.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 30, 2019

Kisah Para Rasul 15-16

Kisah Para Rasul 15

Scripture      
Kisah Para Rasul 15:31 (TB)  Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

Observation
Jemaat di Antiokhia, Siria dan Kilika yang berasal dari bangsa lain terhibur oleh isi surat dari Rasul dan Penetua yang dibawa Paulus dan Barnabas. Kenapa mereka menghibur?
- Ada pengertian di dalam surat tersebut tentang kondisi jemaat baru yang berasal dari bangsa lain sehingga pada mereka tidak dituntut lebih banyak daripada yang perlu.
- Mereka hanya diminta melakukan yang bisa mereka lakukan.
- Keberadaan Paulus dkk bersama surat tersebut menguatkan hati mereka.

Aplication
✔️ Penting untukku mengerti kondisi seseorang sebelum meminta mereka melakukan berbagai hal. Aku harus mencoba memahami orang lain lebih dahulu.
✔️ Kehadiranku harus bisa menguatkan hati orang lain, jangan sampai melemahkan orang lain.

Prayer
Tuhan, sebagaimana aku mau dimengerti, tolonglah aku memahami orang lain. Supaya aku bisa menguatkan hati orang lain. Amin.

Kisah Para Rasul 16

Scripture      
Kisah Para Rasul 16:15 (TB)  Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.

Observation
Lidia bersungguh-sungguh menawarkan Paulus dkk untuk menumpang di rumahnya, sampai mendesak gitu, berarti tawarannya bukan basa-basi. Selalu kagum dengan orang yang punya hospitality kayak Lidia ini, karena aku merasakan ada orang yang menumpang di rumah tu malahan kadang bikin makan hati. Dari zaman aku kecil sampai sekarang, di rumah orang tuaku selalu saja ada keluarga yang menumpang dan memang kelakuannya macam-macam. Mamah dan papaku memang orangnya gak tegaan, tapi mamah terkadang sering mengeluh ke aku tentang mereka yang menumpang ini. Mungkin karena itu juga aku terdoktrin bahwa ada orang menumpang tu ngerepotin.

Sekarang aku belajar dari teladan Lidia bahwa memberi tumpangan sebenarnya dapat menjadi sarana melayani dan menunjukkan kasih Kristus.

Aplication
✔️ Mungkin aku belum sanggup memberikan tumpangan seperti orang tuaku. Tapi aku mau belajar membuka rumahku bagi orang lain. Aku beberapa minggu ini membayangkan salah satu kamar di rumah ini dibuat jadi ruangan khusus buat anak-anak. Masih menghitung biayanya juga sih. Pengen ruangan ini suatu hari jadi tempat bermain dan belajar anak. Nantinya mau ajak teman kantor yang punya anak untuk ke rumah dan main dengan anak-anakku di sini.

Sejak punya anak aku emang males sebenarnya kalau ada orang yang berkunjung ke rumah. Dah kerja di kantor, pulang dah capek dan males kalau harus ada yang datang. Hahaha. Apalagi aku tipe introvert yang butuh banyak waktu sendiri buat ngecharge diri sendiri.

Prayer
Tuhan, mampukan aku untuk membuka hati dan rumahku bagi orang lain. Supaya aku bisa bangun hubungan dan bersaksi di dalam hubungan tersebut. Amin.

Palangka Raya, 25 Juli 2019
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

2 Raja-Raja 13-14

2 Raja-raja 13 Scripture 2 Raja-raja 13:11 (TB)  Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuru...