.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, February 25, 2021

Jalan Kaki Bareng LIKE (Day 10-16)





#Day10

Hari ini jam 6 pagi harus ambil antrian di RS, terus pulang kantor jemput suami ke bandara. Kapan jalannya kan ya? Hari ini skip jalan, pikirku. Sesudah ambil nomor antrian (nomor 0007-yay,angka favoritku) , daripada bengong, berjalanlah aku. Lumayan, dapat 5000an langkah ternyata. Dan percaya gak percaya, sampai RS lagi, nomor yang sedang dilayani 0006. Belum sempat aku duduk, nomorku sudah dipanggil. Kebetulan yang asyik kan? Sesudah periksa, daripada menunggu obat di apotek, aku berjalan lagi. Total jenderal hari ini 7400an langkah kutempuh. Berkurang sih dari hari sebelumnya. Sedih? Nggak tuh! Aku senang karena memilih tetap berjalan di saat ada kesempatan. Setiap langkah kecil membawa ke langkah-langkah lain. Menyenangkan.



#Day11

Bangun tidur aku mencoba berjalan bolak-balik di dalam rumah setengah jam lebih, lumayan lo dapat 4.000 langkah. Yes! PR berkurang. Begitu jam dinding menunjukkan pukul 5, aku bangunkan bocah-bocah dan suamiku. Seperti biasa dong kami ke TK. Pulangnya dapat 11.000 langkah lebih. Aku baru tahu kalau di HP Huaweiku ada juga pencatat langkah, katrok banget ya. Langkah yang ditunjukkan kurang lebih sama, tapi entah kenapa untuk waktu dan kalorinya berbeda jauh. Ya sudahlah, toh yang jadi target langkahnya. Sekarang aku mikir-mikir untuk uninstall Pacer dan memanfaatkan pencatat langkah bawaan HP supaya gak berat. O, iya kata suamiku di HP Samsung juga ada pencatat langkah seperti ini. Mungkin bisa tuh dicek di HP masing-masing, kalau ada lumayan bisa menggunakan pencatat langkah bawaan HP aja.



#Day12

Perubahan pasca jalan 11 hari? Kalau berat badan sih gak tahu ya, soale gak ada nimbang, hahaha. Baju di badan juga sama aja nampaknya. Lebih cepat tidur pas malam yang jelas, ngantukan gitu. Kalau makan jadi mikir banget sekarang, gara-gara lihat kalori yang dibutuhkan buat jalan. Mulai membandingkan dengan kalori Indomie. Ternyata kalori makan Indomie sebungkus (belum sama telur dan kalau nambah sebungkus lagi) setara dengan jalan 10.000 langkah lebih. Haiyaaaa.... Jadi ada kesadaran, asupan masuk dan keluar harusnya seimbang. Selama ini ma makan tanpa mikir *sigh. Jalan gini bikin pengen diet. Hiks. Entah sanggup apa nggak ya. Challange pribadi bulan depan kayaknya ngubah pola makan yang selama ini nggragas. Well, semoga lulus challange jalan ini dulu deh, takut badanku shock kena tantangan mulu.



#Day13

Yay!!!  Bersyukur sudah sejauh ini melangkah. Terima kasih LIKE, sudah membawaku sampai sini. Senang berjalan bersama kalian.



#Day14

Semalam adekku dan teman-temannya ngegrill di rumah, jadi ikutan kalap dong. Dah makan malam, makan banyak pulak. Lalu aku bertekad deh bakal jalan lebih jauh dari biasanya hari ini, mau bakar habis kalori yang masuk semalam. Entah kenapa pas jalan teringat video Koh Edward Suhadi yang dia bilang : Olahraga itu bukan hukuman atas apa yang kita makan, tapi sebuah perayaan atas apa yang badan kita bisa lakukan. Wih, jleb jleb jleb banget kan. Nonton videonya udah berbulan-bulan lalu tapi baru nancep banget hari ini. Iya ya... Aku berolahraga tiap pagi sebagai perayaan karena aku masih sehat, masih bisa bangun pagi, duduk, berdiri, berjalan. Begitu banyak yang masih bisa dilakukan tubuh ini. Dan aku bersyukur dengan berjalan. Merasakan betis yang pegal karena berjalan ribuan langkah lebih baik daripada tidak bisa berjalan dan terbaring sakit. Aku bersyukur masih berjalan sampai hari ke-14 ini.

Seperti kata temanku, harusnya olahraga hepi dong. Namanya juga perayaan, masa jadi sarana balas dendam setelah makan, atau jadi lelah tergeletak dan besoknya gak bisa jalan. Oh no, gak mau ah! Hidup ini sudah susah, jangan ditambahin susahnya.



#Day15

Hari ini mendung, kami sekeluarga jalan bersama.  Anak-anak puas bermain karena hari ini libur kerja jadi gak diburu-buru untuk berangkat kerja. Malah bisa sarapan bubur ayam pulak di TK. Ini nih yang bikin lama, acara nyuapin bocah, hahahaha. Belum lagi mainnya. Gak papa lah ya sekali-kali.

Lima belas hari sudah dilewati. Sudah separuh dari target 30 hari berjalan bareng LIKE. Mau bilang gak terasa tapi gak mungkin, terasa kok, hahaha. Tapi setelah 30 hari pun aku berharap semoga kebiasaan baik ini terus berlanjut. Pertama-tama selesaikan dulu 30 hari ya Meg. Semangat.




#Day16

Pertama kali berjalan di area ini di dekat rumah sendiri, sebelumnya masih menginap di tempat Mama. Ada pemandangan yang berbeda. Berangkat waktu hari belum terang dan pulang saat semua terlihat jelas. Teringat sebuah ayat di Mazmur 19:1 Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya. Lukisan tanganNya sungguh indah. Setiap hari dilukisNya langit dengan pemandangan yang tak pernah sama. 

O, iya sempat menimbang karena ada timbangan di rumah, yay! Ada lah kurang segram dua gram, buahahaha. Senang deh, karena ada bonus turun BB sedikit. Gak papa lah, mosok mau langsung turun banyak nih BB. Tumpukan lemak ini hasil pola makan dan kebiasaan  buruk malas olahraga puluhan tahun, mosok berjalan 1-2 minggu mau hasil fantastis. Sungguh tak realistis bukan?


Palangka Raya, 16 Februari 2021
-Mega Menulis-

No comments:

1 Yohanes 2, Yakobus 4

1 Yohanes 2 Scripture 1 Yohanes 2:11 (TB)  Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan...