.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, December 22, 2020

Bagaimana Menulis Empat Artikel dalam Seminggu?

What? Cuma empat artikel Meg dalam seminggu. Biasa aja kaleee…LOL. Iya sih, bagi banyak orang ini biasa, tapi bagiku prestasi, hahaha. Sebagai emak-emak pekerja tanpa ART dan punya dua balita, bukan hal yang mudah bagiku, Marimar! Hahaha. Jadi, untuk tahun depan aku komitmen menulis tujuh artikel untuk Majalah Pearl. Berhubung untuk bulan Januari 2 artikel, jadi bulan Desember ini harus selesai dong ya, supaya bisa publish tepat waktu. Jaga-jaga kalau editor balikin buat diedit kan ya, makanya harus selesai bulan ini. Ngebut dong. Dah selesai, langsung kirim. Sambil menanti-nanti surat cinta dari editor buat ngedit, mulailah nulis artikel lain. Taraaa….dah kirim dua artikel lagi dong. Padahal deadlinenya masih lama. Aji mumpung, akakakak. Mumpung lagi rajin, mumpung ga ada kerjaan, mumpung bangun subuh dan gak bisa tidur lagi, mumpung ada suami yang nemenin bocah. Jadi separuh dari target sudah tercapai dan sekarang aku dilanda penyakit malas untuk melanjutkan 3 lagi. Ish….Perlu dicambuk nih. LOL. 

Kali ini aku tuliskan bagaimana caranya aku menulis empat artikel ini, jadi suatu hari aku bisa mengulang kesuksesan ini lagi, hahaha. Gimana caranya aku menyelesaikan 4 artikel dalam seminggu?

1. Pilih tema yang familiar dan dekat dengan keseharian. 
Pastinya dong ini, untuk mempermudah proses kreatif. Jiaahhhh…. Yah, gimana ya, merasa terhakimi dan gak mampu kalau disuruh nulis artikel tentang parenting karena masih bergumul buat ngomong gak pakai nada tinggi ke anak, untuk mendisiplin anak pun emaknya harus lebih dulu berdisiplin. Atau bikin artikel pengajaran sementara aku juga mesti diajar. Ya, jadi lumayan gampang kalau buat tema yang familiar. 

 2. Kerjakan artikel dengan deadline terdekat. 
Maklum ye, deadline kan memacu adrenalin. Lagipula the power of kepepet itu nyata. Lah itu, dua artikel kudu publish Januari, mau gak mau harus kerja keras bagai kuda kan ya. Well, sebenarnya aku golongan darah A yang aslinya patuh sama jadwal sih. Jadi bagaimana pun akan berusaha memenuhi jadwal. 

 3. Cari inspirasi di blog sendiri 
Biasanya aku masukkan kata kunci tema tersebut di blogku, taraaa…..muncullah artikel lamaku yang memuat tema tersebut. Kalau nggak ada ya sudah, mulai mengingat-ingat pengalaman sendiri. Atau buka ayat dan bacaan yang berkaitan dengan tema tersebut, berdoa dan PA pribadi. Lalu, mulai menulis. Aku bersyukur selalu menulis jurnal saat teduh dan melaluinya Tuhan ajarkan banyak hal. Saat diperlukan, tinggal buka deh. 

 4. Bangun subuh 
Yup. Waktu terbaikku pagi hari, karena bocah-bocah belum bangun dan tenang banget. Ketebaklah ya I’m a morning person. Kalau sudah bocah bangun, jangan harap deh bisa ngapa-ngapain. Eh, sempat deng bocah bangun pas aku belum selesai , tapi puji Tuhan suamiku tercinta ngajak mereka main sampai aku selesai. Yay! Aku masih ngutang tiga artikel lagi, tapi berhubung masih lama deadlinenya, Juli bo. Jadi aku mau hibernasi dulu. Akakakak. Lega deh kalau sudah bisa nyicil artikel gini, gak dikejar-kejar editor pakai pentungan deh. 

Palangka Raya, 22 Desember 2020
-Mega Menulis-

No comments:

Sacred Influence (Chapter 10)

Mustahil bagi anda untuk hidup dengan seorang pria pemarah tanpa membuatnya marah. Di bab ini diceritakan tentang seorang isteri yang bingun...