.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, March 29, 2021

Atomic Habits (Bab 12)

Benua berbeda memiliki bentuk berbeda, ujar seorang ahli antropologi dan biologi. Ya iya lah ya. Dalam hatiku, geblek banget yang buat pernyataan ini. Terus apa pentingnya? Perhatikan ini :Bentuk Benua Amerika dan Afrika yang memanjang dari utara sampai selatan sedangkan Eropa dan Asia memanjang dari barat ke timur. Perbedaan ini ternyata sangat berpengaruh dalam penyebaran pertanian, lebih mudah mengembangkan pertanian dari barat ke timur daripada sebaliknya karena iklim dari barat ke timur cenderung sama. Bisa sih mengembangkan pertanian dari utara ke selatan kalau mau, tapi membutuhkan usaha lebih banyak, iklim berbeda sehingga jenis tanaman yang cocok ditanam berbeda. Sedangkan manusia secara alami berusaha menghemat energi sebanyak mungkin. Jika harus memutuskan memilih di antara 2 pilihan yang mirip, sudah pasti kita akan mengambil pilihan yang paling mudah. 




Perilaku manusia mengikuti hukum upaya sekecil-kecilnya. Kita secara alami akan condong memilih melakukan kegiatan yang menuntut kerja paling sedikit. 
Manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan memilih melakukan sesuatu yang tidak membutuhkan banyak energi. Kebiasaan menjadi kebiasaan karena kita mudah melakukan tindakan tertentu setiap saat sehingga setelah melakukannya berulang kali, itu direkam otak dan menjadi otomatis. Seandainya untuk melakukan tindakan itu kita harus mengeluarkan upaya keras, mungkin kita tidak akan melakukannya. 

Manusia aslinya malas banget berupaya keras rupanya, hahaha. Tapi ini hal yang positif rupanya jika ingin membentuk atau menghilangkan kebiasaan, asal tahu caranya. 



Makin besar hambatan, makin kecil kemungkinan kegiatan menjadi kebiasaan.
Untuk menghilangkan kebiasaan buruk maka aku harus merancang agar melakukan suatu tindakan memerlukan upaya lebih, jangan buat menjadi mudah. 

Sebagai contoh yang pernah aku lakukan, aku pernah kecanduan main games Candy Crush dan Hay Day. Sampai di suatu titik aku sadar kalau aku sudah parah, aku memutuskan uninstall games tersebut. Aku gak akan main kalau gak pengen banget, ya iya lah, harus install dulu, remponga amat, buang-buang paket data ðŸ˜‚ Awal-awal terkadang aku masih menginstall, sekarang? Gak pernah lagi. Aku berhasil menciptakan lingkungan yang gak mendukung kecanduanku. Yay! 


Kurangi hambatan yang terkait dengan kebiasaan baik. Tingkatkan hambatan yang terkait kebiasaan buruk.
Perusahaan di Jepang melakukan yang disebut lean production untuk melakukan efisiensi dalam proses manufaktur. Caranya? Mereka menghilangkan pemborosan waktu di berbagai lini produksi sehingga bia menghasilkan lebih banyak dengan upaya lebih sedikit. Demikian pula, jika kita ingin memulai kebiasaan baik dengan efisien, mulailah menghilangkan hambatan yang ada, buat upaya kita menjadi mudah. Mau lebih banyak membaca? Letakkan buku bacaan di mana-mana dan buat menjadi mudah dijangkau. Untuk kebiasaan buruk lakukan sebaliknya. Ingin berhenti makan mie instant? Jangan stok di rumah. Jika makan mie instant harus ke warung dulu dan membeli, lama-lama kita akan malas kan melakukannya? Intinya, buat kebiasaan baik mudah dilakukan dan buat kebiasaan buruk sulit dilakukan. Semakin buruk kebiasaan, buat menjadi semakin sulit dilakukan. 

Palangka Raya, 26 Maret 2021
-Mega Menulis-

No comments:

1 Yohanes 2, Yakobus 4

1 Yohanes 2 Scripture 1 Yohanes 2:11 (TB)  Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan...