, perintah raja sebelumnya tidak bisa ditarik. Satu bangsa akan menemui akhir hidupnya kalau tidak ada solusi. Puji Tuhan, Mordekhai dapat hikmat dari Tuhan dan ada solusi. Aku belajar:
- Setiap keputusan ada akibatnya, apalagi keputusan seorang raja. Perlu memiliki hikmat dari Tuhan untuk mengambil keputusan yang benar. Perlu dikelilingi orang-orang yang benar supaya bisa memberi saran yang bijak, gak asal terima semua saran.
- Mordekhai memiliki hikmat dari Tuhan sehingga aku tak untuk perkara yang seperti gak ada jalan keluar pun, Tuhan beei petunjuk.

Aplication
✔️ Aku harus cari Tuhan dan hikmat dariNya supaya bisa memutuskan perkara sesuai kehendakNya.
✔️ Sebagai isteri aku harus memberikan pertimbangan bijak bagi keputusan yang diambil suami.
✔️ Aku bersyukur dikelilingi orang-orang yang benar, bukan hanya yang sependapat denganku. Orang-orang yang berani menegur bahkan memberi masukan yang gak aku sukai demi kemuliaan Tuhan.

Prayer
Tuhan, tolong aku, terutama sebagai istri supaya bisa memberikan pertimbangan yang benar dan mensupport suami dengan ucapan harus bibirku. Aku mau mencari Tuhan lebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu. Amin.

Baca lantang Mazmur 3x. DONE.

Palangka Raya, 24 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Ester 7

Ester 7

Scripture
Ester 7:3 (TB)  Maka jawab Ester, sang ratu: "Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba.

Observation
Ester memohon dengan perkataan yang manis, dia meminta belas kasihan Raja dengan sopan. Ucapan Ester enak didengar, tidak memaksa, tidak merengek. Ester gak asal ngomong. Pastinya kalimat tersebut dipikirkan sebelum diucapkan.

Aplication
✔️ Aku perlu belajar dari teladan Ester yang mengucapkan perkataan yang manis, gak asal ngomong sekalipun emosi. Tetap punya pengendalian terhadap lidah.

Prayer
Tuhan, Engkau tahu betapa parahnya mulutku kalau sedang emosi. Tolong aku supaya dapat menguasai diri, terutama lidahku. Amin.

Baca lantang Mazmur 3x. DONE.

Palangka Raya, 23 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Thursday, August 23, 2018

August Challenge : Day 22

22 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Baru bangun pagi,  kalimat pertama yang terucap dari Sara, "Selamat pagi Sofia". Bersyukur melihatnya.
2. Ketawa geli tiap lihat Sara minta digendong juga sewaktu papanya gendong Sofia. Nasib si Papa punya 2 anak gadis, semua minta gendong papanya. Bersyukur papanya kuat gendong the girls, hahaha.
3. Indahnya keberagaman, pagi-pagi dah dapat undangan sarapan lontong dan nasi kuning dari Om dan Tante yang merayakan Idul Adha. Bersyukur sekali.
4. Julak Icha kasih dua boneka buat Sara dan langsung diberi nama Bebel dan Kindi. Bersyukur tiap melihat koleksi boneka Sara, rata-rata dikasih saudara dan teman.
2963
5. Bersyukur pagi ini bisa syuting ayat hapalan bulan ini. Sekali take, berhasil! Yay!
6. Bersyukur  Ruri dan Dita dapat daging kurban. Bersyukur mamah masak rendang.
7. Bersyukur malam keliling cari sate buat Sara dan dapat walaupun agak lama bisa jalan keliling naik motor

Pray and  Bless Husband Challenge
- Bersyukur karena suami selalu menghargai nilai uang, seberapa pun nilainya, dia gak pernah sembarangan memakainya.
- Bersyukur karena suami bukan orang yang pendendam.

✔️ Inisiatif ajak olahraga bareng.

🙏 Tuhan, terima kasih karena suamiku bukan orang yang pendendam dan bisa meredakan amarahku. Terima kasih Tuhan. Amin

Palangka Raya, 22 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, August 22, 2018

Ester 6

Ester 6

Scripture
Ester 6:2 (TB)  Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros.

Observation
Saat seseorang berbuat baik, biasanya orang ingin mendapat 'upahnya' segera. Aku gak tahu dengan pasti, apakah Mordekhai kecewa atau tidak saat menyelamatkan raja gak mendapatkan ganjaran seketika. 'Cuma'  dicatat dalam buku kerajaan, buat apa? Bisa saja kan Mordekhai berpikir demikian. Aku saja berpikir begitu waktu pertama kali membaca kisah Mordekhai. Membaca cerita Mordekhai, aku teringat ayat ini:
Galatia 6:9 (TB)  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Waktu Tuhan untuk Mordekhai menuai perbuatan baiknya sangat tepat, gak terlalu lambat dan gak terlalu  cepat. Mordekhai gak cuma mendapat ganjaran kehormatan bagi dirinya sendiri, tapi dia beroleh kesempatan menyelamatkan bangsanya.

Aplication
✔️ Aku gak boleh jemu berbuat baik.

Prayer
Tuhan, terkadang aku capek melakukan yang baik, tapi tolonglah aku ya Tuhan supaya gak bosan melakukannya. Amin.

Baca lantang Mazmur 3x. DONE

Palangka Raya, 22 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 21

21 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur karena dapat sarapan kue dan makan siang di kantor karena ada rapat.
2. Bersyukur pagi tadi sempat suapin Sara makan, biasanya gak sempat.
3. Bersyukur hari ini pakai seragam hitam di kantor, hahahaha. Aneh ya, tapi aku selalu senang kalau pakai seragam hitam. Gak gampang kotor sih.
4. Bersyukur bisa makan siang bareng suami.
5. Bersyukur bisa posting tulisan baru di blogku selain rhema saat teduh.
6. Bersyukur uang makan kantor sudah masuk di rekening.
7. Bersyukur ada kripik singkong yang diantar lagi buat dijual.
8. Bersyukur sudah mulai hapal ayat hapalan bulan ini, biarpun masih miss 2-3 kata.

Pray and  Bless Husband Challenge
Bersyukur karena suami perhatian dan mau melayani, dari hal yang sederhana. Kami suka pakai
gelas bareng pas makan. Jadi kalau kami makan bareng dan air di gelas habis, dia gak menunggu atau meminta aku ngisi. Dia bersedia mengisi bahkan saat hanya tinggal aku yang minum.

🙏 Tuhan, terima kasih buat perhatian suami dari hal yang kecil sekalipun. Aku bersyukur.

Palangka Raya, 21 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Tuesday, August 21, 2018

Sehati Sepikir dengan Suami, Mungkinkah?

Roma 12:16 (TB)  Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Sewaktu membaca kalimat ‘sehati sepikir dalam hidupmu bersama’. Aku langsung memikirkan suamiku. Tsahhh…. Aneh deh, dulu-dulu baca ayat ini gak mikirin suami (ya iya lah, belum punya suami.LOL). Maksudku, sebenarnya latar belakang ayat ini ditulis bukan membicarakan hubungan suami istri saja, tapi bagiku kini ayat ini bener-benar merhema saat diaplikasikan dalam hubungan dengan suami.

Selama tiga tahun menikah ini aku gak selalu sehati sepikir dengan suami. Aku ingin suami mengerti isi hati dan pemikiranku, aku ingin yang terbaik buat keluarga kami. Aku menganggap pemikiranku saat berbeda dengan suami lebih baik. Padahal, dalam hidup kami bersama, ayat di atas benar-benar harus aku lakukan. Sempat mikir, harusnya suami juga baca ayat ini dong supaya dia juga berusaha sehati sepikir denganku dan gak merasa benar sewaktu kami berdebat. Tapiiii.... Aku teringat kalau suamikulah kepala keluarga kami. Aku yang harusnya lebih dahulu berusaha sehati sepikir dengannya. Aku yang harusnya tunduk sama suamiku. Firman Tuhan berkata demikian:

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Efesus 4:22-23

Masalahnya, bagaimana tunduk dengan suami saat aku gak setuju dengan suami? Kalau jelas-jelas pendapat suami bertentangan dengan Firman Tuhan, udah jelaslah ya harus gimana. Tapi bagaimana dengan perkara yang Tuhan gak kasih batasan tertentu? Apakah harus tetap tunduk?  Roma 12:16 meminta kita sehati sepikir dalam hidup bersama, mengarahkan diri kepada perkara-perkara yang sederhana dan gak menganggap diri sendiri pandai. Ketiga hal ini setidaknya menolongku untuk tunduk pada suami.

Sehati sepikir

Sudah pasti kami gak mungkin sehati sepikir awalnya dalam segala hal. Tapi tentunya aku harus berusaha MENGERTI ISI HATI DAN PIKIRAN SUAMI. Belajar mendengarkan lebih dulu, banyak mendengar daripada berbicara, berempati supaya mengerti maksud suami,gak ngotot dituruti. Dan saat sesuatu diputuskan, aku perlu tunduk sama keputusan suami. Aku harus sudah sehati sepikir dengannya sewaktu perkara sudah diputuskan. Aku harus satu suara. Aku harus melakukan keputusan tersebut dengan sukarela dan senang hati, bukan dengan hati yang bersungut-sungut. Aku harus berdoa supaya keputusan ini mendatangkan berkat bagi kami. Bukannya berharap kalau keputusan suami salah dan pendapatku yang benar. Kalau pun keputusan suami salah, aku gak boleh bersukacita atasnya dan berkata, "Tuh kan, benar kan yang kubilang?". Tetap bersikap manis ke suami dan respect apapun yang terjadi, bahkan saat gak sependapat.

Hal yang paling susah adalah saat kita gak share the same concern. Tapi di situlah tantangannya, apakah kita bisa berkomunikasi dengan baik dengan suami. Aku dan suami beda dalam beberapa hal, salah satunya, aku pernah baca kalau di atas 2 tahun anak-anak ga perlu banyak minum susu, karena bisa dapat kalsium dari sumber makanan yang lain. Udah aku informasikan ke suami, tapi dia pengen Sara tetap minum susu tiap hari. Dia pikir aku ngomong gitu karena pengen berhemat. Iya juga sih , bisa berhemat kalau gitu, di bagian ini He know me so well lah, hahaha. Suami pernah cerita kalau dia terbiasa sewaktu kecil dapat asupan susu selama sekolah. Dalam hati aku berucap,”Iya lah, itu kan zaman dulu”. Ya sudah lah, gak esensi juga, ngapain kita ngotot. Banyak hal sih yg kami beda pendapat. Bener, pas dikomunikasikan jadi lebih ngerti. Walaupun masih ga sependapat, kalau ga esensi, aku belajar ga ngotot. Lelah. Bikin suasana gak enak juga. Kalau suami belum bisa terima, jangan dipaksa, pelan-pelan saja bu ibu….^^ Kadang gatel ngomong gini : Stop aja Sara dikasih susu ntar umur 2 tahun, dah gak perlu susu lagi, gak guna! Jangan dibawa-bawa kebiasaanmu kecil. Udah beda nih zamannya. Tapiiii….Lebih baik jadi ajang diskusi aja dengan suami saat beda pendapat.

Contoh lain, suami termasuk strict banget urusan bersih-bersih. Misal Sara main, terus belum diberesin dah minta baca buku. Aku sih langsung kasih aja, ntar aja beres-beresnya, daripada ntar dia menghambur lagi mainannya. Suami gak dong, maunya langsung dibersihkan. Astagaaa.... Capek kan. Wong anak bolak-balik kalo dah main. Dulu kalau kesel, aku biarin aja suami yang beresin. Sekarang baru nyadar kalau suami maksudnya baik. Kalau berhamburan, Sara bisa jatuh (pernah kejadian). Terus Sara gampang gak fokus kalau semua mainan dan buku dilihatnya bersamaan. Seringkali yang penting taat dulu, belakangan baru ngerti. Kalau didebatin ma gak bakal ngerti. Susah benget lo untuk segera taat, makanya harus dilatih. Marriage life is sanctifying, kehidupan pernikahan itu sungguh akan terus menguduskan kita, yang terutama dari KEEGOISAN.  Aku harus mengakui kalau aku gak mau membereskan mainan Sara segera karena aku malas. Aku egois. Aku harus berubah.

Arahkan diriku kepada perkara yang sederhana. 

Saat konflik terjadi dengan suami karena aku gak sepikiran dengan dia, atau karena apapun, aku perlu fokus untuk memikirkan perkara yang sederhana : kalau aku mengasihi suami, aku harus tunduk dengannya. Adu otot leher ga akan memghasilkan apa-apa, berdebat dan bertengkar cuma menghasilkan perpecahan. Fokus pada hal sederhana, yakni mengasihi suami (mengasihi suami=tunduk padanya). 

Kapan hari juga, pas lagi live IG Pearl untuk pertama kali aku dah ngomong sama suami, eh… tahu-tahu disuruh ngapain (ngelipat pakaian kalau gak salah), kesel kan. Nanti-nanti kan bisa ya? Kenapa mesti sekarang? Mulut ini dah sempet mau ngomel, tapi aku menahan diri. Udahlah, ngapain ngomel. Toh aku gak kehilangan apa-apa kalau nurut suami. Yo wes, manut dah. Simple? Gak gampang ini. Beneran deh. Tapi ini yang namanya pursue peace in relationship, apalagi untuk hal yang gak krusial yah mending ditinggalin aja. Aku masih terus latihan untuk bisa taat sama suami segera saat itu juga. Berat bo. Kalau sudah terasa berat gitu aku membayangkan, aku mau anak-anakku taat dengan segera, nah kalau aku aja ngasih teladan gitu, gimana ntar?

Lalu, saat aku melakukan perintah suami segera, ternyata aku juga sedang berlatih melakukan perintah Tuhan dengan segera lo. Bagaimana aku mau taat sama Tuhan yang gak terlihat kalau sama suami yang terlihat saja aku gak bisa taat? Aslinya, aku sangat egois, aku sering hitung-hitungan lo dengan suami. Makanya untuk benar-benar taat aku perlu lebih banyak latihan, terkadang aku gagal, terkadang berhasil.

Jangan menganggap diriku pandai. 

Ini jleb jleb jleb banget buatku. Jangan "menggurui" kalau ngomong sama suami,  it can hurt his "man-pride". Ini sulit sekali. Apalagi kalau aku merasa lebih tahu. Tapiiii...aku perlu terus tanamkan dalam hati kalau suamiku adalah kepala atas keluarga kami. Aku leher yang mendukung kepala tetap tegak. Aku gak perlu memikirkan bagaimana caranya supaya pendapat dan pemikiranku diterima, tapi bagaimana supaya pemikiran dan pendapatku memperkaya suami dan dia bisa mengambil keputusan terbaik sesuai yang Tuhan mau.

Ci Lia pernah sharing kutipan dari mentornya (John itu nama suami mentornya) :

Church structure is similar to family structure, men are in leadership as protectors and providers; women operate under their authority. Different positions but equal in value and importance. In the home, I speak my mind freely but respectfully (I hope!) to my husband.  I reserve the right to be a person and to think for myself. If we disagree and cannot come to an agreement, I defer to his decision because there must be order. If I am to teach women or children, I like to know that John knows what I am talking about and supports it because I want the protection of being under his authority.

Sebagai istri, aku harus belajar untuk tunduk pada suami meskipun aku gak setuju karena suami adalah kepala, pembuat keputusan. Diskusi tentu saja boleh, berdebat juga boleh, tapi saat keputusan harus diambil dan kami gak bisa sependapat, maka itu saatnya aku harus belajar membiarkan suami yang mengambil keputusan untuk memimpin. Dengan demikian suamiku bisa bertumbuh dan berfungsi sebagaimana yang Tuhan inginkan. Aku harus jadi ‘penolong’ baginya memutuskan yang terbaik sesuai yang Tuhan mau dan dalam menjalani keputusannya.

Kalau gak rela hati mau dipimpin, pasti tekanan batin banget. Apalagi pas ketemu hal yang menurut kita ga esensi tapi suami ngotot. Kalau dah gitu sih, kembali ke poin dia adalah pemimpin dalam keluargaku, kalau aku meragukan kepemimpinannya, kalau aku gak tunduk, gimana ntar anak-anak bisa tunduk. Kami lagi ngajarin Sara buat taat, baru hal simple sih seperti kalau dipanggil langsung jawab dan datang gitu sih. Itu aja susah banget. Bingung aku. Terus kepikiran, aku 'maksa'  sara buat taat, akunya gimana, dah kasih contoh belum. Dari situ juga sih aku bener-bener belajar kasih teladan.

 

Beberapa waktu yang lalu, aku menerima sebuah challenge dari Ci Lia dan kali ini izinkan aku menantang pembaca Pearl yang sudah menikah, challengenya seperti ini:

Selama sebulan harus berdoa setiap hari buat suami dan bilang terima kasih ke suami SETIAP HARI. Pokoknya KUDU WAJIB HARUS temukan 1 hal yang disyukuri tentang dia, boleh berupa hal yang dia lakukan, atau karakternya yang kamu sukai, pokoknya tentang apa aja. KALAU SAMPAI GAK ADA, maka HARUS melakukan sesuatu yang menunjukkan respect dan kasih ke suami, sediakan waktu untuk menunjukkannya ke suami setiap hari. Sekreatif mungkin, boleh bilang langsung, lewat WA/SMS, masakin makanan kesukaannya , belikan kesukaannya, kasih notes, dll.

Bagiku pribadi, challenge ini benar-benar 'menantang'. Hahahaha. Kadang berasa gak ada yang bisa disyukuri. Apalagi kalau lagi kesel. Boro-boro mau blessing dan menyenangkan suami, wong aku lagi kesel. Ya gak sih?

Pernah suatu kali kejadian gini : Di suatu siang yang panas banget, aku beli dua cup minuman dingin, aku sebelumnya sudah tawarin suami, dia bilang gak mau, ya sudah aku cuma beli 2, buatku dan Sara. Eh, tahu-tahu pas aku dan Sara minum, suami pengen. Kesel dong aku. Tapi kupikir, aku kan mau blessing suami setiap hari, yo wes, beli aja lagi. Eh tapi aku emak-emak hemat, hahaha. Jadi akhirnya, aku minum punyaku sedikit dan kasih suami. Suami sampai gak percaya, soale dia tahu aku sempat kesel, hahahaha. Dan biasanyaaa…jangan harap aku melakukan itu, hahaha. Tapi aku senang lo melakukan itu. Apalagi melihat ekspresi gak percaya suami.Worth it. ^^V

Aku harus mengakui, dalam menjalani challenge tersebut ada kalanya sangat sulit untuk menemukan hal yang bisa disyukuri. Tapi paling ngga, ya itu tadi. Kalau gak bisa melakukan sesuatu yg menyenangkan suami, aku jadi gak mau bikin kesel dia. Saat aku berkomitmen mengikuti challenge ini, aku merasakan responku ke suami berubah, jadi lebih sabar, lebih kontrol omongan, pengen blessing suami dan menyenangkan dia. Dan lagi, ternyata sewaktu aku komitmen doain suami setiap hari, hal pertama yang Tuhan ubah adalah diriku sendiri, bukan suami. Aku jadi bercermin dan banyak dibentuk Tuhan bagaimana menjadi istri yang baik buat suamiku. Aku berlatih punya sweet attitude menghadapi suami dalam segala keadaan, khususnya saat kami gak sependapat dalam hal-hal tertentu atau saat suami melakukan hal yang biukin kesal.

 

Suatu kali, suami membeli barang yang menurutku harganya lumayan (padahal kami sedang menabung buat dp rumah). Baru dikasih tahu setelah dibeli. Reaksi spontanku biasanya ngomel atau ngambek. Aku diam seketika. Tapi lalu aku mikir, kalau aku marah, apakah akan mengubah keadaan? Toh sudah dibeli. Kalau aku ngomel cuma akan buat suasana jadi gak enak. Kalau aku nyuekin suami dan ngambek berhari-hari, emang apa untungnya? Aku memutuskan saat konflik dengan suami, aku mau berespon dengan benar. Kalau aku berespon gak benar (menghukum suami dengan bersikap dingin, ngambek, nyuekin suami, bersikap kasar, menolak sex, dan berbagai cara kreatif lain :p )  itu akan mendorong suami menjauh dariku. Dan aku menyadari, mendorong suami menjauh sama dengan mendorong Tuhan menjauh. Jangan harap punya hubungan yang intim dengan Tuhan kalau hubungan dengan suami kayak gitu. Berkali-kali aku mengalami, saat aku sedang konflik dengan suami maka Tuhan pasti ingatkan aku untuk mengampuni, mulai komunikasi lebih dahulu, bersikap manis, mendengarkan suami, gak cerewet, gak mengungkit-ungkit kesalahan suami, meminta maaf, mengubah diriku, dll. Nah, kalau aku mengeraskan hati dan gak taat sama Tuhan, aku juga mendorong Tuhan menjauh. Ngeri ah! Akhirnya aku memilih menerima dengan tenang yang terjadi, tapi tentunya kemudian mengingatkan suami kalau kami sedang menabung untuk DP rumah.   Suami terima aja kok, malahan dia sempat menyesal membeli barang tersebut, hahahaha. Padahal aku sudah terima lo.

 

Masih banyak pengalaman lain yang aku alami saat menghadapi suami selama challenge itu. Tapiii…. aku mengundang kalian mengalami sendiri hal tersebut. Kalian akan menemukan kalau suami yang kalian nikahi adalah pria yang luar biasa. Kalian juga akan terkejut melihat betapa banyak sebenarnya yang suami sudah lakukan dan kalian gak menyadarinya. Kalian gak akan menyangka kalau kalian bisa bersikap begitu manis kepada suami. Betapa banyak yang Tuhan sanggup kerjakan di dalam kalian dan melalui kalian para istri, saat memutuskan untuk blessing dan mendoakan suami setiap hari. Ada proses yang gak mudah dijalani, tapi hasilnya sepadan.

Bagaimana para istri, berani terima tantangan ini?

 
Palangka Raya, 21 Agustus 2018
-Mega Menulis-

(Bukan) Memanipulasi Pasangan - edited

“Si Dina sama lo kayak adek”, kata suamiku beberapa waktu yang lalu. FYI, Dina tuh sepupuku yang umurnya baru 4 tahun. Dia lucu dan cerewet banget. Dia suka nempel sama suamiku dan minta ditemanin main.

“Sama kenapa bang?”

“Iyaaaa….Mosok dia minta abang pilih-pilih baju di gamenya, terus akhirnya, eh…malahan dia milih pilihannya sendiri. Wanita dimana-mana sama ya dek. Gak besar atau kecil, sama aja”.

Aw. Aw.Aw. Aku tertawa, tapi juga merasa tersindir.

Astagaaaa…Jadi selama ini aku berbuat demikian dong sama suamiku, sampai-sampai dia menyamakan Dina denganku, yang ternyata sering sok-sokan nanya pendapat suamiku lalu ujung-ujungnya pendapat sendiri yang dipake. Ngapain nanya kalau begitu yah? Wanita ya, ada-ada saja. Mending dari awal buat pilihan sendiri aja ya, daripada nanya tapi gak mempertimbangkan jawaban suami dan membuat pilihan sendiri, hehehe. Aku merasa bersalah. Kudu tobat dan berbalik dari jalan yang jahat nih :p Kalau hal ini terjadi sewaktu pacaran  gak papa kali ya, ayat Akitab kan bilang gini:

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Kolose 3:18

Sebagai seorang istri, kalau kita gak nurut sama suami, ternyata itu bisa menyakiti hati suami lo, seolah-olah kita meragukan pemikiran dan keputusannya. Sebaliknya, saat kita nurut untuk hal yang sederhana sekalipun, itu bisa membuat suami seneng luar biasa. Aku mengalami itu.  Aneh ya? Tapi bener kok. Cobain deh. Masa sih Meg, untuk hal yang kecil sekalipun harus tanya sama suami? Ya lagian nih, untuk hal-hal yang gak prinsip dan ujung-ujungnya kita make pilihan sendiri, buat apa nanya? Mending gak usah nanya deh, daripada bikin suami mangkel, hahahaha. Lah beneran ini, dari awal buat apa tanya kalau gak ada keinginan untuk nurut? Sebenarnya suami gak meributkan pilihan istri saat memutuskan hal-hal remeh, tapi kalau ditanya dia akan ikut berpikir dan jawab. Nah,kalau sudah dijawab tapi pendapatnya gak dipake, ngapain nanya?

Misal nih, suami istri jalan bareng ke pusat perbelanjaan. Istri mau beli keranjang sampah, lalu terjadilah percakapan begini:

Istri : Pap, keranjang sampahnya bagusan yang warna apa nih?

Suami : Yang biru aja Mam.

Istri : Kenapa?

Suami : Kenapa ya? Gak kenapa-napa sih, tapi papi suka yang biru.

Istri : Okeee.... *ujung-ujungnya beli yang warna pink*

Suami : *pingsan*

Hahahaha, ini bukan percakapanku dan suamiku yaaaa....:p Mana pernah kami manggil 'mami papi' gitu. LOL Tapi kira-kira begitulah gambarannya. Kan bikin kesel ya? ^^'  Kalau cuma sekali dua kali gak papa, kalau keseringan? Jangan salahkan suami kalau jawabannya TERSERAH :p

TUNDUK. Even hal terkecil pun aku harus belajar tunduk ke suami, kenapa? Karena firman Tuhan bilang gitu, as simple as that. Dari ‘sindiran’ suamiku tadi aku merasa dicubit dan diingatkan, noh Meg... dari hal kecil pun kamu harus belajar menghargai pendapat suamimu. Memang menyakiti kamu kah kalau memilih warna keranjang sesuai pilihan suami? Eh, yang di atas tadi bukan aku kok, bukaaaannn..bukaannnn....^^’

Saat kita setia dalam perkara kecil maka kita akan setia dalam perkara yang lebih besar.

Yes. Amin. Aku masih percaya itu. Kalau perkara kecil saja aku gak menghargai pendapat suami, bagaimana aku bisa menghargainya dalam perkara lain yang lebih besar? Gak bakal! Semakin banyak aku melatih diriku dalam penundukan-penundukan kecil maka aku akan mudah tunduk dalam perkara lain yang lebih besar.

Aku mulai mencari ayat-ayat Alkitab yang berbicara tentang penundukan istri terhadap suami dan menemukan beberapa hal:

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan.  Efesus 5:22

Hai para istri (cieeee....), aku menulis ini juga untuk mengingatkan diri sendiri :  

Ketaatan pada suami merupakan ketaatan pada Tuhan, karena Tuhan memerintahkan kita melakukan itu!

Kalau kita gak bisa menemukan alasan untuk taat pada suami, lakukan untuk Tuhan. Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang sempurna. Yuk kita meresponi kasihNya dengan tunduk pada suami.

Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. Efesus 5:24

SEGALA SESUATU?

Gak salah ini ayat? Masa sih SEGALA SESUATU? Maksudnya, ketaatan gak hanya dipraktekan saat kita pengen melakukan itu, atau saat kita sepenuh hati setuju dengan suami kita, atau saat dia memperlakukan kita dengan kasih Kristus, tapi dalam segala sesuatu! Alkitab gak bilang :  taatlah KALAU..... Taat ya taat. Titik. Kita bertanggung jawab pada Tuhan atas tindakan kita masing-masing, dan gak ada alasan untuk ketidaktaatan atas FirmanNya. Tuhan membuat suami untuk memimpin; istri harus membiarkan dia memimpin, memperlakukannya seperti seorang pemimpin diperlakukan. Suami memerlukan seseorang untuk menguatkan dia, menghargai dia, percaya padanya, dan menghormatinya. Dan itulah alasan Tuhan memberikan dia istri! Suami akan mampu menanggung lebih banyak kesulitan saat  dia tahu ada seorang istri di rumah yang mengaggumi dia, percaya, dan mendukungnya, apapun yang terjadi.

Bagaimana kalau suami kita bukan seorang Kristen yang taat?

Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya.1  Petrus 3:1

Tuhan bilang kalau ketaatan istri merupakan kunci memenangkan suami yang belum taat kepada Kristus. Bukan omelan istri. Bukan rongrongan istri. Istri gak perlu berkhotbah. Istri hanya diminta untuk tunduk pada suaminya dengan sukarela, sukacita, dan penuh kasih. Tuhan akan memakai penundukan seorang istri untuk memenangkan suaminya bagi Kristus.

Akibat dari tunduk kepada Tuhan selalu menguntungkan kita!

Tapi bagaimana kalau suami meminta saya melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Firman Tuhan?

Ini satu-satunya pengecualian yang bisa kita temukan terhadap kata “dalam segala sesuatu” di Efesus  5:24.Petrus berkata agar istri untuk tunduk pada suami yang belum percaya. Tapi Petrus saat ditegur karena memberitakan Kristus, dia juga pernah menjawab:

"Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia”. 1 Petrus 5:29

Istri gak ngasal nurut suami. Saat suami berbuat salah, istri wajib mendoakan dan mengingatkan suaminya untuk hidup benar sesuai dengan kehendak Tuhan.

Jadi pertama-tama, nurut sama Tuhan, baru nurut sama suami. Kalau suami meminta kita melakukan sesuatu yang bertentangan sama apa kata Tuhan, baru deh jangan diturutin. Tapi baek-baek ya ngomongnya, jangan sampe ada piring terbang segala (emang UFO :p). Kalo kagak ma, nurut aja deh. Pasti sulit untuk tunduk, apalagi kalau istri selalu merasa paling benar. Seringkali aku merasakan itu. Perlu berlatih untuk berserah, dimulai dari hal kecil, dibiasakan dari hal yang sederhana. Belajar  percaya kalau Tuhan yang akan menuntun keputusan suami.

Kalo baca ayat di bawah ini, dulu aku mikir, kenapa sih isteri disuruh tunduk sama suami, sedangkan suami disuruh mengasihi isteri. Sedemikian sulitnya kah buat istri menundukkan diri pada suaminya sampai harus ada ayat khusus gitu? Tapi sejak negara api datang menyerang *apaan sih*, hahahaha, aku gak bingung lagi. Cieeee...Gaya...:p Gak deng, bukan gak bingung, tapi ada pencerahan. CLING! ^^V Hasil sharing dengan seorang kawan juga sih.

Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Efesus 4:22-23

Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diriNya bagiNya. Efesus 4:25

Kenapa suami diminta mengasihi istri?

Kenapa istri diminta tunduk sama suami?

Sebenarnya, Allah menginginkan hubungan suami isteri yang ada di dunia menggambarkan hubungan Kristus dan jemaat.  Saat orang lain melihat suami istri Kristen, Allah rindu hubungan mereka mencerminkan hubungan antara Kristus sebagai kepala dan jemaat sebagai mempelaiNya. Suami-suami yang mengasihi istrinya hingga rela mengorbankan dirinya merupakan gambaran bagaimana Allah telah menyerahkan semua yang dimilikiNya bagi jemaat, dan istri-istri yang tunduk kepada suaminya sebagai gambaran jemaat yang mau menundukkan diri dan percaya pada pimpinan Sang Kepala yakni Kristus.

Karena , catat ya, adalah mudah bagi wanita untuk tunduk pada pria, waktu dia merasa dikasihi oleh pria itu. Dan, adalah mudah bagi pria untuk mengasihi hingga mengorbankan dirinya sewaktu istrinya tunduk dan percaya padanya.

Rumus yang gampang sebenarnya ya...

Kalo suami mau istrinya tunduk, kasihilah istri. Tunjukkan  kasihmu dengan cara yang dimengerti sang istri, buat dirinya merasa dikasihi dan voilaaaa....kau akan mendapatkan sikap hormat dan tunduk dari istri.

Kalo istri mau dikasihi suami, tunduklah padanya. Dengarkan kata-kata suami. Hargai pendapatnya. Hormati keputusannya. Jangan suka berbantahan. Dan....tiba-tiba suamimu akan bersikap manis

So simple. Isn’t it?

Tapi bukan Cuma ini yang Tuhan mau, logikanya bener sih udah. Hati suami mana sih yang gak semakin mengasihi istrinya saat dia lihat istrinya mau tunduk padanya, menghargai pendapatnya, menghormati setiap keputusannya dan tidak suka berbantahan dengannya. Disadari gak disadari, sikap tunduk seorang wanita menunjukkan seberapa besar ia mempercayai suaminya. Demikian pula sebaliknya, bagaimana istri gak tunduk dan menghormati suaminya, berkata manis dan taat waktu dia tahu suaminya begitu mengasihinya, tentunya dia tunduk karena dia percaya suaminya sedemikian mengasihi dia sehingga keputusannya adalah yang terbaik dan didasari kasihnya kepada istri.

Tapi...bagi Allah, hubungan suami isteri bukan sekedar hubungan timbal balik yang merupakan simbiosis mutualisme. Dimana kalo sang suami mengasihi lalu istri tunduk, lalu bila sang suami gak mengasihi, sah-sah saja buat sang istri melawan. NOOOOO....!!!

Kita harus ingat, hubungan suami isteri adalah gambaran hubungan KRISTUS dan jemaat.

KRISTUS mengasihi jemaatNya tanpa syarat, itu pula yang Tuhan mau dari para suami dan istri, Dia tidak ingin suami/isteri MEMANIPULASI pasangannya dengan melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu, karena kalau itu yang terjadi pernikahan ini bukanlah gambaran hubungan Kristus dan jemaat lagi.

Allah mau istri dan suami menjalankan perannya untuk mengasihi/tunduk dalam keadaan apapun juga, sepanjang gak bertentangan dengan Firman Tuhan. Gak bisa dipungkiri, pasti ada kalanya suami/istri gagal dalam mengasihi/menundukkan dirinya. Iya lah, manusia bisa gagal. Bukan karena disengaja memang, tapi ada kalanya kita gagal.

Contoh:

Suami yang pulang kantor dah cuapek buanget, lalu ingin segera beristirahat dan gak bisa memberikan telinganya untuk sang istri, padahal istri merasa dikasihi waktu istrinya mendengarkan. Istri yang emosi karena hubungannya dengan rekan kerjanya terganggu lalu pulang ke rumah dan menjadi ketus saat diminta suaminya melakukan sesuatu.

Pasti akan ditemui kegagalan-kegagalan seperti itu.

Tapi, bagaimana suami isteri tetap berkomitmen menjadikan hubungan mereka sebagai cerminan hubungan Kristus dan jemaat, itulah yang memampukan untuk tetap bertahan dan tetap mengasihi/tunduk pada pasangannya. Sekali lagi, bukan karena ingin memanipulasi pasangannya, tapi karena mereka menyadari hubungan mereka seharusnya mencerminkan kemuliaan Kristus. Bagaimana  Kristus mengasihi jemaat tanpa syarat, dan bagaimana jemaat tunduk kepada Sang Kepala Jemaat dan merasa aman dalam naungan kasihNya.

Palangka Raya, 20 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Ester 5

Ester 5

Scripture
Ester 5:13 (TB)  Akan tetapi semuanya itu tidak berguna bagiku, selama aku masih melihat si Mordekhai, si Yahudi itu, duduk di pintu gerbang istana raja."

Observation
Haman tampaknya memiliki banyak hal, banyak anak laki-laki (bagi orang zaman dahulu punya anak lelaki adalah hal yang berharga melebihi memiliki anak perempuan), kekayaan, pangkat, kehormatan bahkan dia mendapat kehormatan diundang dalam jamuan yang diselenggarakan ratu baginya dan raja (meskipun dia gak tahu niatan Ester sebenarnya), tapiii.... Dia bilang semuanya gak berarti. Kenapa? Karena kebenciannya pada Mordekhai. Kebencian membuat Haman:
- tidak bisa bersyukur (dia tidak melihat betapa limpah yang dimilikinya)
- tidak bisa berpikir rasional (sebenarnya buat apa sih dia mempermasalahkan seorang Mordekhai?)
- kejam (sampai ingin membunuh satu bangsa)
Kasih lebih besar daripada benci. Jadi, kalau kebencian sanggup melakukan itu maka tentunya kasih lebih besar lagi.

✔️  Aku berkomitmen untuk memilih mengasihi daripada membenci.
✔️ Aku mau menunjukkan kasih Allah dan melakukan tindakan kasih saat aku punya alasan membenci.
✔️ Saat ada konflik dengan seseorang, aku mau memilih untuk mengampuni dan gak membesarkan masalah. Aku memilih minta maaf saat bersalah. Supaya iblis gak beroleh kesempatan.

Prayer
Tuhan, aku memilih mengasihi daripada membenci saat kesal dengan seseorang. Tolong aku melakukannya saat aku merasa gak sanggup. Tuhan yang memampukanku. Amin.

Palangka Raya, 21 Agustus 2018
-Mega Menulis-

August Challenge : Day 20

20 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur istirahat siang tadi sempat masak buat suami. Bersyukur suami sampe nambah makannya.
2. Bersyukur sehati dengan suami dalam mendidik anak, gak kebayang kalau beda pendapat sama suami urusan anak, bisa perang dah tiap hari.
3. Bersyukur setiap melihat kebersamaan Sara dan Sofia, dari kecil sudah kelihatan saling sayang. Semoga sampai besar terus begitu.
4. Bersyukur malamnya aku bisa tidur cepat.
5. Bersyukur bisa menyelesaikan laporan realisasi mingguan.
6. Bersyukur bisa menyelesaikan artikel baru buat Majalah Pearl.

Pray and  Bless Husband Challenge
Kemarin dengar cerita teman yang sampe gak punya rekening sendiri karena suaminya yang pegang semua uang keluarga, dia jadi ngerasa gak dipercaya. Bersyukur aku dan suami masing-masing punya rekening sendiri tapi tetap diskusi kalau mau dipakai untuk keperluan belanja. Aku bersyukur karena itu tandanya aku dipercaya.

✔️ Siang tadi pas jam istirahat kantor sempatin masak buat suami. Suami makan sampai nambah, hehehe. Senang.Senang.Senang.

🙏 Tuhan, tolong kami supaya menjaga kepercayaan pasangan. Mampukan kami untuk berhikmat dalam menggunakan uang yabg yang Tuhan percayakan. Amin.

Palangka Raya, 20 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Monday, August 20, 2018

August Challenge : Day 19

19 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur Sara dan Sofia hari ini acara Sekolah Minggunya di Huma Harati. Jadi tahu kalau di sana ada playground gratis yang lumayan banyak fasilitasnya. Bersyukur Sara senang bermain.
2. Mobil Om yang di rumah rusak. Bersyukur ada Grab dan kami bisa tetap pergi ke Huma Harati. Bersyukur walaupun gak punya mobil masih bisa kesana kemari sekeluarga. Bersyukur sewaktu berangkat pakai Grab, dapat mobil Wuling Conferro, lumayan nyoba mobil baru jenis ini.
3. Bersyukur semalam dapat hantaran makanan dari tetangga yang kebaktian, pagi gak mesti heboh siapkan sarapan. Tinggal panasin doang.
4. Bersyukur Sara dapat juara harapan 1 waktu lomba.
5. Bersyukur pulang dari acara dapat Grab. Karena daerahnya agak sepi jadi agak lama baru dapat Grabnya.
6. Bersyukur bisa gantian tidur siang sama suami.

Pray and  Bless Husband Challenge
Bersyukur karena suami selalu lihat sisi positif dari setiap permasalahan. Suami bukan tipe yang self-pity gitu.

🙏 Tuhan, terima kasih karena suami selalu berpikir positif dan beri teladan ini buatku. Biarlah ini selalu dilakukannya. Amin.

Palangka Raya, 19 Agustus 2018
-Mega Menulis -

Kejadian 25-26, Yohanes 20, Amsal 20

Kejadian 25-26

Kejadian 25:16 (TB)  Itulah anak-anak Ismael, dan itulah nama-nama mereka, menurut kampung mereka dan menurut perkemahan mereka, dua belas orang raja, masing-masing dengan sukunya.

Allah benar-benar memenuhi janjiNya pada Hagar! Dia pernah berkata akan membuat Ismael menjadi bangsa yang besar. Allah benar-benar setia pada janjiNya. Puji Tuhan.
Aku gak perlu kuatir dalam menjalani hidup ini, aku gak boleh lupa kalau Allah selalu memegang janjiNya.
Kejadian 25:28 (TB)  Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.
Walah!Jadi orang tua kok pilih kasih ya??
Di ayat-ayat berikutnya akan jelas kelihatan pilih kasihnya kedua orang tua ini kepada anak-anaknya. Akibatnya sangat buruk, Ribka demi kasihnya pada Yakub mau dan berinisiatif menipu suaminya sendiri, benar-benar menjadi contoh yang ga baik bagi anak-anaknya. Nantinya Yakub pun be melakukan yang sama pada anak-anaknya, dia lebih mengasihi Yusuf dan Benyamin dibandingkan anak-anaknya yang berakibat kecemburuan anaknya.

Apa yang dilakukan orang tua akan berpengaruh pada generasi-generasi selanjutnya! Sadar gak sadar. Sebagai orang tua benar-benar harus berhati-hati supaya teladan yang diberikan bagi anak-anaknya adalah yang baik. Ini jadi peringatan buatku sebagai orang tua, ngeri-ngeri sedap jadinya.

Tuhan, terima kasih karena Kau benar-benar bicara buatku lewat ayat ini untuk kasih teladan yang baik buat Sara (dan adek-adeknya) nanti. Tolong aku Tuhan, supaya sebagai orang tua, aku dan suamiku tahu bagaimana harus bersikap dan berkata-kata. Mampukan kami menjadi orang tua yang mendidik anak kami dalam kebenaran. Amin

Kejadian 25:33 (TB)  Kata Yakub: "Bersumpahlah dahulu kepadaku." Maka bersumpahlah ia kepada Yakub dan dijualnyalah hak kesulungannya kepadanya.

Ibrani 12:16 (TB)  Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan.

- Esau gak menghargai hak kesulungan miliknya sehingga dengan mudah dia menukarnya hanya dengan sepiring makanan. Menyedihkan sekali T-T Esau gak tahu nilai dari apa yang dimilikinya.
Aku mau menghargai apa yang telah Tuhan berikan. Aku gak mau menukar apa yang gak bisa dibeli dengan sesuatu yang gak berharga. Dari cerita ini aku belajar bahwa ada hal-hal berharga dari Tuhan yang gak terbeli yang harus kita jaga baik-baik, jangan sampai menukarnya dengan sesuatu yang gak berharga. Contohnya: iman percaya kita. Banyak orang yang menukar imannya hanya demi jabatan, uang, dll. Ada juga orang yang mempertaruhkan rumah tangganya hanya demi kenikmatan sesaat. Kita harus menjaga hal-hal berharga pemberian Tuhan dan gak menukarnya dengan sesuatu yang gak berharga.

- Di satu sisi, Yakub tahu  bahwa hak kesulungan adalah hal yang berharga tapi caranya mendapatkannya sangat licik, cerita ini juga membuatku bingung, hubungan persaudaraan bagaimana yang dimiliki Yakub dan Esau sampai-sampai Yakub tega melakukan itu pada kakaknya. Kenapa dia gak bermurah hati memberikan masakannya untuk kakaknya. Mungkin gak sih mereka seperti ini karena kedua orang tuanya yang pilih kasih? Benar-benar gak ada hubungan mesra saudara.
Aku jadi benar-benar ditegur untuk bersikap adil saat menjadi orang tua.

Kejadian 26:7 (TB)  Ketika orang-orang di tempat itu bertanya tentang isterinya, berkatalah ia: "Dia saudaraku," sebab ia takut mengatakan: "Ia isteriku," karena pikirnya: "Jangan-jangan aku dibunuh oleh penduduk tempat ini karena Ribka, sebab elok parasnya."

Kejadian 26:28 (TB)  Jawab mereka: "Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau; sebab itu kami berkata: baiklah kita mengadakan sumpah setia, antara kami dan engkau; dan baiklah kami mengikat perjanjian dengan engkau,

Kejadian 26:12 (TB)  Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.

Alamak...100 kali lipat bo! Artinya kalo Ishak punya usaha dengan modal sejuta di awal tahun maka tahun itu juga dia dah dapat hasil seratus juta. Ini kalo di zaman sekarang dah dipanggil-panggil dia dimana-mana jadi motivator pengusaha untuk membagikan rahasia suksesnya. LOL. Dan Ishak akan bilang kalo rahasianya adalah dia DIBERKATI Tuhan.

Tapi penyertaan dan berkat Tuhan begitu nyata dalam hidup Ishak sehingga orang-orang di sekelilingnya gak penasaran dan bertanya-tanya rahasianya. Mereka melihat dan berkata langsung padanya kalau Tuhan yang menyertai dia. Huaaa..  Segitunya! Ishak gak perlu banyak omong, orang lain sudah tahu kalau Tuhan yang buat dia berhasil.

Tuhan, aku mau dong diberkati Tuhan seperti Tuhan memberkati Ishak gitu. Aku mau penyertaanMu begitu nyata dan hebat sampai-sampai orang sudah tahu kalau Tuhan yang melakukannya :)

AMSAL 20
Amsal 20:9 (TB)  Siapakah dapat berkata: "Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?"

Gak ada orang yang gak berdosa. Hanya Allah yang dapat menyucikan kita dari segala dosa. Kalau kita mau berhenti melakukan pelanggaran/ dosa pertama-tama dimulai dengan meminta Allah tinggal di dalam hati kita,biar hati kita jadi rumahNya. Dia akan membersihkan hati kita, hanya Dia yang bisa.
Dari hati timbul segala sesuatu yang jahat karenanya aku benar-benar harus mempersilakan Allah menguasai hatiku.

Tuhan, aku serahkan hatiku padaMu, tinggallah di dalamku ya Tuhan. Bersihkan aku dari segala pelanggaranku dan tahirkan aku dari dosaku. Karena cuma Tuhan yang sanggup. Amin

YOHANES 20

Yohanes 20:27 (TB)  Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Berbahagialah mereka yang percaya walaupun gak melihat,Yesus berkata demikian. Tapi aku terharu baca ayat ini. Menakjubkan sekali!Yesus menerima kita sebesar apapun iman Dan kepercayaan kita. Iman Thomas yang hanya percaya setelah melihat pun Ia terima,  Yesus gak marah malahan mengundang Thomas untuk membuktikan keberadaanNya. Iman seorang perempuan yang percaya sembuh hanya dengan memegang jubahNya Ia terima. Iman seorang perwira yang berkata,"Tolonglah aku yang tidak percaya ini" pun Dia terima.
Yesus menerima kita sebesar apapun iman kita, Dia mengundang kita untuk mendekat dan mengenalNya. Kita yang jujur mengakui gak percaya pun Dia mau tolong. Iman adalah sesuatu yang gak kelihatan, gak ada yang tahu kesungguhan iman seseorang selain Yesus. Tapi yakin aja, saat kita mendekat padaNya, Dia akan mendekat pada kita.

Aku mau belajar percaya sekalipun belum melihat, tapi aku juga mau jujur dengan apa yang aku rasakan sama Tuhan. Aku gak mau pura-pura percaya padahal nggak.

Tuhan, aku mengaku kalau aku sering meragukan Engkau. Terima kasih Tuhan karena Engkau tetap menerimaku saat aku ragu. Terima kasih karena pertolonganMu bahkan kasihMu gak bergantung padaMu percaya apa ngga. Terima kasih Tuhan. Amin.

Kasongan, 20 Januari 2017
-Mega Menulis-

Ester 4, Mazmur 60

Ester 4

Scripture
Ester 4:16 (TB)  "Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati."

Observation
Dari ayat ini terlihat beberapa karakter Ester :
- Ester bijaksana
Keadaan sudah mendesak. Tapi Ester gak sekonyong-konyong mau menghadap raja tanpa persiapan, dia tahu dia akan menghadap seorang raja dan gak bisa sembarangan. Ester mengambil waktu untuk mempersiapkan dirinya, hatinya. Dia berpikir sebelum bertindak.
- Ester gak mengandalkan kekuatan sendiri
Ester mempersiapkan dirinya dengan berdoa puasa dan meminta dukungan doa puasa dari saudara sebangsanya. Ester menyadari bahwa Tuhanlah sumber kekuatan yang sesungguhnya. Ester memilih mengandalkan Tuhan bukan hanya dirinya, bukan hanya hikmatnya sendiri. Ester juga menyertakan saudara sebangsanya dalam perjuangannya.
- Ester berani
Ester siap menghadapi resiko dari tindakannya. Segala tindakan memiliki akibat dan Ester menyadari itu. Sekalipun yang terburuk terjadi, Ester sudah siap menerimanya.

Aplication
✔️ Aku mau menjadi TENANG sekalipun keadaan mendesak. Belajar untuk menenangkan diri dan mengendalikan diri supaya gak salah langkah.
✔️ Jangan pernah melangkah tanpa doa Meg! Seperti Ester yang berdoa sebelum melangkah, aku juga perlu melakukannya. Keputusan kecil ataupun besar, semuanya memerlukan Tuhan.
✔️ Jangan ragu melangkah. Terkadang aku takut dengan segala resiko. Tapi, aku perlu ingat Allah berdaulat dalam segala keputusanku, bahkan yang buruk sekalipun. Tidak perlu takut karena Dia bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.

Prayer
Tuhan,  terima kasih buat teladan dari Ester hari ini. Mampukan aku meneladani Ester ya Tuhanku. Amin.

Mazmur 60

Scripture
Mazmur 60:11 (TB)  (60-13) Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia.

Observation
Dalam ayat ini ada dua pernyataan dari Daud :
- permintaan tolong dari Daud kepada Tuhan
Daud yang sering memenangkan peperangan bisa saja gak meminta pertolongan Tuhan dan sombong dengan kekuatannya dan pasukannya. Tapi Daud tetap meminta tolong kepada Tuhan karena dia menyadari hanya Tuhan yang sanggup menolongnya. Daud memilih mengandalkan Tuhan dibanding sekutunya. Dia tahu kalau Tuhan suka saat seseorang meminta pertolongannya.
- kesia-siaan penyelamatan dari manusia
Manusia bisa saja menolong tapi tidak ada manusia yang bisa melakukan apa yang dilakukan Tuhan. Daud menyadari itu.

Aplication
✔️  Aku gak boleh sombong. Tetap rendah hati. Tidak ada hari dimana aku gak butuh Tuhan, tiap jam aku butuh pertolongan Tuhan. Tiap jam aku memerlukan Tuhan.

Prayer
Ya TUHAN, tiap jam aku memerlukanmu. Tidak peduli seberapa banyak 'pertempuran' yang aku menangkan. Aku tetap membutuhkanmu. Jangan biarkan aku berjalan sendiri tanpa Engkau ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 20 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Sunday, August 19, 2018

August Challenge : Day 18

18 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur pagi ini bener-bener ngerasain suasana liburan. Bisa santai. Mandikan the girls tetap pagi, tapi gak berasa diburu-buru.
2. Bersyukur pagi ini Sara mau makan nasi kuning yang dibelikan papanya. Meskipun gak habis tapi lumayan lah,biasanya dia ga mau sarapan nasi dan minta kue doang. Bersyukur siang pun Sara makan banyak.
3. Bersyukur siangnya, kami sekeluarga bisa pergi ke Hypermart dan ada diskon beberapa jenis barang.
4. Bersyukur makan malam di tempat Bu Marhasan ada kebaktian.
5. Bersyukur bisa tidur cepat malam ini, seharian capek banget.

Pray and  Bless Husband Challenge
Bersyukur karena suami selalu jujur masalah keuangan.

✔️  Tadi suami kasih saran untuk suatu masalah, aku sudah mo lakukan pemikiranku sendiri sih awalnya. Lalu aku memutuskan mengikuti perkataan suami untuk menyenangkan dia.
✔️ Sempat kesal karena suami ingin beli barang yang sebenarnya gak kami butuhkan banget. Lalu aku mikir, ngapain juga diributin. Yang penting suami jujur.

🙏 Tuhan, terima kasih karena suami selalu jujur masalah keuangan. Tolong supaya dia tetap jujur dan tolong aku meresponi kejujurannya dengan cara yang manis. Amin.

Palangka Raya, 18 Agustus 2018
-Mega Menulis -

Ester 3, Roma 59

Ester 3

Scripture
Ester 3:6 (TB)  tetapi ia menganggap dirinya terlalu hina untuk membunuh hanya Mordekhai saja, karena orang telah memberitahukan kepadanya kebangsaan Mordekhai itu. Jadi Haman mencari ikhtiar memunahkan semua orang Yahudi, yakni bangsa Mordekhai itu, di seluruh kerajaan Ahasyweros.

Observation
Dosa awal Haman  : Ingin dihormati.
Awalnya hanya karena ingin dihormati, lalu MARAH karena Mordekhai tidak mau menuruti. Lalu jadi merancangkan PEMBUNUHAN,  gak cuma satu orang tapi satu bangsa. Sekali buka hati untuk dosa maka terbukalah celah untuk melakukan dosa lain,bahkan dosa yang lebih mengerikan.

Aplication
Setiap dosa diakui dan dibereskan di hadapan Tuhan, jangan dibiarkan karena akan buka celah untuk iblis. Dosa 'kecil'  yang harus kuhentikan:
-menunda pekerjaan
-kemalasan
Seringkali aku menunda pekerjaan karena malas mengerjakannya sekarang, padahal nantinya akan jadi masalah yang lebih besar.Aku harus berubah.

Prayer
Tuhan, tolong aku untuk gak menganggap enteng dosa. Sekecil apapun itu,itu dosa. Mampukan aku meninggalkan dosa kemalasanku ya Tuhan. Amin.

Mazmur 59

Scripture
Mazmur 59:12 (TB)  (59-13) Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya, biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya. Oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,

Observation
Mulut kita kecil, tapi punya potensi besar untuk membawa diri kita ke dalam dosa  besar. Oleh karena itu, lebih baik menahan mulut daripada berbuat dosa.

Aplication
✔️ Lebih banyak mendengar daripada berbicara
✔️ Gak langsung menjawab, lebih baik cepat mendengar dan lambat berbicara
✔️ Jika sesuatu yang diucapkan membuat yang mendengarnya gak diberkati, lebih baik berdiam diri.

Prayer
Tuhan, berjaga-jagalah pada pintu bibirku supaya aku tidak berbuat dosa. Amin.

Palangka Raya, 19 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Friday, August 17, 2018

August Challenge : Day 17

17 Agustus 2018
Gratitude Challenge
1. Bersyukur hari ini bisa jualan banyak kripik singkong. Laris. Laris.
2. Bersyukur ikut apel 17an dan aku jadi MC dadakan karena teman yang harusnya jadi MC belum juga datang.
3. Bersyukur hari ini bisa merayakan Hari Ulang Tahun ke-73 Republik Indonesia, bersyukur Tuhan jagai Indonesia sampai hari ini.
4. Bersyukur pulang upacara ditraktir bos di kantor di tempat makan yang belum pernah aku coba, hohoho. Lumayan wisata kuliner hitungannya. Bersyukur makanannya enak.
5. Bersyukur suami suka ikan pari yang aku bawakan dari tempat makan.
6. Bersyukur Ruri adekku bawa 2 kotak makanan sehabis apel di sekolah, nasi uduk dan sambalnya enak buanget.
7. Bersyukur hari ini bapak mertua ulang tahun ke-69. Tuhan berkati dengan umur panjang dan kesehatan yang baik.
8. Bersyukur bisa jalan tadi siang bareng keluarga. Meskipun cuma ngiderin Indomaret. Hahahaha.
9. Bersyukur sewaktu kami keluar dan ada yang mau ambil kripik pesanan, ada Oka di rumah.
10. Bersyukur bisa blessing bapak mertua.
11. Bersyukur diisikan pulsa sama suami.

Pray and  Bless Husband Challenge
1. Sofia sedang pilek, hidungnya agak tersumbat. Bersyukur suami mau sedot pake mulutnya .
2. Bersyukur punya suami yang gak egois, mau isikan pulsa malam-malam.
✔️  Inisiatif ajak suami olahraga pagi tadi.  Kami bersenang-senang.
✔️ Aku bawakan suami ikan pari dari tempat kami makan pulang upacara.
 Tuhan, terima kasih karena suami sangat mengasihi anak sampai bersedia melakukan hal yang sebenarnya berat dia lakukan.

Palangka Raya, 17 Agustus 2018
-Mega Menulis -

Salam dari Sahabat

Kapan hari terinspirasi Paulus dengan salamnya di Roma 16:1-16, aku menyampaikan salam buat anggota BRG. Eh, gak disangka beberapa dari mereka juga menyampaikan salamnya. Terharu.... 😭 Really encourage me, huhuhu. Jadi aku mau simpan di sini buat kubaca kapan-kapan lagi, hehehe. Bersyukur buat mereka yang mau meluangkan waktunya menuliskan ini. 

Sebenarnya, dari awal baca Roma 16 aku sudah ingin membuat salam-salam kayak gitu, tapi kupikir-pikir ah spending time banget, dicancel aja ah. Eh,  Gio tahu-tahu share membernya buat gituan dan bener-bener menghangatkan hati lo (tsahhh....) membacanya,  padahal itu buat orang lain, bukan buatku . Gak bisa lagi deh menolak dorongan untuk membuatnya. Aku mulai buat (bisa dilihat di rhemaku Roma 16 beberapa hari yang lalu) , dan begitu selesai aku gak merasa membuang waktu malahan merasa diberkati banget lo. Diberkati karena menyadari kalau ternyata aku dikelilingi orang-orang yang membagi rhema dan hidupnya yang luar biasa setiap hari, diberkati karena boleh melihat apa yang dikerjakan Tuhan dalam hidup mereka, sungguh kehormatan buatku.

Reni :
salam buat @⁨megasomega⁩ Mom of 2 yg tangguh, punya hati untuk melayani jiwa2 dan seorang wanita yg tekun juga diberkati. ak pribadi sangat diberkati dengan sharingmu, walau belum pernah ktmu langsung tp ak bs merasakan kasih lewat sharing dan teladanmu di group ini. thanks Mega sudah memberi diri melayani kami2 ini, padahal kamu tidak kurang sibuknya dari kami. LUAR BIASA 👏👏👏

Audrey : Woww.. thank you Mega. Aku pun belajar banyak dari sharing kamu ttg didik anak, keuangan dan inspiring banget.. salut untuk detailnya kamu 🤗😊

Arlia :
Salam buat Mega,
Ketua Grup C Bible group reading..
Terimakasih untuk perhatianmu buat kami..walaupun sibuk tapi kamu selalu berusaha untuk melayani Tuhan lewat memperhatikan kami

Aku diberkati dengn talenta menulismu juga..awalnya aku kenal lewat tulisanmu yang kamu posting di fb tentang bahagia itu sederhana..aku juga diberkato dengan sharimgmu tentang rasa syukurmu..

Diberkati juga dengan rhema yang kamu bagikan..

Kamu ibu bekerja yang melayani keluarga dan melayani banyak orang termasuk grup ini..

Kamu pakai waktumu dengan sebaik baiknya..

Tuhan berkati kamu berlimpah limpah Mega..dan memperluas daerahmu..kiranya Tangan Tuhan menyertai dan melindungi Mega daripada malapetaka sehingga kesakitan tidak menimpa Mega

Thankyou Megaa

DaRi , Arlia
Saudari seimanmu

Fiona Valentina :
Salam buat @⁨megasomega⁩ ...
Seorang ibu yang luar biasa..jadi teladan buat aku..
Pasti cape jadi ibu, urus suami, anak, rumah tangga, tapi setia baca Firman, jadi PIC grup dan care am anggota grupnya...setia ikut hafal mazmur..yg bagiku itu semua luar biasa banget...

Aku percaya Tuhan akan pakai Mega makin luar biasa bagi banyak orang dari teladan simple dalam kehidupan sehari2 dan akan ada rencana besar dan luar biasa yg Tuhan sedang persiapkan untuk Mega dan keluarga.

Salam untuk semua anggota grup ini semua...
Maaf walaupun aku sedikit berkata2 di grup ini...
Tapi dari kalian semua, aku belajar namanya teladan dan setia sehingga aku bisa terapkan dan bagikan ke komunitasku yg lain...

Aku melihat pekerjaan Tuhan nyata di hidup kalian semua dan ga lihat dari susahnya tapi justru lebih banyak bersyukur bahkan dari hal2 yg kecil yg mungkin ga banyak org di luar sana yg melakukan.

Itulah makanya aku terberkati dan bersyukur bisa join dari awal di BRG ini...

Big Hugs,

Fiona 😘

Yolanda :
Thank u Mega..❤.. Terharuuuu baca salam2 kamu..bukan yg buat aku aja..buat semuanya..🤗
Jujur awalnya saya gak dapat rhema dari Rima 16:1-16. Tapi sama kaya @⁨Fiona Valentina BRG C⁩ , habis baca rhema yang lain, terus dapat salam juga dari @⁨megasomega⁩, saya baru ngerti. Dikasih salam, disebut namanya dan disebutin tentang diri saya gimana, itu aja bikin saya sukacita banget. Ada rasa dikenal secara khusus, diperhatiin secara pribadi dan dikasihi, gak terlupakan. Thank u again @⁨megasomega⁩ ..🤗. Terus baca salam2 @⁨megasomega⁩  buat teman2 yang lain juga..jadi tambah terharu. Saya merasa bersyukur banget2 bisa join di Bible Reading Group C ini.. Walaupun blm pernah ketemu tapi bisa kenal sosok @⁨megasomega⁩, @⁨Reni BRG C⁩, @⁨Lydia BRG C⁩, @⁨Audrey BRG⁩, @⁨Elisabeth BRG⁩, @⁨Melva BRG C⁩, @⁨Febiyanti Veronika Leiwakabesy⁩, @⁨Neli BRG⁩, @⁨Arlia BRG⁩, @⁨Fiona Valentina BRG C⁩, bisa diberkati lewat sharing & kesaksian kalian, para wanita Tuhan yang luar biasa. Terima kasih semua..kalian sangat menginspirasi saya..🙏😇 Oya, saya juga mau berusaha lebih perhatian secara khusus buat orang2 di sekitar saya, gak terlalu cuek lagi,  supaya saya bisa membawa sukacita buat orang lain juga.

August Challenge : Day 16

16 Agustus 2018

Gratitude Challenge
1. Bersyukur hari ini suami gak kerja, jadi aku bisa bangun agak siang.
2. Bersyukur bisa sarapan pecel.
3. Bersyukur hari ini bisa kasih salam ke setiap anggota BRG dan blessing meskipun hanya lewat kata-kata. Bersyukur aku mau sediakan waktu buat menulisnya. Sudah dari pagi pengen nulis, tapi aku pikir bakal ngabisin waktu. Eh, dapat dorongan lagi dari Gio. Dan aku buat. Pas selesai buat, aku bersyukur. Aku merasa diberkati.
4. Bersyukur buat salam yang diberikan beberapa member grup C setelah aku share salamku. Terharuuuu.... 😘
5. Bersyukur siang bisa ngabur bentar bareng suami tanpa anak-anak dan makan soto babat berdua.
6. Bersyukur bisa edit 1 tulisan lama buat di Majalah Pearl edisi 17an. Terus bisa mulai buat artikel baru buat di blog.
7. Bersyukur tadi sore bisa ketawa-tawa meskipun latihan upacara sore setelah jam pulang kantor.
8. Bersyukur sudah datang lagi keripik singkong buat dijual. Yay!
9. Bersyukur tadi suami suruh aku mengerjakan sesuatu dan aku segera nurut, jadi lupa mau bikin Indomie, hahaha. Baru ingat pas mau tidur, dan udah terlalu ngantuk untuk bikin Indomie. Bersyukur bisa skip makan malam.

Pray and  Bless Husband Challenge
1. Bersyukur suami selalu bisa dipercaya saat tinggal berdua doang bersama dua anak kami. Dia selalu bisa handle anak-anak kami.
2 Bersyukur tadi aku pulang telat bentar aja suami sudah WA dan nanya-nanya. Berarti aku dirindukan #halah.  Hahahaha.

✔️  Dulu pas sebelum merit suka kasih encouragement ke suami lewat wa. Pas dah nikah jarang banget, hari ini aku kasih dong lewat WA.

🙏 Tuhan, terima kasih karena aku punya suami yang care banget denganku. Bahkan, pulang telat aja dah ditanyain. Terima kasih Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 16 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Ester 1, Mazmur 57

Ester 1

Scripture
Ester 1:17 (BIMK)  Sebab perbuatan ratu itu akan diketahui oleh semua wanita, dan mereka akan meremehkan suaminya masing-masing. Mereka akan berkata bahwa Baginda telah memerintahkan Ratu Wasti untuk menghadap, tetapi sang ratu tidak mau datang.

Observation
Ahasyweros adalah seorang raja dan suami. Aku tidak tahu apakah merupakan adat kebiasaan seorang raja memamerkan ratunya makanya dia marah luar biasa saat ditolak. Pun, alasan Ratu Wasti menolak permintaan raja tidak disebutkan dengan jelas, apakah karena dia sedang sibuk dengan pestanya atau karena memang dia tidak suka harus 'dipamerkan' oleh sang raja. Yang jelas, Wasti tidak mau tunduk pada raja sekaligus suaminya, dan ini dipandang buruk oleh orang lain karena akan menjadi teladan bagi para wanita di kerajaannya.

Aplication
✔️ Sebagai istri aku gak boleh mencari-cari alasan untuk gak tunduk ke suami sepanjang yang dimintanya gak bertentangan dengan Firman Tuhan.
✔️ Saat diminta suami melakukan sesuatu, SEGERA taat dan gak menunda-nunda. Butuh latihan untuk berespon seperti ini.
✔️ Kalau yang diminta suami memang membuatku gak nyaman, sebisa mungkin dikomunikasikan dengan baik.
✔️ Mungkin sikapku ke suami gak akan diikuti oleh rakyat seperti halnya Wasti. Tapi saat aku gak taat, aku harus ingat kalau aku punya anak-anak yang melihatku. Bagaimana aku mengharapkan mereka taat ke kami sebagai orang tuanya, kalau aku gak kasih teladan yang benar.

Prayer
Tuhan, mampukan aku berespon dengan segera pada setiap permintaan suamiku. Tolong aku ya Tuhan. Aku mau memberikan teladan bagi anak-anakkku dalam hal ketaatan pada otoritas. Amin.

Mazmur 57

Scripture
Mazmur 57:7 (TB)  (57-8) Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.

Observation
Dalam ayat ini, dua kali Daud menyatakan kesiapannya untuk bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan. Mengagumkan, mengingat Mazmur ini ditulisnya pada saat dia lari dari Saul dan bersembunyi di gua. Padahal, siapapun bisa beralasan kalau ini bukan waktu yang tepat untuk memuji Tuhan. Daud bukannya sedang dalam suasana ibadah. Dia sedang melarikan diri lo! Daud memberikan teladan kalau DALAM SEGALA WAKTU DAN KEADAAN, dia SIAP untuk memuji Tuhan.

Aplication
✔️ Mempersiapkan hati dan pikiran saat mau datang ke Tuhan. Kalau ada yang perlu dibereskan dengan hati, segera bereskan. Misalkan perlu mengampuni orang lain, ampuni dulu. Karena kalau konflik dengan orang lain bisa menganggu kesiapan hati
✔️ Aku mau fokus pada saat datang ke hadapan Tuhan dan gak teralihkan dengan hal lain seperti HP, media sosial, pikiran belum mengerjakan ini itu,  dll.
✔️ Menyelesaikan apa yang harus kuselesaikan sebelum beribadah ATAU sekalian menunda melakukannya sampai selesai ibadah.

Prayer
Tuhan, aku mau lebih sungguh mempersiapkan hatiku saat datang ke hadapan Tuhan supaya manis Kau dengar pujianku. Tolong aku ya Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 17 Agustus 2018
-Mega Menulis-

Thursday, August 16, 2018

Roma 16, Mazmur 56

Mazmur 56

Scripture
Mazmur 56:3-4 (TB)  (56-4) Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
(56-5) kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

Observation
Seringkali aku lebih memikirkan apa yang akan dilakukan orang kalau aku begini begitu dibanding apa yang akan dilakukan Tuhan. Sama seperti aku lebih memikirkan apa yang dipikirkan orang lain jika aku melakukan suatu hal dibandingkan memikirkan apa yang dipikirkan Tuhan. Apa ya yang dilakukan orang ini saat aku begini begitu. Oalah, rupanya aku lebih takut sama manusia dibandingkan Tuhan.

Aplication
Lakukan Firman Tuhan. Sekalipun hati gak ingin, tapi tetap taat. Walaupun bertentangan dengan orang lain, walaupun bertentangan dengan diriku sendiri. Ada buah manis dalam ketaatan.

Prayer
Tuhan, aku mau taat sama perkataan Tuhan sekalipun hatiku gak ingin. Aku ingin bersukacita dalam ketaatan pada Tuhan. Amin.

Roma
Roma 16:1-16

SALAM
1. Salam buat @⁨Reni BRG C⁩ seorang istri, mama, pengusaha dan wanita Allah yang luar biasa. Diberkati sangat baca rhemamu yang 'dalem' dan baca kesaksian hidupmu Ren. Kamu perfeksionis, selalu ingin berikan yang terbaik dalam segala hal, aku terinspirasi.
2. Salam buat @⁨Arlia BRG⁩ , rekan seperjuangan menghapal ayat yang sangat bertalenta dalam banyak hal, terutama gambar-menggambar. Sangat diberkati melihat bagaimana Tuhan pakai talentamu Lia, gambarmu indah. Kamu juga mama yang hebat buat Io, aku tahu kamu kadang stres menghadapi Io, tapi itu karena kamu ingin melakukan yang terbaik.
3. Salam buat @⁨Febiyanti Veronika Leiwakabesy⁩ , sesama madam sejak zaman kuliah, hahaha. Sesama istri dan ibu pekerja (toss) ,sering rhemamu bikin aku ngucap dalam hati, I feel you,  hahaha. Makasih ya buat sharing-sharing dan diskusinya. Diberkati banget dengan usahamu untuk hidup dalam penundukan diri terhadap suami. Kita sama-sama berjuang dalam hal ini ya, kita pasti menang dan menikmati berkat dalam area ini.
4. Salam buat adekku @⁨Neli BRG⁩  yang setiap hari berjuang untuk hidup sejalan dengan firman Tuhan. Aku tahu ada kalanya kamu jatuh, tapi yang kusuka, kamu gak berlama-lama jatuh, kamu selalu cepat bangkit lagi. Tetap berjuang sampai akhir ya sayang 😘
5. Salam buat @⁨Fiona Valentina BRG C⁩ ,  yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam pernikahan kudus. Aku berdoa supaya Tuhan persiapkan dirimu untuk menghadapi musim yang baru. Suka baca sharingmu sehari-hari dalam rhemamu,  simple tapi ngena banget. Seingatku kamu selalu setor rhema, gak ada dapat reminder. Makasih ya dah jadi teladan di grup ini.
6. Salam buat @⁨Audrey BRG⁩ ,  Dominic's mom,  yg pacaran 3 bulan terus merit, wowww.... Kisah cintamu bikin aku geleng-geleng, aku kalau ingat itu jadi mikir betapa Tuhan luar biasa ya. Aku suka baca sharing rhemamu, aplikasi Firman Tuhan yang kamu lakukan sehari-hari sangat praktis. Kamu sering buat aku mikir, "Iya ya, aplikasi Firman Tuhan sepraktis ini ya, gak perlu ribet gimana, just do it!". Kamu juga gak pernah dapat reminder seingatku sama kayak Fiona, keren 😎
7. Salam buat @⁨Elisabeth BRG⁩ , yang selalu rindu bawa banyak orang hidup mengalami Firman Tuhan. Aku berdoa Tuhan taruhkan kerinduan buat jadi PIC, mulai bertanggung jawab dengan jiwa Bet, Tuhan akan perlebar kapasitasmu. Dia yang mampukan.
8. Salam buat @⁨Melva BRG C⁩  yang ketabahan hatinya selalu sukses bikin aku geleng-geleng. Kamu wanita yang kuat dek, aku suka caramu mempercayai Tuhan dalam segala hal. Hatimu yang sangat mengasihi keluargamu juga bikin aku bercermin dengan diriku.
9. Salam buat @⁨yolanda BRG C⁩ ,  mama dan istri yang luar biasa berdedikasi, totalitasmu dalam mengasihi, usahamu memberikan yang terbaik buat keluarga sungguh menginspirasi. Aku pengen banget jago masak seperti kamu lo. Semoga lain kali bisa nyicipin masakanmu, hahaha.
10. Salam buat @⁨Lydia BRG C⁩ , yang kadang aku stalkingin IGnya, hahaha (ketahuan deh). Suka banget baca caption-captionmu,  cara kamu bersaksi lewat IG menyentuh banget lo. Dekat banget sama keseharian, tapi kamu tetap sertakan firman Tuhan, gak terlalu menggurui tapi  juga 'kena'  banget. Kamu terus bercermin dengan FirTu, itu luar biasa. Terus menginspirasi banyak orang Lydia.

Salam dari saya Mega, wanita yang dikasihi  oleh Tuhan Yesus saya yang luar biasa.
Roma 16:27 (TB)  bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Tadi pagi dah mau buat salam2 gitu, tapi mikir kalau bakal spending time banget. Dicancel aja deh. Tapi dapat dorongan lagi buat bikin ini, dan gak bisa ditolak 😭. Pas sudah selesai buat, wow.... Aku senang dah taat. Waktu nulis itu, aku ngerasa diberkati banget 😍

Palangka Raya, 16 Agustus 2018
-Mega Menulis-

1 Samuel 17-18

1 Samuel 17 Scripture        1 Samuel 17:15, 37 (TB)  Tetapi Daud selalu pulang dari pada Saul untuk menggembalakan domba ayahnya di Bet...