.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, June 12, 2019

Mazmur 131, Amsal 12

Mazmur 131

Scripture       
Mazmur 131:2 (TB)  Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 

Observation 
Anakku ga ada yang full ASI, jadi aku gak merasakan menyapih anak. Tapi mendengar cerita teman-temanku yang menyapih anaknya, awalnya adalah perjuangan berat, apalagi saat anak menangis meminta apa yang diinginkannya (nenen). Pokoknya terus menangis sampai dapat.Frustrasi rasanya, ya anaknya, ya mamanya. Anak frustrasi karena gak mendapat yang diinginkan, mamanya frustrasi karena ingin memberi tapi tahu sudah saatnya berhenti memberi. Saat ditolak, lama-lama anak sepertinya belajar untuk 'mencukupkan diri' dengan kehadiran mamanya. Asal ada mamanya, gak nenen pun gak papa.

Saat aku gak dapat yang aku inginkan, aku juga kadang sama. Frustrasi dan menangis di hadapan Tuhan. Berpikir kok Tuhan gini sih sama aku. Padahal Tuhan mau aku belajar, gak selalu yang kuinginkan kudapatkan. Tuhan selalu memberi yang aku butuhkan, kalau Tuhan gak berikan yang kuminta bisa jadi karena sebenarnya aku gak butuh.

Aplication
✔ Aku mau mencukupkan diri dengan kehadiran Tuhan. Biar hatiku dipuaskan dengan kehadiranNya, bukan pemberianNya.

Prayer 
Tuhan, Aku mau belajar menenangkan dan mendiamkan jiwaku di dekat Tuhan seperti anak yang disapih. Aku mau menjadi puas dengan kehadiran Tuhan saja. Amin.

Amsal 12 

Scripture       
Amsal 12:23 (TB)  Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya, tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan. 

Observation 
Baca ayat ini aku teringat teman yang pernah bilang, makin banyak bicara seseorang sebenarnya makin kelihatan bodohnya. Aku diingatkan untuk bijak saat berbicara, tahu kapan waktunya bicara, kapan waktunya diam. Ada saatnya memberkati dengan perkataan, ada saatnya memberkati dengan diam.

Aplication
✔ Aku gak perlu berkomentar yang gak perlu saat mendengar orang lain bercerita. Lebih baik sedikit kata-kataku dan jadi berkat daripada banyak tapi sia-sia.

Prayer 
Tuhan, Engkau tahu mulutku kadang susah direm. Tolong aku mengekang mulutku dari perkataan yang sia-sia dan jangan biarkan aku menahan mulutku dari berkata baik saat diperlukan. Amin.

Palangka Raya, 12 Juni 2019
-Mega Menulis-

No comments:

Sacred Marriage (Chapter 12)

Pernikahan dapat menjadi sarana yang indah untuk melihat kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana sebuah sarana gak mendata...