.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, April 6, 2019

Amsal 6, Mazmur 96

Mazmur 96

Scripture      
Mazmur 96:9 (TB)  Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!


Observation
Hidup dalam kekudusan mempunyai tantangan tersendiri di kantor, apalagi kaitannya dengan uang.  Aku harus mengakui kalau aku sering jatuh, aku melakukan hal yang aku tahu gak kudus. Hanya karena semua orang lain melakukannya, sebenarnya gak jadi alasan aku harus melakukannya. Tekanan atasan dan kebutuhan ekonomi pun bukan alasan. Melakukan hal-hal yang aku tahu dosa tuh bikin ga enak tidur, bikin kuatir berlebihan dan selalu ada perasaan tertuduh. Aku ingat, aku pernah berdoa supaya dijauhkan dari hal ini. Dan Tuhan dengar doaku, aku ditaruh di bagian perencanaan yang gak ada pegang duit, hahahaha. Awal-awal rasanya nyesek, jarang dinas, jarang ada kegiatan (yang pegang duit) pulak. Tapi ini jawaban doa! Aku gak perlu lagi kuatir bikin dosa yang berkaitan dengan uang. Eh, tapi ganti dengan dosa lidah dong, ngomelin  orang yang kalau ditagih kerjaan gak beres-beres atau pelaporan gak selesai. Lah, sama aja dong, tiap hari bergumul untuk hidup kudus. Sekarang ini yang jadi pergumulanku, untuk jaga mulut waktu ketemu rekan kerja yang suka ngeles kalau ditagih kerjaaan. Ish...

Aplication
✔️ Aku mau jaga mulutku supaya gak jatuh ke dalam dosa.

Prayer  
Tuhan, kendalikanlah mulutku supaya gak jatuh dalam dosa. Biar apa yang kukatakan sungguh hanya yang menyenangkan hati Tuhan. Amin.

Amsal 6

Scripture      
Amsal 6:9 (TB)  Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu?

Observation
Semalam sebelum tidur aku meninggalkan cucian piring menumpuk dan ruang bermain Sara yang berantakan, suami kurang sehat jadi kami masuk kamar lebih cepat. Biasanya kami berbagi tugas, tapi aku malas dan memilih tidur juga. Akibatnya bangun ini, mata sepet jadinya ngeliat berantakan di dapur dan depan TV,  mau bikin kaldu pun panci belum tercuci. Hadeh. Kemalasan merugikan diri sendiri.

Aplication
✔️ Aku gak boleh lagi menunda pekerjaan dan memberi makan kemalasan.

Prayer   
Tuhan, aku gak mau bermalas-malasan dan menjadi saudara si perusak. Biarpun hari ini libur, bukan berarti aku bisa berpangku tangan. Tolong aku Tuhan, aku gak mau lagi menunda-nunda pekerjaan. Amin.

Gratitude Journal
6 April 2019

1. Bersyukur ada teman-teman yang nanya buku yang aku jual dan ada yang pesan. Yay!
2. Bersyukur bisa masak sop ceker buat bocah-bocah. Bersyukur walaupun  ada drama, akhirnya Sara dan Sofia mau makan hari ini.
3. Bersyukur sempat cuci pakaian.
4. Bersyukur  hari ini gak kemana-mana jadi bisa istirahat di rumah, bisa tidur siang, hal yang gak mungkin dilakukan kalau hari kerja.
5. Bersyukur sore sampai malam dibuat ketawa oleh tingkah laku Sara.

Palangka Raya, 6 April 2019
-Mega Menulis-

No comments:

Sacred Marriage (Chapter 12)

Pernikahan dapat menjadi sarana yang indah untuk melihat kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana sebuah sarana gak mendata...