.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, August 23, 2019

Sacred Influence (Chapter 3)

Bagaimana jika kesalahan-kesalahan suami anda menjadi alat yang Allah pakai untuk membentuk anda? Apakah anda bersedia menerima fakta bahwa pembenahan dalam pernikahan anda-proses untuk menggerakkan hati seorang pria-harus dimulai dari anda?

Beberapa minggu ini terasa sulit menghadapi suami. Dan rasanya aku jadi pengen teriak, kenapa aku sih yang harus bekerja keras dalam pernikahan ini. Meskipun aku membayangkan, suami mungkin merasakan hal yang sama. Tapi, Tuhan sedang membentukku dan suami. Gesekan dalam pernikahan membentukku semakin indah hanya jika aku berespon benar. Aku gak berespon benar saat aku menuntut suamiku menjadi orang yang layak sementara aku tinggal tetap dalam diriku yang sekarang. Aku harus berjuang menjadi orang yang layak, diriku yang terbaik sambil berdoa supaya suami juga bersedia diproses dan berespon dengan benar juga. 




Perhatikan semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang. 
1 Timotius 4:15
Kamu tidak sempurna, tetapi orang-orang harus melihat kemajuan yang nyata di dalam hidupmu.
Beberapa hari lalu kami bertengkar dan suami berkata kalau aku gak berubah dari dulu, kalau gak diturutin maunya pasti bertingkah aneh-aneh. Jder! Aku gak terima dong dalam hati, ingin teriak : "Lah kamu dah tahu mauku apa tapi gak berusaha ngelakuin. Sama aja. Udah tahu istri kayak gitu, kamu gak berusaha" . Yang paling melihat dan merasakan kalau ada perubahanku harusnya suamiku, mungkin suami benar, tapi saat suami berkata seperti itu aku jadi down banget dan merasa usahaku sia-sia. Dan baca bagian ini aku jadi mengkoreksi diri :Ya, aku merasa sudah berusaha, tapi bisa jadi buat suami kemajuanku belum nyata, mungkin aku masih maju mundur. 
✔️ Meskipun down banget dan berpikir kalau suami gak menghargai usahaku untuk berubah, aku berusaha untuk berpikir positif dan gak menyerah untuk berubah semakin baik. Kalau suami berkata seperti itu lagi, aku mungkin akan down lagi. Tapi ini tantangan buatku, supaya suamiku melihat kemajuan yang nyata di dalamku. 

Pertumbuhan seperti ini tidak terjadi secara kebetulan.
Teringat quote Rick Warren dalam Purpose Driven Life: Kita harus menginginkan bertumbuh, memutuskan bertumbuh, mengusahakan bertumbuh, dan menjaga kesinambungan bertumbuh. 
✔️ Ya, aku ingin bertumbuh. Ya, aku mau bertumbuh. Aku harus mengusahakan pertumbuhan dan berusaha terus untuk bertumbuh. Gak boleh puas dengan keadaan sekarang. Aku belum selesai. Terkadang merasa sudah maksimal, udah mentok, gak bisa lagi lebih  sabar rasanya dengan suami. Merasa, kurang apa aku, dah begini, dah begitu, kok masih aja dituntut ini itu. Tapi, pertumbuhanku secara pribadi sebenarnya bukan hanya sesuatu yang dituntut suamiku, pertumbuhanku adalah sesuatu yang diinginkan Allah. Dituntut suami berubah atau ngga, aku tetap harus bertumbuh secara rohani. Saat aku menyadari ini, keinginan untuk menunjuk balik suami dan menuding, "Kamu juga gak berubah kok" tiba-tiba luntur. Pertumbuhanku adalah yang Allah inginkan terjadi dalam hidupku, perubahan karakter yang semakin menyerupai Kristus yang seharusnya jadi fokusku. 

Membenahi pernikahan harus dimulai dari anda.
Harus aku ya? Terkadang kalau egoisnya kumat, pertanyaan itu muncul.Walaupun ingat dan tahu kalau aku gak bisa memaksa orang lain berubah dan yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
✔️ Apa yang harus aku lakukan untuk membenahi pernikahanku? 
- Menyampaikan perbedaan pendapat dengan cara yang manis, gak langsung menentang dan berkata sinis. Suami merasa lo kalau aku gak respect meskipun aku diam, harus tunduk dari hati. 
- Kalau suami melakukan hal yang berbeda dari yang aku inginkan. Sekalipun kecewa, aku gak boleh ngambek atau ngedumel. 
- Cari penghiburan dari firman Tuhan. Sudah tahu suami bahasa kasihnya bukan kata-kata,jadi kalau butuh encourage, confess firman Tuhan aja. 

Masih wajar dan sehat apabila anda mengharapkan terjadi perubahan besar pada suami anda, tetapi menjadi tidak wajar jika dengan egois anda menuntut hal itu harus terjadi.
Aku egois kalau menuntut suamiku berubah karena sebenarnya kami sama-sama perlu berubah. Gak bisa juga memaksa suami berubah kalau dia gak menginginkan perubahan itu, itu artinya aku ingin dia berubah hanya demi kenyamananku.
✔️ Bagianku adalah mendoakan suami dan berubah semakin menyerupai Kristus.

Palangka Raya, 10 Agustus 2019
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

1 Tawarikh 23-24

1 Tawarikh 23 Scripture        1 Tawarikh 23:4-5 (TB)  — "Dari orang-orang ini dua puluh empat ribu orang harus mengawasi pekerjaan di ...