.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, July 26, 2019

Sacred Influence (Chapter 1)

Sacred Influence
Chapter 1

Yang mendefinisikan kehidupanmu bukanlah status pernikahanmu, melainkan Tuhan.
Pernikahanku gak selalu mesra, ada saatnya aku dan suami ribut, terkadang masalah yang sepele. Kami masih jatuh bangun dalam banyak hal. Terkadang kalau melihat beberapa pasangan lain yang aku kagumi, aku ngerasa kami gagal.
✔️ Stop membandingkan kehidupan pernikahanku dengan pasangan lain, setiap pasangan punya prosesnya masing-masing.
✔️ Setiap saat dalam kehidupan pernikahanku, kami memerlukan Tuhan. Bukan hanya saat kami sedang bertengkar tapi SETIAP SAAT.

Jika anda benar-benar ingin mengasihi, memotivasi dan memengaruhi suami anda, langkah pertama yang harus anda tempuh adalah bersekutu dengan Tuhan kini dan selamanya. Temukan tempat perlindungan, rasa aman, rasa nyaman, kekuatan dan pengharapan anda di dalam Dia.
Terkadang ngerasa gagal jadi istri yang diinginkan suami waktu suami tegur ini itu. Waktu aku berusaha berubah dan perubahan itu gak dirasakan suami, malahan ditegur lagi, jadi capek deh. Mungkin karena suami selalu ngomong to the point dan gak ada basa-basi, sementara bahasa kasihku kata-kata. Maksud suami emang baik tapi entah kenapa kadang aku jadi ngerasa gak dikasihi.
✔️  Fokusku adalah bersekutu dengan Tuhan,biar  Tuhan yang memenuhiku kebutuhanku dikasihi terlebih dahulu.
✔️ Aku gak akan bisa mengasihi suami kalau aku  gak dipenuhi kasih Tuhan,yang ada malah aku menuntut suamiku mengasihiku. Adalah gak adil aku meminta suami melakukan apa yang hanya bisa dilakukan Tuhan. Cuma Tuhan yang bisa selalu membuatku merasa dikasihi.

Anda tidak boleh menerima karakteristik apapun yang lebih rendah dari yang diungkapkan di dalam Alkitab. Sebelum bertanding, anda harus berlatih. Sebelum dapat memengaruhi seseorang, anda harus lebih dulu kuat secara rohani untuk dapat menghadapi dengan penuh keberanian "kelakuan fungsional" (keengganan berubah) dari suami anda.
Selalu ada karakter dan yang dikritik suamiku. Sementara aku merasa gak menuntut suami yang harus seperti ini atau itu. Jadi kesal dan ngerasa suami gak adil karena menuntut ini itu. Sekarang kalau kurenungkan, apakah aku gak pernah menuntut suami karena sebenarnya aku gak nyaman ya kalau disuruh berubah. Duh.
✔️ Kalau suami menegur berarti aku harus bersyukur dan sedia berubah.
✔️ Bukan berarti aku balas menuntut dan memaksa suami berubah, tapi memang aku yang harus berubah lebih dahulu. Karena balas-membalas gak akan menghasilkan apa-apa.

Sacred Influence
Pertanyaan Refleksi

1. Mengubah seorang pria berarti aku sendiri yang ingin suamiku berubah. Aku yang mengambil inisiatif dan sibuk melakukan segala sesuatu dengan tujuan SUAMIKU berubah, entah dengan kata-kata, intimidasi, tindakan, dll.
Memengaruhi berarti aku sibuk mengubah diriku sendiri. Fokusku bukan perubahan suami, tapi aku sendiri yang berubah. Perubahan itu dirasakan suami sehingga suami berinisiatif mengubah dirinya sendiri.

2. Aku gak tahu ya apa wanita memang cenderung lebih memberi diri dlm pernikahan dibanding pria atau nggak. Karena kupikir setiap orang bisa jadi selalu merasa dirinya yang paling banyak berkorban. Padahal bisa jadi sama-sama berkorban. Dan sementara aku menulis ini aku jadi mikir, apakah suamiku juga merasa demikian. Kalau aku mikir sebagai istri yang kerja, terus di rumah masih ngurus kerjaan rumah, anak dan suami, aku ngerasa memberi diri lebih dong harusnya. Tapi waktu aku mikir dari sudut pandang suami, gak mudah sebenarnya buat ego suami stay di rumah karena gak mau keluarga kami jauhkan dan ngurusin anak, belum lagi bantuin ngurus rumah.

3. Sejujurnya, aku gak tahu suamiku bakal memuji aku apa. Dulu sebelum merit dia bilang aku bawaannya sukacita terus. Kayaknya ini dah merit gak bakal ngomong gitu deh, hahaha.
Yang aku ingin suamiku bilang tentang aku suatu hari nanti adalah aku istri dan ibu yang baik. 

4. Skala 7. Aku merasa gak berharga waktu love tankku kosong. Suami bukan orang yang ekspresif dengan kata-kata dan sentuhan. Sementara aku pengen diencourage dengan kata-kata yang manis dan dekat secara fisik walaupun bukan mau ML. Seharusnya keberhargaanku karena Tuhan yang mengasihiku.

5. Filipi 4:19 benar-benar reminder kalau yang bisa memenuhi keperluanku cuma Tuhan, bukan suamiku. Kebutuhanku dikasihi hanya Tuhan yang bisa selalu berikan, bukan suamiku. Aku gak boleh bergantung ke suami.

6. Tanda seorang wanita telah menjadikan pernikahannya sebagai berhala adalah saat kemampuannya melayani keluarga tergantung sikap suaminya. Seperti aku T-T Bisa dengan semangat melakukan pekerjaan rumah dan mengendalikan emosi sewaktu merasa dikasihi suami. Tapi waktu love tank kosong malas-malasan melakukan banyak hal. Aku gak tahu suamiku merasakan ini apa nggak. Padahal kalau aku terus positif dan sukacita tanpa bergantung love tankku dipenuhi suami apa ngga, kemungkinan suami jadi lebih bersabar ke anak karena melihat aku bisa mengendalikan diri.

Palangka Raya, 13 Juli 2019
-Mega Menulis-

No comments:

Mikha 2 & Mikha 3

Mikha 2 Scripture        Mikha 2:6 (TB)  "Janganlah ucapkan nubuat," kata mereka itu, "orang tidak mengucapkan nubuat sepe...