.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, October 25, 2019

Pengkhotbah 2-3

Pengkhotbah 2

Scripture       
Pengkhotbah 2:25 (TB)  Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 

Observation
Aku hanya dapat merasakan kenikmatan saat berasa di dalam Tuhan, di luar Tuhan ga ada yang bisa memberi berkat penuh.  Aku teringat ada orang yang memiliki banyak tapi gak pernah bersyukur, selalu merasa kurang dan hidupnya penuh keluhan. Sebaliknya, ada orang yang kelihatannya memiliki sedikit tapi hidupnya bahagia, dia banyak memberi, gak memikirkan apa yang dimakan dan diminumnya. Hidup seperti ga ada beban. Jadi, karunia menikmati datangnya dari Tuhan bukan dari apa yang aku miliki, itu benar.

Aplication
✔ Aku mau bersyukur selalu sama Tuhan untuk mengingatkan diriku betapa aku diberkati.
✔ Aku gak perlu membandingkan hidupku dengan hidup orang lain.

Prayer
Tuhan, berikan aku karunia menikmati di setiap hariku. Amin.

Pengkhotbah 3

Scripture       
Pengkhotbah 3:11 (TB)  Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Observation
Seringkali dulu aku berpikir, 'indah pada waktunya' itu bicara tentang masa sesudah aku melewati pergumulan. Misal, dulu kami struggle banget waktu  papa baru meninggal. Papa gak ada wariskan harta berlimpah, mama cuma ngandalin pensiun, aku baru selesai kuliah, sementara 2 adekku masih di bangku SMP dan masih kuliah. Nah, indahnya pada waktu kami semua dah kerja seperti sekarang dong? Nggak! Ternyata pada waktu kami struggle itu pun keindahan sudah terjadi, cuma aku yang gak nyadar. Aku gak bisa menyelami pekerjaan Tuhan. Kalau dipikir sekarang, dulu itu masa dimana kami mulai berdoa bareng sebagai keluarga, masa di mana Tuhan berasa paling dekat, masa di mana kalau kami merasakan kebutuhan maka kami bergantung sepenuhnya sama Tuhan karena gak punya papa. Saat struggle pun indah. Saat duka melanda itu indah. Indah saat aku sadar kalau Tuhan selalu beserta mengerjakan sesuatu di dalamku dan melaluiku. Keindahan itu bukan aku rasakan nanti, tapi 'sekarang'.

Jadi, harus stop mikir :
- Akan indah waktunya saat aku bertemu pasangan hidupku.
- Akan indah pada waktunya saat nanti aku dan suami dikaruniai momongan.
- Akan indah pada waktunya saat aku punya kebebasan finansial.
No! Saat aku single pun indah karena aku bisa punya waktu melayani Tuhan lebih banyak, aku puas mengembangkan diriku, bisa pergi ke mana saja tanpa diribetin anak. Saat belum punya anak pun indah karena aku bisa pacaran sama suami  tanpa ada interupsi anak, bisa berdoa nangis bareng suami dan meminta sama Tuhan. Saat masih merintis usaha pun indah karena aku belajar bekerja kerasa dan berharap pada Tuhan Sang Pemberi. Setiap musim punya keindahannya sendiri, tinggal aku mau menyadarinya atau nggak.

Aplication
✔ Aku mau berusaha melihat indahnya pekerjaan Tuhan di setiap waktu.

Prayer
Tuhan, ajar aku melihat karyaMu bahkan di tengah kesulitan-kesulitanku. Amin.


Palangka Raya, 25 Oktober 2019
-Mega Menulis-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir, silakan tinggalkan komentar ya.

Nehemia 10-11

Nehemia 10 Scripture        Nehemia 10:28 (TB)  Dan orang-orang yang lain, yakni: para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu...