.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, January 7, 2021

Ngutang? Boleh atau Nggak Ya?

Aku benar-benar prihatin dengan bagaimana orang berhutang sekarang.

Jadi, beberapa hari lalu aku diceritain temanku yang temannya mau pinjam uang satu juta ke dia untuk beli mainan anaknya. Lah, trus apa masalahnya Meg?

Masalah dong kalau :

Beli mainan pakai berhutang. MAINAN lo iniiii…

Penghasilanmu sebulan gak nyampe sejuta tapi mau beli mainan harga segitu.

Jenis mainannya hanyalah pagar-pagar plastik pembatas buat main, yang tentunya gak bakal dipakai lama (aku bisa ngomong ini karena aku mom of 2).

Suamimu gak tahu kamu pinjam uang segitu dan bakal marah kalau tahu. Lah, berarti dalam berkeluarga ada rahasia dong dalam pengelolaan keuangan.

 

Jadi temannya temanku ini bekerja part time dengan penghasilan kurang dari sejuta tiap bulan, suaminya bekerja di kota lain. Saat ini dia masih tinggal bersama orang tuanya (berarti belum punya rumah sendiri kan ya berarti). Anaknya berumur kurang lebih setahun, berarti kebutuhan masih besar sekali untuk popok dan susu. Masalah kan?

 

Jadi, gak boleh berhutang Meg?

Jujur, aku masih berhutang. Tapi ya gak buat beli mainan keles ^^’ Tiap orang mungkin punya pendapat sendiri, tapi kalau aku sebagai peminjam, waktu berhutang aku :

Berhutang dengan perhitungan, pastikan punya uang untuk membayarnya

Logis gak penghasilan cuma sejuta lalu berhutang sejuta buat beli mainan? Lalu ntar bayarnya pakai apa? Mau makan pakai apa? Bayar keperluan yang lain gimana? Okelah dalam kasus di atas dia punya suami berpenghasilan tapi ceritanya kan dia mau berhutang tanpa sepengetahuan suaminya. Kita harus berhitung, kalau saya berhutang sekian, skema pembayarannya berapa bulan, berapa kita akan mencicil, sanggup gak menyisihkan uang sejumlah sekian selama beberapa lama untuk membayar. Jangan halu. Aku sering pakai kartu kredit suami untuk membeli tiket, pesan hotel, dll. Tapiiii….Biasanya sebelum jatuh tempo sudah dibayar dan uangnya pasti ada karena itu dinas dari kantor. Jadi jangan asal berhutang kalau gak sanggup bayar.

 

Saat ini aku punya tanggungan kredit dua buah rumah dan LM (logam mulia). Kenapa aku berhutang? Harga rumah memang mahal aku belum bisa beli cash, lalu untuk beberapa alasan tertentu memang aku gak mau kalau harus menabung dulu baru membeli rumah. Kalau LM, karena pas beli harganya sedang murah dan ada cicilan 0% dari kartu kredit suami. Hitung-hitung, bisa menyisihkan dari bulanan. Cus…Beli deh. Jadi, pikir dulu deh sebelum berhutang.

 

Kasih tahu suami (khusus yang berkeluarga)

Kenapa harus kasih tahu suami? Karena kalau suami isteri tu apa-apa milik bersama, bukan cuma harta, utangnya juga. Kecuali yang punya perjanjian pra nikah lah ya. Yang kagak, jangan coba-coba ngutang deh, ntar kalau ketahuan pecah perang dunia. Lagian, kalau suami isteri gak jujur masalah keuangan berarti bisa jadi indikasi kalau gak ada keterbukaan. Mosok mau mempertaruhkan keutuhan rumah tangga cuma gara-gara hutang. Buatku nggak bangetlah ya.

 

Nah, dari segi yang meminjamkan. Well, untuk sekarang aku gak mau meminjamkan uang ke orang, hahahaha. Bukannya apa, lah aku aja masih punya tanggungan hutang, mosok aku ngasih utang. Dodol kan? Gak mau ah sok kaya, padahal gak punya. Malu. Mungkin nanti bisa, tapi itu pun aku pasti bakal tanya pinjam untuk apa dan minta perjanjian tertulis.

“Yaelah Meg, masa kamu gak percaya sama aku?”

Kalau ada yang bilang kayak gini waktu pinjam uangku, aku bakal balik bilang,”Lah, emang kamu niat gak bayar? Ngapain takut ada perjanjian?”.

Di mana-mana, kalau orang perlu pinjaman bakal ngemis-ngemis, giliran yang dihutangin nagih kebalik, yang pinjemin yang ngemis-ngemis. Jadi curcol nih aku, hahaha.

 

Palangka Raya, 7 Januari 2021

-Mega Menulis-

 

 

No comments:

Sacred Influence (Chapter 10)

Mustahil bagi anda untuk hidup dengan seorang pria pemarah tanpa membuatnya marah. Di bab ini diceritakan tentang seorang isteri yang bingun...