.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, September 9, 2018

Yesaya 9, Mazmur 69

Yesaya 9

Scripture
Yesaya 9:3 (TB)  (9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.

Observation
Membayangkan sukacita seperti di ayat ini rasanya hati terasa penuh. Pastinya hati limpah dengan ucapan syukur. Ya, Tuhan sanggup memberikan sukacita sebesar ini dalam hidup anak-anakNya. Kalaupun saat ini aku gak mengalaminya, kalau hari terasa flat atau malahan sedang mengalami dukacita. Ingat aja terus,  Allah SANGGUP memberikan sukacita besar yang membuat sorak-sorak. Tetap berharap. Tetap percaya. Tetap bersyukur.

Aplication
✔️ Stop self-pity.
✔️ Pilih untuk bersyukur dalam setiap kesempatan dan Tuhan akan melipatgandakan sukacitaku.

Prayer
Tuhan, terima kasih untuk firmanMu hari inu yang mengingatkanku kalau Tuhan sanggup beri sukacita sebesar ini dalam hidupku. Aku mau tinggal di dalamMu supaya limpah sukacitaku. Amin.

Mazmur 69

Scripture
Mazmur 69:20 (TB)  (69-21) Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belas kasihan, tetapi sia-sia, menantikan penghibur-penghibur, tetapi tidak kudapati.

Observation
Aku pernah merasakan ayat ini banget.
👉 Saat dicela atau mendapat omongan yang gak baik, aku down banget. Mengasihani diri sendiri dan menganggap diriku gak berharga.
👉  Saat butuh orang lain (teman/pacar) dan mereka gak ada, aku akan sedih banget karena merasa gak ada yang memperhatikan.
Kalau aku kenang masa itu sekarang, mesake banget deh kayaknya hidupku, aku terlalu menggantungkan diri pada penerimaan orang lain. Jadi, aku berusaha menyenangkan semua orang, yang jelas-jelas gak mungkin. Aku begitu ingin dikasihi orang lain dan saat gak mendapatkannya maka aku merasa gak berharga. Aku merasa berharga saat dikasihi orang lain. Setelah terima Kristus secara pribadi, aku gak mau menaruh rasa berhargaku lada penerimaan manusia lagi, aku dikasihi Tuhan sebagaimana aku ada, aku mulai tahu kebenaran. Saat diserang perasaan-perasaan yang dulu lagi, aku perkatakan firman. Imanku gak tergantung perasaan tapi pada firman Tuhan.

Aplication
✔️ Aku tahu perasaan yang kurasakan itu rentan dialami anak-anakku. Apalagi kalau aku gak kasih tahu mereka sejak kecil kalau mereka dikasihi tanpa syarat. Terkadang aku keceplosan waktu Sara gak obey dengan bilang "Kalau kamu gitu, mama gak mau lagi bla bla bla.. .".  Aku gak boleh gitu lagi.

Prayer
Tuhan, berikanku hikmat dalam menunjukkan ke anak-anakku kalau mereka dikasihi tanpa syarat. Jangan biarkan aku memanipulasi mereka demi mendapatkan yang aku mau. Tolong aku Tuhan, kendalikan mulutku. Hiduplah di dalamku supaya mereka melihat Tuhan yang hidup dalamku dan merasakan kasih Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 9 September 2018
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Matius 14

Matius 14 Scripture Matius 14:31 (TB)  Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, m...